Thursday, February 28, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 7 Part 2

    Sumber: tvN



    Besoknya, Yoon Seo terbangun karena suara alaram ponselnya. Ia masih gak sadar kalau semalam ia ketiduran di sofa.

    Lalu Yoon Seo melihan pesan dari Jung Rok, barulah ia sadar apa yang ia lakukan semalam. 



    Yoon Seo memikirkan apa yang kira-kira mau JunG Rok katakan padanya. 

    "Aku benci wanita sepertimu."
    "Mari jangan pernah bertemu lagi?"

    Yoon Seo kesal sendiri dan memukuli sofa.



    Hyuk Joon datang menjemput. Yoon Seo langsung minta amplop putih, ia mau menulis surat pengunduran diri.

    "Surat pengunduran diri?"

    "Mulai sekarang takkan kerja lagi. Tidak, aku tak bisa pergi."

    Yoon Seo menangis.



    Jung Rok datang ke kantor dan ia tidak melihat Yoon Seo di mejanya.

    Lalu CEO Yeon kelar dari ruangannya untuk menyampaikan sesuatu.

    "Kwon Byeonhosa-nim, syukurlah... Barusan sepupuku menelepon. Katanya hari ini Yoon Seo-ssi tak bisa kerja."

    Jung Rok: Apa?

    Sek Yang: Kenapa? Apa dia sakit?


    CEO Yeon: Sepertinya tidak. Aku bilang... akan membawa bunga dan bubur buat menengoknya. dan katanya dia tidak sakit, tapi punya masalah pribadi. Dia berusaha menghindari membicarakannya. Kukira ada alasan lain. 

    Hae Young: Mungkin dia hanya ingin mengambil hari libur.




    Sek. Yang: Tidak mungkin. Yoon Seo-ssi sepertinya bukan orang yang tak bertanggung jawab.

    CEO Yeon: Yang Biseo, apa ini? Tumben-tumbenan mihak Yoon Seo-ssi.

    Sek. Yang: Aku harus mengakui, selama ini dia memang bekerja sangat keras.

    Pak Lee: Benar. Kali pertama, aku juga memiliki prasangka terhadapnya karena dia selebriti, tapi selama kasus Yoon Ha waktu itu dan Kasus Im Yun Hee baru-baru ini, dia tampak seperti orang yang baik. Dia seperti orangan sawah yang hanya berdiam diri tapi dengan tulus berdiri di tengah ladang pada musim gugur. 

    Semua gak ngerti maksud ungkapan Pak Lee itu, tapi hanya CEO Yeon yang menanggapinya.

    CEO Yeon: Orang-orangan sawah sepertinya agak aneh.



    CEO Yeon menatap Jung Rok dan Jung Rok memasang wajah tak biasa. 

    "Kwon Byeon, ada apa dengan wajahmu? Apa ada masalah antara kau dan Yoon Seo-ssi?" Curiga CEO Yeon. 

    "Tidak."

    "Sepertinya benar... Saat ini wajahmu mematikan semua sinyal. Apa dia lelah karena kau memberinya banyak kerjaan?"

    "Apanya? Tidak seperti itu."

    "Tidak? Jika ini bukan masalah pekerjaan, apa masalah hubungan? Bagaimana jika ternyata keduanya berkencan atau semacamnya?"

    CEO Yeon mengakhirinya dengan tertawa, tapi Jung Rok menanggapinya dengan serius, tapi ia gak mau menjawab.


    CEO Yeon: Aigoo, apaan... Cuma bercanda. Kau bahkan tak terhibur. Dia sangat berbakat, tapi humornya mengerikan. Sangat mengerikan!


    Masuk ke ruangannya, Jung Rok menelfon Yoon Seo, tapi ponsel Yoon Seo gak aktif. 



    Jung Rok mencari Data diri Yoon Seo ditumpukan berkas di mejanya. Tapi itu saja gak cukup, Jung Rok kepikiran dengan saran Se Won untuk membawa hadiah kalau mau mengakui perasaan.




    Jung Rok pun mencari di internet dan menemukan video interview Yoon Seo. 

    "Sekali lagi, suatu kehormatan bagiku. Akan tetapi, aku salah mengerti. Aku merasa kau lebih suka makan di restoran mewah. Tapi kita ada di warung ceker."

    "Aku sangat suka ceker di sini. Ini dekat rumahku, jadi aku terkadang membawanya. Dan rasanya lebih enak jika kau memakannya saat kau sedang sedih."

    "Yoon Seo-ssi, pria seperti apa yang kau sukai? Aku punya perasaan kau akan menyukai orang kompeten yang benar-benar tampan."




    "Tidak, aku tak mempedulikan wajah. Aku lebih suka pria yang tahu cara menyentuh hatiku. Misalnya, pria yang memberiku surat tulisan tangan. Alangkah baiknya jika dia mengajakku berkencan dengan surat tulisan tangan. Bukankah kelihatan sangat romantis?"

    "Surat tulisan tangan? Bagaimana bisa..." Jung Rok sudah akan menyerah.



    Yeon Daepyo terpaksa turun tangan. 

    "Bikin gila. Kenapa dia tak pergi bekerja? Apa alasannya?"

    "Aku pun tak tahu. Dia tak memberitahuku alasannya. Dia tak akan keluar dari kamarnya. Bagaimana ini? Lee Jagga bilang dia akan memberi Yoon Seo kesempatan hanya jika dia bekerja di sebuah firma hukum setidaknya selama tiga bulan. Tapi sepertinya Yoon Seo akan menyerah. Dan itu tak seperti kita dapat menemukan firma hukum lain yang bisa menyimpan rahasia sebaik tempat ini."

    "Jangan khawatir. Ada aku. Akan kulakukan sebisaku untuk membuatnya kembali bekerja."

    "Aku tak yakin Anda dapat melakukannya."

    "Hei, aku Yeon Jun Seok. Aku Yeon Jun Seok, CEO Yeon Entertainment. Kau pernah lihat orang yang lebih baik dariku dalam menangani Yoon Seo?"

    "Tidak."

    "Percayakan padaku."



    Yeon Daepyo masuk ke kamar Yoon Seo bersama Hyuk Joon, tapi Yoon Seo bahkan tak melihat mereka. 

    "Aku sudah mendengar... Katanya kau ingin berhenti bekerja di firma hukum."

    "Ya. Aku tak akan bekerja lagi. Tidak, aku tak bisa bekerja di sana lagi."

    "Baik, pemikiran yang bagus. Kau harus berhenti."



    Semuanya jelas terkejut dan Yoon Seo akhirnya duduk.

    Yeon Daepyo: Kenapa kalian berdua sangat terkejut? Jika dia tak ingin bekerja di sana, ya jangan. Aku paham dia melakukan ini agar dapat berakting lebih realistis. Tapi dia adalah dewiku, dewimu, dan dewi alam semesta. Jelas tak akan mudah untuk bekerja di sebuah firma hukum selama tiga bulan. Sejujurnya, aku tak pernah tidur nyenyak sesudah kau mulai bekerja di sana. Aku selalu khawatir betapa sulitnya kau. Jadi, kau harus berhenti bekerja di sana. Berhenti saja.

    Hyuk Joon: Maka dia tak akan bisa memerankan pengacara dalam drama Lee Jagga.


    Yeon Daepyo: Apa itu sangat penting? Dia bisa memainkan peran sebagai wanita pengangguran nanti. Begitu dia berhenti dari firma hukum dan gagal membuat comeback dengan drama Lee Jagga, dia akhirnya harus beristirahat di rumah selama bertahun-tahun. Lalu aku yakin dia akan bisa memainkan peran yang membosankan, betapa bagusnya peran wanita pengangguran. Wajahnya akan membosankan sepanjang waktu. Bukankah begitu Yoon Seo?




    "Daepyo-nim."

    "Kenapa? Kau mendadak ingin kembali bekerja?"

    "Tidak. Sekarang juga, aku hanya ingin mengusirmu. Saat ini tuh aku sedang kesal. Kenapa kau mencoba mengancamku? Kau pikir aku takkan paham?"

    "Yoon Seo, kau jadi cerdas sesudah bersosialisasi."

    "Dan aku jadi pemarah juga." Yoon Seo mengatakannya sambil memukuli Yeon Daepyo dengan bantal.


    Yoon Seo kesal, ia melahkah keluar. Hyuk Joon bertanya, mau kemana?

    Karena masih kesal, Yoon Seo pun membentak, "Cari udara segar!"


    Hyuk Joon akan memberikan tumpangan, tapi Yeon Daepyo mengingatkan, "Hei, kau tak kenal dia? Dengan sifat keras kepalanya, kita tak bisa berbuat apa pun. Mari kita lihat apa yang terjadi."



    Jung Rok ke toko alat tulis untuk membeli kartu ucapan. Dan pilihannya jatuh pada kartu warna pink. Ia ingat kalau Yoon Seo suka warna Pink.



    Lalu ia ke kafe untuk menulis suratnya.

    "Oh Jin Sim-ssi, surat ini untukmu. Aku Kwon Jung Rok, kali pertama melihatmu pada 6 Februari 2019 di kantor sekretaris Firma Hukum "ALWAYS" yang berlokasi di Seocho-gu - Seoul. Saat kita berinteraksi satu sama lain berkali-kali melalui pekerjaan dan makan bersama sekitar enam kali,

    Aku menyadari bahwa perasaanmu tidaklah palsu. Aku menyadari sebenarnya adalah tulus. Karena itu, aku, Kwon Jung Rok, memintamu, Oh Jin Sim, untuk secara resmi berkencan bersamaku. Dan kuharap kau memberiku persetujuanmu."

    Jung Rok menghentikannya, "Aku mungkin juga menulis surat kepada hakim."



    Karena kesal, Jung Rok mengacak-acak rambutnya sambil mengeluh. Tapi ia mendapat tatapan aneh dari pengunung kafe yang lain.


    Jung Rok menghela nafas, lalu mencoba menulis lagi.



    Yeo Reum melihat berita mengenai kasus Im Yun Hee. Tapi tiba-tiba ia mengernyit memegangi perutnya. Yeo Reum lalu minum obat.

    Staf-nya mengajak makan, tapi Yeo Reum bilang lagi gak nafsu makan, mereka pun makan berdua.



    Di kantin Se Won melihat staf Yeo Reum, ia pun bergabung dengan mereka.




    Se Won basa basi sebentar, lalu menanyakan Yeo Reum, apa ada janji makan? 

    "Tidak, ada di kantornya. Dia tak nafsu makan." Jawab Staf wanita.

    "Sepertinya dia benar-benar stres karena Kasus Im Yun Hee. Akhir-akhir ini dia jarang makan." Imbuh Staf Laki-laki. 

    Se Won terlihat khawatir. 




    Yoon Seo mampir ke warung ceker favorite-nya. Pemilik mengenali Yoon Seo, Yoon Seo langsung memintanya diam.



    Saat Pemilik sedang menyiapkan pesanan Yoon Seo, Jung Rok datang dan langsung megenali Yoon Seo. Yoon Seo menyangkalnya tapi beberapa detik kemudian ia sadar kalau yang memanggilnya adalah Jung Rok. 




    Yoon Seo kabur, Jung Rok segera mengejarnya sambil bilang kalau mereka butuh bicara.

    Sampai akhirnya Jung Rok berhasil mengangkap Yoon Seo. 



    "Kenapa kau mengejarku? Serius!"

    "Yah... Mari kita bicara."

    0 komentar

    Post a Comment