Monday, March 18, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 12 Part 3

    Sumber: tvN




    Jadi mereka semua ketemu di ruangan Yeon Daepyo. Yeon Daepyo ketus pada mereka, ada masalah apa? Kan sudah mengeluarkan Yoon Seo dari drama, apa ada yang tersisa untuk dikatakan?

    CEO: Sungguh kami minta maaf soal waktu itu. Kami sangat tertekan karena tak ada investor yang muncul, dan begitu kami menerima tawaran semacam itu, sepertinya aku kehilangan akalku. Maafkan aku.

    Yeon Daepyo: Tentu kau harus minta maaf. Orang itu bukan lelucon... Kau menyuruhnya bekerja di firma hukum agar lebih tahu perannya, dan tiba-tiba mengeluarkannya. Aku sangat kesal.



    Penulis Lee: Maafkan kami, Yoon Seo-ssi. Sejujurnya, aku tersentuh olehmu. Siapa yang akan membayangkan dewi alam semesta, Oh Yoon Seo, benar-benar bekerja di firma hukum selama tiga bulan penuh? Aku tak pernah membayangkannya. Itu membuatku berpikir kau benar-benar memiliki kasih sayang untuk drama kami, dan kau benar-benar mengejutkanku.

    Yoon Seo: Yah, aku memang memiliki kasih sayang terhadap itu.

    Penulis Lee: Benar, kan? Kupikir juga begitu. Aku tahu ini mungkin terdengar klise, tapi aku ingin kau menjadi pemeran utama wanita dalam drama kami.

    Yoon Seo, Hyuk Joon dan Yeon Daepyo terkejut.




    CEO: Sebenarnya, entah bagaimana rumor keluar bahwa Oh Yoon Seo akan membintangi drama ini, lalu bukan main investor berdatangan dari sana-sini.

    Hyuk Joon: Benarkah itu?

    CEO: Ya. Rumor soal Yoon Seo sudah selesai, dan orang-orang menyukainya sekarang. Selanjutnya, sesudah mendengar dia akan kembali, penawaran investasi mengalir masuk.


    Yeon Daepyo: Tampaknya kau sangat antusias. Pokoknya, setelah dikecewakan satu kali kami takkan bekerja dengan orang itu.

    Penulis Lee: Yeon Daepyo-nim, jangan langsung menolak kami seperti itu.

    Yeon Daepyo: Mau bagaimana pun, kami tak tertarik dengan drama ini. Benar, Yoon Seo? Kau tak tertarik, kan?



    Tapi jawaban Yoon Seo mengejutkan Yeon Daepyo, "Tidak, aku ingin syuting drama ini."

    Yeon Daepyo: Kaubilang kau ingin? Kenapa? Kau tak punya harga diri? Apa aku membesarkanmu seperti itu?!

    Yoon Seo: Jujur, aku agak kecewa, tapi sekarang aku mengerti mereka tak punya pilihan. Sementara aku bekerja di firma hukum, kasih sayangku untuk drama ini jadi lebih besar.


    CEO langsung saja menyuruh Yoon Seo teken kontrak sekarang daripada nanti berubah pikiran lagi. Penulis Lee janji akan segera mengirim naskah episode 2-3.

    Yeon Daepyo: Bukankah terlalu mudah kau menyetujui ini?

    Hyuk Joon: Benar, Yoon Seo. Mari coba memikirkannya lagi?

    Yoon Seo: Tidak, aku akan syuting drama ini. Aku yakin, aku bisa memainkan peran pengacara dengan baik.




    Hyuk Joon memprotes Yoon Seo saat di mobil, "Kau tak punya bakat untuk bisnis. Benar, kan? Bahkan jika ingin, harusnya kau jual mahal."

    "Untuk apa? Toh akhirnya setuju juga. Dan jika kutolak, bagaimana jika mereka menganggapnya serius?"

    "Omo, omonganmu... Yoon Seo-ya, kau bukan Oh Yoon Seo menyedihkan lagi. Kau tak punya pekerjaan dan bermalasan setiap hari, juga tak mendapat uang. Kau pergi ke setiap sutradara memohon dengan menyedihkan untuk peran dalam segala jenis drama. Kau bukan orang itu lagi. Jadi lupakan saja saat-saat menyedihkan dari sebelumnya."

    "Oppa yang membuatku sulit melupakan itu."



    "Oh... Omong-omong, orang-orang di firma akan benar-benar terkejut. Mereka pikir kau bekerja sebagai sekretaris di sana karena tak bisa mencari nafkah. Bayangkan betapa terkejutnya mereka begitu tiba-tiba melihatmu di TV."

    "Tapi, Oppa. Menurutmu Kwon Byeonhosa-nim akan benar-benar kecewa jika dia tahu kenyataan ini? Menurutmu dia akan merasa dikhianati dan berpikir selama ini aku menipu dia?"

    "Tentu saja. Dia mungkin akan mengatakan tak ingin bertemu lagi denganmu, dan ingin berpisah. Jadi bagaimana kalau kau mencampakannya duluan sebelum dia mencampakkanmu?"



    Yoon Seo menghela nafas berat. 

    "Aku asal mengatakan. Kenapa menganggapnya serius?"

    "Karena ini masalah serius. Kau takkan bereaksi dengan cara yang sama jika berada di posisiku?"

    Yoon Seo lalu mengirim pesan untuk Jung Rok, "Kwon Byeonhosa-nim, tolong luangkan waktumu malam ini. Ada yang harus kuceritakan sebelum terlambat."



    Jung Rok menerima pesannya saat akan pergi makan dengan rekan-rekan. Ia mengiyakan ajalan Yoon Seo.



    CEO Yeon tanya kemana Yoon Seo kok gak kelihatan. 

    "Ada urusan yang harus diatasi dengan agensinya." Jawab Jung Rok. 

    "Apa dia masih berafiliasi dengan agensi itu?" Tanya Hae Young.

    CEO Yeon: Tentu saja. Masih ada banyak waktu sebelum kontraknya berakhir.

    Sek. Yang pada Jung Rok, "Anda pikir dia akan mulai berakting lagi sesudah namanya dibersihkan?"

    Jung Rok, "Entah.... Sepertinya dia tak tertarik lagi berakting. Dia mendapat pekerjaan di sini karena tertarik pada bidang ini, jadi menurutku dia akan terus mengejar karir di bidang hukum."

    CEO Yeon yang tahu kebenarannya hanya diam saja dan sepertinya juga ada perasaan bersalah.



    Sampai dilantai pertama, mereka diserang oleh banyak reporter. Mereka menanyakan soal Yoon Seo yang kabarnya kerja diam-diam disana. 

    "Benarkah dia akan kembali dengan peran pengacara?"

    "Anda tahu dia mempraktekkan perannya dengan bekerja di sini?"

    "Anda tahu dia akan membuat comeback dalam drama?"





    Jung Rok melihat Yoon Seo akan masuk. Ia langsung mengampiri Yoon Seo dan mengajaknya keluar. Yang lain masih dihadang para reperter.



    Staf Se Won menergokinya sedang senyum-senyum sendiri.

    "Kim Geomsa-nim~  Kelihatannya suasana hatimu baik."

    "Benarkah? Ya, suasana hatiku benar-benar baik. Akhirnya aku bisa memenjarakan orang jahat itu."

    "Aku tak bilang ini padamu saat itu, tapi jujur saja, saat kau bilang padaku untuk melacak rekening bank Jung Ji Ho dan Choi Yoon Su, aku sangat gugup memikirkan harus siap dipecat segera. Pokoknya, ambisi, rasa keadilan, dan kemampuanmu meramalkan masa depan sungguh luar biasa."

    "Tidak juga."

    Lalu datanglah Yeo Reum. Staf itu langsung permisi.



    Yeo Reum tahu Se Won akan berhasil. Se Won malah bilang kalau semua ini berkat Yeo Reum/.

    "Berkatku?"

    "Pelukanmu itu membuatku bersemangat. Terima kasih."

    "Mari makan. Aku tahu kau sibuk, tapi luangkan waktumu."

    "Itu hal paling menarik yang pernah kudengar. Bagaimana kalau makan siang?"

    "Kapan?"

    "Sekarang juga!"

    "Emm?" Yeo Reum tersenyum.




    Jung Rok membawa Yoon Seo ke rumahnya.

    Jung Rok: Kau harus jauh dari wartawan, di sini satu-satunya tempat yang kupikirkan.

    Yoon Seo: Ya, baik. Kwon Byeonhosa-nim. Maaf tak bisa memberitahumu dari awal. Aku ingin memberitahumu sejak dulu.



    Tapi Jung Rok malah memberikan pelukan, "Selamat. Walau kenyataannya aku terkejut, tapi aku tahu betapa kau sangat menyukai akting. Aku pun sangat bahagia. Aku sangat senang."



    Yoon Seo malah sedih. Jung Rok bingung, kok gitu wajahnya?

    "Karena aku bersyukur... Yah, kupikir kau mungkin kecewa dan mengatakan tak mau menemuiku lagi. Aku khawatir kau mungkin mencampakkanku."



    "Kenapa berpikir omong kosong seperti itu? Aku sudah bilang tak masalah apa yang kau sembunyikan dariku selama itu demi kebaikanmu."

    "Kwon Byeonhosa-nim~~"


    Yoon Seo ada telfon, ia melihatnya dan dari wartawan, ia pun menutupnya, "Aku terus menerima telepon dari wartawan."

    Giliran Jung Rok yang dapat telfon, dari CEO Yeon ternyata.

    "Ya, Daepyo-nim. Yah, aku... Aku ingin mengambil cuti. Tak ada yang mendesak, jadi itu akan baik-baik saja."



    Yoon Seo heran, kenapa dengan Jung Rok?

    "Karena aku tak ingin diganggu. Hari ini mari bolos kerja."



    Yang lain kaget saat dikabari CEO Yeon kalau Jung Rok mau ambil cuti.



    Hae Young: Daebak, apa dia mengambil cuti bersama Yoon Seo-ssi? Aku ingin tahu apa yang terjadi di antara dua orang itu. Dia memegang tangannya saat pergi. Mungkinkah berkencan?

    CEO Yeon: Omong kosong macam apa itu? Tak mungkin begitu. Kenapa Yoon Seo berkencan dengan Kwon Byeon?

    Hae Young: Kenapa? Memangnya bagaimana Kwon Byeonhosa-nim?


    CEO yeon lalu mengambil voting, angkat tangan jika berpikir mereka berkencan. Sayangnya yang angkat tangan cuma CEO Yeon. hahahaha.




    Jung Rok dan Yoon Seo bingung mau melakukan apa. Tiba-tiba perut Yoon Seo keroncongan.

    "Oh benar. Kau pasti lapar. Aku akan memasak dengan cepat."

    "Byeonhosa-nim yang akan masaknya?"

    "Ya. Kenapa kelihatan sangat terkejut? Aku tinggal sendiri di Seoul sejak kuliah, jadi aku bisa memasak semuanya. Sayur kimchi cukup mudah untuk dimasak. Kau lebih suka sayur kimchi tuna atau sayur kimchi daging babi?"

    "Aku suka keduanya. Tapi... Daging babi."

    "Baik."

    "Byeonhosa-nim masak sup kimchi buat aku. Aku tak sabar menunggu."



    Jung Rok membuka kulkas, Yoon Seo mengikutinya. Tapi Jung Rok gak menemukan dagingnya.




    Jung Rok menghubungi Se Won untuk menanyakannya, "Mana daging bagong yang ada di kulkas?"

    "Oh itu? Kupanggang dan memakannya dua hari lalu karena sangat lapar setelah beresin kasus."

    "Kenapa.. memakannya? Harusnya memberitahuku dulu."

    Jung Rok mencari runa kaleng, tapi gak ada juga, "Tuna kaleng juga tak lihat."

    "Sudah pake sarapan kemarin pagi. Kau makan tiga kali sehari, rupanya."

    "Oh ya, sepertinya malam ini aku akan pulang larut."

    "Karena nanggung larut, janganlah kembali lagi." Jung Rok kesal.



    Malu dia sama Yoon Seo. Yoon Seo ketawa, "Bagaimana ini... Sepertinya Kim Geomsa-nim memakan semuanya."

    "Ya. Tapi tak perlu khawatir. Aku akan dengan cepat membelinya keluar."

    "Kalau begitu, mari pergi bersama."

    "Tapi, akhir-akhir ini, orang-orang tertarik padamu, sepertinya kau akan dikenali."

    "Kalau begitu, kita pergi ke pasar. Orang-orang di sana tua-tua, jadi tak ada yang akan mengenaliku."

    "Bisa saja, karena kau selebriti."

    Yoon Seo melihat penampilannya, "Menurutmu begitu?"




    Yoon Seo lalu minta pinjem pakaian Jung Rok. 

    Ia menemukan satu yang pas dari banyak pakaian Jung Rok yang bagu-bagus, "Sepertinya akan baik-baik saja jika mengenakan ini dan menyamar sebagai orang lain."

    "Baik."


    Yoon Seo melihat ada lipstik di meja rias Jung Rok, kaget dong dia. Jung Rok langsung menjelaskan kalau itu cuma lip balm dan memakainya.

    "Bibirku selalu kering jadi kuoleskan seperti ini."



    Yoon Seo juga memegang bibir, "Bibirku juga kering."

    "Kalau begitu, ini..." Jung Rok memberikan lipbalm-nya.

    Tapi Yoon Seo punya cara lain. Ia mengecup Jung Rok, "Benar. Jadi agak lembab."

    Jung Rok senyum-senyum aja.

    0 komentar

    Post a Comment