Sinopsis Encounter Episode 6 Part 4

- Desember 14, 2018
>
Sumber: tvN



Soo Hyun mempelajari kembali materi pembukaan Hotel di Sokcho dan ia kepikiran kata-kata ayahnya tadi. 


Jin Hyeok juga bekerja keras di rumah. Tapi pikirannya terganggu oleh Woo Seok. 



Hari-H. Tim Humas sibuk mempersiapkan acara.



Ibu tiba-tiba merampas koran yang sedang ayah baca. Ibu mengajak Ayah ke Sokcho segera, meski mereka berangkat sekarang, Ketua Kim tiba terlebih dahulu, sulit agar mereka bisa terlibat.

Tapi ayah malah mengambil korannya lagi. Ibu kesal, jadi ia meremas korannya ayah dan membuagnya. 

Ibu: Kamu harus berdiri sebelum aku bertindak lebih buruk.


Para selebritis sudah tiba. 



Ketua Kim datang bersama Woo Seok. Semua karyawan hotel menyambut mereka, tapi Ketua Kim menanyakan Soo Hyun yang tidak kelihatan. 

"Sekarang dia pasti sangat sibuk." Kata Woo Seok.

"Dia tidak sopan."



Sekretaris Nam mendekat Jin Hyeok yang sedang memeriksa papan nama semua tamu. Jin Hyeok agak gugup karena ini adalah acara besar pertamanya. 

"Jangan gugup. Bersenang-senang saja."

Mi Jin menghampiri Sekretaris Nam, menanyakan dimana Soo Hyun, soalnya upacara pemotongan pita segera dimulai.

Sekretris Nam akan membantu mancari. 


Jin Hyeok ditugaskan untuk memeriksa ulang soal tur kamar dan ia bertemu Soo Hyun di lorong kamar. Jin Hyeok memberitahu kalau Sekretaris Jang mencarinya. 

"Aku sudah bicara dengannya. Terima kasih atas bantuanmu hari ini."

"Aku akan bekerja keras. Jangan cemas."




Soo Hyun menyinggung soal dasi hadiahnya yang tidak dipakai Jin Hyeok, apa Jin Hyeok tidak suka? Karena ia bilang itu gratisan? 

"Sebenarnya Dasi itu tidak gratis." Lanjut Soo Hyun. 

"Masalahnya..." Jin Hyeok mengeluarkan dasinya dari kantong, "Dasinya ada di sini, tapi aku tidak bisa memakainya. Selalu terlalu panjang atau terlalu pendek. Kurasa aku harus lebih sering berlatih."





Soo Hyun meminta Jin Hyeok melepaskan dasinya, ia lalu memakaikan dasi hadiahnya untuk Jin Hyeok. Jin Hyeok tidak bisa menahan senyumnya. 

"Berhenti tersenyum."

"Aku ingin berhenti, tapi tidak bisa."




Woo Seok tak sengaja memergoki mereka. Soo Hyun selesai memakaikannya dan Jin Hyeok mengucapkan terimakasih. 

Woo Seok tidak menghampiri mereka, ia malah pergi. 



Saatnya Upacara pemotongan pita. Manajer Kim menanyakan masalah tur kamar. Han Gil menjawab Jin Hyeok sedang menyiapkannya.




Pita selesai digunting. Woo Seok menatap Soo Hyun. Ketua Kim menyadari ada sesuatu.



Selanjutnya, acara tour kamar yang dipimpin Han Gil. Jin Hyeok bertugas mendokumentasikan.



Woo Seok mendekati Jin Hyeok yang sedang sendirian. Jin Hyeok memberi salam hormat untuk Woo Seok. Woo Seok menyinggung dasi Jin Hyeok yang menurutnya unik, lasik, tapi kasual. Ia menyukainya.

"Ah.. Ini hadiah untukku. Seleraku tidak sebagus ini."

"Selera pemberi dasi itu sepertinya bagus."

Woo Seok lalu pergi.




Kongres Cha bertemu dengan Ketua Kim. Ketua Kim ingin membaca artikel soal penggabungan partai bulan ini,

"Jika artikel itu bukan soal penggabungan, aku bisa meminta mereka segera merilisnya." Jawab Kongres Cha.

"Kita berdua akan kesulitan jika kamu tetap keras kepala."

"Perlukah bersikap keras kepala tentang masalah ini?"

"Nilai partai-partai kita berbeda. Kurasa nilaimu sangat cocok dengan Taegyeong. Kita menempuh jalan yang sama dan itu sama dengan janji. Tapi kini kamu membahas nilai yang berbeda dan berusaha beralih jalan. Lalu sekarang kami harus bagaimana? Taegyeong..memiliki banyak bukti yang berkaitan denganmu. Kamu memenangi pemilihan.. dengan usahamu sendiri? Pikirkan juga soal Soo Hyun. Kamu sudah mendengar gosip mengerikan itu? Rumor kejam itu beredar karena dia ditinggal sendirian. Kamu dan Soo Hyun sekarang harus kembali ke tempat asal kalian."

"Terima kasih telah menyebut nama putriku dengan baik, tapi sudah saatnya mengganti sebutan kita. Cha Soo Hyun presdir Hotel Donghwa dan kini berusaha keras menjalani kehidupannya sendiri."

"Aku selalu menganggap Soo Hyun sebagai keluargaku. Salahkah jika keluarga saling bersikap baik?"

"Sudah bertahun-tahun kita tidak lagi menjadi keluarga."

"Kalian akan segera kembali dan menyantap sarapan bersama kami. Kalian akan kembali ke tempat yang seharusnya."

"Entahlah. Aku permisi. Hari ini aku kemari untuk menyelamati Cha Daepyo."



Ketua Kim sedang jalan dengan Direktur Choi. Kebetulan di depan mereka ada Jin Hyeok. Ketua Kim meminta untuk bicara dengan Jin Hyeok. Direktur Choi pun memanggil Jin Hyeok.


Hye In tak sengaja melihatnya.


Direktur Choi mengenalkan siapa Ketua Kim pada Jin Hyeok dan menyuruhnya memberi salam. Jin Hyeok pun memberi salam.



Ketua Kim menyebut kalau Jin Hyeok masih muda. Ia bertanya, apa Soo Hyun-nya kesepian?

"Aku harus pergi dan menyiapkan acara ini." Pamit Jin Hyeok, lalu berbalik.

Tapi Ketua Kim menyuruhnya berhenti, "Aku belum mengizinkanmu pergi. Kamu tidak mendapat pelatihan layak.. atau berulah karena dilindungi Cha Daepyo?"

Jin Hyeok pun berbalik menatap Ketua Kim.



Saat itu, Soo Hyun melihat mereka dari atas. 

Jin Hyeok: Kupikir aku sudah mempelajari semuanya, tapi sepertinya aku melewatkan panduan memperlakukan tamu VIP. Maaf jika Ibu tersinggung.

Soo Hyun akan mendekat tapi Mi Jin menahannya. 

Ketua Kim: Jika kamu secerdik ini, pantas saja Soo Hyun menyukaimu. Panduan memperlakukan tamu VIP mungkin ada di buku pelatihan perusahaan. Di mana panduan yang mengajarimu merayu wanita yang kesepian dan kaya?

Soo Hyun tidak tahan lagi. Mi Jin cepat-cepat mengajaknya pergi.




Jin Hyeok: Aku tidak butuh panduan seperti itu. Mau kuantarkan ke tempat duduk Ibu?

Ketua Kim: Direktur Choi. Ada pepatah kuno soal anjing yang sia-sia mengejar ayam. Kamu tahu nasib anjing seperti itu di zaman sekarang?

Direktur Choi: Aku tidak tahu.

Ketua Kim: Anjing yang bertindak tanpa menyadari posisinya kehilangan semua miliknya dan akhirnya mati kelaparan.




Untunglah Woo Seok segera datang, mengatakan kalau Ketua Jeon mencari. Ketua Kim sengaja mengarang cerita. 

"Kamu menghabiskan waktu bersama Soo Hyun? Menantu ibu sudah makan?"

"Kita kembali lagi setelah menemui Ketua Jeon. Masih ada waktu sebelum acara dimulai. Kuantar ke sana."

Ketua Kim memandang Jin Hyeok sebelum pergi.


Hye In masih ada disana sejak tadi dan jelas ia menyaksikan semuanya, kecuali melihat Soo Hyun. Ia menunjukkan tatapan kekhawatirannya.



Jin Hyeok menyendiri di luar, berpikir. Ia ingat kata-kata Soo Hyun di Sokcho saat Soo Hyun mengira ia ketiduran.

"Begitu akrab, aku harus berpisah lagi, karena itu, di satu titik aku mulai berpikir semua itu sia-sia."





Hye In menghampiri, "Kamu baik-baik saja?"

"Apa? Soal apa?"

"Aku melihat semuanya."

Jin Hyeok menangguk.

"Mau duduk dan beristirahat? Aku akan membantu di ruang perjamuan. Sekarang kamu tidak bisa..."

"Rupanya seperti ini hidupnya. Aku belum pernah mendengar hal semacam itu, tapi.. sudah berapa lama.. dia mendengar ucapan kejam dan menghadapi perilaku.. sekasar itu?"



Saatnya acara dengan para reporter. 

Reporter: Bagian mana yang paling Ibu fokuskan, Daepyonim?

Soo Hyun: Aku menganggapnya proses pemulihan melalui alam. Saat memikirkan daerah Sokcho, sontak terlintas kata "rehat" di benakku. Kuharap para tamu yang menginap di hotel kami menikmati masa rehat dan pemulihan seperti itu di tengah alam.

Reporter: Anda juga berencana membangun hotel di Kuba. Kapan pembangunannya akan selesai?

Soo Hyun: Karena desainnya sudah dipastikan, pengerjaannya akan segera dimulai. Kami berencana membuka hotel itu akhir tahun depan, bersamaan pesta akhir tahun kami.


Jin Hyeok ada diantara para reporter yang mengambil gambar.

Keseluruhan acara selesai. Soo Hyun diminta menyampaikan terimakasih.

Soo Hyun: Terima kasih sekali lagi pada para tamu yang jauh-jauh kemari untuk menyelamati acara ini. Semoga hari ini kalian bersenang-senang.



Han Gil akan menutup acara, tapi seorang Reporter mengajukan pertanyaan lagi. AKu yakin ini reporter yang dikirim Direktur Choi.

Reporter: Belakangan ini ada artikel bahwa Ibu berkencan. Kami belum tahu siapa pria itu atau apa itu hanya rumor.

Soo Hyun: Hal semacam itu tidak perlu dibahas hari ini. Sekian.

Tapi reporter itu gak menyerah, "Rumornya pria itu penguntit. Benarkah?"



Soo Hyun menatap Jin Hyeok sebelum menjawabnya. Jin Hyeok menunjukkan senyumnya, tapi bukan senyum seperti biasanya. Jin Hyeok mengisyaratkan kalau ia baik-baik saja.

Reporter itu terus menekan, "Apa hubungan kalian?"

Mi Jin, Hye In dan Sekretaris Nam menunjukkan tatapan kekhawatiran. 




Jin Hyeok mundur dari kerumunan. Soo Hyun sendiri bingung hubungan mereka. 

Tapi ia duduk kembali, ia menjawab kalau hubungannya dengan Jin Hyeok memasuki tahap pendekatan. Semua langsung heboh. 



Jin Hyeok yang sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk (jika Soo Hyun tidak mengakuinya) terkejut mendengarnya. 


>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search