Tuesday, February 12, 2019

Sinopsis Item Episode 1 Part 2

    Sumber: MBC




    Seorang wanita berlari ketakutan sambil meminta tolong. Gon yang kebetulan ada disana memberikan mantelnya untuk wanita itu.

    "Anda baik-baik saja?" Tanya Gon. 

    "Ada orang gila di sana."



    Gon menaap lantau dua gedung yang ditunjuk wanita itu.

    Gon menyuruh warga lain untuk memanggil ambulan sementara ia akan masuk ke gedung itu.

    Gon memanggil Pak Penyidik, "Aku ada di dekat pertigaan di depan kantor cabang. Tolong datang dengan cepat."


    Saat Gon masuk, orang itu ketawa-tawa sendiri. Gon mendekat dan disana berantakan banget. Gon menunjukkan tanda pengenal Jaksanya. 





    Orang itu gak ada takutnya sama sekali, ia malah membentak mau dibawakan alkoholnya danmenyuruh Gon enyah.  

    "Anda memukulinya?" Tanya Gon sopan. 


    Orang itu kembali ketawa, lalu ia menunjukkan kekuatan supernya. Ia menyetuh ujung botol dengan jari dan tiba-tiba botol itu meledak berkeping-keping. 

    Gon menyiapkan senjata, ia memutus tongkat alat pel. 

    Orang itu masih belum puas, ia menunjukkan lebih. Ia menggebrak meja dan mejanya langsung hancur. 



    Gon memegang tongkat tadi kuat-kuat.

    "Kau takut?" Tantang orang itu. 

    Gon hilang kesabaran karena orang itu bicara gak sopan. 

    "Kamu pikir bisa menghentikanku dengan tongkat itu? Apakah kamu juga berpikir aku hanya berandal kelas teri? Aku spesial."

    "Sepertinya kamu sangat kesal. Mari kita tenang dahulu."



    Pak Penyidik sampai di lokasi bersama beberapa polisi dan ia langsung disambut oleh kursi yang dilempar dari atas, untung gak mengenai dirinya. 



    Pak Penyidik langsung naik ke atas,  mencari Gon dan ia menemukan Gon tersungkur di lantai. 

    "Anda  baik-baik saja?"

    "Panggilan untuk bala bantuan. Pria berusia awal 20-an, 170 cm, dan botak. Kakinya terluka, jadi, dia tidak mungkin pergi jauh."

    "Begitu rupanya."


    Gon langsung bangun, ia harus menangkap orang itu karena memukul seseorang dan lari.



    Orang itu lari dengan kesakitan dibagian kaki. Ia terhalang oleh gerbang yang terkunci. Ia berusaha menghancurkan rantainya tapi gak bisa.



    Gon keburu datang, akhirnya ia memanjat. 



    Gon memutari gerbang itu dan mereka ketemu di pelabuhan. 



    Orang itu naik ke gedung yang masih dalam tahap pembangunan. Gon menyuruhnya menyerah karena ia bisa lari 100 meter hanya dalam 12 detik.

    "Sial. Kamu jaksa, bukan detektif. Berhentilah mengejarku."

    "Kami tidak membedakan jaksa penuntut dan detektif ketika menangkap penjahat."

    "Lalu? Kamu akan menangkapku?"

    "Ya, begini, jika berhubungan dengan taekwondo, judo, dan aikido, aku tidak pernah punya kesempatan untuk mempelajari semua itu. tapi aku petarung terbaik di sekolahku. Jadi, ikut saja denganku dengan tenang."




    Orang itu ketawa terbahak mendengarnya, lalu ia menatap gelangnya dan tiba-tiba gelangnya nyala sama persis seperti gelang yang dipake Gon dalam mimpinya semalam. Gn terbelalak melihatnya. 


    Orang itu bisa dengan mudah mengangkat drum yang berisi penuh dan melemparkannya ke arah Gon. Untungnya Gon bisa menyambar papan untuk tameng. Drum terpental, papan hancur dan Gon terdorong kebelakang. 


    Tidak berhenti sampai diditu, orang itu tiba-tiab berlari ke arah gon sambil menyambar ting besi. Gon bisa menghindar saat orang itu menyagunkan tiang besi ke arahnya. 



    Gon lari, tapi ia dilempari tiang besi, ia bisa menghindar. Gon membalas, ia merobohkan tangga besi ke arah orang itu, tapi dengan tangan ajaibnya orang itu bisa menahan tangga dan mendirikannya lagi. 


    Gon mendapat senjata lagi, pipa besi. Ia menusukkannya ke arah orang itu, tapi lagi-lagi orang itu bisa menahannya hanya dengan satu tangan yang memakai gelang "ajaib". 


    Gon terdorong ke drum yang tersusun di dinding. Orang itu menusukkan pipa besi Gon tadi. Gon menghindar dan pipa itu tertancap di drum tepat disebelah kepala Gon.




    Gon melawan tapi ia terdorong lagi, kali ini ke dinding. Orang itu hendak meninju Gon, tapi kena dinding beton dan dindingnya bolong.

    Terakhir, Gon bisa dicekik, "Aku sudah bilang. Aku spesial."

    "Aku mengerti kamu spesial. Tapi ini harus dihentikan."




    Gon berhasil melepaskan gelang itu. Ia bebas, tapi orang itu segera mengambil gelangnya lagi, Gon segera menghalanginya. Mereka berduel.




    Orang itu bersama gelang yang dipegannya terlempar jatuh ke bawah. Gon akan menolongnya tapi pipa besi menimpa kepanya sampai ia pingsan. 



    Detektif Jung melapor pada Timjang kalau ada yang menelfon bahwa dia melihat pria yang mirip Nam Chul Soon.

    "Siapa informannya?" Tanya So Young. 

    "Itu... Mereka menutup telepon setelah melaporkannya. Tapi informasinya cukup detail."


    Timjang mengajak mereka segera bergerak, tapi So Young menentangnya.

    Timjang: APa lagi? Jika kita melewatkan waktu terbaik untuk mengidentifikasi informan, kamu akan bertanggung jawab?



    Timjang juga menyuruh Seo Yo Han ikut. 

    So Young hanya bisa menghela nafas. 



    Di sebuah tempat, ada empat orang yang sedang menonton berita mengenai pengajuan banding. Salah satu yang memberi penjelasan pada reprter ada disana, namanya Han Heong Soo. 

    Yang disebelah Heong Soo namnya Jae Jun. Merekaketawa-tawa senang membahas penampilan Heong Soo dalam berita tersebut.





    Lalu datanglah Se Hwang. Semuanya langsung berdiri diam dan menyambit Se Hwang dengan sangat sopan.

    Se Hwang duduk duluan, lalu menyuruh mereka berempat duduk.

    "Kalian bersenang-senang?"

    Semuanya diam saling tatap. AKhirnya Jae Jun tanya maksud Se Hwang.


    Se Hwang tersenyum, "Kalian orang tua tidak tahu apa-apa, bukan?"

    yang tertua tanya, "Apakah kami membuat Anda kesal?"

    "Aku hanya bercanda. Kalian telah membawa keadilan ke Korea hari ini. Kalian bisa menikmatinya semau kalian."



    Se Hwang lalu menuangkan minuman ke gelas masing-masing sampai penuh. Se Hwang menyuruh mereka minum sekali teguk. 

    Mereka melakukannya dengan patuh walau pasti berat banget karena itu minuman keras banget. Se Hwang ketawa puas.



    Polisi menyisir tempat jatuhnya orang yang dikejar Gon, tapi belum ketemu. 



    Gon melihat dinding beton yang bolong karena tinju orang itu tadi, ia merasa itu sama sekali gak masuk akal. 

    0 komentar

    Post a Comment