Thursday, February 7, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 1 Part 3

    Sumber: tvN



    Yoon Seo kembali ke mejanya. Ia memandang Jung Rok dibalik sekat kaca, "Dia tampak sedikit dingin. Lagian banyak juga pengacara dingin seperti dia. Mungkin membantu dengan penelitian karakterku."



    Yoon Seo membuka-buka laci dan memperhatikan mejanya, semua tersusun rapi, "Pekerja sebelumnya pasti sangat kompeten."



    Yoon Seo membaca catatan yang ada di kalender, "Kuharap kau menikmati waktumu bersama Kwon Byeonhosa-nim."

    Yoon Seo membalasnya, "Ya!"



    Lalu ia berfoto dengan catatan itu dan mengirimkannya pada Yeon Daepyo dan Hyuk Joon. 

    "Aku siap bekerja sebagai sekretaris. Aku akan melakukan yang terbaik."



    Hyuk Joon memuji kecantikan Yoon Seo. Ia tak menyangka Yoon Seo melakukan lebih baik dari yang diharapkan.

    "Kurasa begitu. Pastikan kau mengurusnya sampai terbiasa dengan pekerjaannya. Jangan menugaskan supir. Kau harus antar-jemput dia."

    "Baik. Aku pun berniat melakukan itu."

    "Kerja bagus. Juga, pastikan tak ada yang mendengar tentang ini. Masa depan Yoon Seo tergantung pada ini, jadi tetap waspada."

    "Baik. Aku mengerti, Daepyo-nim."



    Hyuk Joon menatap Yeon Daepyo dengan tatapan tidak biasa. Yeon Daepyo bertanya, apa Hyuk Joon merasa kesal?

    "Tidak. Aku hanya sangat menghormatimu."

    "Jangan membuatnya jelas... Tapi... Kau menghormati apanya? Ceritakan secara rinci."

    "Sepertinya kau memperlakukan aktormu seperti keluarga. Dia belum mendapatkan satu sen pun untukmu dalam dua tahun. Agen-agen lain pasti menyebutkan pelanggaran kontrak, jadi aku terkesan."

    "Kau tahu betapa manusiawinya aku. Wah, seharusnya tak boleh begini."



    Yeon Daepyo menemukan ada yang salah dengan pakaian Yoon Seo, kenaa begitu ketat? 

    "Yah, akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat."

    "Benarkah? Suruh diet."

    "Baik."

    "Turunkan 10kg."

    "Apa?"

    "Kenapa? Kau menentang? Mau kupecat?"

    "Anda mengagumkan."



    YooN Seo menerima pesan balasan dari Yoen Daepyo. "Oh Yun Su Biseo-nim, aku terkesan. Aku kagum."

    Hyuk Joon, "Kau terlihat karismatik. Aku bangga padamu."

    Yoon Seo membanggakan dirinya, "Karena aku orang yang bertanggung jawab atas kata-kataku."


    Telfon berdering, Yoon Seo mengangkatnya setelah dering ketiga, "Halo? Ini Firma Hukum "ALWAYS". Si penelfon ingin bicara dengan Jung Rok.




    Yoon Seo memberi sinyal pada Jung Rok kalau ada yang menelfon, tapi ung Rok gak paham dan malah menganggap Yoon Seo aneh.



    Akhirnya Yoon Seo mengetuk pintu, menyampaikan kalau ada yang menelfon. 



    Jung Rok pun bangkit untuk mengangkat telfon. Mereka bicara soal pekerjaan. Setelah selesai, Yoon Seo meminta gagang telfonnya.



    Yoon Seo: Ini, sepertinya kau membutuhkan kabel telepon yang lebih panjang.

    Jung Rok: Kau tak tahu bagaimana meneruskan panggilan?

    Yoon Seo: Meneruskan panggilan?

    Jung Rok menutup telfon itu, lalu berkata akan menjawab telepon sendiri mulai sekarang. Ia kelihatan enggan mengajari Yoon Seo. 



    Jung Rok ada tugas lagi untuk Yoon Seo. Ia mnyuruh Yoon Seo memfotokopi dokumen, tapi karena ia sedang bca jadi gak lihat tangan Yoon Seo saat memberikan dokumennya, jadinya semuanya jatuh.




    Yoon Seo gak bisa langsung jongkok untuk mengambilnya karena gaun mininya, ia sibuk menutupi ini itu agar Jung Rok tidak melihatnya. Ahhirnya ia menyerah.

    "Jika kau bisa berbalik, aku akan segera mengambilnya." Kata Yoon Seo. 


    Jung Rok menghela nafas, ia akan melakukannya sendiri saja. Lalu Jung Rok mengambil semua kertas yang berserakan. Yoon Seo gak enak jadinya.



    "Lalu apa yang harus kulakukan?" Tanya Yoon Seo. 

    "Santai saja di kantor."



    Semua karyawan berkumpul untuk mendiskusikan menu makan siang. Saat itu, Yoon Seo keluar sambil membawa cangkir. Semuanya sontak berdiri.

    Yoon Seo: Aku mau air. Di mana aku bisa...


    CEO Yeon entah datang dari mana tiba-tiba aja ada disamping Yoon Seo dengan botol air minum.

    CEO Yeon: Beritahu aku jika butuh sesuatu.

    Yoon Seo menerima airnya.




    CEO Yeon mengajak Yoon Seo makan siang bareng di restoran Jepang, makan Sushi. Semuanya senang.

    CEO Yeon: Mereka menyajikan tuna mentah yang luar biasa.

    Yoon Seo: Tuna mentah? Pasti lezat.

    Semua mengharapkan kalimat lanjutan Yoon Seo. 




    Yoon Seo tidak ikut bergabung makan dengan mereka. 

    CEO Yeon: Andai saja Oh Yoon Seo-ssi ikut gabung.

    Yoon Hyuk: Makanya itu. Tapi, dia bilang akan menunggu Kwon Byeon karena ini hari pertamanya di perusahaan. Bukankah hatinya bagai malaikat?

    Eun Ji kedinginan, ia mengajak yang lain cepat jalan.


    Sambil jalan mereka membahas soal tuna mentah yang akan mereka makan. 


    Tapi tiba-tiba CEO Yeon mengubah menu makan mereka, Kimchi jjigae saja. Kimchi direbus dengan tuna. Semuanya berhenti.



    Moon Hee mendapat kesempatan, "Jika kita akan makan tuna kalengan sebagai gantinya, kenapa kita tak makan sandwich tuna? Aku tahu tempat yang bagus di seberang jalan."

    Eun Ji tahu kalau Moon Hee naksir pekerja paruh waktu di sana, kan? makanya merekomendasikan menu itu. Moon Hee terdiam karena ketahuan


    CEO Yeon: Belum lama ini, putra dari restoran sup tulang punggung babi. Kau biasanya makan hidangan itu setiap hari.

    Yoon Hyuk: Dia cepat jatuh cinta.

    Moon Hee: Cinta seseorang seharusnya tak pernah ditempatkan. Bagaimanapun, akankah kita pergi?



    CEO Yeon memimpin jalan menuju tempat makan kimchi jjigae + tuna. Moon Hee pakai lisptik dulu. 


    Yoon Seo hanya bersantai seperti kata Jung Rok dan tiba-tiba perutnya bunyi, ia lapar dan tak bisa menahannya.



    Ia mengetuk pintu, memberitahu bahwa waktu makan siang sudah 20 menit berlalu.

    "Tunggu. Sudah waktunya?"

    "Asal tahu saja, aku tak bisa pergi ke restoran yang ramai."

    "Lalu? Aku punya rencana lain hari ini. Kau bisa makan sendiri hari ini."

    "Tak boleh."

    "Kenapa tak boleh?"



    Yoon Seo tak bisa makan sendiri. Orang-orang masih bergosip tentang skandal. Apa yang akan mereka katakan jika melihatnya makan sendirian seperti orang menyedihkan?

    "Apa yang menyedihkan akan hal itu? Aku makan sendiri hampir setiap hari."

    "Tapi aku bukan kau. Aku Oh Yoon Seo, aktris yang pernah tenar di China. Jadi bagaimana mungkin aku bisa makan sendiri?"

    "Lalu, pesanlah makanan."

    Dan Jung Rok tetap pergi.


    Yoon Seo tak percaya, Jung Rok benar-benar pergi meninggalkannya?


    Hae Young sedih, jika saja Yoon Seo bergabung, pasti mereka sudah makan sushi tuna mentah. CEO Yeon memberikan tuna rebus untuk menghibur Hae Young. 



    Yoon Hyuk: Bukankah kecantikannya bukan main jika dilihat langsung? Melihat selebriti yang hanya kulihat di TV membuatku berpikir sedang menonton serial drama.

    CEO Yeon: Choi Byeon, tahukah kau? Kita bisa menonton dia main drama lagi nanti. Ayo kita tonton bersama.

    Yoon Hyuk: Daepyo-nim!



    Eun Ji merasa ada yang aneh, "Selebriti yang tak banyak tampil di TV masih bisa masuk ke streaming online atau home shopping. Sekretaris di firma hukum tampak mengejutkan."

    Moon Hee: Kau benar. Kenapa dia tiba-tiba menginginkan kehidupan biasa? Apa alasannya?

    CEO Yeon mulai tegang. Hae Young menyelamatkannya, "Kudengar dia mengambil jurusan hukum. Mungkin dia bercita-cita ingin bekerja di bidang ini."

    CEO Yeon: Ya. Pasti begitu. Itulah alasannya. Apa lagi? Ayo cepat makan sebelum dingin.



    Yoon Seo makin lapar, ia masuk ke pantry, tapi tidak menemukan apa-apa. cuma teh saset, ia pun mnyeduhnya. 


    Yoon Seo merasakan ada sesuatu, ia membuka pintu dan melihat seorang pria dengan wajah seram. Yoon Seo terkejut.







    Yoon Seo tanya, sedang apa? 

    "Aku menyiram tanaman."

    "Kau siapa?"

    "Aku Lee Du Seop."

    "Kau membuatku takut... Tidak, Du Seop-ssi. Halo, kau di sini sebagai klien?"

    "Tidak, bukan. Aku..."


    Lee Du Seop akan menjelaskan sambil mendekat membuat Yoon Seo makin takut, ia menahan Lee Du Seop untuk mendekatinya

    Yoon Seo: Oh, maksudmu kau ada di sini karena dendam."

    "Bukan itu."

    Lee Du Seop semakin mendekat. Yoon Seo melotot takut.

    Untungnya yang lain datang. Eun Ji memanggilnya Samujang-nim.




    Yoon Hyuk mengenalkan Lee Du Seop pada Yoon Seo. Dia adalah asisten hukum mereka. Mereka saling berkenalan.

    Yoon Hyuk melihat teh di tangan Yoon Seo. Ia menggeleng, itu bukan untuk Yoo Seo. Sesudah makan harusnya minum caramel macchiato. Yoon Seo Langsung berterimakasih.


    Saat melewati restoran jepang, Jung Rok ingat kata-kata Yoon Seo yang tidak bisa makan sendiri.





    Saat kembali ke kantor, Eun Jin melihat Jung Rok membawa makanan, ia heran, apa Jung Rok belum makan?  

    "Oh, ini bukan untukku." Jawab Jung Rok.

    Tiba-tiba terdengar suara tawa terbahak-bahak dari ruangan Jung Rok. 

    "Semua orang berbicara dengan Oh Yoon Seo-ssi. Akan lebih baik jika pekerja yang lebih berpengalaman datang untuk membantu pekerjaanmu." Jelas Eun Ji.




    Pak Lee mendekati Eun Ji sambil membawa minuman, tapi ia bingung gitu. 

    "Apa ini?" Tanya Eun Ji. 

    "Ini karamel arigato. Bukan..."

    "Karamel macchiato?"

    "Ya."

    "Tapi untuk apa ini?"

    "Oh, aku baru mau minum ini, tapi tiba-tiba tak menginginkannya lagi. Jika tak menginginkannya..."

    "Tidak, aku akan meminumnya. Mubazir jika dibuang."

    Eun Ji pun menerimanya.



    Yoon Hyuk mulai cerita, "Kuberitahu. Karena kau, aku hampir menyerah pada ujian pengacara."

    "Omo, benarkah itu?"

    "Tapi aku bukan orang yang lemah. Aku lulus ujian, dan sekarang aku duduk di sini. Dan aku menjadi pria sejati."

    "Oh begitu. Kau pria yang mengesankan."

    "Ibuku selalu bilang ini padaku. "Manners maketh man". Begitulah caraku bisa bertemu wanita yang baik. Kupikir, ini lah akhirnya. Pada saat itu."



    Yoon Seo hanya bisa ketawa canggung sambil lirik-lirik Moon Hee dan Hae Young.


    Lalu Jung Rok masuk, semuanya bangun memberi salam. Sedetik kemudian CEO Yeon datang membawakan kopi untuk Yoon Seo, tapi ia tak menyangka kalau semuanya bakalan ada disana.




    Jung Rok menyentuh mantel bulu CEO Yeon. Seperti yang dikatakannya tadi pagi, CEO Yeon mengatakan kalau ia punya itu di rumah.

    "Kau ingin kopi?" Tanya CEO Yeon. 

    "Tak usah. Kalian semua harus kembali bekerja." Suruh Jung Rok. 

    "Sudah? Tapi aku baru saja tiba." Tawar CEO Yeon yang hanya menda[atkan tatapan tajam dari Jung Rok.

    CEO Yeon pun mengajak semuanya keluar untuk mulai bekerja. CEO Yeon meletakkan kopi di meja Yoon Seo. 



    Jung Rok menutup pintu setelah semuanya keluar. Ia menatap Yoon Seo, lalu menghembuskan nafas. Cuma itu dan Jung Rok mulai jalan ke ruangannya, tapi Yoon Seo memanggil.

    "Permisi... Apa yang harus kulakukan sore ini?"

    "Apa yang bisa kau lakukan?"

    "Apa?"

    "Cukup habiskan waktu dan pergi. Sepertinya ada banyak orang yang menyukaimu. Kau dapat minum kopi dan mengobrol dengan mereka. Namun.. tolong jangan lakukan itu di ruanganku."

    Jung Rok langsung masuk ke ruangannya. 

    0 komentar

    Post a Comment