Thursday, February 7, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 1 Part 2

    Sumber: tvN



    Yeon Daepyo langsung menghubungi kenalannya yang mempunyai firma hukum. CEO Yeon Joon Gyu.

    CEO Yeon: Pelatihan kerja lapangan? Kau pikir firma hukum kami akademi akting? Ini tempat menangani hukum sakral. Jika menelepon untuk meminta bantuan konyol seperti itu, kututup.

    Yeon Daepyo: Oh Yoon Seo akan melakukannya.

    CEO Yeon: Aku tak peduli seperti apa Yoon Seo itu. Katakan padanya untuk datang kerja mulai besok. Aku akan bekerjasama dengannya dengan pengacara paling kompeten di sini. Kau mengerti? Aku melakukan ini karena kau. Tidak perlu berterima kasih.

    CEO Yeon langsung mematikan telfon. 



    Ia bergembira banget, harusnya ia yang berterimakasih. 

    "Dewiku, dewimu, dewi alam semesta! Oh Yoon Seo. Astaga, tak bisa kupercaya. Oh Yoon Seo akan datang. Oh Yoon Seo datang ke firma hukum kita. Oh Yoon Seo akan mulai bekerja mulai besok. Wah, Daebak. Oh Yoon Seo. Oh Yoon Seoku..."




    Bahkan CEO Yeon langsung berlatih bagaimana nanti ia harus memberi salam saat Yoon Seo datang.

    "Halo. Aku CEO dari "ALWAYS" Firma Hukum, Yeon Joon Gyu. Senang bertemu denganmu."

    CEO Yeon berlatih di depan cermin soal gestur tubuh yang baik saat menyambur Yoon Seo besok. 



    CEO Yeon mulai berkeliling, mencari Pengacara yang pas untuk dipasangkan dengan Yoon Seo. 

    Kandidat pertama adalah Pengacara Dan Moon Hee. CEO Yeon mengintip Moon Hee yang sedang berdiskudi dengan klien.



    Klien Moon Hee bicaranya udah seperti gangster.

    Klien: Aku meminjam uang itu sementara. Aku tak bisa mengembalikannya karena tak punya uang.

    Moon Hee: Ya. Tapi... Memang benar Anda punya gedung di gangnam, kan?

    Klien: Kau tahu berapa banyak uang untuk membesarkan anak-anak? Kau tak punya anak, kan?

    Moon Hee: Tidak.

    Klien: Bagaimanapun, mohon bantuannya.

    Moon Hee: Baik. Akan kucoba yang terbaik dan membuatnya terlihat seperti Anda bukan pria tanpa hati nurani.

    Klien: Apa? Kau baru saja bilang aku tak punya hati nurani?

    Moon Hee: Tidak.

    Moon Hee mulai mengkerut lagi.


    CEO Yeon mengeliminasi Moon Hee karena terlalu penakut, tak boleh dipasangkan dengan Oh Yoon Seo.




    Kandidat kedua adalah Pengacara Choi Yoon Hyuk.

    Nah ini baru bener. Yun Hyuk berkarisma banget saat berdiskusi dengan kliennya, ia juga perhatian sampai membuat klien klepek-klepek.

    "Byeonhosa-nim, sudah menikah?" Tanya Klien.

    "Mana mungkin begitu."





    Yoon Hyuk mendapat telfon, ternyata dari ibunya, ia langsung menjauh. Disini mulai terlihat cela-nya. Yun Hyuk manja banget sama ibunya.


    CEO Yeon: Astaga. Tak boleh. Aku tak bisa membuat Yoon Seo bekerja di bawah anak mami.

    Kim Hae Young tiba-tiba mneyahut, "Makanya itu. Anak mami menyusahkan orang di sekitarnya."

    "Makanya itu~"



    Saat CEO Yeon sadar, ia terkejut, kapan Hae Yeong ada disampingnya? 

    "Baru saja. Omong-omong, siapa Yoon Seo-ssi?"

    "Bukan siapa-siapa."


    CEO Yeon menjauh, mencari kandidat terakhir, Pengacara Kwon Jung Rok.




    Saat ini Jung Rok tidak ada di kantor, ia ada sidang.

    Dalam pembelaannya, Jung Rok menjelaskan, "ETRI, organisasi paling terkemuka di Korea sudah mengakui klaim terdakwa. Perihal informasi yang dianggap rahasia oleh jaksa, sudah mengirimkan laporan yang menolak sifat dan kegunaan ekonomi dari konten tersebut. Karena itu, informasi tersebut tak dapat dilihat sebagai rahasia. Saya meminta yang mulia memutuskan terdakwa tak bersalah."

    Dan Hakim memutuskan klien Jung Rok tidak bersalah.





    CEO Yeon bergumam, "Meskipun semangatnya sedikit, dia bintang dari firma hukum kita. Dia nomor satu dalam persentase kemenangan."

    Hae Young ternyata mengikutinya dan kembali menyahut, "Akan memilih Kwon Byeonhosa-nim?"

    "Haruskah begitu?"

    Setelah melihat Hae Young, CEO Yeon kembali terkejut.

    Hae Young: Jadi, akhirnya kau memutuskan untuk memilih Kwon Byeonhosa-nim.

    CEO Yeon: Kau tahu mengenai apa ini?

    Hae Young: Tak tahu.

    CEO Yeon manggut-manggut lalu menjauh.





    Saat kembali dari Mahkamah Agung, Jung Rok merasa ada yang aneh dengan Hae Young. Hae Young terus tersenyum padanya.

    "Ada sesuatu yang mau kau katakan?" Tanya Jung Rok.

    "Sudah diputuskan. Selamat."

    "Apa maksudmu?"



    Jung Rok menolak permintaan CEO Yeon. 

    "Kenapa tak mau melakukannya?" Tanya CEO Yeon setelah meletakkan cangkir dengan keras karena kesal. 

    "Apa aku benar-benar harus menjelaskan?"

    "Tentu saja harus. Bagaimana aku tahu jika kau tak menjelaskan? Aku akan merekrut sekretaris untukmu. Dan dia adalah dewi Hallyu. Apa yang salah dengan itu?"

    "Apa bekerja di firma hukum adalah lelucon? Bagaimana aku bisa mempercayai seseorang yang belum pernah bekerja di bidang ini?"

    "Yoon Seo-ssi belajar hukum di perguruan tinggi. Kau tak tahu, kan? walaupun dia hanya belajar satu semester."

    "atu semester... Itu berarti dia baru masuk, dan hampir tak tahu apa-apa."

    "Benar. Kau harus membantunya belajar lebih banyak."

    "Kenapa harus aku? Tidak ada gunanya membicarakan hal ini lagi. Permisi."



    Jung Rok bangkit tapi CEO Yeon memanggil namanya, "Jung Rok-ah`", tidak pakai embel-embel pengacara.

    Jung Rok pun berbalik, wajahnya menunjukkan protes. AKhirnya CEO Yeon memanggilnya Kwon Byeon. CEO Yeon menyuruh JunG Rok memikirkan sekali lagi.



    "Aku sudah bilang. Sepupuku CEO agensi Oh Yoon Seo. Dia meminta bantuanku dengan putus asa. Membiarkannya bekerja sebagai sekretaris hanya selama tiga bulan."

    Jung Rok tidak menunjukkan tanda-tanda akan setuju.



    CEO Yeon mulai mengarang cerita menyetuh, "Dia membesarkannya seperti anaknya sendiri, dan kariernya sudah hancur. Betepa kecewanya dia. Dia berusaha mati-matian untuk membantunya, dan akhirnya meminta bantuanku."



    Akhirnya CEO Yeon mengambil keuputsan sendiri, ia tetap memaksa Jung Rok untuk bekerja dengan Yoon Seo.

    "Bagaimanapun, bekerjalah hanya tiga bulan, dan ajari dia tentang bidang ini. Aku tahu kau sibuk, tapi hanya kau satu-satunya Yang bisa kupercayai mengenai pekerjaan ini."

    "Tak mau." Jawab Jung Rok dingin.

    "Jika kau benar-benar tak bisa, mau bagaimana lagi..."


    Jung Rok melangkah ke pintu, tapi CEO Yeon mengungkit hal yang membuatnya berhenti melangkah.

    "Lima tahun yang lalu aku tak tahu kenapa aku begitu usil."



    Akhirnya Jung Rok berbalik, "Berapa lama Anda akan terus menyinggungnya?"

    "Terus menerus. Sampai Yoon Seo mulai bekerja. Ayo kita duduk dan memikirkannya. Aku tak memintamu untuk melakukan ini secara gratis. Aku akan menggandakan insentifmu. Dan yang paling penting, aku akan sering membantumu."


    Jung Rok menurut, ia mau diajak duduk. 



    Yoon Seo sibuk memilih baju untuk dikenakan di hari pertamanya besok. Ia dibantu oleh Hyuk Joon. 

    Hyuk Joon: Kesan pertamamu penting. Kau harus tak terlihat terlalu mencolok, atau terlalu biasa. Kau tak boleh terlihat seperti selebriti gagal.

    Yoon Seo: Selebriti gagal?

    Hyuk Joon: Selebriti trendi. Aku khawatir kau mungkin terlihat terlalu trendi. Yoon Seo, kau yakin bisa melakukan ini dengan baik?



    Yoon Seo: Jangan khawatir. Kau pikir aku anak kecil?

    Hyuk Joon: Iya sih. Tapi aku selalu mengkhawatirkanmu. Kau sudah dengar apa yang dikatakan Daepyo-nim?

    Yoon Seo: Dia tak bisa mendukungku dengan apa pun? Tidak apa-apa. Aku bisa melakukan ini sendirian.

    Hyuk Joon: Kau tak bisa melakukannya sendiri. Kau bahkan tak bisa pergi ke bank sendirian.

    Yoon Seo: Siapa yang pergi ke bank jaman sekarang? Ada aplikasi.

    Hyuk Joon: Kau bahkan tak bisa mengemudi.

    Yoon Seo: Aku punya SIM.

    Hyuk Joon: Kau bahkan tak bisa makan sendirian.

    Yoon Seo: Bagaimana bisa makan sendiri? Dan juga, Oppa terlalu khawatir. Orang-orang akan berbaris untuk makan bersamaku. Apa yang perlu dikhawatirkan?

    Hyuk Joon: Kurasa begitu.

    Yoon Seo: Ya.


    CEO Yeon ke kantor pagi ini dengan senyum lebar dan membawa sebuket bunga mawar merah.




    Semuanya menatap heran CEO Yeon. Yang Eun Ji tanya, pakaian macam apa yang dikenakan CEO Yeon itu? 

    "Anda belanja karena selebriti akan datang?" Lanjut Eun Ji. 

    "Aku punya ini di rumah."

    Moon Hee: Bunga apa itu?

    CEO Yeon: Aku punya ini di rumah.


    Semua menatap penuh curiga dan CEO Yeon sadar itu, ia pun menjelaskan.

    "Kita menunggu pendatang baru, kita harus menyambutnya."

    Yoon Hyuk: Aku tak mendapatkan bunga pada hari pertama kerja.

    CEO Yeon: Sungguh? Bagaimanapun, ingatlah untuk tak memberi tahu siapa pun bahwa Yoon Seo bekerja di sini. Dan jangan lakukan apa pun untuk membuatnya merasa tak nyaman. Misalnya, jangan minta foto bareng atau pun tanda tangan. Jangan bereaksi berlebihan karena senang, bersikaplah normal. Bersikaplah alami. Kalian mengerti?

    Semuanya manggut-manggut saat CEO Yeon ngomong tadi.

    Hae Young: Andalah yang bereaksi berlebihan dan tampaknya yang paling bersemangat.

    CEO Yeon: Benarkah?



    Seseorang datang, CEO Yeon mengira dia adalah Yoon Seo. Ternyata cuma Jung Rok. 

    JunG Rok hanya menunduk pada mereka semua dan langsung jalan menuju ruangannya.

    CEO Yeon: Kwon Byeon. Ketika Yoon Seo datang, bersikaplah normal. Kuminta kau akrab dengannya, ya...

    Jung Rok tidak menganggapi apapun.



    Di ruangannya, Jung Rok mencaritahu tentang Yoon Seo. Ada dua nama Yoon Seo, Oh Yoon Seo dan Oh Jin Sim.

    Kilas Balik...



    CEO Yeon: Pikirkanlah dengan jernih. Ini seperti mempekerjakan magang. Kau hanya perlu menunjukkan kepadanya cara bekerja di perusahaan kita.

    Jung Rok: Aku akan melakukannya dengan satu syarat.

    CEO Yeon: Setuju. Apapun itu...

    Jung Rok: Jika dia bilang ingin berhenti, tolong jangan hentikan dia.

    CEO Yeon: Setuju.

    Kilas Balik selesai.. 


    Jung Rok melihat jam dan ia menghela nafas karena Yoon Seo terlambat dihari pertamanya.




    Di luar, CEO Yeon gelisah, haruskah ia menjemput Yoon Seo? 

    CEO Yeon kembali berlatoh bagaimana gestur-nya nanti saat memberikan bunga itu. Hae Young yang ada di meja informasi menatapnya aneh. 



    Akhirnya Yoon Seo datang. CEO Yeon mengabari mereka semua. Semuanya keluar dari ruangan masing-masing.

    Dandanan Yoon Seo mencolok banget.Jalannya pun meliuk-liuk bak model berjalan diatas catwalk.



    Yoon Hyuk mengaga menatapnya. 

    Moon Hee pun juga begitu. 



    Hae Young dan Eun Ji menunjukkan kekagumannya. 



    Yoon Seo memberi salam pertama, tapi bukan seperti anak baru yang semestinya. Ia tidak membungkuk 90 derajat, cuma menunduk dan melambai

    "Halo. Aku Oh Yoon Seo."




    Semua membalas salam Yoon Seo. Sementara CEO Yeon menunggu giliran.

    "Kedepannya, mohon bantuannya. Aku harus banyak belajar, kuharap kalian bisa  sabar padaku."

    Yoon Hyuk: Tentu saja. Karena kau cantik kau pantas mendapatkan semua kesabaran di dunia ini.

    Yoon Seo: Terima kasih. Anda Daepyo-nim, kan?



    Lalu CEO Yeon maju, mengenalkan diri sebagai Daepyonim disana. Yoon Seo menyapanya sama persis saat ia mneyapa yang lain. Senyum CEO Yeon langsung merekah.

    CEO Yeon tak lupa memberikan bunganya yang sejak pagi tak lepas dari tangan. 




    "Senang bertemu denganmu. Ini bukan apa-apa. Tapi aku beli ini dengan uang pribadi sebagai sarana untuk menyambutmu."

    "Omonaaa.... Sungguh terima kasih. Tak kusangka orang-orang di sini sangat ramah. Kedepannya, aku berjanji akan menjadi karyawan yang bersungguh-sungguh. Aku akan membalas atas kebaikan Kalian."



    Yoon Seo mengangkat bunganya seperti suting iklan saja. Tapi itu memberikan pemandangan yang bagus untuk Yoon Hyuk. Ia langsung bertepuk tangan.

    Yoon Hyuk: Daebak! Itu terdengar seperti pidato Oscar.

    Hae Young bertanya apa kosmerik yang dikenakan Yoon Seo. Yoon Seo hanya tersenyum. Moon Hee mengagumi pakaian Yoon Seo yang terlihat sangat mahal. Yoon Seo berterimakasih.

    Lalu Eun Ji mengajak semuanya kembali bekerja.

    Yoon Seo: Apa yang harus kulakukan?



    Saat Yoon Seo ke ruangannya, Jung Rok menatapnya heran, mungkin karena pakaiannya. Yoon Seo menyapa duluan, mengajak salaman.

    "Halo, aku Oh Yoon Seo."

    Jung Rok hanya mengangguk, tidak menerima uluran tangan Yoon Seok.


    Yoon Seo tanya, apa Jung Rok tidak mengenalnya, ia mengulangi namanya sekali lagi, "Oh Yoon Seo". Jung Rok memandangnya tak suka.

    Yoon Seo: Aku muncul di banyak iklan. Aku bahkan model untuk laptop itu.





    Yoon Seo lalu memperagakan bagaimana adegan iklannya untuk menyegarkan ingatan Jung Rok. 

    Tapi Jung Rok masih memandangnya tanpa ekspresi. 

    "Sungguh... Tak tahu siapa aku?" Tanya Yoon Seo.

    Jung Rok hanya mengulurkan tangan, tanda ia meminta kembali laptopnya. Yoon Seo pun segera mengembalikannya.



    Yoon Seo tidak menyerah, ia menunjukkan kalau ia juga bintang iklan sofa. Tapi ekspresi Jung Rok masih sama.



    Yoon Seo kesal, "Jangan mengabaikanku!"

    Jung Rok pun memandangnya, tapi itu hanya kalimat Yoon Seo diadegan iklan berikutnya. Iklan minuman. 



    Jung Rok akhirnya bicara, "Sampai kapan kau akan terus begitu?"

    "Anu, Aku terkejut melihat orang Korea tak tahu siapa aku."

    "Oh Jin Sim-ssi."

    "Aku Oh Yoon Seo."



    Jung Rok tak peduli, ia tetap memanggil Yoon Seo, Oh Jim Sim-ssi.

    "Ada beberapa aturan yang perlu kau pertahankan saat bekerja denganku. Pertama. Jangan terlambat. Aku benci orang yang terlambat."

    "Baik."

    "Kedua. Jangan bekerja terlalu larut. Aku juga membenci orang yang tak mampu menyelesaikan beban kerja selama jam kerja. Dan aturan ketiga aku ingin kau sebagai sekretarisku..."

    Yoon Seo menghentikan Jung Rok, "Sekretaris"?

    "Sejak skandal itu, kau belum memiliki pekerjaan yang layak. Jadi kau pikir harus menggunakan koneksimu untuk mendapatkan pekerjaan di firma hukum karena kau dulu jurusan hukum. Bukankah itu sebabnya kau di sini?"

    "AH.. Kukira itu jalan cerita yang kalian semua sepakati. Baik, aku paham. Lalu apa yang harus kumulai?"

    "Pernahkah bekerja sebagai sekretaris?"

    "Tentu saja belum."

    "Kau tahu sesuatu mengenai apa yang terjadi di firma hukum?"

    "Tidak."



    Jung Rok mengangkat gagang telepon, ia tanya, apa Yoon Seo tahu cara menjawab telepon?

    "Tentu saja. Aku sangat pandai. Aku berbicara di telepon sepanjang hari. Pernah sekali, aku bahkan menelepon ke luar negeri..."

    Jung Rok memotong cerita Yoon Seo, "Lalu kita akan mulai dengan itu. Alihkan semua panggilanku ke ruanganku."

    "Baik, serahkan padaku. Aku pandai akan hal itu."

    1 komentar: