Monday, February 4, 2019

Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 4 Part 1

    Sumber: tvN



    Awalnya Eun Ho males bangun waktu denger alaram, ia langsung mematikannya, tapi ia langsung inget semalam ia ke rumah Dan Yi saat mabuk dan setelah pulang ia memeluk Dan Yi.  

    "Atau aku hanya bermimpi? Apa yang terjadi setelah itu?"



    Dari luar Dan Yi memanggil, Eun Ho cepat-cepat pura-pura tidur lagi.Tapi Dan Yi tahu kalau ia sudah bangun, Dan Yi mengajak sarapan. Eun Ho masih diam dibalik selimut.



    Suasana hening, Eun Ho pelan-pelan membuka selimutnya dan betapa kagetnya dia saat melihat Dan Yi siap memukulnya.

    Dan Yi: Aku mengajarimu mabuk seperti itu?

    Kilas Balik...



    Dan Yi adalah orang pertama yang mengajari Eun Ho menikmati alkohol. 

    "Pelajari etika minum dari orang yang lebih tua dan bijak." Kata Dan Yi. Eun Ho hanya senyum saja.



    Dan Yi menepuk tangan sekali dan pelayan datang membawakan puluhan botol minuman. Pelayan itu sengaja menyimpan semua minuman itu untuk Dan Yi. 

    Pelayan juga memberikan soju, khusus pelanggan VIP katanya.


    "Syukurlah kau VIP di sini." Kata Eun Ho.

    "Aku punya koleksi ini karena harus memuaskan berbagai cita rasa klien. Itu tugas pegawai kantoran."

    "Baiklah. Ayo. Nona Pegawai Kantoran."



    Pertama yang harus Eun Ho coba versi Dan Yi adalah wine. Hal mendasar yang harus diketahui adalah caramembuka botol wine. Dan Yi udah keren gayanya saat membuka, tapi ia gagal, gak ada keren-kerennya. Akhirnya Eun Ho yang membukanya dan langsung sukses.

    Eun Ho mengembalikan botol wine pada Dan Yi sambil berkata, "Anggap saja kau membukanya."



    Eun Ho lalu memegang gelas, tapi Dan Yi langsung membentaknya, "Jangan pegang gelasnya seperti itu. Dasar bodoh."

    Ternyata Eun Ho cuma mau menyingkirkan gelas itu dan menggantinya dengan gelas yang lebih lebar untuk dirinya dan Dan Yi.

    Dan Yi: Gelas untuk wine merah yang lebih lebar?

    Eun Ho: Anggap saja kau bingung. Apa lagi?


    Dan Yi mempraktekkan cara menuang wine. Eh.. kalau dilihat-lihat, Eun Ho jauh lebih jago dari Dan Yi soal ini. Ia bahkan memutar-mutar wine sebelum diminum.



    Selanjutnya Dan Yi menjelaskan minum wiski, sebelumnya ia menjelaskan panjang lebar soal wiski. Eun Ho menikmati semuanya sambil tersenyum.



    Eun Ho minum wiskinya tanpa kesulitan, Dan Yi tak menyangka kalau M+Eun Ho bisa meminumnya. 

    Saatnya menuju puncak setelah Eun Ho sudah mengetahui cara minum semuanya yang penting adalah mempelajari cara membuat bom soju.

    Dan Yi membuatnya dan mmenyuruh Eun Ho segera meminumnya.



    Tapi bukan hanya itu saja, Dan Yi berakhir dengan melakukan pertunjukkan membuat campuran soju sampai membuat semua pengunjung bersorak. Dan Yi langsung membagikan hasil racikannya pada pengunjung lain.


    Dan Yi mabuk berat sampai ia gak bisa membedakan toilet wanita dan pria.

    Eun Ho menunjukkan toilet yang benar dan menunggu di luar.



    Di dalam, Dan Yi menyentuh bibirnya. Sementara di luar Eun Ho mulai menggedor karena Dan Yi tak kunjung keluar. Saat EUn Ho bilang akan masuk, Dan Yi keluar.



    Ternyata tadi Dan Yi memakai lipstik makanya menyentuh bibir segala, tapi belepotan. Eun Ho menghela nafas melihatnya.




    Eun Ho mau mengusap lipstik yang belepotan tapi Dan Yi malah mendekatkan wajahnya dan itu membuat Eun Ho gugup.

    Eun Ho masih bisa menguasai diri, ia mengeluarkan saputangan untuk mengusapnya.

    "Ada apa?" Tanya Dan Yi.



    Eun Ho langsung membelalakkan mata, di matanya wajah Dan Yi bersinar. 

    "Bukan apa-apa. Ayo." Ajak Eun Ho mengalihkan perhatian.



    Saat Eun Ho akan membayar minumannya, Dan Yi membunyikan Bel Emas. Dan Yi membuat pengumuman.

    "Para hadirin. Adikku akhirnya berusia 20 tahun."

    "Firasat buruk selalu benar." Batin Eun Ho.

    "Bukankah aku harus lakukan hal spesial untuk merayakan ini? Karena itu, aku akan mentraktir kalian semua." Lanjut Dan  Yi.

    Eun Ho pun gak jadi bayar, ia menyuruh kasir menghitung semuanya. 




    Setelah Dan Yi sadar, Eun Ho memarahinya karena menghaburkan uang begitu mudahnya.

    "Kenapa menghamburkan uangmu?"

    "Karena ingin. Kau tahu pemiliknya sangat menyebalkan? Bedebah itu.. memegang bokongku."

    Eun Ho kesal, ia siap menghajar bedebah itu. 




    Dan Yi: Namun, aku senang telah menghabiskan uang yang kudapat berkat bedebah itu. Kini aku merasa lebih baik.

    Eun Ho: Tentu, terserah.

    Dan Yi: Benar, 'kan?

    Eun Ho: Serius. Kau benar-benar bodoh. Kau sadar dirimu bodoh?

    Dan Yi: Ya. Aku sadar. Aku bodoh. Dingin. Mari pulang, Eun Ho.




    Saat Dan Yi jalan, Eun Ho memakaikan mantelnya. Eun Ho bahkan mengancingkannya dengan lengan Dan Yi masih di dalam. Dan Yi protes, tapi Eun Ho mengajaknya jalan saja, lebih baik Dan Yi gak menggunakan tangannya hari ini.


    Dan Yi memaksa Eun Ho membuka mantelnya, tapi EUn Ho tidak mau, jadinya mereka bertengkar.

    Kilas Balik Selesai...



    Dan Yi: Aku bertindak berlebihan dan menghabiskan uangku untuk mengajarimu minum. Kenapa masih mabuk seperti itu? Kau ke mana semalam?

    Eun Ho: Ke rumah wanita yang kusuka.

    Dan Yi: Ke rumah wanita? Seharusnya kau bilang. Kenapa pulang? Harusnya kau menginap.

    Eun Ho: Kau tidur dengan semua orang yang kau suka? Ada apa dengan kepalamu?

    Dan Yi: Kau tahu. Kurasa, pikiran kotor. Aku sudah lama tak berhubungan seks. Wajahmu memerah lagi.



    Eun Ho menanyakan, apa semalam ia tidur begitu tiba di rumah? 

    "Entahlah. Kau tampak tidur." Jawab Dan Yi.

    Tapi yang ditanyakan EUn Ho sebenarnya bukan itu, maksudnya sebelum ia tidur, tapi ia gak bisa mengatakannya langsung pada Dan Yi.

    Dan Yi seperti membaca pikiran Eun Ho, ia berkata kalau Eun Ho memeluknya semalam. Eun Ho langsung menyemburkan makanannya, ia kaget.

    "Kau juga mengileriku semalam. Kenapa kau menjijikkan? Kau sangat menjijikkan." Lanjut Dan Yi, tapi ia sekarang malah membersihkan mulut Eun Ho dari makanan.



    Eun Ho melihat bra itu ada di lacinya. Ia berpikir.




    Sepertinya ia memasukkannya kedalam tas. 

    Dan Yi yang penasaran isi tas itu mengintipnya. Eun Ho kesal, menyuruh Dan Yi membiarkannya.

    "Mau kau kembalikan?" tawar Dan Yi.

    "Bukan urusanmu."

    "Benar, privasi itu penting."


    Dan Yi merebut minuman Eun Ho, lalu ia pamit. Eun Ho mengajaknya bareng saja, tapi Dan Yi gak mau.

    Dan Yi: Tidak usah. Jika orang-orang tahu, akan tak nyaman.

    0 komentar

    Post a Comment