Monday, March 18, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 12 Part 2

    Sumber: tvN



    Saat makan, Yoon Seo cerita kalau sudah sangat lama ia tak menandatangani dan dikelilingi banyak orang. Publik terbuka untuknya secara online dan offline.

    "Diriku seperti kembali seperti dulu. Aku sangat suka." Lanjut Yoon Seo. 

    "Ah.. Apa tadi aku salah mengintervensi?"

    "Tidak, aku sangat suka. Mengambil foto seperti itu cukup membebani. Juga, karena kau ada di sampingku itu meyakinkanku."



    Yoon Seo tiba-tiba ketawa, Jung Rok tanya dong, kenapa tiba-tiba?

    "Aku baru ingat tadi kau menyebut dirimu sebagai "Namja Chin". Di mana kau belajar singkatan itu?"

    "Kenapa bertanya? Aku pun orang yang trendi."

    "Oh gitu, ya? Lalu... Kau tahu apa itu Gapbunssa?"


    "Gap-Bun-Ssa? Saat dua pihak terlibat perselisihan, itu mengarah pada sebuah argumen."



    "Bagaimana dengan Haeginssa?"

    "Mengikuti kuliah online dengan harga murah."


    Yoon Seo ngakak karena jawaban Jung Rok benar.



    Yoon Hyuk masih ada di kantor saat malam. Dan ia terkejut melihat Moon Hee ada disana juga. Moon Hee sedang memfotokopi dokumen. 


    "Dan Byeon pun masih di kantor juga." Gumam Yoon Hyuk yang secara otomatis mengingat pembelaan Moon Hee kemarin.




    Yoon Hyuk lalu mengambil sebatang bunga mawar dari vas bunganya, ia membatin, "Aku Choi Yun Hyuk, seperti bunga mawar. Aku berwarna dan cantik, tapi juga punya tangkai berduri. Itu sebabnya aku mencari kemana pun wanita yang bisa memelukku. Dia merelakan dirinya supaya aku tak terpukul. Wanita sepertimu bagaikan vas yang tergantung. Harus bagaimana aku?"


    Yoon Hyuk mengakhirinya dengan menggigir satu kelopak mawar. Tepat saat itu Moon Hee menoleh ke arahnya. 




    Yoon Hyuk gelagapan, ia segera mengembalikan mawarnya kedalam vas sampai jarinya gak sengaja ketusuk durinya.

    Yoon Hyuk memasukkan jarinya ke mulut tanpa sadar. Moon Hee yang melihatnya merasa aneh, kenapa tuh Yoon Hyuk kek gitu?


    Moon hee tersenyum, "Apa barusan? Sepertinya dia memata-mataiku." Tapi langusng sadar, "Memata-mataiku? Untuk apa? Jangan salah mengerti. Kau janji untuk tak mempermalukan diri sendiri lagi."




    Saat Moon Hee akan kembali, Yoon Hyuk memanggilnya. Moon Hee menoleh dan ia melihat Yoon Hyuk dengan pose seksi. Yoon Hyuk lalu melangkah mendekat.

    "Itu... Itu... Makanya itu..." Yoon Hyuk muter-muter ngomongnya, "Malam ini kita mau minum atau tidak?"

    "Apa maksudmu? Kau memintaku untuk minum denganmu atau tidak?"

    "Mari minum. Segera. Sekarang juga."

    Moon Hee senang tentu saja, tapi ia menunjukkan sikap biasa saja gak over kek biasanya.





    Jadilah mereka minum di tempat yang agak rame. Setelah minuman pertama, Yoon Hyuk kesusahan memisahkan duri dari ikan saat akan memakannya.

    Moon Hee langsung mengambil alih dan dengan mudah ia bisa melakukannya, lalu memberi Yoon Hyuk sepotong. 

    Yoon hyuk menatap Moon Hee penuh tanda tangan. Moon Hee menjelaskan, "Aku benci orang yang ngacak-ngacak ikan."


    Yoon Hyuk mulai membatin sambil menatap Moon Hee, "Aku sudah bertemu banyak wanita yang menerapkan foundation pada wajah mereka untuk membuatku terkesan. Tapi dia wanita pertama yang memilah ikan untukku. Apa yang harus kulakukan?"



    Yoon Hyuk mencaritahu mengenai Moon Hee, ia mulai bertanya bagaimana hati Moon Hee akhir-akhir ini. Moon Hee gak ngerti dengan pertanyaan Yoon Hyuk yang gak biasa itu.

    "Maksudku, hatimu jatuh pada berbagai pria 365 hari dalam setahun, dan cenderung tak pernah berhenti. Tapi sepertinya akhir-akhir ini hatimu tampak sunyi."

    "Jujur saja, baru-baru ini.. ada orang yang datang ke hatiku."



    Yoon Hyuk penuh harap. Tapi Moon Hee mematahkannya dengan berkata, "Tapi aku memutuskan untuk menyerah. Dia sama sekali tak menyukaiku, jadi apa gunanya jika aku terus menyukainya?"

    "Bolehkah aku bertanya siapa orang itu?"

    "Itu... Jika soal dia siapa..."

    "Ya. Katakan siapa..."

    "Sepertinya kau mabuk. Mari sudahi."

    Moon Hee bangkit duluan.



    Yoon Hyuk kembali membatin, "Aku sudah melihat wanita menerima perawatan kulit dan memotong rambut mereka untuk mengesankanku, tapi dia wanita pertama yang menghentikanku minum."

    Yoon Hyuk meminum habis minumannya, "Kau menggetarkanku seperti soju dan bir ini. Apa yang harus kulakukan?"

    Karena keasyikan membatin, Yoon Hyuk jadi keduluan untuk membayar makanan mereka. Ia mneyesali itu karena harusnya ia yang bayar.



    Jung Rok mengnatar Yoon Seo, sebelum Yoon Seo turun Jung Rok membahas mengenai perjanjian kerja Yoon Seo yang tingga seminggu lagi. Artinya ia bisa mengantar Yoon Seo seperti sekarang juga tinggal seminggu lagi.

    "Nah itu lho... Walau kontraku kerjaku habis, takkan ada yang akan berubah di antara kita. Tapi tetap saja, berpikir takkan bisa menghabiskan waktu seperti sekarang, membuatku sedih. Untuk sisa waktu, mari buat semenyenangkan mungkin."





    Yoon Seo tiba-tiba mencium tangan Jung Rok. 

    Dan saat membuka mata ia baru sadar kalau Hyuk Joon ada di depan mereka. Yoon Seo bingung, Ottokke??




    Langsung deh Yoon Seo turun, dengan terbata-bata ia tanya ke Hyuk Joon, "Tidak... Kenapa Oppa... disini... selarut ini?"

    "Yoon Seo-ya. Kau berkencan dengan dia?"

    "Ya, berkencan." Jawab Yoon Seo setelah menatap Jung Rok.

    Hyuk Joon refleks menatap Jung Rok. Jung Rok memberikan salam, Hyuk Joon mmbalasnya tanpa sadar, tapi kemudian membatalkannya.




    Hyuk Joon langsung menarik Yoon Seo untuk ikut dengannya masuk.

    Yoon Seo pada Jung Rok, "Kwon Byeonhosa-nim, hati-hati dijalan. Telepon aku sebelum tidur. Ya?"

    "Baik."



    Hyuk Joon gak ngerti, bagaimana ini bisa tejadi? Bukannya Yoon Seo benci Jung Rok? Tapi kenapa sekarang malah berkencan dengannya?

    "Terserah aku dong... Umurku sudah cukup buat kencan. Kenapa ikut campur?"

    "Yoon Seo-ya. Ini kerjaanku, bagaimana bisa tak ikut campur? Aku harus ikut campur apa pun yang kau lakukan, dan memperhatikanmu agar lebih terkenal adalah tugas dan kewajibanku. Baik, Yoon Seo-ya, kini perhatian publik berfokus padamu lebih dari yang kau pikirkan. Kau harus menjaga citramu..."

    "Oppa, aku sangat menyukai Kwon Byeonhosa-nim. Aku sungguh menyukainya. Benar-benar menyukainya. Jadi jangan katakan apapun."

    "Yoon Seo-ya~"

    "Oppa~~~~"

    Akhirnya Hyuk Joon menyerah, ia cuma berpesan agar mereka gak sampai ketahuan, pokoknya gak boleh sampai ketahuan. Hyuk Seo menjamin itu. 



    Yoon Seo: Omong-omong, ada perlu apa malam-malam? Sebaiknya kau tak datang.

    Hyuk Joon: Aku khawatir soal kau baik-baik saja atau tidak dan datang karena ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Tapi kau tampak sangat baik-baik saja.

    Yoon Seo: Katakan apa? Apa? Apa?

    Hyuk Joon: Lee Se Jin Jagga ingin bertemu denganmu.

    Yoon Seo: Lee Se Jin Jagga? Aku? Kenapa?

    Hyuk Joon: Mana kutahu. Aku tak bertanya.

    0 komentar

    Post a Comment