Sinopsis Encounter Episode 7 Part 3

- Desember 21, 2018
>
Sumber: tvN



Jin Hyeok bertemu Soo Hyun di lift. 



Sekretaris Nam yang menunggu diparkiran pura-pura sakit perut karena ingin membiarkan Jin Hyeok dan Soo Hyun berduaan. Sekretaris Nam ijin ke toilet.


Sekretaris Nam pura-pura diare, ia menelfon Jin Hyeok untuk menggantikannya mengemudi untuk Soo Hyun. 




Jadilah Jin Hyeok mengantar Soo Hyun pulang. Soo Hyun bertanya, apa tadi Jin Hyeok lembur? Jin Hyeok menjelaskan kalau ia tadi mengurus acara akhir tahun.

"Satu tahun sungguh tidak terasa. Pasti rekrutan terbaru Tim Humas sangat sibuk." Komentar Soo Hyun. 

"Tapi aku bersenang-senang. Ini menyenangkan."



Jin Hyeok memang tersenyum, tapi ia tidak bisa tidak terganggu oleh kata-kata Dir. Choi barusan, ia terus teringat.

Jin Hyeok: Daepyonim. Aku pikir orang menjalani hidup mereka dengan mengingat yang baik daripada yang buruk. 

Soo Hyun: Kenapa tiba-tiba.

Jin Hyeok: Ibuku sakit beberapa waktu lalu dan dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan. Itu sangat sulit bagi keluarga kami, tapi jika dipikir kembali, tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan, bahkan ibuku yang sakit. Kenangan indah yang kami alami bersama memberi kami kekuatan untuk terus maju. Apa itu juga mungkin bagi kita?

Soo Hyun: Aku yakin situasi di kantor pasti sulit bagimu.

Jin Hyeok: Tidak. Ibu tahu bagaimana Tim Humas. Semuanya baik-baik saja.

Soo Hyun: Lalu kenapa kamu tiba-tiba mengatakan ini?

Jin Hyeok: Ketika saatnya tiba bagi kita untuk menahan rasa sakit, aku ingin kita mengingat kenangan indah kita dan menemukan kekuatan dari situ.

Soo Hyun: Tingkahmu hari ini aneh.


Jin Hyeok: Aku tahu.




Sampai di rumah, Jin Hyeok memandangi foto-foto keluarganya. Lalu ia melihat barang-barang Soo Hyun.



Jin Hyeok mempersiapkan diri seandainya jadi dipindahkan ke Sokcho. Ia bahkan mencari rute tercepat dari Seoul ke SOkcho. Rute tercepatnya pun butuh waktu 2,5 jam.

Jin Hyeok meyakinkan diri sendiri, "Itu dekat. Ini tidak terlalu jauh."


Sekretaris Nam ditelfon oleh putrinya Manajer Kim, Ji Yu. Ji Yu menanyakan apa Sekretaris Nam bersama ibunya? 

"Tidak." Jawab Sekretaris Nam.




Lalu mereka ketemuan. Skeretaris Nam menanyakan alasan wajah Ji Yu yang terlihat murung. 

Ji Yu: Ahjussi, Aku pikir ayahku.. berselingkuh.

Sekretaris Nam: Apa?

Ji Yu: Aku melihat foto-foto itu. Dia bersama wanita lain dengan cara mencurigakan. Aku melihat semuanya.

Sekretaris Nam: Berpura-puralah tidak melihat apa pun.

Ji Yu: Aku bahkan tidak berani untuk tidak melakukannya.

Sekretaris Nam hanya terdiam.



Kongres Cha ditelfon istrinya, sebenarnya ia enggan mengangkatnya, tapi ia paksakan, Kongres Cha menggunakan alasan mau rapat agar bisa mengakhiri telfon dengan cepat.

Ibu: Kosongkan jadwalmu untuk malam ini.

Kongres Cha: Tidak bisa. Aku bertemu dengan partaiku.

Ibu: Yang aku rencanakan jauh lebih penting dari itu. Aku akan kirimkan alamatnya lewat pesan, jadi, temui aku di sana.

Kongres Cha: Aku harus seberapa marah agar kamu berhenti?

Ibu: Aku juga ingin berhenti menjadi ibunya akhir-akhir ini. Apa kamu akan membiarkan dia dihabisi oleh Ketua Kim?



Han Gil mulai lagi, ia memberi Jin Hyeok minuman dan menyuruhnya istirahat.

"Kamu bekerja seolah-olah tidak ada hari esok." Lanjut Han Gil. 

"Aku biasa tenggelam dalam kesibukanku bekerja." 

Tak lupa, Jin Hyeok berterimakasih untuk minumannya. 

Han Gil: Kenapa bekerja sangat keras ketika kamu punya dukungan? Kamulah orang yang didengarkan presdir kita.



Manajer Lee yang baru tiba tiba-tiba menyahut, cemburu ya? Han Gil terkejut, apa?

"Apa kamu cemburu pada Jin Hyeok karena dia memenangi hatinya?"

"Aku tahu kamu juga cemburu."

Jin Hyeok menyela mereka dengan berkata akan membuat salinan proposalnya.


Hye In hanya diam memperhatikan.




Manajer Lee: Kamu tidak pernah tahu sampai akhir. Buahnya mungkin manis, tapi bisa juga pahit.

Han Gil: Apa kamu belajar ungkapan belakangan ini?

Manajer Lee: Kenapa aku harus belajar bila ini cukup mudah bagi putraku yang masih kecil untuk memahaminya?

Han Gil: Aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius.

Eun Jin: Mungkin karena kamu kelihatan bodoh.

Han Gil: Aku mengikuti ujian masuk untuk mendapatkan pekerjaan di sini. Bagaimana aku dipromosikan? Hei, hentikan.



Ketua Kim makan bersama dengan seseorang dan mereka menunggu Kongres Cha sepertinya.

Pria: Anggota Kongres Cha akan terkejut jika dia tahu aku juga ada di sini. Apa kamu pikir dia akan datang?

Ketua Kim: Kita harus gunakan kesempatan ini untuk memulai penggabungan kedua partai.



Tepat setelah Ketua Kim selesai dengan kalimatnya, Kongres Cha membuka pintu. Tapi Kongres Cha langsung berbalik saat elihat Ketua Kim.

Ketua Kim: Bukankah tidak sopan untuk pergi begitu saja? Semua orang di sini sama sibuknya sepertimu. Kami semua meluangkan waktu untuk datang, jadi, makanlah.

Kongres Cha: Mungkin aku puasa saja karena penggabungan tidak masuk akal yang kamu terus paksakan kepadaku. Kenapa aku harus makan bersamamu? 

Ketua Kim: Cha Soo Hyun. Putrimu membuatmu kehilangan suara, jadi, kamu harus mengisi itu dan memenangi lebih banyak suara dengan menggabungkan kedua partai?

Kongres Cha: Tidak ada yang bisa memprediksi apakah putriku pada akhirnya akan membuatku kehilangan suara atau memenangi suara.

Dan Kongres Cha tetap pergi.



Pria tadi khawatir mereka akhirnya memperburuk situasi hari ini. Ketua Kim tersenyum, mengatakan kalau sashimi-nya sangat segar hari ini, jadi dimakan saja dengan tenang.


Kongres Cha keluar dari rstoran itu dan langsung diserbu oleh reporter. Mereka menanyakan apa Kongres Cha akan melakukan penggabungan dengan partai Hwamin? 

Kongres Cha tersenyum karena cara licik Ketua Kim itu. AKhirnya ia buka suara.

"Kami menyimpulkan bahwa kami tidak memiliki niat untuk menggabungkan partai kami. Sekian."

Kongres Cha langsung masuk ke mobilnya.


Jin Hyeok jogging karena pikirannya kalut. Ia memikirkan Soo Hyun juga Ketua Kim dan Dir. Choi.

Akhirnya Jin Hyeok berhenti dan ia bergumam kalau ia sangat merindukan Soo Hyun. Lalu ia melihat ponselnya dan ia baru sadar kalau ia tidak memiliki foto wanita yang disukainya.

Jin Hyeok mencari rute menuju rumah Soo Hyun. Ia merasa itu dekat padahal butuh waktu sejam lebih dan langsung berlari sesuai arahan. 




Jin Hyeok sampai di dekat rumah Soo Hyun. Kebetulan Soo Hyun melihatnya saat kembali dari belanja.

Jin Hyeok: Lingkungan Ibu tidak terlalu jauh dari rumahku. Jarak yang pas untuk joging.

Soo Hyun: Aku harus mencoba joging ke lingkunganmu kapan-kapan.

Jin Hyeok: Tidak, ini mungkin terlalu jauh untuk Ibu.

Soo Hyun: Apa kamu ingin air karena kamu datang jauh-jauh ke sini?

Jin Hyeok: Aku tidak haus sama sekali.



Tapi saat di dalam rumah, Jin Hyeok menghabiskan satu botol penuh dalam sekali teguk. 

"Apa itu reaksi orang yang tidak haus?"

"Rasa airnya enak sekali."

"Kamu mau sebotol lagi?"

"Tidak, sudah cukup."

Soo Hyun meminta Jin Hyeok menunggu.



Sementara Soo Hyun mencari minuman, Jin Hyeok melihat sesuatu yang membuatnya tersenyum lebar. Ternyata Soo Hyun menyimpan barangnya sama seperti ia menyimpan barang Soo Hyun.

Jin Hyeok mengamati rumah Soo Hyun.




Soo Hyun kembali dengan tangan kosong, ia tidak bisa memberikan apa-apa untuk Jin Hyeok.

"Aku pasti membuat Ibu bingung dengan muncul tiba-tiba."

"Tidak juga. Tapi ini kali pertama bagiku. Ini kali pertamaku ada seseorang datang ke rumahku, jadi, aku tidak tahu harus berbuat apa. Sekretaris Jang datang sesekali, tapi aku tidak pernah bertanya padanya apa dia butuh sesuatu."

"Ibu dapat melakukan hal yang sama kepadaku."
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search