Thursday, February 7, 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 1 Part 1

    Sumber: tvN



    Disibuknya pagi, pemeran utama kita Kwon Jung Rok (Lee Dong Wook) barusan turun dari kereta bawah tanah.



    Sementara itu, pemeran utama wanita Oh Yoon Seo (Yoo In Na) turun dari van di depan Mahkamah Agung dan dikerumuni reporter.

    "Anda mengakui tuduhan penyalahgunaan narkoba?"

    "Hubungan apa yang Anda miliki dengan putra ke-2 Grup Jeguk?"

    "Anda masih mengaku tak bersalah? Berilah penjelasan."

    Tapi Yoon Seo hanya melewati mereka begitu saja, tidak menanggapi sama sekali.



    Dalam sebuah acara dibahaslah skandal Yoon Seo ini. Katanya Yoon Seo tak hanya populer di Korea tapi juga populer di seluruh Asia karena citranya.

    "Omo. Omo. Aku selalu penasaran bagaimana keadaanya akhir-akhir ini. Bagaimana kabarnya? Kalian tahu?"

    "Kudengar dia mengambil masa hiatus 
    dan dia sedang menunggu proyek berikutnya."

    "Aktris itu terlibat dalam skandal narkoba. Menurutmu dia dapat kembali? Kukira tidak."

    "Tapi, tes obatnya negatif, dan dia dinyatakan tak bersalah di pengadilan. Ada kemungkinan dia kembali."

    "Tapi dia punya reputasi buruk sekarang."




    Yoon Seo menyaksikan acara tersebut dan ia menuang banyak pil ke telapak tangannya. 



    Yoon Seo akan menelan semuanya, tapi beruntung Manajernya datang dan langsung mencegahnya.

    "Yoon Seo, tak boleh! Jangan lakukan!"

    Sang Manajer, Kong Hyuk Joon, langsung membuang semua pil itu dari tangan Yoon Seo. 



    "Ada apa denganmu? Aku tahu keadaanmu sulit, tapi tak boleh begini. Aku mengerti betapa sulitnya bagimu. Reputasimu mencapai titik terendah karena keterlibatan dalam skandal sialan itu. Kau tak punya uang karena harus membayar denda pembatalan. Dan kau punya sangat banyak situs web haters. Bagaimana jika kau tak bersalah? Hidupmu sudah berantakan. Kau tak punya teman bercerita maupun kekasih untuk bersandar. Kau main, makan, dan tidur sendirian. Berat badanmu bahkan bertambah. Aku sungguh paham kau depresi. Tapi asal tahu, ini tetap tak benar. Ini terlalu berbahaya, Yoon Seo."




    Yoon Seo akhirnya punya kesempatan menjelaskan, ia berkata kalau itu hanya vitamin. Awalnya Hyuk Joon gak percaya tapi setelah ia melihat sendiri, ia baru sadar kalau itu bener cuma vitamin.

    "Kenapa makan banyak sekali?"

    "Di sini tertulis 30 pil."

    "Yoon Seo-ya. Kau terlalu polos. Artinya ada 30 pil dalam sebotol. Lihat di sini. Tertulis minum satu pil sehari."

    "Ah.. Pantas. Aku hampir salah."




    Yoon Seo menanyakan kenapa Hyuk Joon mendadak kesana. 

    "Oh benar. Hei, kau ingat pemotretan yang minggu lalu? Kau terlihat sangat cantik. Kubawa sebagian karena kau terlihat sangat cantik."

    Hyuk Joon mengubek tasnya untuk mencari foto yang dimaksud.

    Yoon Seo mengeluh, "Apa gunanya mengambil pemotretan ketika tak ada yang memberiku pekerjaan? Oppa~ Kau yakin aku bisa comeback?"

    "Tentu saja. Tunggu sebentar lagi. Aku yakin kau akan dicasting sebagai karakter utama..."

    "Lebih tepatnya karakter utama tante-tante. Kau tahu berapa umurku?"

    "Umur bukan masalah. Yang terpenting kau terlihat seperti umur berapa. Sejujurnya, jika kau sedikit lebih pendek, aku akan menyebutmu aktris cilik. Kau awet muda."

    "Aktris cilik agak berlebihan." 

    Yoon Seo tersipu.




    Hyuk Joon tidak menemukan fotonya karena isi tasnya terlalu berantakan. 

    Yoon Seo melihat ada naskah drama ditumpukan barang-barang Hyuk Joon, ia langsung mengambilnya. Judulnya "Cinta menyakitkan".

    Hyuk Joon tegang karena Yoon Seo menemukannya, tapi Yoon Seo mengira itu adalah kejutan untuknya.

    "Ini kejutan, kan? Pemotretan hanya alasan belaka? Kau sebenarnya ke sini untuk memberiku naskah, kan?"

    "Maksudku, bukannya "Tidak". Tapi..."

    "Siapa penulisnya? Tentang apa ini?"




    Hyuk Joon merebut naskahnya saat Yoon Seo akan membacanya, ia bilang itu bukan urusan Yoon Seo. 

    "Apa maksudnya? Ah.. Bukan untukku rupanya."

    "Yah... Yoon Seo."

    "Baik, aku mengerti itu bukan milikku. Kau tak harus menyembunyikannya."

    "Apa yang kau bicarakan? Aku tak menyembunyikannya."

    "Lupakan. Aku pun tak tertarik."


    Tapi Yoon Seo mencurinya saat Hyuk Joon lengah dan membawanya ke kamar mandi, ia menguncinya dari luar.

    Yoon Seo: Daebak, naskah ini ditulis oleh Lee Se Jin. "Cinta menyakitkan".


    Yoon Seo pun membacanya perlahan.

    "Pengacara dan Jaksa pergi ke Timur Tengah untuk berlibur dan akhirnya jatuh cinta dengan perwira militer."




    Bukan hanya itu, Yoon Seo membayangkan bagaimana adegannya. 

    Adegannya adallah parodi drama DOTS dengan latar dan musik yang sama persis.

    Jadi Yoon Seo dan rekannya akan dijemput oleh helikopter. Syal Yoon Seo terbangterbawa angin dan jatuh ke tanah. 


    Yoon Seo akan mengambilnya tapi syalnya terbang lagi. 



    Saat itu pandangan Yoon Seo  teralihkan pada gerombolan pria berjas hitam yang turun dari helikopter. Mereka berjalan dengan gagah dan pemimpin mereka (yang memakai kacamata hitam) terlihat paling mempesona.

    Aktornya diperankan oleh Jang Ki Yong.







    Yoon Seo tak berkedip menatapnya, tapi ki Yong malah melewatinya begitu saja. Ah.. ternyata tujuannya cuma untuk mengambilkan syal Yoon Seo. 

    "Kau menjatuhkan ini."


    Yoon Seo mengucapkan dialog si wanita dengan centil.

    "Omo. Terima kasih. Aku benci kecanggungan seperti ini."


    Ki Yong: Aku benci wanita yang canggung juga. Tetap saja, aku belum pernah melihat orang semanis ini.


    Yoon Seo: Kau bercanda? Astaga.



    Adegan berikutnya adalah saat lead female-nya ditangkap oleh seorang teroris. Dia gemetar ketakutan, tapi saat itu, lead male datang.


    Ki Yong menembaki semua penculiknya. Namun ia kecolongan, satu penculik berhasil menyandera Yoon Seo.



    Ki Yong tetap tenang, ia menjatuhkan pelurunya. Tapi itu cuma taktik agar penculiknya lengah, karena sedetik kemudian Ki Yong berhasil menembak mati penculiknya.


    Yoon Seo terpukau, "Jeong Do-ssi!"




    Ki Yong segera menyimpan pistolnya lalu melepaskan ikatan Yoon Seo. 

    Ki Yong: Maaf... gara-gara aku kau dalam bahaya.


    Yoon Seo: "Kenapa datang? Apa arti diriku untukmu? Datang untukku bisa menghabiskan hidupmu."




    Ki Yong menggeleng, "Daripada kehilangan hidupku... Aku lebih takut kehilanganmu."




    Kiss time. 



    Setelahnya Yoon Seo melihat salah satu penculiknya bangun dan bersiap menembak Ki Yong. Yoon Seo langsung melindunginya.



    Ki Yong membalas tembakan penculik itu sambil satu tangannya menahan Yoon Seo.



    Yoon Seo: "Sudah menunggu lama untuk mengatakannya. Maaf. Aku mencintaimu.  "




    Yoon Seo keluar setelah membacanya, ia bilang pada HyukJoon kalau lead female dalam naskah itu sangat cocok untuknya.

    "Kenapa? Cocok bagaimananya?"

    "Dengar. Lead female suci dan polos, sangat cocok denganku. Juga, dia seorang pengacara, dan aku mengambil jurusan hukum."

    "Yang ini tak boleh. Ini untuk Min Ji."



    Hyuk Joon keceplosan mengatakannya dan Yoon Seo kesal mendengarnya. Benar untuk Min Ji? 

    "Tidak, tidak! Min Ji takkan melakukannya, ini." Bantah Hyuk Joon.

    "Kenapa? Orang macam apa yang menolak drama yang di tulis Lee Se Jin?"

    "Bukan itu alasan dia menolaknya. 80 persen akan syuting di luar negeri. Termasuk Min Ji, tak seorang pun yang ingin tinggal di luar negeri berbulan-bulan. Itu sebabnya casting sulit. Juga, karena biaya produksi, tak ada yang mau berinvestasi di dalamnya. Dari apa yang aku lihat, dramanya pada akhirnya tidak akan dikembangkan."



    Tapi Yoon Seo malah tersenyum, "Makanya itu, aku harus melakukannya."

    "Kenapa berpikir begitu?"

    "Aku punya waktu. Aku bahkan bisa tinggal di luar negeri untuk seluruh drama. Juga, biaya produksinya tinggi, jadi mereka akan menyukainya jika aku meminta bayaran murah. Serahkan padaku. Aku akan menghubungi Lee Jagga sendiri. Kami menjadi teman sesudah syuting acara bersama sekali."




    Hyuk Joon tampak tak setuju dengan Yoon Seo kali ini, tapi Yoon Seo tak mendengarnya.

    Yoon Seo menghubungi Lee Jagga

    "Halo? Jagga-nim? Ini aku, Yoon Seo."




    Dan akhirnya Hyuk Joon harus mengantar Yoon Seo menemui Lee Jagga. 

    Lee Jagga: Yoon Seo-ssi, Aku mengerti dengan jelas apa yang kau maksud, tapi aku merasa terbebani mengambil proyek denganmu di dalamnya. Skandalmu cukup besar.

    Yoon Seo: Jagga-nim, kau tahu itu tak benar. 

    Lee Jagga: Kebenaran tak masalah dalam hal ini. Para penonton tak ingin melihat wajahmu lagi. Jika boleh jujur, kau juga bukan aktris yang berbakat.



    Yoon Seo: Jagga-nim, meskipun aktingku tak membuat orang merinding, tapi pertunjukanku selalu memiliki rating yang bagus. Di atas semua itu, aku yakin akan bisa membuatnya ramai.

    Lee Jagga: Benar juga sih. Berkat akting burukmu.

    Yoon Seo: Jagga-nim, berikan kesempatan sekali, kumohon. Aku benar-benar ingin membintangi drama ini.




    Yoon Seo mulai merengek seperti anak kecil dan muali minta bantuan Hyuk Joon.

    Hyuk Joon langsung berlutut, memohon agar Lee Jagga memberi Yoon Seo kesempatan lagi. Tapi Lee Jagga memelototinya. Hyuk Joon pun langsung kembali duduk di sofa.



    Lee Jagga berpikir sebentar lalu berkata, "Akan kuizinkan, dengan syarat."

    Yoon Seo menantikan mendangar syarat yang diajukan Lee Jagga.




    Usai mendengar syarat Lee Jagga, Yoon Seo menghadap Presdir agensinya.

    Yoon Seo: Tidak! Aku takkan melakukannya! Dapatkan pengalaman lapangan di firma hukum yang nyata? Masuk akalkah itu?

    Hyuk Joon: Masuk akal. Oppa pernah baca wawancara aktor sekali. Untuk bermain sebagai siswa yang belajar untuk ujian nasional, dia tinggal di rumah siswa. Itu agar dia bisa mempelajari bicara, berpakaian, dan kebiasaan siswa. Anggap saja ini sebagai kelas akting...



    Yoon Seo: Kelas akting? Oppa, Aku Oh Yoon Seo. Aktris dengan pengalaman 15 tahun. Oh... Yoon... Seo... Bukankah begitu, Daepyo-nim?

    Yeon Joon Seok Daepyo: Benar, kau Oh Yoon Seo.

    Yoon Seo: Aku harus merefleksikan diriku dengan tenang walaupun tak bersalah. Alih-alih membuat comeback yang mempesona, aku tak percaya harus memenuhi tuntutannya! Bukankah begitu, Daepyo-nim?

    Yeon Daepyo: Kukira kau benar.

    Yoon Seo: Jujur saja, aku seterkenal ini bukan karena aktingku. Semua karena aku cantik, kenapa dia mengharapkan akting bagus dariku sekarang? Bukankah begitu, Daepyo-nim?

    Yeon Daepyo: Ya, kau terkenal karena akting burukmu.



    Sadar ia keceplosan, Yeon Daepyo langsung menutup mulutnya. Yoon Seo hendak berdiri, bilang apa tadi?

    Yeon Daepyo langsung meralatnya dan segera mendekati Yoon Seo, "Tunggu, bukan begitu... Aku tak bermaksud begitu. Maksudku... Tak bisa kupercaya penulis itu! Beraninya dia memerintahkan Yoon Seo untuk mendapatkan pengalaman lapangan? Katakan padanya Yoon Seo akan menolak dramanya."



    Hyuk Joon: Sungguh? Daepyeo-nim... Ini mungkin kesempatan terakhir Yoon Seo.

    Yoon Seo: Kesempatan terakhirku?

    Yeon Daepyo: Jadi bagaimana jika itu? Dia tak mau melakukannya.

    Hyuk Joon: Meski begitu, ini drama pertama yang ditawarkannya dalam dua tahun. Jika dia menolak ini, dia mungkin harus menunggu dua tahun lagi.



    Yoon Seo: Dua tahun lagi?

    Yeon Daepyo: Baguslah kalau begitu. Anggap ini sebagai Olimpiade. Dia bisa bekerja setiap empat tahun. Apa yang bisa kita lakukan ketika dia tak mau?



    Yoon Seo akhirnya melunak, "Aku... Aku tak pernah bilang tak mau."

    Yeon Daepyo: Terserah. Hubungi penulis itu dan teriakan padanya sampai telinganya berdarah. Tolak tawarannya lalu segera tutup telepon!

    Hyuk Joon mengiyakan, ia langusng meraih ponselnya.



    Yoon Seo tidak bisa membiarkan itu, ia mulai gugup. Akhirnya ia menghentikan Hyuk Joon. 

    "Kenapa?" Tanya Hyuk Joon. 



    Dengan berat hati Yoon Seo berkata akan melakukannya. Ia akan mencoba pengalaman lapangan.

    Yeon Daepyo: Hei, Yoon Seo-ya. Kau Oh Yoon Seo, malaikat Hallyu. Aktris papan atas korea. Oh Yoon Seo. Bagaimana bisa kau berharap bekerja selama tiga bulan di firma hukum?

    Yoon Seo: Kenapa aku tak bisa melakukannya?

    Yeon Daepyo: Ini bukan keputusan yang harus kau buat dengan mudah.

    Yoon Seo: Tak mudah sama sekali. Tanpa proyek ini, aku pun tahu tak akan bisa comeback. Lagipula, aku tak selamanya bisa dikenal karena akting burukku.

    Yeon Daepyo: Baik. Jika kau bersikeras, aku akan membuat panggilan. Ayo lihat. Sebentar. Tunggu sebentar. Sebaiknya tak memintaku untuk membatalkan ini nanti.

    Yoon Seo: Tentu. Tak akan pernah.

    Yeon Daepyo: Setuju.

    1 komentar: