Thursday, March 14, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 11 Part 3

    Sumber: tvN




    Selesai makan siang bareng, Yoon Seo bilang akan mentraktir semuanya minum kopi. Semua langsung sumringah.

    CEO yeon: Aku, espresso.

    Sek. Yang: Aku, kafe moka.

    Hae Young: Aku, latte.

    Dua anak magang juga pesan latte. Yang nyeleneh sendiri adalah pesanan Pak Lee, "Aku, frappe cream strawberry dengan krim kocoknya yang banyak."

    Sek Yang: Oh Yoon Seo-ssi, kau bisa ingat semuanya? Tak harus kau tulis?


    Yoon Seo: Hmm.. Daepyo-nim, espresso, Yang Biseo-nim, kafe mocha, Hae Yeong dan Jong Hwa, late. Pil Gi, latte extra shot. Samujang-nim, frappe cream strawberry yang banyak krim kocoknya. Kwon Byeonhosa-nim, karena kau suka kopi instan, aku akan membuatkanmu.

    Jung Rok menangguk. CEO Yeon kagum dengan daya ingat Yoon Seo itu. 

    Yoon Seo: Aku punya ingatan yang luar biasa. Aku akan cepat mambawa kopi kalian.


    Yoon Seo pergi diikuti Sek Yang, Hae Young dan dua anak magang. 



    CEO Yeon: Suatu kehormatan untuk minum kopi yang dibeli dewi alam semesta. Bukankah Oh Yoon Seo-ssi seperti sangat antusias dan ceria hari ini?

    Jung Rok yang tahu seperti apa kondisi Yoon Seo hanya menatap penuh kekhawatiran.



    Di kantor, Yoon Seo membaca artikel soal Gang Joon yang kembali sebagai Wakil Presiden Jeguk Holdings yang awalnya adalah mantan CEO Jaeguk entertainment.



    Yoon Seo bengong melihatnya sampai gak nyadar kalau Jung Rok masuk dan mengingatkannya kalau ini sudah waktunya pulang. Jung Rok manggil Yoon Seo agak keras dan Yoon Seo kaget.

    "Ya, Kwon Byeonhosa-nim." Jawab Yoon Seo. 

    "Sudah waktunya pulang sekarang."

    Yoon Seo memandang jam lalu mengambil dokumen, katanya ia harus menggandakannya dulu. Yoon Seo pun menuju mesin fotokopi.


    Jung Rok penasaran, lalu ia melihat monitor komputer Yoon Seo. Ia membaca mengenai artikel Gang Joon.




    Jung Rok keluar, mau bicara pribadi tapi ada banyak orang ia pun berakting, "Oh Jin Sim-ssi. Kali ini Mahkamah Agung dengan bulat mengubah preseden pengadilan. Aku akan memberimu nomor preseden. Bisakah kau bantu mencetaknya?"

    Jung Rok mengambil kertas lalu mencatatnya kemudian memberikannya pada Yoon Seo.


    "Malam ini, mari kita kencan." Tulisan Jung Rok pada kertas itu. 

    Yoon Seo tersenyum, ia ikutan bersandiwara, "Baik, akan kucari dengan cepat."



    Jung Rok membawa Yoon Seo ke taman hiburan. Yoon Seo menanyakan alasan Jung Rok tiba-tiba membawanya kesana.

    "Aku menonton dramamu setiap kali punya waktu. Dan setiap kali karakter wanita menangis, karakter laki-laki selalu berusaha menghiburnya dengan membawanya ke pantai atau taman hiburan."

    "Ah.."

    "Aku penasaran dari dua tempat itu, kemana aku harus membawamu. Dan kupikir akan jadi dua kali lebih menyenangkan jika aku membawamu ke taman hiburan yang terletak di dekat pantai. Lebih penting lagi, taman hiburan ini kecil, jadi tak dikunjungi oleh banyak orang. Jadi kupikir ini akan menjadi pilihan yang bagus."

    Yoon Seo ketawa, "Terima kasih sudah sangat perhatian padaku."

    "Kau tak perlu berusaha keras."

    "Apa?"

    "Ini akan sulit untuk mengatasi semuanya dalam semalam. Jadi, mari kita selangkah demi selangkah. Aku akan selalu tetap di sisimu untuk membantu dan melindungimu."

    "Aku merasa sangat tenang."



    Tapi bukannya membantu, Jung Rok malah meminta bantuan Yoon Seo saat naik wahana. Berkali-kali ia memanggil Yoon Seo. 

    Yoon Seo sih ketawa-tawa aja melihat reaksi Jung Rok itu tapi pada akhirnya ia tetep khawatir.








    Selanjutnya mereka naik waha viking. Gak jauh beda sama yang awal tadi, Jung Rok takut abis dan ekspresi wajahnya itu lucuk bingit.

    Jung Rok tetep mau terlihat keren di depan Yoon Seo. Ia selalu bilang akan melindungi Yoon Seo. Tapi.. ia teriak-teriak meminta agar wahana itu dihentikan.




    Turun dari wahana, Jung Rok gak bisa jalan tegak sampai harus pegangan tangga dan dipegangi Yoon Seo.

    Jung Rok memastikan kalau ia baik-baik saja. Yoon Seo ketawa, ia tak tahu kalau Jung Rok takut naik wahana.

    "Bukannya takut. Ini kali pertama sejak SD, jadi lebih memadai untuk mengatakan, aku gugup karena belum terbiasa. Dan perlu diingat aku terbiasa dengan sangat cepat."

    "Oh.. Lalu bagaimana kalau kita naik sekali lagi? Ini akan membantumu terbiasa lebih cepat."

    Jelas Jung Rok langsung menolaknya, "Sepertinya untuk hari ini sudah cukup."

    Yoon Seo kembali tersenyum, "Jujurlah padaku. Kau takut, kan?"

    "Tidak."

    "Tidak apanya? Aku tahu kau takut."



    Jung Rok kesal, "Aku tak takut."

    "Omo! Kau marah? Bicaramu sangat sensi. Nada bicaramu terdengar sesensitif kau yang biasanya."

    "Biasanya bicaraku bagaimana?"

    "Ini kali pertama orang mengatakan aku sensitif. Biasanya mereka mengatakan dibelakangmu. Betapa sensitifnya kau itu. Saat kali pertama bertemu, kau sungguh membuatku kaget. Kau orang paling sensitif yang pernah kutemui. Tapi... Tentu saja, sekarang kau orang paling manis sedunia akherat."



    Yoon Seo merasa Jung Rok terlihat mirip. 

    Jung Rok: Terlihat mirip? Kadang aku mendengar, katanya aku terlihat mirip aktor.

    Yoon Seo: Kau seperti landak, Kwon Byeonhosa-nim. Landak dikenal sangat sensitif dan tajam di bagian luar. Tapi jika sudah mengenalnya, mereka lucu. Kau seperti itu. Kau adalah landak.

    Jung Rok mengiyakan saja.




    Ada pasangan yang lewat, wanitanya membawa permen kapas. Yoon Seo mupeng, katanya permen kapas itu sangat imut.

    "Lihat?"

    Jung Rok mengiyakan dan kebetulan penjualnya gak jauh dari mereka, ia langsung membelikannya.



    Jung Rok meminta penjual membuatkan permen kapas teddy bear satu, tapi penjualnya bilang sudah waktunya tutup.

    "Boss, maaf, tapi tak bisakah membuatkanku satu? Permen kapasmu mungkin menghibur dan membuat ceria kehidupan seseorang. Mungkin juga bertindak sebagai kekuatan pendorong untuk mengatasi ketakutan mereka."

    "Permen kapasku?"

    "Ya. Jadi tolong bantu aku."

    "Baik."

    Pak bos pun membuatkan permen kapas pesanan Jung Rok. Kalau pengacara emang paling pinter membujuk orang ya.. hehehe



    Jung Rok dengan senyum lebar berlari menuju Yoon Seo sambil membawa permen kapasnya, tapi... Ia ditabrak orang jadi permen kapasnya jatuh nyungsep di tanah.





    Yoon Seo cepat-cepat memungutnya. Jung Rok auto sedih. 

    Yoon Seo: Auh.. Kotor. Tadinya beruang putih. (Yoon Seo tersenyum riang) Sudah jadi beruang hitam.



    Tapi Jung Rok masih tetap sedih, ia terus menghela nafas, "Maafkan aku. Harusnya aku memperhatikan setiap langkahku. Atau saat aku bertemu dengan pria itu, harusnya kuselamatkan beruang itu dengan memegangnya di atas kepalaku."

    "Ae.. Tak apa. Bagian belakang baik-baik saja. Mari makan bagian belakang."

    Yoon Seo mengambil bagian belakangnya dan memakannya, ia juga menyuapi untuk Jung Rok. Jung Rok masih belum sembuh dari kesedihannya, ia gak mau ngunyah permennya. 





    Jung Rok membeli kembang api, Yoon Seo senang.

    Jung Rok: Ini juga aku belajar dari salah satu dramamu. Karena kita di pantai, kita harus bermain petasan."

    Jung Rok menancapkan kembang apinya ke pasir. Ia menyalakan satu per satu tapi gak ada yang nyala, semuanya mati sebelum meledak.


    Jung Rok membuat pembelaan, "Kenapa mereka menjual yang tak nyala? Aku harus segera mengajukan keluhan sebagai konsumen dan juga mengajukan klaim kerusakan."



    Tapi tenang, ada kembang api orang lain yang membuat Yoon Seo kagum.

    "Wah, cantiknya... Kwon Byeonhosa-nim, nanti saja ajukan klaim kerusakannya, mari nikmati kembang api itu."

    "Tapi itu bukan untuk kita."

    "Itu untuk kita, jika kita melihatnya bersama."


    Yoon Seo langsung menarik Jung Rok untuk duduk bersama menyaksikan kembang api itu. 

    0 komentar

    Post a Comment