Sinopsis Encounter Episode 5 Part 3

- Desember 13, 2018
>
Sumber: tvN




Jin Hyeok sendiria di sebuah kafe dan dihadapanya ada secangkir kopi. Di jalan, Sekretaris Nam yang sedang mengantar Soo Hyun melihatnya, ia memberitahu Soo Hyun. 

Soo Hyun memandang Jin Hyeok. Sekretaris Nam menduga Jin Hyeok pasti melewatkan malan siang. 



Soo Hyun melihat Jin Hyeok menghela nafas. 

Mobil jalan, Soo Hyun mengeluarkan ponselnya, menulis pesan untuk Jin Hyeok.

"Itu akan berlalu jika kamu tersenyum..."

Tapi ia menghapusnya lagi. 

Jin Hyeok mendapat pesan, dari nomor yang tidak ia kenal, tapi ia langsung tahu siapa pengirimnya setelah membaca isi pesannya.

"Kamu mengunduh aplikasi radio, bukan? Kamu harus mendengarkannya jika kamu bosan. Kenapa tidak meminta disjoki favoritmu untuk memainkan lagu?"



Jin Hyeok pun membalas, "Aku berpikir untuk melarikan diri karena cuacanya bagus. Tapi aku sepertinya tidak bisa mengumpulkan keberanianku sendiri. Jadi, aku hanya duduk dengan linglung."

"Itu tidak terlalu enak didengar sebagai Presdir."

"Aku pikir mungkin akan aman jika aku kabur dari kantor dengan Presdir."

Jin Hyeok lalu mengajak Soo Hyunbolos dan pergi ke galeri seni di Hongjae-dong berhubung cuacanya sangat bagus. Soo Hyun akan menolaknya, tapi ia tak kuasa. 

"Kusarankan Ibu untuk mengenakan pakaian joging daripada sesuatu yang elegan." Pesan Jin Hyeok selanjutnya setelah Soo Hyun mengiyakan ajakannya,

Soo Hyun bergumam, sungguh pameran seni yang aneh.



Jin Hyeok bingung mau ijin gimana sama Manajer Kim, ia tidak bisa bohong kalau ia sakit, masalahnya adalah.. anu.. 

"Kamu bisa jujur denganku."

"Aku tidak benar-benar sakit. Hanya saja..."

"Tidak ada yang mendesak hari ini, jadi, kamu bisa pulang."

Jin Hyeok minta maaf sebelum pergi.



Han Gil sungguh iri dengan keberuntungan Jin Hyeok itu. Eun Jin lemas karena ditinggal Jin Hyeok atau karena Jin Hyeok dekat dengan Soo Hyun? Pokoknya ia gak bertenaga setelah Jin Hyeok pergi. 




Soo Hyun bilang ia harus ke tempat lain, ia menyuruh Sekretaris Nam pulang saja biar mobilnya ia yang bawa. 

"Bagus. Ayahmu sebenarnya ingin menemuiku."

"Dia pasti tahu. Benar kan Ahjussi?"

"Kamu tidak melakukan hal buruk. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Ibuku mungkin akan meneleponku."



Benar saja, tepat ssetelahnya ibu menelfon. Soo Hyun berbohong kalau ia sedang perjalanan bisnis ke Busan. 

"Kamu akan kembali hari ini, bukan?"

"Aku harus memeriksa jadwalku."

"Apa kamu serius akan bersikap seperti ini?!"



Soo Hyun segera mengakhiri telfonnya sengan alasan harus menghadiri rapat.

Sekretaris Nam bertanya, haruskah ia memberitahu Kongres Cha kalau Soo Hun ada di Busan? 

"Tolong minta Ayah memberi tahu Ibu bahwa aku ada di Busan." Pinta Soo Hyun.

"Okay."


Sekretaris Nam menasehati, tidak ada yang bisa menghentikan bunga mekar di musim semi. Sekeras apa pun perlawanan bunga-bunga itu, mereka semua akhirnya akan mekar.

Soo Hyun mengerti maksud Sekretaris Nam itu. Ia tersenyum. 




Jin Hyeok masuk rumah sambil lari dan langsung bergegas masuk ke kamarnya. Ibu merasa ada yang lewat di belakangnya. Ia memastikan apa itu Jin Hyeok? Jin Hyek yang sudah melepas jasnya keluar dari kamar untuk masuk kamar mandi.

"Hei, kenapa kamu pulang pada jam ini?" Tanya Ibu. 

"Aku sakit. Tidak, maksudku, aku punya janji." Jawab Jin Hyeok sambil menunjukkan senyum manisnya.


Jin Hyeok bersiap memakai pakaian jogging. Ia tersenyum puas dengan penampilannya.




Jin Hyeok membawa Soo Hyun ke area jogging. Jin Hyeok akan memberikan mantelnya untuk Soo Hyun karena mereka harus jalan sedikit lagi, ia takut Soo Hyun akan kedinginan. Tapi Soo Hyun menolaknya, ia gak kedinginan kok. 

"Aku pikir kita akan melihat pameran. Kenapa kamu membawaku ke sini?" Tanya Soo Hyun.

"Untuk melihat pameran."

"Aku akan pergi."



Jin Hyeok kemudian memutar tubuh Soo Hyun, ia memperlihatkan lukisan yang tergantung di tembok. 

Soo Hyun tersenyum, "Apa ini galeri seni yang kamu ceritakan kepadaku?"

"Ya. Ada banyak lukisan. Ada Cha Soo Hyun-nim yang suka lukisan. Lalu ada aku yang menyukai Cha Soo Hyun-nim yang suka lukisan. Tidak ada masalah dengan galeri seni."



Soo Hyun merasa tidak nyaman dengan pegangan tangan Jin Hyeok di pundaknya, ia menyuruh Jin Hyeok memindahkan tangannya. Jin Hyeok tanpa sadar melakukannya, ia pun segera memindahkan tangannya.

Jin Hyeok memberitahu ada lukisan sampai ujung. Ada banyak yang bagus.

"Aku tertipu." Kata Soo Hyun. 

"Ayo jalan. Sudah waktunya kamu mendengarkan pemandu Hongjae-dong. Pertama-tama, ini adalah lukisan karya Lee Jung Seob. Dia dikenal sebagai pelukis gaya Barat paling representatif di Korea."



Ibu memeriksa kamar Jin Hyeok karena penasaran apa Jin Hyeok membersihkannya atau tidak, tapi ibu malah melihat ada sepatu wanita di atas meja. 


Ibu akan memegangnya tapi tidak jadi karena dikagetkan oleh Jin Myung yang tiba-tiba muncul dan minta makan.

"Kapan kamu pulang ke rumah?"

"Aku datang untuk tidur sebelum berangkat kerja malam ini."

"Astaga, kamu masih terlihat mengantuk."




Ibu menunjukkan sepatu itu pada Jin Myung, menurut Jin Myung apa itu? 

"Apa kamu membeli sepatu baru?" Tanya Jin Myung.

"Tidak, kakakmu..."

"Dia pasti membelikannya untukmu."

Ibu sumringah dan Jin Myung menyuruh Ibu untuk mencobanya. Tapi Jin Myung ragu kemudian, apa benar untuk ibu? Ibu yang masih sumringah juga menduga itu bukan untuknya.



Sampailah mereka pada lukisan favourit Jin Hyeok. Ia selalu melihatnya saat berolahraga.

"Pada awalnya, aku tidak mengerti lukisan macam apa ini karena dipenuhi dengan banyak kotak. Tapi makin dilihat, Ibu akan makin terpesona. Ternyata, butuh banyak daya tahan untuk mendapatkan warna-warna itu."

"Aku juga suka lukisan pelukis ini. Karya awalnya juga bagus."

"Tidakkah Anda suka judulnya? "Where, in What Form, Shall We Meet Again?" Judulnya berasal dari sebuah puisi yang berjudul "In the Night". "Di antara banyak bintang Ada satu yang menatapku. Di antara banyak orang. Aku menatap bintang itu"."

"Di mana, kapan, dan seperti apa kita berdua nanti. Kamu, yang begitu hangat, dan aku, yang begitu lembut, bertemu lagi?"



Jin Hyeok tak menyangka Soo Hyun tahu puisi itu. 

Soo Hyun: Aku tidak tahu puisi itu. Tapi aku tahu belakangan karena aku suka lukisan itu.

Jin Hyeok: Kita bertemu di Kuba tanpa uang dan bertemu lagi sebagai karyawan dan bos. Bukankah ini menarik?

Soo Hyun: Kamu mengatakannya begitu sering, hingga aku mulai terbiasa mendengar kata "kita", kata ganti orang pertama.

Jin Hyeok: Aku ingin tahu di mana dan bagaimana kita akan bertemu lagi.

Soo Hyun: Tidak banyak yang akan berubah dari sekarang.



Matahari akan terbenam, dan mereka sudah menikmati semua lukisan. Jin Hyeok mengajak Soo Hyun makan sesuatu yang enak. Soo Hyun menolaknya, ia harus pergi sekarang.

"Ibu sibuk, bukan?" Tebak Jin Hyeok sambil cemberut.

"Jika kamu menanyakan pertanyaan itu dengan tatapan seperti itu, aku harus menjawab apa?"

" "Aku rasa kita bisa makan bersama jika kamu merasa kecewa"."

Dan itu bisa membuat Soo Hyun tersenyum.



Sekretaris Nam minum-minum berdua dengan Kongres Cha. Karena mereka hnaya berdua, Kongres Cha melarang Sekretaris Nam memanggilnya secara formal. Sekretaris Nam pun memanggil Hyeong-nim. Kongres Cha menanyakan keadaan Soo Hyun. 

"Ada beberapa masalah, tapi bagiku dia terlihat baik."

"Aku melihat artikel itu. Istriku mengatakan sesuatu kemarin."

"Pria di artikel itu sebenarnya adalah karyawan baru di Hotel Donghwa. Tapi menurutku dia mengagumkan."

"Kenapa?"

"Seseorang menulis artikel kejam tentang dia dan Soo Hyun di papan buletin anonim."

"Seperti apa?"

"Percuma mengulanginya. Soo Hyun benar-benar dalam kesulitan. Tapi pria itu memutuskan untuk maju di depan semua orang. "Aku pria di artikel itu. Cha Daepyonim tidak berhubungan dengan pria aneh dan dia tidak pantas menerima semua gosip itu.". Itu membuatku merasa senang. Itu sungguh terpuji."

"Apa yang Soo Hyun katakan?"

"Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi dia sangat berterima kasih."

"Bagaimana jika pria itu berhubungan tanpa berpikir panjang dan malah memperburuk situasi Soo Hyun?"

"Kita harus lihat nanti, tapi dia kelihatannya tidak begitu."




Mi Jin kembali datang ke bar Dae Chan untuk mengambil dompetnya. Dae Chan langsung menunjuk dopet yang ia gantung. Mi Jin cepat-cepat mengambilnya sambil menggerutu kesal. 

"Tidak! Kenapa kamu menggantungnya dengan jepitan baju? Kamu tahu harga dompet ini?"

"Astaga. Aku mengamankannya agar tidak terkena saus. Apa aku pantas menerima perlakuan ini?"

"Kamu menyebut ini aman? Kamu menggantungnya!"

"Kamu memang orang aneh. Kamu yang mabuk dan meninggalkannya di sini."

"Kenapa kamu bilang begitu? Kamu terdengar murahan."




Lalu datanglah Jin Hyeok dan Soo Hyun yang sukses menyudahi pertengkaran mereka. 

Soo Hyun: Sedang apa kamu di sini?

Mi Jin: Apa yang terjadi? Kenapa kalian berdua ada di sini?

Jin Hyeok: Kami pergi melihat pameran dan aku mengajaknya makan di sini.

Mi Jin: Aku ingin minum-minum lagi padahal pengarku baru saja reda.

Dae Chan: Jin Hyeok-ah, wanita itu... Maksudku, orang ini. Bisakah kamu menyingkirkan orang yang kamu sebut kolegamu ini?

Mi Jin: Aku bukan benda. Kenapa kamu menyuruhnya menyingkirkanku?

Dae Chan: Kamu bicara santai kepadaku? Kamu terdengar murahan.



Jin Hyeok dan Soo Hyun mengajak Mi Jin makan bareng. Mi Jin pun terpaksa ikut.

Dae Chan menyajikan makanan lezat, tapi ia kembali membuat Mi Jin kesal karena menyebut Soo Hyun Junior Mi Jin karena tampak lebih muda dari Mi Jin. Jin Hyeok menjelaskan kalau kedunaya seumuran. Dae Chan hanya tersenyum dan meninggalkan mereka. 

Mi Jin: Tempat ini membawa sial. Secara keseluruhan, ada masalah. Kalian berdua lebih bermasalah!




Mi Jin akan menegur Jin Hyeok, tapi Soo Hyun menutup mulutnya dengan makanan. Mi Jin mengerti, ia akan diam.



Hye In datang, tapi ia berhenti di depan pintu saat melihat ada Soo Hyun dan Mi Jin di sana. Hye In pun kembali ke luar.


Hye In berhenti untuk melihat sebuah toko, itu membuat ia mengingat sesuatu.

Kilas Balik..



Suatu hari Jin Hyeok tak sengaja datang saat Hye In sedang memilih jurnal. Jin Hyeok kemudian membantu memilihkannya. Hye In langsung suka dengan pilihan Jin Hyeok itu.

Kilas Balik selesai..
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search