Thursday, March 14, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 11 Part 2

    Sumber: tvN




    Jung Rok menunggui Yoon Seo yang sudah berbaring. Yoon Seo menyuruh Jung Rok cepat tidur. Jung Rok mengiyakan, ia akan tidur setelah melihat Yoon Seo tidur.

    "Selama ini... aku belum bisa menceritakan kisah ini pada siapa pun. Karena sekarang aku sudah memberitahumu segalanya, hatiku terasa lebih nyaman."

    "Kau ingat apa yang kukatakan waktu itu? Orang yang melakukan kejahatan yang harus menderita. Korban harusnya tak menderita menggantikannya. Cepat lupakan kenangan burukmu, dan berbahagialah lebih dari orang lain."

    "Benar. Aku ingat."

    "Aku akan membuatnya. Membuatmu lebih bahagia dari siapa pun. Jadi, jangan takut, dan mari kita atasi... bersama."

    Yoon Seo akhirnya tersenyum, Jung Rok juga.




    Yoon Seo terbangun dan ia melihat Jung Rok tidur meringkuk disebelahnya. Hal itu membuat Yoon Seo tersenyum.



    Jung Rok bangun saat sinar matahari sudah menyinari wajahnya. Ia menoleh kebelang, tapi Yoon Seo udah gak ada.



    Jalanlah ia kedapur karena mendengar suara dan ternyata Yoon Seo sedang masak. 

    "Sedang apa?" Tanya Jung Rok. 

    "Apa lagi? Aku sibuk buat sarapan. Sebelum Byeonhosa-nim berangkat kerja 'kan harus sarapan."



    Yoon Seo meminta Jung Rok mencicipi Dwenjang Rebus buatannya. Jung Rok tak menyangka rasanya akan seenak itu. Yoon Seo puas. 

    "Ini kali pertama makan Dwenjang Rebus buatan rumah, kan?" Yoon Seo bertanya dengan yakin.

    "Ya. Rumah ini pasti akan populer dengan Dwenjang Rebusnya. Omong-omong, aku takkan menyebarkan rumor."

    "Ya. Kita harus bergegas makan. Lalu kita akan mampir ke rumahmu agar kau bisa ganti pakaian dan pergi bekerja bersama."

    "Baik."



    Yoon Seo akan memasukkan tahu sebagai langkah terakhir, tapi Jung Rok malah terus memandangnya. Yoon Seo menghentikan acara motong tahu.

    "Aku... Akan mengatasinya. Bersama Kwon Byeonhosa-nim."


    Dan seperti biasa, ia mengepalkan kedua tangan. Jung Rok mengikutinya.



    Kim Se Won menghadap Bujang-nim nya (Pimpinan devisi) membawa berkas.

    "Seperti yang Anda lihat, aku yakin Jung Ji Ho menggelapkan dana. Dia mengantongi jutaan won. Jika Anda membutuhkan lebih banyak bukti..."

    Bujang-nim marah, ia membanting berkas yang dibawa Se Won. "Bagaimana dengan Kasus Suap Baja Bujin yang kuminta kau selidiki?"

    "Bujang-nim, aku tak bisa membiarkan Jung Ji Ho berkeliaran seperti ini. Bukankah ini yang kau harap saat kau tempatkan aku pada kasus ini? Bahwa aku tak akan menyerah?"

    "Kau tak tahu siapa Choi Yoon Su? Dia kartu As dari Unit Kejaksaan Khusus. Dan ada di pihak Jung Ji Ho. Dia mungkin sudah menyuap penguji atau saksi. Pikirmu kau akan mendapat kesempatan?"

    "Anda takut pada Choi Yoon Su atau orang yang ada di belakangnya?"

    "Apa katamu?"




    Se Won terpaksa memasukkan semua Catatan Bukti penggelapan dana Jung Ji Ho kedalam kardus. Stafnya menghempiri, bertanya, apa benar Se Wom akan mengakhirinya seperti ini?

    "Aku tak tahu kapan, tapi kita akan buka kembali kotak ini. Mari pastikan menangkapnya."




    Yoon Hyuk menangani klien yang mengajukan gugatan cerai ke suaminya. Yoon Hyuk prihatin padahal wanita itu masih mencintai suaminya, ia pun menanyakan alasan wanita itu minta cerai.

    "Karena suamiku berubah. Biasanya dia segera mengatakan "aku mencintaimu" berkali-kali setiap jam 12. Belakangan ini, katanya dia sibuk dan hanya mengatakan 2 kali. Biasanya dia mangatakan 10 kali lebih sedikit."

    Yoon Hyuk agak bingung nih, "Ya?"

    "Bukan hanya itu. Suamiku mengenailku lebih baik daripada orang lain. Tapi beberapa hari yang lalu, katanya dia ingin nonton drama bersamaku dan beli ayam dalam perjalanan pulang."

    "Kenapa itu jadi masalah?"

    "Kita harus makan satu ayam per orang. saat kulihat dia mengunyah ayam dengan giginya, hatiku seperti hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa aku terus hidup bersamanya? Kita harus berpisah."

    "Maaf mengatakan ini padamu, tapi alasan perceraianmu tak seserius yang kukira. Dan tak ada cukup bukti bahwa suamimu benar-benar berubah."

    "Suamiku berubah! Dia pria jahat yang membuat hatiku sakit." Wanita itu mulai menangis.

    "Tentu saja, pria baik harusnya tak buat wanita menangis. Nah, tenanglah, silakan seka air matamu." Yoon Hyuk memberikan sapu tangan.


    Wanita itu menggunakan saputangan Yoon Hyuk untuk mengusap airmata juga membuang ingus, lalu mengembalikannya kembali sambil mengucapkan terimakasih.

    Yoon Hyuk gak mau nerima, "ANda bisa menyimpannya."


    Yoon Hyuk mengantar kliennya sampai di depan lift.


    Saat kliennya sudah masuk lift, Yoon Hyuk ditelfon mamanya. Mama mengingatkan kalau besok ultah Yoon Hyuk dan menanyakan hadiah apa yang Yoon Hyuk inginkan.

    "Tidak perlu. Ibu lahirkan putra sempurna sepertiku, akulah yang harusnya belikan Ibu hadiah. Baik. Sampai jumpa, Ibu. Dah."


    Moon Hee tak sengaja mendengar percakapan Yoon Hyuk dengan ibunya. Ia langsung berpikir.



    Moon Hee ke pantri dengan wajah ditekuk. Sek. Yang dan Hae Young yang ada disana heran. Sek. Yang tanya, apa ada yang Moon Hee khawatirkan? 

    "Itu... Jujur, belakangan aku jatuh hati pada seseorang."

    "Lagi?" Hae Young gak percaya.

    Sek Yang menganggapi, "Lalu?"

    "Itu,... besok hari bahagia untuk orang itu dan aku ingin memberi selamat padanya. Harus berikan hadiah apa sebaiknya?"

    Hae Young, "Hemmm..  Jika cinta sepihak, kau harus beri dia sesuatu yang sederhana agar dia tak merasa tertekan. Jika saling menyukai, lakukan sesuatu yang dapat memajukan hubungan. Misalnya, bisa beli makan malam."

    Moon Hee, "Itu... Sepertinya cinta sepihak, tapi mungkin dia juga menyukaiku. Kalian mau dengar?"


    Moon Hee menceritakan awal ketertarikannya dengan Yoon Hyuk dengan semangat.

    "Pertama, dia tampak seperti seorang pangeran saat aku dalam krisis dan membantuku. Kedua, aku bilang aku butuh sesuatu, dan dia memberikannya padaku sebagai hadiah."



    Mendengar kalau Moon Hee juga diberikan hadiah, Sek Yang komentar, "Mungkin kau tak salah kali ini. Sepertinya dia juga menyukaimu."

    "Sungguh?"

    Sek Yang mengangguk. 

    Hae Young, "Sepertinya dia benar-benar tertarik, jadi lakukan langkah pertama. Ajak dia makan malam besok."

    Moon Hee, "Bagaimana kalau minum? Pira itu menyuruhku mentraktir minum terlebih dahulu."

    Hae Young, "Baguslah. Kau harus berpakaian lebih cantik dari biasanya dan membuatnya jatuh cinta padamu."

    Moon Hee, "Tapi agar terlihat cantik, apa yang harus kukenakan? Aku tak pernah berpakaian dengan benar."

    Sek Yang, "Barangkali kau tahu seperti apa tipe wanita idamannya? Sepertinya kau harus mencoba terlihat semirip mungkin dengan tipe idamannya."



    Moon Hee memikirkan tipe wanita idaman Yoon Hyuk itu seperti apa, lalu muncullah Yoon Seo di depan penglihatannya. 



    Moon Hee kaget saat Yoon Seo balik menatapnya. Yoon Seo keluar, tanya apa ada yang ingin Moon Hee katakan padanya?

    "Tidak. Siapa?" Moon Hee langsung kabur. Yoon Seo sih gak ambil pusing.

    0 komentar

    Post a Comment