Tuesday, March 5, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 8 Part 3

    Sumber: tvN





    Hyuk Joon menunggui Yoon Seo yang sedang mengemas baju untuk mengikuti workshop. Hyuk Joon tak mengerti, kenapa Yoon Seo harus menghadirinya padahal bukan karyawan sungguhan?

    "Kenapa? Mana tahu? Bisa saja workshop muncul dalam drama. Aku perlu mengalami hal yang nyata untuk dapat membuat adegan lebih nyata."

    "Kau terlalu banyak berkemas agar lebih nyata. Apa kau akan jalan-jalan ke Eropa? Bukankah ini kebanyakan untuk perjalanan semalam? Kenapa bawa bath bomb?"

    "Bagus untuk insomnia. Aku akan mandi busa sebelum tidur."

    "Jika kau membawanya ke workshop, orang akan berpikir kau kemewahan. Kau akan berbagi kamar mandi. Mandi dibatasi sekitar tiga menit."

    "Tiga menit? Selama itu?"



    Yoon Seo berhenti mengemas.

    Hyuk Joon: Bagaimana bisa kubiarkan orang yang tak mengerti ikut ke sana? Aku sangat gelisah. Oppa akan bantu membungkus satu koper saja. Aigoo, ini kebanyakan.


    Merea berdebat menentukan mana yang gak boleh dan boleh dibawa.

    Hyuk Joon: Oh ya, ada hal penting yang tak boleh kau lupakan.

    Yoon Seo: Apa itu?

    Hyuk Joon: Martabatmu sebagai aktris. Jangan membuat masalah saat mabuk dan tetap berkelas.

    Yoon Seo: Aku mengerti.



    Semuanya sudah berkumpul. Yoon Seo mengirim pesan pada Jung Rok, mengatakan kalau ia sudah mau sampai.

    CEO Yeon memamerkan pakaiannya, "Kwon Byeo, bagaimana workshop fashionku? Bukankah terlihat berkelas dan trendi?"

    "Tidak, sepertinya tak ada keduanya."

    "Kau tak tahu apa-apa soal fashion, kan?"




    Datanglah Yoon Seo dan semua mata tertuju padanya. 

    CEO Yeon: Oh Yoon Seo-ssi kita bersinar terang di luar kantor.

    Yoon Hyuk: Melihatnya setiap hari membuatku lupa, dia benar-benar seorang dewi.

    CEO Yeon: Itu maksudku... Aku ingin memukul diriku sendiri karena lupa.


    Jung Rok-nya senyum melihat kekasihnya datang.



    Yoon Seo minta maaf karena datang paling belakang. Tapi CEO Yeon malah berterimakasih, Yoon Seo mau datang saja semuanya sudah senang.

    Yoon Seo: Apanya? Aku yang harusnya berterima kasih. Kali pertama bagiku mengikuti perjalanan group.




    Sek Yang: Sungguh? Waktu sekolah pun tak pergi?

    Yoon Seo: Di SMP, aku harus istirahat karena usus buntuku. Waktu SMA, aku tak bisa pergi karena debutku sebagai aktor. Aku belum pernah bepergian ke mana pun dalam grup sebelumnya. Itu sebabnya aku sangat senang dengan workshop ini.



    Yoon Seo mengepalkan kedua tangannya senang. Semunaya ikutan senang. Jung Rok juga, tapi tetep jaga sikap, saat ia mulai sneyum, buru-buru ia sudahi dan mulai pasang tampang dingin lagi.



    Saat akan menuju mobil, Yoon Seo dan Jung Rok sempat saling senyum satu sama lain.



    Mobil berhenti di lokasi peristirahatan. Semuanya turun kecuali Yoon Seo. Jung Rok tanya, apa Yoon Seo tak ikut turun. 

    "Sebenarnya, area istirahatnya terlalu ramai."



    CEO Yeon: Ya tentu saja. Orang-orang sedikit merepotkan. Meskipun aku putus asa karena ingiin kencing, akan kutahan dan menemanimu.

    CEO Yeon mendorong Jung Rok kebelakangnya. Yoon Hyuk ikutan mendorong Jung Rok juga.

    Yoon Heyuk: Aku juga. Aku akan menemanimu juga.

    Dua anak magang juga ikutan bosnya, mereka maju di depan Jung Rok, ingin ikutan menemani Yoon Seo. 

    Yoon Seo tersenyum, "Tidak. Silakan makan sesuatu dan hiruplah udara segar."

    Maka mereka pun pergi dan berjanji akan kembali secepat mungkin.


    Saat semuanya sudah pergi dan Jung Rok akan menutup pintu, Yoon Seo bergumam, "Kue ikan pasti lezat."



    Maka Jung Rok ke kedai yang menjual kue ikan untuk membelinya.




    Tapi saat berjalan menuju ke mobil ia disalip oleh dua anak magang yang sama-sama membawa kue ikan. Yoon Hyuk juga menyalipnya.

    Yang lebih bikin heboh adalah CEO Yeon, ia membawa semua jenis kue ikan yang dijual di kedai. Lagi-lagi Jung Rok disalib.




    Semuanya berebutan memberikan kue ikan untuk Yoon Seo. CEO Yeon menang banyak, ia bahkan membawakan saus satu botol. 


    Jung Rok cuma bisa menyaksikan mereka.





    Jaksa Im sengaja duduk di depan Yeo Reum saat makan di kantin. 

    "Kau sudah dengar aku sedang mengurus Kasus Im Yun Hee, kan? Akan lebih bersih jika aku mengurusnya dari awal. Gara-gara seorang kolega yang ambisius, akan sangat melelahkan."



    Lalu Jaksa Im memanggil Kim Se WOn dan Lee Joo Yeong untuk bergabung makan dengan mereka.




    Joo Yeong memberikan dagingnya untuk Se Won. Se Won heran, "Kenapa kau tak memakannya?"

    Joo Yeong hanya tersenyum. Jaksa Im berkomentar kalau mereka berdua sepertinya cukup dekat. Orang mungkin berpikir mereka berdua berkencan.

    Joo Yeong: Kami berdua masih muda, tidak boleh?

    Jaksa Im ketawa, Joo Yeong juga. 

    Jaksa Im: Ya, tentu. Kalian terlihat serasi. Berkencanlah.

    Joo Yeong: Aku akan mencoba yang terbaik.




    Dan tiba-tiba Joo Yeong bertanya pada Yeo Reum, "Walau begitu bolehkah Seonbae-nim?"

    Se Won menghentikannya, "Hei, Lee Joo Yeong!"

    Yeo Reum berhenti makan untuk menanggapi Joo Yeong, "Kau perlu izinku?"

    "Tidak. Tetap saja, kupikir aku harus bertanya apa aku diizinkan mendekatinya."

    "Maka jangan mendekatinya."

    "Kenapa?"

    "Tidak peduli seberapa keras kau mencoba, kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau akan sangat kecewa."


    Setelah mengatakannya, Yeo Reum meninggalkan meja.




    Rombongan sampi di Gunung Seoun.

    Yoon Seo: Sangat bagus. Saat syuting, aku biasanya tinggal sendirian di kamar hotel. Melihat kita berkumpul di sini, rasanya seperti sedang berkemah, dan aku merasa sangat senang.

    CEO Yeon: Menarik, bukan? Tempat ini bagus, tapi ada tempat lain yang menakjubkan di belakang sana.

    Sek Yang: Benar, ada jalan setapak yang sangat bagus di sana. Bagaimana jika kita jalan-jalan?

    Pak Lee langsung menyetujui usulan Sek. Yang dan yang lain ikutan setuju. 

    CEO Yeon memimpin jalan, "Baiklah. Mari membongkar barang dahulu, lalu jalan-jalan. Lewat sini. Ada dua jalur. Kanan dan kiri."



    Hae Young memergoki Pak Lee, "Anda sangat menyukainya?"

    "Apa?"

    "Anda suka Yang Biseo-nim."

    "Aku? Tidak, aku tidak."




    Yeon Seo yang paling ngos-ngosan, tapi saat ditanya apa ia lelah, ia malah tersenyum lebar, gak kok, malah sangat menyenangkan karena pertama kalinya ia jalan-jalan dengan banyak orang, "Aku senang."

    CEO Yeon: Oh Yoon Seo-ssi, kau seperti Putri Ann dalam "Roman Holiday". Kau muak dengan keluarga kerajaan dan melarikan diri. Maka kau merasakan kebahagiaan dari kehidupan yang sederhana ini.

    Yoon Seo: Aku merasa terhormat. Aku sangat suka Audrey Hepburn...




    Tiba-tiba Yoon Seo bersin. Jung Rok merasa Yoon Seo sepertinya kena flu. Yeon Seo mendekapkan tangannya, "Begitukah? Cukup dingin dari yang kupikir."

    Jung Rok menerogoh sakunya, hendak memberikan penghangat electrik, tapi ia keduluan oleh Pil Gi, ia pun memasukkannya lagi. 



    Jung Rok mencoba lagi, ia mau melepas mantelnya untuk Yoon Seo, tapi ia keduluan oleh CEO Yeon.





    Mau memberikan air minum, tapi keduluan oleh Yoon Hyuk.


    Akhirnya ia hanya bisa menghela nafas.


    CEO Yeon memprotes Jung Rok, "Semua orang khawatir dia kedinginan. Bagaimana bisa kau diam seperti itu dengan tangan di saku? Kau hanya menatap dengan tatapan kosong, kan? Kau tak kasihan sama Oh Yoon Seo-ssi?"


    Yoon Hyuk membenarkan, "Kita semua pergi untuk beli kue ikan untuknya, tapi hanya dia yang kembali dengan tangan kosong. Jika aku, aku akan perhatian pada sekretaris pribadiku."



    Yoon Hyiuk menyindir Jung Rok, "Kwon Byeon, hatimu sangat dingin!"

    CEO Yeon mengajak semuanya kembali dan menyiapkan pesta barbekyu saja karena Yoon Seo tampak kedinginan.



    Mereka pun memanggil Sek. Yang, Pak Lee dan Hae Young untuk turun yang sudah jalan duluan sampai atas.


    Saat semua sedang menyiapkan makanan, Yoon Seo tak terlihat. Sek Yang menjelaskan kalau Yoon Seo pamit ke kamarnya, katanya mau bersiap untuk pesta barbekyu.







    Lalu muncullah Yoon Seo dengan gaun pesta lengkap dengan tas dan sepatu hak.

    CEO Yeon tanya, "Kenapa memakai gaun?"

    "Katanya akan ada pesta barbekyu di malam hari. Bukan sekarang? Kenapa kalian tak berganti pakaian? Tak mengganti gaun dan tuksedo?"

    Jung Rok menahan tawanya, sementara CEO Yeon menjelaskan, "Oh itu.. Pesta barbekyu di workshop, bukan pesta beneran. Kita hanya memanggang leher babi dan minum soju dan bir. Bisa mengenakan pakaian senyamannya saja."

    Yoon Seo, "Ah.. Pesta itu seperti itu... Aku tak tahu. Aku akan berganti segera."




    Seperginya Yoon Seo, mereka membicarakannya.

    CEO Yeon: Bukankah Oh Yoon Seo-ssi kadang sangat polos?

    Sek. Yang: Benar begitu. Dia tampak seperti orang yang sangat polos.

    CEO Yeon: Benar. Pada awalnya, kupikir dia akan sangat dingin dan bergaya, tapi sebenarnya dia imut.

    Yoon Hyuk: Aku tak pernah membayangkan dia mengenakan gaun.



    Jung Rok senyum-senyum dari tadi dan CEO Yeon memergokinya, maka ia langsung pasang wajah dingin.

    "Kenapa kau tersenyum? Menakutkan." Kata CEO Yeon. 

    "Apanya yang menakutkan? Dan siapa yang membeli banyak keripik? Apa kau datang ke sini untuk makan keripik?"

    "Kenapa marah padaku?"





    Jung Rok akan menyalakan api dan Yoon Seo menungguinya. Tapi Yoon Hyuk merebutnya. Dengan karismatik ia menjelaskan cara menyalakan api. 

    "Aku akan memanaskan ini selama tiga detik."


    Setelah 3 detik, Apinya gak nyala dong. Gagal keren si Yoon Hyuk. 

    Yoon Seo terbahak. Yoon Hyuk akan mengulanginya tapi Yoon Seo bilang ia mau mencobanya.






    Yoon Seo menghitung tiga detik sesuai arahan Yoon Hyun ia berhasil, ia pun berteriak riang.

    "Apa kau orang pramuka?" Gumam Yoon Hyuk.

    "Ini seperti api unggun. Aku tak pernah barbekyu di luar ruangan seperti ini."





    Pesta dimulai, semua daging yang dipanggang sudah matang dan semua duduk di kursinya masing-masing. CEO Yeon memimpin pesta, 

    "Kita sudah membawa perubahan besar dalam industri firma hukum. Kita adalah raksasa baru dari industri firma hukum. Untuk Firma Hukum Always! Bersulang!"

    "Bersulang!" Semua mengucapkannya bersamaan sambil mengangkat gelas masing-masing.



    CEO Yeon dan Hae Yonung berdiri. Hae Young sebagai asistennya CEO Yeon.

    CEO Yeon: Karena suasana sudah diatur, Akan kumulai penghargaan upacara "Always Awards".

    Yoon Seo: Always Awards? Apa itu?

    Pak Lee yang duduk disamping Yoon Seo menjelaskan, "Kami selalu mengadakan upacara penghargaan selama workshop.

    Yoon Seo: Sungguh? Daebak!



    CEO Yeon: Ini bukan apa-apa. Karena kalian sudah bekerja sangat keras untuk Always, dan jika kalian menerima penghargaan di workshop, itu akan membuat suasana hati jauh lebih baik. Ini semua dari hatiku yang tulus sebagai CEO.

    Upacara penghargaan dimulai dan pemenang pertama jatuh pada Jung Rok. Semua bertepuk tangan. 

    CEO Yeon: Nama penghargaan ini "Penghargaan Penjualan Nomor Satu"!

    Jung Rok protes saat menerimanya, "Apa aku semacam orang asuransi? Nomor satu dalam penjualan?"

    "Kenapa? Itu nama yang lumayan keceh. Sebagai hadiah, sudah disiapkan dua buku. "Panduan Humor bagi Orang Oon"."

    Yoon Seo ketawa mendengarnya. Jung Rok menghela nafas.




    Penghargaan kedua untuk Yoon Hyuk, bernama, "Besok aku akan mendapatkan penghargaan nomor satu".

    CEO Yeon: Kuharap tahun ini kau bekerja keras dan mengikuti Kwon Byeon dan menjadi pengacara nomor satu. Nah, tepuk tangan.

    Semuanya memberikan tepuk tangan, lalu Yoon Hyuk memberikan pidatonya.

    "Baiklah. Walau sulit, tapi mulai saat ini aku akan mengabaikan keadilan atau kewajibanku dan menjadi pengacara yang bisa meningkatkan laba kita."

    Ia mengakhirinya dengan mencium plakat penghargaannya.



    Selanjutnya adalah Moon Hee, bernama, "Penghargaan berhenti menjadi pemalu".

    Yoon Hyuk ketawa ngakak.


    Untuk Yang Eun Ji Biseo, bernama "Penghargaan kau selalu konsisten".


    Untuk Pak Lee, "Penghargaan wajahmu saja yang menakutkan".


    Terakhir untuk Hae Young, "Penghargaan idola meja informasi".




    CEO Yeon: Ini akan menjadi akhir dari Always Awards, tapi aku berubah pikiran. Aku sudah menyiapkan penghargaan khusus untuk kesempatan ini. Penghargaan khusus! Penghargaan khusus hari ini... jatuh pada... Oh Yoon Seo!

    Yoon Seo sangat senang, "Sungguh? Kau memberiku penghargaan juga?"




    Semuanya memberikan tepuk tangan meriah. 

    CEO Yeon: Sebagai hadiah, kami sudah menyiapkan sepasang sandal yang nyaman untuk kau kenakan di kantor. "Penghargaan Vitamin Always". Tepuk tangan! Karena menerima reaksi yang antusias, aku akan membaca apa yang tertulis di penghargaan ini. "Pemenang Penghargaan Vitamin Always, Oh Yoon Seo. Sebagai manyan dewi alam semesta, dia mengatasi kesulitan dan mengabdikan yang terbaik dengan senyum cerah dan ceria. Dia menjadi seseorang yang dibutuhkan di Always, dia vitamin yang kita butuhkan di firma ini, dan kami mempersembahkan penghargaan ini padanya."





    Yoon Seo menyampaikan pidatonya, "Terima kasih. Aku tak yakin apa aku memenuhi syarat untuk menerima penghargaan ini. Akan tetapi... Kedepannya, aku akan menganggapnya sebagai motivator untuk bekerja lebih keras, dan menerimanya dengan senang hati. Terima kasih!"

    Semuanya bertepuk tangan.

    Yoon Hyuk, "Mendengarkan pidato Oh Yoon Seo-ssi seperti ini, bukankah seperti upacara penghargaan akhir tahun di TV? Dia seharusnya terus memakai gaun itu."

    Yoon Seo dan Jung Rok curi-curi pandang.



    Akhirnya Yoon Seo dan Jung Rok bisa bertemu berduaan. Yoon Seo yang baru kembali dari mengambil bir dan Jung Rok baru selesai menelfon.



    Jung Rok, "Kau terlihat sangat bahagia hari ini."

    "Ya, sangat. Semuanya adalah pertama kalinya bagiku, sangat menarik. Dan semua orang tampak sangat baik. Mereka semua baik padaku."

    "Aku ingin menjadi baik jug..."


    Kesela lagi, orang-orang mendekat. 

    Yoon Seo, "Oh.. Kenapa kalian semua kembali?"

    Yoon Hyuk, "Sedikit dingin, dan semua orang tampak lelah."




    Dan semuanya mengajak Yoon Seo masuk. 

    CEO Yeon bergumam, "Sepertinya ada sesuatu di mataku. Adakah yang punya cermin?"

    Yoon Seo meminjamkan cermin keberuntungannya. 

    "Aigoo. Cerminnya indah mirip pemiliknya. Akan kugunakan dengan baik dan mengembalikannya kepadamu." Kata CEO Yeon.

    Jung Rok membawakan bir yang dibawa Yoon Seo ke dalam.

    0 komentar

    Post a Comment