Sinopsis Encounter Episode 6 Part 3

Sumber: tvN



Sampai di mobil, Soo Hyun memberikan dasi itu untuk Jin Hyeok, "Aku membeli hadiah untuk ayahku dan ini bonusnya. Sayangnya mereka tidak punya dasi beritsleting. Aku tidak tahu kamu suka warnanya atau tidak."

"Terima kasih, Daepyonim. Belum pernah ada yang memberiku dasi."

"Aku juga belum pernah membelinya untuk siapa pun kecuali ayahku."



Sampai di rumah, Jin Hyeok mengeluarkan dasi itu. Lalu ia mencari cara mengikat dasi di internet.

Jin Hyeok mengikuti cara yang ada di internet, tapi tidak semudah itu melakukannya.



Manajer Kim mengajak Sekretaris Nam makan makanan pedas. Sekretaris Nam tahu pasti Manajer Kim sedang ada masalah.

"Suamiku bilang aku terlihat hebat tiap kali aku makan makanan pedas. Konon sifat sejati akan terlihat saat makan. Kurasa temanku yang tua ini lebih baik daripada suamiku."

"Hei, aku belum tua."

"Kamu tidak muda lagi."

"Hei, tidak ada masalah dengan umurku."



Manajer Kim bilang ia akan bercerai. Ia sudah melihat fotonya.

"Kamu yakin wanita itu bukan hanya kenalan? Sudah kamu pastikan?"

"Sudah cukup membuatku malu. Aku tidak tahu dia ternyata seperti itu. Si bodoh vulgar itu."

"Hei, berhenti makan. Perutmu akan sakit."

"Tapi aku baru mulai."



Sekretaris Nam langsung berdiri, ia menyuruh Manajer Kim menunjukkan jalan, ia mau menghabisi suami Manajer Kim. 

"Jika kakakmu ada di sini, dia pasti sudah membunuhnya."

"Kakakku terlalu lemah untuk membunuh orang. Dia akhirnya menderita dan mati sendirian."

"Dia tidak lemah. Dia pria yang bertekad kuat. Aku yang lemah. Apanya yang lemah dari pria yang memutuskan melawan dunia daripada hidup rendahan?"

"Kenapa kamu serius sekali? Memalukan saja."

"Jangan pernah menganggap kakakmu seperti itu. Dia lebih baik daripada aku atau Anggota Kongres Cha."

"Astaga, hentikan. Perceraiankulah masalahnya."

"Kalau begitu berdiri, antar aku agar aku bisa menghajarnya."

"Jangan terlalu emosi. Membuatku merasa kalah saja. Tidak perlu marah juga."

"Lalu bagaimana dengan anakmu?"

"Itu yang kukhawatirkan. Aku rasa aku harus meyakinkannya."



Direktur Choi datang ke tempat latihan golf. Disana sudah ada Woo Seok yang mulai duluan. Direktur Choi memberikan laporan mengenai pembukaan hotel di Sokcho secara tidak langsung. 

"Para karyawan bekerja keras mengurusnya, tapi Tim Humas yang kena masalah. Selebritas tidak menerima undangan karena Taegyeong. Kurasa semua orang memiliki pendiriannya masing-masing. Sayang sekali."


Jin Hyeok tidak menyerah. Ia mendatangi agensi selebritis yang akan diundangnya. Ia sudah menunggu seharian tapi karyawannya bilang artis Aktor mereka tidak bisa datang hari itu karena harus rekaman.

"Begitu. Tolong minta dia meneleponku jika ada perubahan jadwal." Pinta Jin Hyeok. 



Jin Hyeok melapor pada Manajer Kim, ia akan mencobanya lagi. Tapi manajer Kim ragu Jin Hyeok akan berhasil, sudah jelas terbaca hasilnya.

"Tapi aku harus berusaha sampai akhir."





Tiba-tiba Woo Seok datang ke ruangan Tim Humas. Semua orang jelas berdiri untuk memberi salam. Manajer Kim menanyakan tujuan Woo Seok tiba-tiba kesana. 

Woo Seok: Kudengar timmu kesulitan karena para selebritas. Mungkin lancang, tapi kurasa mungkin aku bisa membantu. Bisa berikan daftar undangannya? Aku tidak yakin bagaimana hasilnya, tapi kurasa aku masih bisa membantu.

Manajer Kim: Tapi ini tugas kami.


Manajer Lee cari muka, ia langsung maju untuk memberikan daftar undangannya. Manajer Kim jelas tidak suka, tapi Manajer Lee mengabaikannya.





Woo Seok membaca daftar undangannya dan ia bersyukur mengenal aktor-aktor itu.

Woo Seok lalu memberikan daftar itu pada Jin Hyeok, "Akan ditangani hari ini."

Woo Seok melihat dasi yang dipakai Jin Hyeok, lalu pamit.


Hye In menatap Jin Hyeok khawatir. Jin Hyeok menatap dasinya karena heran melihat Woo Seok tadi menatap dasinya.




Jin Hyeok menanyakan siapa Woo Seok pada Eun Jin. Eun Jin balik nanya, masa Jin Hyeok gak tahu? 

"Padahal kamu menjalin hubungan khusus dengan Cha Daepyonim." Lanjut Eun Jin.

Manajer Kim menyela, "Eun Jin, hubungan apa maksudmu?"

"Hubungan mereka makan ramyeon bersama."

Eun Jin lalu berbisik pada Jin Hyeok kalau Woo Seok adalah mantan suami Soo Hyun.




Manajer Lee kembali dengan wajah sumringah, mengatakan kalau Woo Seok sudah membereskan masalah mereka dalam sekali telfon. 

Tidak hanya itu, ia juga menyindir Jin Hyeok, ""Sekeras apa pun usaha orang kecil, tidak akan pernah cukup baik."

Manajer Kim menegur Manajer Lee, "Aku tidak pernah menyuruhmu memberinya daftarnya."

"Kita tidak punya banyak waktu,  jadi, kupikir kita seharusnya..."

"Jangan pernah lakukan apa pun tanpa seizinku lagi!"

"Baik."




Soo Hyun memberikan hadiah untuk ayahnya. Soo Hyun mengingatkan kalau ayah harus bepakaian hangat karena akhir-akhir ini cuacanya dingin. 

"Kamu tidak perlu repot begini."

"Aku punya cukup waktu untuk bertemu Ayah."

"Bagaimana keadaanmu?"

"Ibu sudah menceritakan semuanya?"

"Tidak, dia hanya marah. Dia tidak ceritakan apa pun. Ayah mendengar sedikit dari Sekretaris Nam."

"Ayah cemas?"

"Jelas. Ayah khawatir karena ini masalah putri ayah. Kamu baik-baik saja?"

"Ya."



Ayah meminta Soo Hyun jangan salah paham, tapi ini yang ayah pikikan. Soal kejadian di lobi kantor dan semua artikel itu... Jika dia seseorang yang berharga bagi Soo Hyun, ayah setuju mereka harus bersabar. Tapi jika ini hanya kebetulan, Soo Hyun hanya perlu tahu ayah sedih melihatnya menjadi pusat pergunjingan.

"Aku sudah terbiasa menjadi pusat perhatian." Jawab Soo Hyun. 

"Benar. Semuanya salah ayah."

"Bukan itu yang kumaksud, Yah. Ayah pasti pusing menentukan  menggabungkan partai atau tidak."

"Ibumu memberitahumu?"

"Aku membaca beritanya."

"Sebentar lagi selesai. Pembukaan hotel akhir pekan ini, bukan?"

"Ayah bisa datang?"

"Seorang politisi tidak boleh pergi ke acara bahagia seperti itu. Hanya akan merusak suasana. Ayah akan berkunjung jika waktumu sudah luang."

Soo Hyun tersenyum.



Hye In mengajak Jin Hyeok bicara berdua, menanyakan bagaimana perasaan Jin Hyeok setelah bertemu Woo Seok. 

"Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan?"

"Ini bukan lelucon, Jin Hyeok-ah. Aku khawatir melihat hanya kamu yang tidak tahu."

"Tahu apa?"

"Presdir Jung Woo Seok dan ibunya, Bu Ketua Kim. Kudengar mereka benar-benar menakutkan. Aku terkejut setiap kali senior kita membicarakan mereka."

"Benarkah? Apa hubungannya denganku?"

"Semuanya berhubungan denganmu. Kamu tidak menyadari dia mengawasimu?"

"Benarkah?"

"Hei. Aku tidak ingin kamu terlibat lagi dengan urusan Daepyonim."

"Kamu mengkhawatirkanku?"

"Jin Hyeok-ah, yang benar saja."

"Jangan khawatir. Sekuat apa pun mereka, aku adalah aku."

"Kamu pikir Daepyonim mendukungmu?"

"Jo Hye In! Aku tidak suka pertanyaan seperti itu."

"Meski kamu marah padaku, aku harus mengatakannya. Aku tidak bisa melihatmu terluka. Jika terus membuat mereka kesal, kamu... Tidak, kamu juga akan mempersulit hidup Daepyonim. Kabarnya mereka mengincar hotel ini. Mereka akan merebutnya dari Cha Daepyonim jika dia membangkang. Memang dia masih bisa bersamamu dalam keadaan seperti itu?"

"Terima kasih atas perhatianmu. Ayo masuk."

"Jin Hyeok-ah."

Tapi Jin Hyeok sudah tidak menyahut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Encounter Episode 6 Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: