Tuesday, March 5, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 8 Part 4

    Sumber: tvN


    Saat semuanya bersiap, Yoon Seo diam saja, ia tanya, apa mereka akan pergi tidur sekarang? Ia belum mau tidur padahal.




    Hae Young, "Maka kita harus mengobrol sedikit sebelum tidur. Omong-omong, kalian tidak ngidam sesuatu yang pedas? Kita terus makan daging, jadi perutku terasa agak berminyak."

    Sek Yang, "Lalu bagaimana kalau kita makan mie pedas? Aku membeli bahan tadi karena kupikir kita mungkin memakannya untuk camilan malam."

    Yoon Seo, "Memang, Yang Biseo-nim! Kau sangat siap seperti halnya kau di tempat kerja."

    Sek. Yang meminta mereka menunggu, ia akan mempersiapkannya.





    Moon He kelihatan gak nafsu banget. Yoon Seo tanya, "kenapa melamun? Kelihatannya suasana hatimu tak baik juga. Apa ada masalah?"

    Hae Young: Sepertinya dia putus dengan pacarnya.

    Moon Hee: Bagaimana kau tahu?

    Hae Young: Bagaimana lagi... Kau selalu melihat ponsel untuk menunggu pacarmu mengirim SMS. Tapi sekarang, kau hanya menatap kosong dan terus menghela nafas. Dan itu berarti kau punya pacar lagi.

    Yoon Seo: Apa yang terjadi? Kau tampak sangat bahagia.



    Moon Hee mulai cerita, "Itu... Ternyata dia tak pernah benar-benar menyukaiku. Dia hanya memanfaatkanku karena menghadapi tuntutan hukum dengan pemilik gedung."

    Yoon Seo mengumpat, "Bedebah gila!"

    Semua terejut. Sek. Yang berkomentar, "Aku terkejut mendengar seorang aktris mengatakan sesuatu seperti itu."

    Yoon Seo: Itu... Itu membuatku sangat marah. Dan Byeonhosa-nim sangat menyukainya. Benar, kan? Bagaimana bisa orang memanfaatkan perasaan yang tulus?

    Moon Hee: Aku tak akan pernah jatuh cinta lagi. Mulai sekarang, hatiku akan.. istirahat sementara.



    Yong Hwa keluar dari kamar mandi dan ternyata handuknya cuma sisa satu dan sudah dipakainya.

    Pil Gi menegurnya, "Aigoo, Jong Hwa. Maka kau harus mengeringkan diri dengan pakaianmu sendiri atau semacamnya. Apa yang akan seniormu gunakan?"


    CEO Yeon melerai, "Astaga, berhenti bereaksi berlebihan. Tadi kudengar ada banyak handuk di akomodasi wanita. Sana minta sama mereka."

    "Baik. Aku akan langsung menelepon mereka." Pil Gi mengeluarkan ponselnya dari saku.



    Pak Lee pesaran dengan apa yang dilihat Yoon Hyuk sampai senyum-senyum begitu. 

    "Oh ini? Aku melihat foto grup kita yang tadi. Bukankah Oh Yoon Seo-ssi sangat cantik?"




    Semua pun melihat ponsel Yoon Hyuk. 

    Yong Hwa: Dia sangat cantik. Selain itu, dia juga sangat baik. Dan punya hati yang murni. Aku sudah menyukainya, tapi aku lebih menyukainya.

    CEO Yeon: Makanya itu... Aku penasaran pria seperti yang akan berkencan dengannya.


    Jung Rok menegakkan badan, maksudnya mau menunjukkan diri kalau dialah pacar Yon Seo. 



    Pil Gi: Sekalian bicarakan ini, aku sungguh mencari tipe pria ideal Oh Biseo-nim di web. Dan ternyata, dia suka pria yang bisa menyentuh hatinya.

    Jung Rok manggut-manggut.

    Yoon Hyuk: Oh itu... Itu.... Aku memang tipe pria seperti itu. Tadi kubelikan kue ikan di rest area. Dan aku memberinya vin chaud. Betapa tersentuhnya hatinya.


    CEO Yeon: Apa sih? Kau hanya belikan satu kue ikan. Dan itu sin chaud... Bukan, vin chaud... kau bawa itu untuk diri sendiri, dan hanya memberinya seteguk. Aku mungkin orang yang menyentuh hatinya. Berapa batang kue ikan yang kebelikan? Satu buket. Aku bahkan memberinya jaket karena tak ingin dia flu. Dan terakhir, aku memberikan penghargaan padanya. Aku praktis melakukan tiga home run berturut-turut.

    Pil Gi bertepuk tangan, "Luar biasa. Aku hanya beli sebatang kue ikan dan penghangat tangan elektrik."

    Yong Hwa, "Aku orang yang menunjukkan bahwa tenggorokan dia kering. Tapi itu tak cukup, kan?"

    Yoon Hyuk, "Tentu saja, itu tak cukup."



    CEO Yeon, "Itu terlalu lemah. Kau seharusnya melakukannya dengan lebih baik. Aku pribadi berpikir aku kandidat terkuat. Tapi satu hal yang pasti. Kwon Byeon jelas bukan tipe idealnya."

    Jung Rok gak terima, "Apa?"

    "Sudah jelas. Siapa yang paling tak menyentuh hatinya? Itu kau. Kau sudah cukup acuh padanya di tempat kerja. Tapi cobalah pikirkan hari ini... Kau baik padanya atau tidak? Tidak."

    Yoon Hyuk, "Kwon Byeon, tereliminasi."

    "Kwon Byeon, tereliminasi. Kau bukan tipe idealnya. Dan karena tereliminasi, kau harus mengambil seprai."



    Saat Jung Rok mengambil sprei dan yang lain beres-beres. CEO Yeon dan Yoon Hyuk menggosipkan Jung Rok. 

    CEO Yeon: Kwon Byeon memang tampan, tapi dia terlalu angkuh.

    Yoon Hyuk: Aku setuju.




    Kesal, Jung Rok melemparkan seprei pada mereka berdua. 

    CEO Yeon: Ada apa? Ada masalah apa?

    Jung Rok: Kalian meminta seprai. Jadi aku cepat mengambilnya. Sepertinya aku terlalu cepat.

    CEO Yeon: Ya, sepertinya terlalu cepat.



    CEO Yeon ingat dengan cermin yang dipinjamnya dari Yoon Seo, ia menerogoh saku, tapi gak ada cerminnya. 

    Jung Rok melihat CEO Yeon kebingungan. CEO Yeon merasa sudah menjatuhkannya, ia pun keluar untuk mencari.




    Di ruangan lain, para wanita juga sedang berbincang. Hae Young bertanya pada Sek. Yang, apa tak ingin berkencan dengan siapa pun?

    "Berkencan apaan. Aku sangat sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga. Dan aku harus menggunakan waktu ekstraku untuk merawat Jin Hee."

    "Tapi bagaimana misalnya ada pria yang tahu situasimu dan juga mengerti segalanya? Tidakkah kau pikir tak apa-apa untuk membuka diri terhadap pria seperti itu?"

    "Entah. Aku tak terlalu percaya diri soal berkencan dengan seseorang lagi."


    Yoon Seo mengajak semuanya minum, ia membawa sebotol wine. Hae Young terkejut, "Apa ini? Kkau membawa anggur? Terlihat sangat mahal."

    "Sejujurnya, kubawa... karena kupikir akan ada pesta hari ini. Dan aku merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk minum ini."



    Sambil menuang anggur ke gelas Sek. Yang, Yoon Seo mengucapkan harapannya, "Aku pribadi berharap Yang Biseo-nim akan bertemu pria yang sangat baik."




    Lalu memberikan gelas untuk Moon Hee, "Dan juga Dan Byeonhosa-nim, bersemangatlah! Saat kita kembali ke Seoul, kita harus membalas dendam pada si bedebah itu."

    "Balas dendam?"

    "Ya, kita harus melakukan sesuatu. Haruskah aku menulis "Bedebah" di dinding kafe-nya?"

    Moon Hee tersenyum, "Terima kasih, Yoon Seo-ssi. Kau mengutuknya, dan kau bahkan bersedia membalas dendam untukku. Sekarang kita semua menjelekkannya, kurasa aku merasa sedikit lebih baik. Pokoknya, senang berbicara soal perasaanku."

    Yoon Seo, "Aku sangat menikmati ini juga. Terus terang, aku sudah jadi selebriti untuk waktu yang lama, tapi tak pernah punya teman untuk diajak bicara, dan aku cukup kesepian."

    Hae Young, "Tapi di TV, kau tampak sangat dekat dengan aktris lain seperti Kim Min Ji dan Yang Soo Jin. Apa kau tak dekat dengan mereka?"

    Yoon Seo, "Itu semua hanya untuk siaran. Aku bahkan tak tahu nomor telepon mereka."




    Semuanya terkejut. Sek. Yang lalu meminta ponsel Yoon Seo, ia memasukkan nomornya, "Walau kata-kataku tak menarik, dan tak banyak yang bisa kulakukan untukmu, tapi setidaknya kau bisa meneleponku setiap kali menginginkan mie pedas."

    Yoon Seo terharu. Moon Hee mengajak bersulang.


    Moon Hee bicara sendiri sambil membawa handuk, "Benar. Balas dendam terbaik adalah melupakan dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Aku akan bertemu dengan pria yang jauh lebih baik darinya."




    Tak sengaja ia melihat Yoon Hyuk yang sedang memakai kaus, langsung deh Yoon Hyuk bersinar dimatanya. 

    Saat sadar, Moon Hee langsung berbalik, "Maafkan aku. Kupikir tempat ini kosong."

    "Aku senang kau disini, aku tak ingin menggunakan kembali handukku. Nice timing." Yoon Hyuk mengambil satu handuk yang dibawa Moon Hee.




    Moon Hee mulai melangkah dan dia tiba-tiba terpeleset. Yoon Hyuk sigap menangkapnya jadi Moon Hee gak jatuh ke lantai. Suasana berubah romantissss.

    "Hati-hati." Kata Yoon hyuk setelah melepaskan Moon Hee. Ia menyeka poninya lalu pergi. Moon Hee lemah dengan yang begituan.


    Yoon Seo ada di luar, ia menulis pesan untuk Jung Rok, "Kwon Byeonhosa-nim, sedang apa? Kau tidur?"




    Tiba-tiba CEO Yeon memanggilnya dari belakang. Yoon Seo buru-buru mengantongi ponselnya.

    "Yoon Seo-ssi. Maaf, bagaimana ini..."

    "Kenapa?"

    "Yah, Sepertinya aku kehilangan cermin yang kau berikan kepadaku. Aku ingat meletakkannya di saku, tapi sepertinya aku pasti menjatuhkannya di suatu tempat. Bagaimana ini?"

    Yoon Seo kecewa, tapi ia bilang tidak apa-apa, "Bukan hal yang penting, jangan khawatir. Aku bisa beli cermin lain."

    "Apa begitu?"

    "Ya."

    "Aku khawatirkan itu. Aku sungguh minta maaf."

    "Oh, ya. Masuklah tidur."

    Dan CEO yeon pun pergi.


    Barulah Yoon Seo menunjukkan wajah sedihnya.


    Saat akan menggosok gigi Yoon Seo bicara sendiri, "Ya. Tidak masalah. Itu hanyalah cermin. Hari ini aku bahagia. Itu yang terpenting."




    Yoon Seo gak bisa tidur saat yang lain terlelap. Ia memeriksa pesannya, belum dibalas sama Jung Rok.




    Yoon Seo memutuskan keluar dan ia bertemu dengan Jung Rok.

    "Oh Jin Sim-ssi. Sedang apa selarut ini? Kupikir kau di kamar."

    "Aku menderita insomnia, jadi sulit tidur. Aku keluar untuk mencari udara segar. Aku juga harus mencari sesuatu. Jadi, apa yang kau lakukan di sini selarut ini?"

    "Yah..."




    Jung Rok tersenyum, lalu menunjukkan cermin yang berhasil ditemukannya. Yoon Seo kagum, bagaimana bisa..

    "Kudengar Daepyo-nim sudah kehilangan itu. Kau bilang itu adalah maskot keberuntunganmu, jadi aku ingin menemukannya untukmu."



    "Kalau begitu, kau di sini mencari ini? Selarut ini?"

    Jung Rok mengangguk.

    "Terima kasih, Kwon Byeonhosa-nim."

    "Akhirnya aku juga bisa melakukan sesuatu untukmu."

    "Apa?"



    Jung Rok menjelaskan, "Sejujurnya, aku ingin melakukan hal-hal baik padamu. Aku ingin memberimu apa yang kau ingin dan juga apa pun yang tak kau miliki. Aku ingin melakukannya, tapi aku terus kehilangan kesempatan. Aku ingin menjadi orang yang membuatmu tertawa, tapi orang lain terus mendahuluiku. Itu sebabnya perasaanku sedikit..."



    "Kwon Byeonhosa-nim, apa kau sedang... cemburu?"

    "Ya benar. Aku cemburu. Kupikir kecemburuan itu adalah perasaan yang tak berguna. Namun, sulit untuk mengendalikan perasaan ketika menyukai seseorang."



    Yoon Seo menatap Jung Rok dengan tatapan gak biasa setelah mendengarnya. Jung Rok heran, kenapa menatapnya seperti itu? Ia tampak kekanak-kanakan?

    Yoon Seo menggeleng, "Tidak, aku menyukainya. Terdengar seperti kau sangat menyukaiku karena sulit untuk mengendalikan perasaanmu. Aku bahagia."

    Yoon Seo tersenyum lebar, Jung Rok juga.



    Tiba-tiba Yoon Seo minta ijin, "Kwon Byeonhosa-nim, Sekarang bolehkah aku... mencium Byeonhosa-nim?"

    "Apa? Sekarang? Kenapa bertanya dulu?" Jung Rok agak gagap karena terkejut.


    Yoon Seo langsung aja maju dan mengecup Jung Rok.



    "Kau sangat manis. Jika nanti kau ingin menciumku, lakukan saja. Tak perlu bertanya. Jika kau mau..." Yoon Seo mengatakannya tanpa menatap Jung Rok, malu keknya.




    Yoon Seo lalu mengajak mereka masuk, tapi Jung Rok tiba-tiba menariknya dan meniumnya.

    "Kau bilang aku tak harus bertanya."




    Dan lagi..

    1 komentar: