Wednesday, March 27, 2019

Sinopsis Kill It Episode 1 Part 1

    Sumber: OCN


    .:2001, Vladivostok:.

    Seorang anak kecil dengan pistol dipinggang berlari di tengah hutan. Ada narasi dari seorang pria berbahasa Inggris.

    "Aturan pertama. Jangan pernah membocorkan identitas klien. Aturan kedua. Jangan biarkan saksi mata hidup. Aturan ketiga.. Tetaplah hidup."




    Anak itu sampai di dekat target. Ia harus menembak sasaran dengan ban yang berayun sebagai halangan.

    Ada narasi dari pria lain, kali ini dengan bahasa Korea, "Kabarnya, ayahkulah yang ingin membunuhku. Aku hilang ingatan dan ditelantarkan. Pavel menampungku, seperti anjing yang dibuang."


    Anak itu menurunkan pistolnya bertepatan dengan datangnya seekor anjing.



    Seorang Pria bewokan mendekat, suaranya sama dengan suara narasi bahasa inggris tadi, "Aturan kedua. Jangan biarkan saksi mata hidup. Kill It (Bunuh dia)."

    Pria itu adalah Pavel.



    Anak itu menodongkan pistolnya pada si anjing, tapi ia gak sanggup membunuhnya. Pavel menghela nafas, lalu menodongkan pistol yang siap tembak. 



    Anak itu menghalangi, ia membelokkan arah tembakan Pavel.

    Sebagai gantinya, Pavel menodongkan pistol ke dada anak itu. 



    Beberapa saat kemudian kita melihat Pavel mengikat anak itu di pohon.

    "Keputusan ada padamu." Kata Pavel lalu pergi.

    Anak itu teriak, "Bawa aku! Pavel! Pavel!"


    Anak itu gak sadarkan diri, tapi ikatannya sudah lepas, sepertinya anjing tadi yang membantu.



    Saat anak itu terbangun, si anjing mendekat.





    Mereka bertatapan dan mata mereka warnanya sama.


    Kill It EPISODE 1

    .:2017, Busan:.



    Si anak sudah dewasa sekarang dan ia memakai kontak lens untuk menutupi warna mata aslinya.


    Dia adalah Kim Soo Hyun (Jang Ki Young).



    Soo Hyun pergi ke Vila Red Mafia. Disana orangnya sangar-sangar. Ia membetulkan lampu tapi sambil mengamati orang-orangnya, ia juga memasang camera diam-diam.



    Si bos yang bisa bahasa korea melemparkan uang ke koper peralatan Soo Hyun.


    Kemudian pria itu mengantar Soo Hyun keluar. Dalamperjalanan, pria itu mengajak Soo Hyun bicara, tapi Soo Hyun lebih asyik memandangi sekitar.

    "Sudah lama di korea?" Tanya Pria itu dan Soo Hyun masih saja diam. Pria itu kesal, "kau bisu?"

    Soo Hyun masih diem aja. Terakhir pria itu memerintahnya untuk merahasiakan tempat itu.


    Sampai di depan bangunan, pria itu menunjuk satu titik, "Di situ. kau tahu, bukan?"

    Soo Hyuk hanya melirik, lalu pria itu menyuruh Soo Hyun pergi.


    Pavel udah ubanan dan kayaknya kondisinya lagi kurang fit, kepalanya muter-muter gitu.


    Pavel menuju microwave, ada api menyala di dalamnya, ia mau mematikan, tapi bingung harus mencet tombol yang mana, akhirnya ia cabut aja colokannya.



    Kemudian ada suara gonggongan anjing. Mata Pavel penuh waspada, ia mengamati sekitar. Saat mengintip melalui celah tirai jendela ada dua orang mencurigakan.


    Lalu terdengarlah suara gedebuk dari dalam rumah. Pavel mempersiapkan pistolnya, ia menuju ke ruang bawah tanah.


    Disana ada Soo Hyun, dibalik rak. Soo Hyun juga memegnag pistol, ia siap-siap juga.



    Tiba-tiba Pavel menembak, Soo Hyun langsung menghindar. 

    "Hei, Pavel. Ini aku. kau melupakanku lagi?" Teriak Soo Hyun menggunakan bahasa inggris. 

    Pavel tetap menembak. Soo Hyun menyerang balik, tapi bukan menembak ke arah Pavel, ia menembak benda-benda yang kiranya bisa menghalangi jarak tembak Pavel.

    Pavel gak mau menyerah, terjadilah baku tembak.



    Soo Hyun udah frustasi, "Pavel, cukup. Please!"

    "Siapa yang mengutusmu?" Tanya Pavel 

    Dan adu tembak terjadi lagi.


    Pavel berhenti saat sudah mendekati Soo Hyun, "Katakan siapa yang mengutusmu, dan akan kubiarkan kau hidup. Tapi kau akan tetap kehilangan tangan dan kakimu bagaimanapun juga."


    Tiba-tiba Soo Hyun ada dibelakagnya, menodongnya dengan pistol, "Aturan pertama. Jangan pernah membocorkan identitas klien. Tebak siapa yang mengajarkanku itu?"


    Pavel menampik tangan Soo Hyun, Soo Hyun melawan, terjadi perkelahian yang menyebabkan kedua pistol mereka terjatuh.


    Pavel mengeluarkan pisau dan ia berhasil menusuk bahu kanan Soo Hyun. Soo Hyun melawan dam akhirnya ia bisa melumpuhkan Pavel.




    "Pingsan saja jika tidak kuat." Kata Soo Hyun dalam bahasa Korea.

    Pavel akhirnya pingsan.



    Saat tersadar, Pavel sudah ada di tempat tidurnya dan ia seperti habis mimpi buruk. Ada infus menancap di bahunya. Pavel langsung melepasnya.

    Pavel membuka laci, ia mengeluarkan foo yang sudah usang.



    Pavel kembali lagi ke ruangan bawah tanah, Pavel memandangi foto itu.

    Kilas Balik..




    Soo Hyun kecil menggeledah laci yang tepat berada di depan Pavel duduk saat ini, ia menemukan foto itu. Tapi Pavel merampasnya. 



    "Kembalikan. Kembalikan, Pavel." Kata Soo Hyun sambil merebut fotonya tapi Pavel gak memberikannya. 

    "Aturan kedua. Jangan biarkan saksi mata hidup. Di mana pun kau, bersama siapa pun, mereka akan menemukanmu. Bersikaplah bijak."


    Lalu Pavel menyobek foto itu menjadi empat dan membuangnya.

    Soo Hyun menatap Pavel penuh kebencian.

    Kilas Balik selesai...


    Pavel menunjukkan wajah menyesal.



    Soo Hyun menjahit lukanya sendiri. Saat itu temannya menelfon dengan panggilan video. Philip (Nama temannya) bertanya, "kau tidak apa?"



    "Ya, bagaimana dengan permintaanku?"

    "Sedang kuurus." Jawab Philip sambil menunjukkan pistol. Philip bicara sambil mengemas pistol-pistol ke dalam kotak, "Kudengar kau juga menutup usaha di Seattle dan Busan. Kau yakin mau melakukannya di Vladivostok juga?"

    "Kenalkan saja aku ke pedagang senjata."

    "Kau yakin mau menjual semua ini? Aku bisa merekomendasikan hunian lansia. Pilih saja di Korea atau Rusia. Jika tidak suka, kau bisa ke AS atau Australia. Bahkan aku bisa mencarikan di Eropa Utara kalau kau mau. Akan kucarikan tempat untuk Pavel."

    "Kenapa? kau ingin orang-orang di sana dibunuh juga? Kututup."

    "Tunggu. Dengar baik-baik. Sebenarnya, aku punya pekerjaan menarik untukmu. Kau akan menyia-nyiakan bakatmu?"

    "Aku tidak bekerja untuk sementara."

    "Dengarkanlah. Ini proyek jangka panjang. Hebatnya, dari wanita Korea. Suaranya indah sekali. Sangat seksi. Intinya, tawaran pekerjaannya bagus. Ini yang terbaik. Pembunuh yang sakit Alzheimer. Itu layak masuk berita."



    Soo Hyun mengancam, "Philip, tamat riwayatmu jika macam-macam."

    "Apa aku pernah macam-macam?"

    "Pikirkanlah sekali saja. Bayarannya..."

    Soo Hyun langsung menutup telfonnya.



    Sekarang Soo Hyun sedang menonton video dari kamera yang ia pasang diam-diam di Vila Red Mafia. Terdengar langkah kaki mendekat, Soo Hyun langsung merubah tontonannya.



    Saat Pavel duduk dibelakangnya, Soo Hyun menatap foto seseorang. Pavel menjelaskan, "Karimov, dia dari Red Mafia Moskwa. Ahli dalam perdagangan seks dan narkoba. Targetnya... Kor... Kor... chev..."





    "Kau lupa targetnya?"

    "Tidak."

    "Akui saja penyakitmu."

    "Aku masih sempat membereskan targetnya."

    "Tidak, biar aku saja. Setelah beres..."

    "Sudah waktunya. Saatnya kau mandiri. Pergilah."

    "Jika usiaku masih 11 tahun, aku pasti agak takut. Tapi.. ini sudah 17 tahun."

    "17 tahun. Ya."



    Pavel mengeluarkan foto yang tadi dan memberikannya untuk Soo Hyun, "Setelah aku hilang ingatan, aku ragu memperlihatkan ini kepadamu."

    Soo Hyun menerimanya.

    Pavel melanjutkan, "Mungkin itu keluargamu."



    Pavel bangkit setelah minum, ia jalan melewati Soo Hyun. Tiba-tiba Soo Hyun berkata, "Kau keluargaku. Bukan mereka."

    Pavel memandang Soo Hyun, "Aku tidak tahu ingatanmu sudah pulih atau belum. Orang yang memintamu dibunuh.. adalah ayahmu."

    "Kenapa saat itu kau tidak membunuhku?"

    Pavel hanya diam, lalu berkata "Pergilah. Seharusnya aku tidak pernah menampungmu."




    "Ya... Sudah terlambat untuk menyesal." Soo Hyun jalan mendekati Pavel, lalu memberikan foto ke tangan Pavel, "Pilih yang kau sukai. Aku suka.. Vladivostok. Memancing di sana asyik sekali."

    Soo Hyun memegang pundak Pavel lalu jalan membekanginya.

    1 komentar: