Sinopsis Encounter Episode 6 Part 1

Sumber: tvN



Jin Hyeok berhasil mengajak Soo Hyun mempertegas hubungan mereka, kalau mereka sekarang dalam tahap pendekatan.

Jin Hyeok: Karena kini kita dalam  tahap pendekatan, apa yang perlu kita lakukan?

Soo Hyun: Secepat itu? Entahlah.

Jin Hyeok: Bagaimana kalau.. bersepeda romantis?




Jin Hyeok mengambil tangan Soo Hyun, ia tahu Soo Hyun pasti kedinginan, lalu ia memakaikan sarung tangannya. 

"Tangan Anda kecil sekali. Manisnya."

"Jika kamu terus berkata aku manis, aku akan berpikir itu benar."

"Tapi memang benar."





Jin Hyeok menyiapkan sepedanya, menyuruh Soo Hyun naik di belakang, mungkin tidak seperti mobil Soo Hyun yang nyaman dan mahal, tapi tetap menyenangkan. Jin Hyeok juga menyuruh Soo Hyun memegang erat pinggangnya.

Jin Hyeok: Kamu lebih berat dari kelihatannya. Kamu tidak tahu bahwa  sepeda tidak terlalu kokoh?

Soo Hyun: Kamu sungguh menyimpan dendam, Kim Jin Hyeok-ssi.

Jin Hyeok: Aku hanya bergurau.



Jin Hyeok di kamarnya dan ia memegang sesuatu sambil tersenyum.

Kilas Balik..




Jin Hyeok mengajak Soo Hyun mampir minum kopi, tapi Jin Hyeok juga memesan kue. Kata Jin Hyeok mereka harus merayakan hari pertama tahap pendekatan mereka. Jin Hyeok juga membagi hiasan kue itu, mereka masing-masing pegang satu. 




Tiba-tiba Jin Hyeok menanyakan kenapa Soo Hyun tidak pernah memakai lipstik yang ia belikan, apa Soo Hyun tidak menyukai warnanya? 

"Warnanya bagus dan cerah, tapi kupikir akan tampak bagus jika kupakai di musim semi."

"Penyair Rainer Maria Rilke berkata hanya mereka yang berpegangan tangan saat berjalan di kota yang dinginlah yang akan bisa melihat musim semi. Kita sudah naik sepeda dan minum kopi bersama. Ini sudah musim semi bagi kita."

Soo Hyun hanya bisa tersenyum.

Kilas Balik selesai...





Soo Hyun menjajarjan barang-barang dari Jin Hyeok.

Jin Hyeok juga melakukan hal yang sama.



Jin Hyeok bahkan menandai kalendernya untuk hari ini, tahap pendekatan. 



Jin Hyeok dan Soo Hyun sama-sama menyimpan nomor masing-masing. Awalnya Jin Hyeok hanya akan menulis "Cha Soo Hyun", tapi ia rasa itu terlalu berlebihan, jadi ia menulis, "Cha Soo Hyun Daepyonim". Kalau Soo Hyun sih menulis "Kim Jin Hyeok". 

OST-nya enak BTW, ada yang tahu judulnya apaan gak? 



-=Episode 6=-




Woo Seok masih di empat yang sama dan ia meminta Direktur Choi datang kesana. Woo Seok tahu DIrektur Choi adalah orang yang dipercayai ibunya jai ia harus mengenalnya. Direktur Choi tersenyum, bisa-bisa oran lain akan salah paham jika Woo Seok berkata begitu.

Sebenarnya, Woo Seok memnta bertemu untuk menanyakan sesuatu, ia dengar ada sedikit keributan di kantor Donghwa.

"Dampaknya terlalu besar untuk menganggapnya keributan kecil. Anda mendengar sekilas, ya?"

"Ya."

"Cha Daepyo terlalu lembut. Dia tidak bisa menghentikan kebodohan yang disebabkan pegawai baru itu. Pasti itulah penyebabnya."

"Dia terlihat dingin, tapi hatinya sangat lembut. Benar, bukan?"

"Tapi membiarkan pria itu bertindak semaunya akan membuatnya hilang kendali. Aku jadi khawatir."

"Omong-omong, ada banyak pegawai di lobi saat kamu meminta Cha Daepyo memberi penjelasan terkait rumor itu. Kenapa kamu melakukannya? Aku menanyakannya karena penasaran."

"Itu karena dia terus menghindariku."

"Benarkah? Kamu membicarakannya.. seolah dia temanmu."



Direktur Choi membuat alasan, mungkin ia hanya sangat terkejut karena Woo Seok tiba-tiba bertanya. 

Woo Seok: Biasanya, perusahaan memberi bisnis hotel pada putra sulungnya. Hotel adalah wajah perusahaan dan bisnis inti yang mereka butuhkan. Jika Presdir Hotel Donghwa disingkirkan, siapa yang sewajarnya akan menggantikannya?

Direktur Choi: Anda orangnya.

Woo Seok: Aku tidak tertarik. Yang menjadikan Hotel Donghwa seperti sekarang adalah Cha Daepyo. Tidak tepat jika aku melengserkannya dan mengambil alih. Tidak jantan.

Direktur Choi: Aku tidak mengerti apa maksud Bapak.

Woo Seok: Aku tidak pantas mendapatkan posisi presdir Hotel Donghwa, begitu pula kamu.

Direktur Choi: Kurasa Bapak salah mengerti. Aku hanya seorang direktur.

Woo Seok: Aku lega mendengarnya.


Pagi ini saat bersiap pergi ke kantor, Soo Hyun memakai lipstik pemberian Jin Hyeok. 



Di depan lobi, Soo Hyun yang baru turun dari mobil melihat Jin Hyeok memakai dasi. Ia tersenyum. 


Sekretaris Nam memergoki mereka.




Tim Jin Hyeok rapat dipimpin oleh Manajer Kim. Manajer Kim memastikan semuanya siap. 

Manajer Lee mulai beraksi. Ia menyarankan agar Jin Hyeok diberi tugas untuk menangani para selebritas?

Han Gil: Berlebihan untuk dia tangani sendiri karena ini acara besar. Itu bagian tersulitnya.

Manajer Lee: Tidak. Seperti inilah orang belajar.

Jin Hyeok: Aku akan berusaha keras jika diberikan peluang.



Manajer Kim setuju, ia menugaskan Eun Jin untuk membantu Jin Hyeok. 

Sepertinya Hye IN mulai curiga dengan Manajer Lee.


Bibi pemilik kedai teh menghbung Jin Hyeok. Sepertinya Jin Hyeok diminta mampir ke kedai.



Saat Soo Hyun sedang membuka materi "Upacara Pembukaan Hotel Sokcho", Jin Hyeok mengirimi pesan. 

"Ada waktu luang nanti malam? Guru Lee bilang ada teh bagus datang. Dia tanya apa aku mau mencobanya. Aku ingin tahu bisakah kamu ikut."

"Tidak bisa. Aku punya janji lain." Balas Soo Hyun.

"Sayang sekali. Kabari aku jika nanti ada waktu."



Dae Chan sedang memotong bawang bomboi untuk memasak di bar-nya, tapi pekerjanya, Jin Myung malah santai-santai. Jin Myung berharap kakaknya dan Soo Hyun bisa bersama.  

"Dia harus tahu posisinya. Jika tidak, dia akan terluka."

"Cinta bisa atasi apa pun.  Kamu hanya perlu merasakannya, lalu semua akan berakhir. Kakakku cukup tampan. Aku bisa mengerti kenapa dia menyukai kakakku. Presdir itu juga sangat cantik."

"Kupikir dia seorang aktris."

"Dia sangat cantik, ya?"

"Soal teman wanita presdir itu... Apa masalahnya? Astaga."

"Dia lebih baik darimu."

"Wajahnya juga manis, bukan?"

"Aku sedang memegang pisau."

"Baiklah."



Jin Myung sedang melihat daftar wanita yang mendaftar di aplikasi kencan buta melalui ponsel Dae Chan dan ia menemukan satu yang cocok. Ia langsung menyuruh Dae Chan melihatnya. 

"Bagaimana pun kupikirkan, kurasa aku bukan bosmu. Aku menangis karena memotong bawang, tapi kamu duduk di sini memegang ponselmu."



Dae Chan melihat profile wanita yang dipilihkan Jin Myung dan ternyata itu profile-nya Mi Jin. 

"Aku melihat nilai dengan serius. Jangan hanya memulai perbincangan."

Dae Chan menganggap kalimat Mi Jin itu kasar. Jin Myung menjelaskan, bukan kasar, malah membuatnya semakin menarik. 

"Aku tidak menyukainya."

"Kenapa kamu sangat menyebalkan? Kamu juga memotong bawang bombai."



Jin Myung iseng memulai obrolan baru dengan Mi Jin.

"Halo. Begitu melihat foto profilmu, aku merasa berbeda. Aku memutuskan mengirimimu pesan dengan hati-hati."

"Terima kasih."

"Kamu seorang sekretaris?"

"Persisnya, aku kepala sekretaris."

"Pekerjaan yang sangat keren."



Dae Chan tiba-tiba membanting pisau. Jin Myung terkejut karena mengira ia ketahuan. Tapi Dae Chan cuma sedang memikirkan Mi Jin, benar-benar aneh, katanya.



Manajer Kim melapor pada Soo Hyun mengenai sulitnya mendapat jawaban dari para aktor itu seperti perkiraan awal, tapi Manajer Kim akan mencari cara lain tanpa merepotkan Taegyeong.

"Kita harus konsisten. Tolong berikan perhatian lebih untuk penduduk lokal."

"Baik. Omong-omong... Aku belum bisa mengirim undangan untuk Ketua Kim, lalu bagaimana?"

"Kirimkan saja."

"Lalu, bagaimana dengan Jung Woo Seok Daepyonim?"

"Kirimkan saja. Pekerjaan tetap pekerjaan."

"Baik, Bu."

Ibu Soo Hyun menerobos masuk. Manajer Kim langsung keluar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Encounter Episode 6 Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: