Friday, March 15, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 11 Part 4

    Sumber: tvN



    Jung Rok tiba-tiba minta maaf pada Yoon Seo. Yoon Seo gak ngerti, maaf untuk apa?

    "Kubawa kau jauh-jauh ke sini untuk membuatmu bahagia. Tapi aku takut wahana, aku merusak permen kapas yang ingin kau makan, dan petasan itu tak benar. Aku merasa seperti menghancurkan semuanya. Semua karakter pria dalam dramamu selalu membuatmu bahagia." 



    "Dibandingkan kebahagiaan dalam dramaku, hari ini aku lebih bahagia. Karena apa? Karena kali ini aku bersama seseorang yang sungguh kusayangi. Kau pacar asliku, dan perasaanmu padaku nyata. Oleh karena itu, waktu terbaikku adalah hari ini. Sungguh... Saat bersamamu, aku merasa yakin bahwa aku akan dapat mengatasi apa pun."


    Jung Rok mengangguk paham. Dan mereka kembali menyaksikan kembang api.




    Jung Rok tanya, apa Yoon Seo yakin bisa tidur sendirian hari ini? 

    "Tentu saja."

    "Telepon jika terjadi sesuatu."

    "Aku akan menelepon bahkan jika tak ada apa pun. Sebelum tidur harus dengar suaramu."

    Jung Rok senyum dan Yoon Seo kemudian turun.




    Paginya, Jung Rok menjemput Yoon Seo.

    Yoon Seo: Harusnya kau tak usah menjemputku. Bukan 'kah aku merepotkanmu dari pagi?

    Jung Rok: Tak apa.

    Yoon Seo: Sungguh takkan adalagi yang terjadi, jangan khawatir.

    Jung Rok: Benar.

    Jung Rok merasa ada mobil yang mengikuti mereka. Untuk memastikan ia sengaja menambah kecepatan dan mobil itu melakukan hal yang sama.

    Yoon Seo heran karena Jung Rok tiba-tiba ngebut. Jung Rok hanya tersenyum, gak ada apa-apa kok.



    Saat di parkiran pun Jung Rok melihat mobil itu. 


    Jung Rok menyuruh Yoon Seo masuk duluan karena ia harus menelepon. Yoon Seo dengan senang hati melakukannya.



    Pengemudi mobil itu mengambil gambar Yoon Seo diam-diam. Jung Rok yang sedaritadi mengawasinya langsung mendekat dan mengambil kamera orang itu. 




    Orang itu keluar, "Siapa kau?"

    "Memotret tanpa izin bisa menjadi pelanggaran terhadap hak potret seseorang. Dalam kasus pelecehan seksual, kau mungkin didakwa melanggar tindakan khusus atas pelecehan seksual."

    "Apa aku memotretmu?"


    Yoon Seo menjawab untuk Jung Rok, "Tidak, kau memotretku. Sebaiknya kau tak pernah melakukan hal seperti ini lagi. Oh ya, aku harus memberitahunya sendiri."



    Yoon Seo menelfon Gang Joon.

    "Ini Oh Yoon Seo. Semuanya terlalu sibuk semalam untuk menyambutmu dengan baik. Kupikir aku tak harus berbicara denganmu lagi, tapi jika kau terus meminta orang untuk membuntutiku, kita mungkin harus bertemu.. di Pengadilan."

    "Kau lebih berani.. daripada sebelumnya."

    "Benar. Aku tak lagi takut padamu."



    Yoon Seo menutup telfon lalu dia mengambil memory kamera yang dipegang Jung Rok.

    "Kuambil ini. Karena butuh ini nanti, jika aku menyeretnya ke pengadilan." Lalu Yoon Seo pergi.

    Jung Rok mengembalikan kamera itu sebelum mengikuti Yoon Seo. 


    Saat menunggu lift, Jung Rok tanya, bagaimana Yoon Seo bisa tahu? 

    "Kau terus melihat cermin saat mengemudi. Kulihat mobil mengikuti kita. Tapi, kau menyuruhku untuk naik duluan jadi aku tahu kau akan mendekati mobil. Aku akan menelepon polisi jika ada yang tak beres. Kerja bagus, kan?"


    "Kau sungguh baik-baik saja?"

    "Aku baik-baik saja. Sudah kubilang... Kita akan melewati ini bersama."

    "Kau sungguh akan menuntutnya?"

    "Entah... Aku memberinya peringatan, tungguh dan lihat saja. Sejujurnya, aku tak ingin berurusan dengannya lagi."



    Saat semuanya sedang minum kopi, Jung Rok dan Yoon Seo gak ada. Sek Yang menduga mereka berdua sedang sibuk. 

    Pak Lee: Kurasa aku belum melihat Dan Byeonhosa-nim dari tadi.

    Hae Young: Katanya dia akan mampir ke pengadilan.



    Moon Hee datang tepat setelah itu dengan dandanan yang gak biasa. Semuanya melongo.



    CEO Yeon: Dan Byeonhosa-nim, kenapa ini? Apa kau membangkang gara-gara aku bilang untuk meningkatkan kinerjamu? Jika kau pikir ini akan membuatku takut, kau benar. Aku sangat takut.

    Moon Hee: Daepyo-nim, Anda sangat lucu. Maaf atas kinerjaku yang rendah. Kedepannya aku akan bekerja sesuai harapanmu, aku Dan-Moon-Hee. Aku akan bersungguh-sungguh."

    Moon Hee meng-copy gaya Yoon Seo yang mengepalkan kedua tangan.



    CEO Yeon: Kalian dengar itu? Apa aku satu-satunya yang takut? Bukankah ini menakutkan orang lain?

    Yoon Hyuk: Daepyo-nim, kenapa seperti ini? Aku sangat menyukai penampilan baru Dan Byeonhosa-nim. ada pepatah. "Tidak ada yang salah dengan transformasi wanita."


    Moon Hee: Baiklah kalau begitu. Aku bekerja dulu.

    Gerakan memberi hormatnya juga nyonto Yoon Seo.

    CEO Yeon: Jujur, aku takut. 

    Sek Yang: Tumben-tumbenan kau membela Dan Byeonhosa-nim.



    Yoon Hyuk tiba-tiba menghela nafas, "Ah.. Ini mengingatkanku pada masa lalu. Saat aku melakukan perjalanan ke Spanyol,"

    Keknya Yoon Hyuk sudah sering mentakannya soalnya semuanya kelihatan enggan mendengar.

    Yoon Hyuk gak peduli, ia tetap lanjut, "Aku muak dan bosan"

    CEO Yeon: Maksudmu penampilannya sama dengan gaya gipsimu?

    Yoon Hyuk: Tidak terlalu. Namun, saat ingin melepaskan diri sendiri tapi orang lain mencoba menghentikan, itu membuat ingin bertindak lebih.



    Saat masuk ke ruangannya, Yoon Hyuk dikagetkan dengan Moon Hee yang tiba-tiba aja ada disana.

    "Sedang apa di kruanganku?"

    "Ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Malam ini kau punya rencana?"

    "Entah... Tak ada yang istimewa."

    "Lalu, mau makan malam bersamaku?"



    Yoon Hyuk agak terkejut, "Ya?"

    "Aku berhutang minuman atas ukulele, ingat? Hari ini aku akan membelinya. Oh ya, kebetulan aku tahu hari ini ulang tahunmu. Jadi bagaimana kalau makan dan minum?"

    "Benar hadiah, kan?"

    "Ya?"


    Yoon hyuk ngakak, "Di hari ulang tahunku, kenapa aku harus minum denganmu? Hari ini aku punya rencana makan dengan ibuku. Karena tahun ini aku tak punya pacar, dan tak ada wanita yang kusukai, aku mereservasi restoran Prancis untukku dan ibuku. Oleh karena itu, traktir aku lain kali saja."

    Bahkan Yoon Hyuk mengusir Moon Hee. Moon Hee sedih mendengarnya.

    0 komentar

    Post a Comment