Friday, February 8, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 3

    Sumber: tvN



    Yoon Seo makan Salguksu di mobil. Lenguhannya menandakan kepuasan yang sangat.

    "Enak dan hangat, kan? Dan mie tak lembek. Oppa berusaha sangat keras untuk mencegah mie lembek sehingga kau bisa makan dalam kondisi terbaiknya."

    "Oppa benar-benar yang terbaik. Akhirnya aku merasa sedikit lebih baik sekarang."

    "Kukira itu sepadan dengan usahaku. Tapi kenapa kau tak makan siang dengan rekanmu?"

    "Bagaimana aku bisa makan bersama mereka sesudah apa yang terjadi kemarin?"

    "Aigoo. Omong-omong, apa pengacara kasar itu meminta maaf?"



    "Dia tak meminta maaf. Sebaliknya, dia bilang dia tak melakukan kesalahan."

    "Bedebah sialan itu pasti sudah gila. Jika aku bertemu dengannya, kupastikan akan memberinya pelajaran."




    Tiba-tiba Yoon Seo melihat Jung Rok keluar mobil, ia langsung mengajak Hyuk Joon menunduk. 

    "Dia di sana."

    "Siapa? Apanya?" Hyuk Joon bingung. 

    "Pengacara yang kasar."

    "Apa? Berandal sialan..."

    "Tahan amarahmu."



    Tapi setelah melihat Jung Rok, Hyuk Joon malah melunak karena Jung Rok sangat tampan. 

    "Dia tak tampan. Lihatlah baik-baik."

    "Sudah kulihat baik-baik, dan dia masih sangat tampan."

    Yoon Seo terpaksa menunjukkan tatapan mautnya, Hyuk Joon pun segera meralat omongannya.

    "Nah, sekarang sesudah kupikirkan lagi, dia memang terlihat seperti musang. Kenapa kau bersembunyi?"

    "Apa? Bukankah sudah jelas? Karangan ceritaku adalah aku mulai lagi dengan pekerjaan ini. Apa yang akan dikatakan mereka jika melihat dengan manajerku. Juga, makan Salguksu di dalam mobil sangat tak elegan. Aku harus segera pergi. Seorang sekretaris yang sempurna tak pernah meninggalkan posisinya."



    Bahkan setelah Yoon Seo keluar, Hyuk Joon masih memuji Jung Rok yang sangat tampan dimatanya. 



    Setelah makan siang, orang-orang berkumpul di ruang tengah. Pak Lee mngantongi sebuah stiker.

    Hae Young: Kenapa Oh Yoon Seo-ssi tak makan bareng kita?

    Eun Ji: Sebenarnya, bukannya dia tak mau bergabung bersama kit. Dia pasti malu jatuh di depan kita tadi malam.



    Kebetulan Jung Rok kembali saat itu dan mendengar percakapan mereka.

    Moon Hee: Menilai dari apa yang dia katakan saat mabuk, dia tak bisa makan sendiri. Aku penasaran dengan siapa dia akan makan hari ini?

    Hae Young: Apa dia akan minum teh air mata lagi? Kulihat dia meminumnya untuk makan siang setiap kali Kwon Byeonhosa-nim tak ada.


    Jung Rok hanya mendengarkan sampai itu, lalu ia masuk. Beberapa detik kmudian Yoon Seo menyusulnya.

    "Kau sudah datang." Kata Yoon Seo.

    "Ya."

    "Kenapa berdiri di sini? Apa ada sesuatu yang kau butuhkan?"

    "Ayo makan siang."

    "Ya?"



    "Kau mabuk kemarin, bagaimana jika makan Salguksu?"

    "Salguksu? Sepertinya aku tak perlu memakannya."

    "Sungguh? Kenapa? Aku sedang diet."

    "Diet? Ya, mendadak aku perlu melakukan itu."

    "Oh. Lalu, permisi."

    Jung Rok pun masuk ke ruangannya.


    Yoon Seo heran, kenapa tiba-tiba begitu? Dan ia sedikit kesal karena Jung Rok tidak menawarkan lebih awal tadi. 





    Yoon Hyuk menikmati makan siangnya dengan tenang. 

    Tak sengaja ia melihat Moon Hee di luar sedang memakai lipstik. Lalu ia memasukkan jari ke mulut setelahnya.

    Yoon Hyuk: Apa itu? Ada apa dengannya?



    Moon Hee masuk dan ia langsung disapa oleh pegawai paruh waktu disana. Moon Hee mulai bersikap manis.

    "Ya, halo." Balas Moon Hee.

    "Sandwich oat dengan saus mustard madu (honey), kan?"

    "Ya "honey"."

    Pegawai itu menatapnya enuh tanya. Moon Hee langsung meralat ucapannya, "Ya, benar pesan itu. Bagaimana kau mengingatnya?"

    "Kenapa tidak? Kau pelanggan istimewa."

    "Pelanggan istimewa?"


    Pegawai itu mengatakan kalau Moon Hee sangat mirip dengan neneknya.

    "Nenekmu?" Moon Hee kecewa.

    "Kau merasa seperti keluarga bagiku, bisakah aku memanggilmu "Bibi" mulai sekarang?"

    "Baik."



    Moon Hee mengalihkan pandangannya dan saat itu ia melihat Yoon Hyuk tepat menatap dirinya. Moon Hee langsung kabur.


    Yoon Hyuk mengejarnya. 

    "Dan Byeonhosa-nim, bisa-bisanya mengabaikan orang seperti itu? Kenapa kau mengabaikanku?"



    AKhirnya Moon Hee berhenti, "Tolong lupakan semua yang kau lihat di sana."

    "Apa itu? Aku sibuk makan sandwich daripada memperhatikan sekitar."

    "Benar, kah?" Moon Hee mulai sumringah, lega. Tapi kemudian..

    "Ya. Yang kudengar adalah pekerja paruh waktu Yang kau sukai bilang kau terlihat seperti neneknya, dan dia ingin memanggilmu "Bibi" mulai sekarang. Selamat sudah mendapatkan keponakan baru!"

    "Cukup."

    "Jangan terlalu terluka karenanya. Kau akan segera jatuh cinta lagi sebentar lagi. Karena itulah kau." 

    Moon Hee kesal, ia langsung lari.




    Yoon Seo masuk ke ruangan Jung Rok, menawari kopi. Jung Rok bilang tida suah.

    "Ini jam 3 sore, jam ketika orang merasa paling lelah. Akan kubawa secangkir dengan cepat untuk meningkatkan produktivitas kerjamu."

    Yoon Seo pergi setelah mengatakannya.

    "Padahalmah tak perlu..." Gumam Jung Rok.




    Di Pantry, Moon Hee curhat pada Hae Young kalau ia ketahuan oleh Yoon hyuk diantara semua orang.

    "Harus bagaimana lagi? Lagian ini bukan pertama kalinya."

    "Apa katamu? Jika aku lebih cantik, jika aku secantik dan langsing Oh Yoon Seo-ssi, Aku tak akan diperlakukan seperti ini. Aku yakin dia tak pernah dipermalukan seperti ini sebelumnya."

    "Tentu saja tidak. Lihat saja Kwon Byeonhosa-nim. Juga, banyak selebritas pria secara terbuka bilang bahwa dia adalah wanita ideal mereka. Dia sangat populer."

    "Benar, tak heran kenapa dia dikabarkan berhubungan dengan putra CEO konglomerat."




    Nah tepat saat itu Yoon Seo masuk dan mendengar mereka. Ia refleks menghentikan langkahnya.

    Moon Hee: Menurutmu, apa yang terjadi?

    Hae Young: Dengan skandal narkoba?

    Moon Hee: Dia diputuskan tak bersalah.

    Hae Young: Tidak bukan itu. Aku ingin tahu hubungannya dengan putra CEO konglomerat. Kenyataan dia ada di tempat kejadian.

    Moon Hee: Benar. Dia tak akan berada di sana bersama orang asing. Aku melihat di tabloid baru-baru ini..






    Jung Rok tak sengaja melihat kejadian itu.

    Yoon Seo masuk untuk menghentikan mereka dan ia pura-pura gak denger apapun dan masih bisa ketawa-tawa bareng mereka. 

    Jung Rok menunjukkan kekagumannya.




    Yoon Seo mengantarkan kopi untuk Jung Rok, spesial buatannya. Jung Rok mengucapkan terimakasih dengan sopan.

    Yoon Seo terus menunjukkan senyumnya selama di ruangan Jung Rok.



    Jung Rok terus memperhatikannya sampai kembali ke tempat duduknya. Saat itu Yoon Seo menunjukkan ekspresi hatinya yang muram.




    Saat pulang pun Yoon Seo masih muram. Hyuk Joon tanya, kenapa? Jung Rok membuatnya sulit lagi? Hyuk Joon siap memberitahu Yeon daepyo untuk meminta menukar pengacara untuk Yoon Seo kalau memang perlu. 

    "Tidak apa-apa. Seperti yang kukatakan, aku akan menjadi sekretaris terbaik dan membalas dendamku padanya. Aku mendapat banyak hal hari ini. Aku menghubungkan teleponnya, menguasai mesin fotokopi, dan bahkan membawakannya secangkir kopi yang sempurna."

    "Aku bangga padamu."



    Hyuk Joon memberitahu kalau besok Yoon Seo harus pulang pergi sendiri ke kantor, ia tak bisa antar-jemput.

    "Kenapa?"

    "Ada pelatihan pertahanan sipil."

    "Besok aku bagaimana?"

    "Naik taksi."

    "Tapi aku tak suka taksi. Aku benci ketika pengemudi mengenaliku juga."

    "Makanya itu, aku berniat memberimu sopir, tapi semua manajer sibuk besok."

    "Baiklah. Akan kuurus masalah besok sendiri, semoga sukses di pelatihan."

    "Baik."



    Yoon Seo: Tapi, Oppa. Kau bertugas di militer?

    Hyuk Joon: Tentu saja. Kau anggap aku apa? Aku bertugas di salah satu unit terberat. Sepertinya aku terlalu lambat. Biarkan aku mempercepat sedikit.

    Maka Hyuk Joon pun mempercepat laju mobilnya.


    Se Won sedang membaca file saat Jung Rok kembali. Se WOn tak menyangka Jung Rok bakal pulang awal. 

    "Sudah makan?" Tanya Se Won. 

    "Belum."

    "Itu sebabnya aku menyiapkannya. Aku teman sekamar yang sempurna, kan? Tidakkah kau berharap aku terus disini?"

    "Keluar secepatnya."

    "Haruskah kau sekeras itu?"



    Jung Rok akan menuju kamarnya, Se Won membahas seoal Yeo Reum, "Yeo Reum mungkin akan mengajakmu minum segera. Dia mungkin stres gara-gara aku. Kau harus..."

    "Jangan menyeretku kedalam urusanmu..."

    "Kenapa? Yeo Reum menyukaimu. Dia mempercayai dan mengandalkanmu."

    "Jika itu masalahnya, dari awal dia akan memilihku daripada kau."

    "Benar.

    "Jangan menyombongkan. Aku benci."





    "Berhentilah seperti itu. Nada sedikit marah itu. Jika bukan aku, tidak akan ada orang yang bisa mengerti kau. Sekretaris barumu akan kesulitan menyesuaikan diri karena kepribadianmu."

    "Terserah."




    Jung Rok masuk ke ruang kerjanua, saat ia mengeluarkan file yang dipinjam Yoon Hyuk ia langsung ingat pada Yoon Seo. Ia ingat bagaimana ia memperlakukan Yoon Seo dan bagaimana Yoon Seo menyembunyikan perasannya selama ini.


    Jung Rok menghela nafas, ia meniup rambutnya.



    Yoo Seo akan menyetir sendiri ke kantor, ia keren banget meliuk-likukkan setir mobil. Eh.. tapi itu cuma pemanasan, sebenarnya mobilnya belum jalan.

    "Baik. Begitulah caraku harus mengemudi. Baiklah. Selama aku tak gugup...  Aku akan bisa sampai di sana dengan aman. Ready... Action!"




    Yoon Seo berhasil keluar dari halaman rumah, tapi saat di jalan raya ia mendapat banyak klaksok karena mobilnya jalannya pelaaaaaan banget. 

    Salah satu pengemudi marah-marah, "Mengemudilah dengan benar!"

    "Aku juga ingin mengemudi dengan benar." Gumam Yoon Seo tanpa memandang pengemudi itu.

    "Turunkan jendelamu. Turunkan jendelamu. Turunkan ke bawah!"




    Yoon Seo tidak menganggapinya dan itu membuatnya marah. Pengemudi itu langsung maju ke depan mobil Yoon Seo tanpa peringatan dan setelahnya ia sengaja ngerem mendadak menyebabkan Yoon Seo menabraknya.

    Yoon Seo ketakutan, ia langsung membayangkan dirinya masuk di berita lagi karena kecelakaan ini. Yoon Seo panik karena bakalan terlibat skandal lagi. 

    "Bagaimana ini..."

    0 komentar

    Post a Comment