Tuesday, February 5, 2019

Sinopsis Babel Episode 1 Part 1

    Sumber: TV Chosun



    Dua orang petugas keamanan heran melihat pintu yang terbuka padahal tadinya tertutup.



    Mereka berdua masuk untuk memeriksa. Di dalam gelap banget sampai mereka harus menggunakan senter. Di dalam mereka mencium bau anyir.

    Tiba-tiba ada orang yang menyerobot keluar, orang itu mendorong petugas sampai jatuh. Petugas yang lain akan mengejar, tapi terpeleset sesuatu, jatuh juga.




    Yang terpeleset merasakan sesuatu di tangannya, ternyata itu darah. Ia menelusuri asalnya yang ternyata dari tubuh seorang pria.


    EPISODE 1
    KESERAKAHAN


    Tujuh Hari Sebelumnya...


    Di dalam kereta, seorang kakek berdebat dengan seorang pria sangar karena pria itu duduk di kursi khusus manula.



    Bukannya minggir saat kakek minta, pria itu malah kasar.



    Seorang pria terganggu oleh mereka, dia adalah Cha Woo Hyuk. Woo hyuk mara karena terbagun gara-gara pria itu.




    Woo Hyuk menyuruh pria itu diam sebelum ia tambah marah. Tapi pria itu melawan, memukul Woo Hyuk duluan. Woo Hyuk membalasnya berkali-kali lipat sampai ia harus ditahan oleh penumpang lain.



    Pria itu dan Woo Hyun berakhir di kantor polisi. 


    Detektif sudah hafal dengan Woo Hyuk, ia gak suka Woo Hyuk dibawa ke wilayahnya.



    Ternyata Woo Hyuk seorang jaksa jadi mereka memperlakukan Woo Hyuk dengan baik. Tapi Woo Hyuk cuma butuh selimut dan minta agar urusannya dibicarakan nanti kalau ia sudah bangun.


    Paginya, Woo Hyuk sikat gigi dan keramas di toilet kantor polisi. 



    Setelah selesai, Woo Hyuk mencari kaus kaki baru milik Jang Timjang. Jang Timjang keberatan kaus kakinya diambil, tapi Woo Hyuk memberikan alasan menyedihkan. 

    "Jang Timjang. Kau bayar dengan uang kunci, aku sewa bulanan. Kau punya mobil, kan? Aku jalan kaki. Kau punya anak istri, aku jomblo. Siapa lebih menyedihkan? Siapa lebih menyedihkan?"

    Anak buah Jang Timjang memilih Woo Hyuk. 


    Woo Hyuk berkata ia lapar, ia mengajak makan sup sundae. Semua mendadak sok sibuk, tidak ada yang menjawab Woo Hyuk.




    Seorang reporter datang, ia memohon Jang Timjang memberikan berita untuknya. 

    Woo Hyuk: Apa? Kasus?

    Reporter: Kasus yang masih hangat.



    Woo Hyuk langsung berdiri, tak suka. Apa begitu cara Reporter Yoon dilatih?

    Ah.. ternyata Woo Hyuk dulunya juga reporter dan semua tahu itu. 

    Jang Timjang: Dia tak pernah bekerja dengan mulutnya. Dia kerja fisik dengan kakinya. Dia selalu menggunakan kaki sampai dalam sebulan dua sepatu rusak. Kau tak dapat inspirasi darinya?

    Reporter Yoon: Soal itu...

    Woo Hyuk: Itu bukan salah Reporter Yoon. Tapi karena dia salah pembimbing.

    Jang Timjang: Benar. Reporter Go harus merenungkannya.

    WooHyuk: Mulai sekarang, kau dapat belajar pelan-pelan. Aku akan membantumu. Terutama cara menangani pergawai di kantor kejaksaan.

    Reporter Yoon: Te-terima kasih.

    Woo Hyuk: Ayo bersantai dan mengobrol sambil sarapan. Ah.. Ada yang ingin kubicarakan dengan tim bareskrim. Mereka boleh ikut, kan?

    Reporter Yoon: Apa? Ya.

    Woo Hyuk: Baiklah! Reporter Yoon mentraktir sup sundae, ayo ikut!

    Semuanya langsung berdiri. 



    Reporter Yoon terselamatkan oleh kedatangan Seonbae-nya, Reporter Go. Semua detektif balik kanan, kembali ke kursinya masing-masing.

    Woo Hyuk memanggilnya Jae Il, artinya mereka dekat.

    Jang Timjang: Reporter Go, kau datang pagi.




    Jae Il dan Woo Hyuk berakhir hanya makan berdua. Jae Il menunjukkan sebuah foto. 

    "Dia akan muncul? Sudah tiga puluh tahun dia tak muncul. Dia bahkan tak pulang ke Korea waktu orangtuanya meninggal..." Kata Jae Il.

    "Dia akan datang. Dia kabur ke Hawaii karena dikejar hutang judi. Tali usang pun akan disambarnya karena putus asa."

    "Uangnya bagaimana?"

    "Ada padaku."



    Sementara itu, disebuah rumah makan ada seorang wanita cantik yang memasak sambil melamun. Dia adalah Han Jung Won.


    Pemilik rumah makan mendekat, "Apa yang kau lakukan?"

    Jung Won masih belum sadar ada yang mendekat. Wanita itu berteriak, "Nanti hangus!"



    Jung WOn panik, ia langsung mematikan kompor. Wanita bertanya, apa nama masakan Jung WOn itu? 

    "Piperade."

    "Astaga. Piperade banyak menderitadi tempat yang salah."

    "Coba saja kalau mudah."

    "Aku bisa lebih baik walau pakai kaki."





    Jung Won langsung mengangkat kaki wanita itu untuk membuktikan kata-katanya. Wanita itu berontak, ia melemparkan tepung ke wajah Jung Won.

    Akhirnya Jung Won melepaskan kakinya.




    Tapi Jung Won balas dendam, ia mengejar wanita itu dengan sekantong tepung. Setelah berhasil menumpahkannya pada wajah wanita itu, Jung Won tersenyum puas.


    Wanita itu ijin mandi duluan. Jung Won masih berdiri di tempat untuk membersihkan bajunya.

    Saat melihat cincinnya, ia melepasnya lalu memasukkannya ke kantung.




    Di lobi kantor gedung pencakar langit, Geosan Elektronik, ada pengumuman mengenai penunjukkan Presdir baru, Tae Min Ho. 

    Hal itu menjadi bahan pembicaraan para karyawan. Min Ho adalah anak kedua, bisa jadi Presdir karena kakaknya kurang cakap. 

    Mereka juga membahas mengenai Jung Won. Sebenarnya Min Ho adalah suami Jung Won. Jung Won seorang artis terkenal tenyata.


    Orang yang dibicarakan mereka ada di dalam lift, Tae Min Ho, 




    Saat pintu lift terbuka, Min Ho mengijinkan semua karyawan naik bersamanya.

    Karyawan wanita berbisik memuji visual Min Ho. 

    Min Ho: Pujian seperti itu, boleh diucapkan lebih keras.

    Para wanita berkikik. 



    Ruangan Min Ho bernuansa gelap, cahaya yang masuk pun dibatasi dan anehnya ia membawa termos air panas sendiri. Ia menggunakannya untuk menyeduh kopi. 




    Min Ho menandatangani Konsep untuk Persetujuan Laporan Rapat. Lalu ia menurunkan layar dimana layar itu menampilkan para anggota eksekutif Geosan Elektronik yang sedang duduk rapi di ruang rapat.

    Mereka semua juga bisa melihat Min Ho secara langsung melalui layar yang ada.

    "Halo, Saya Tae Min Ho. Pertama-tama, saya minta maaf memberi sambutan seperti ini, tak secara langsung. Geosan Elektronik adalah perusahaan global mewakili Korea. Nama Geosan Elektronik bisa dilihat di seluruh dunia dan produk kita dijual di seluruh dunia. Geosan Elektronik memiliki filosofi dalam berbisnis berkontribusi pada kemanusiaan melalui kreativitas dan tantangan tanpa batas. Apa saya benar? Namun dewasa ini ada yang kita lupakan. Rasa tanggung jawab pada pelanggan kita. Dan faktanya kita tak memanfaatkan potensi masing-masing anggota Geosan Elektronik. Pertama, hal-hal yang tak diinginkan pelanggan. Dan hal-hal yang tak dapat memuaskan pelanggan..."



    Kakak Min Ho, Tae Soo Ho menyaksikan percakapan itu memalui dua monitor yang berbeda. Tapi ia kesal jadi tidak menyaksikan sampai akhir.



    Soo Ho memberitahu sekretarisnya untuk melarang siapapun masuk selama dua jam. 

    "Bagaimana kalau presdir mencari?"

    "Kau ini! Kau dengarkan ucapanku atau memakannya? Jangan ada yang masuk! Bilang aku tak di tempat!"

    "Baik, saya mengerti."

    Soo Ho emosi banget, ia sampai menggebrak meja, jadi sekretarisnya menurut.

    Selepas Sekretarisnya pergi, Soo Ho  mengeluarkan sesuatu dari laci, luarnya seperti pena, tapi bisa dibuka dan Soo Ho mengeluarkan sesuatu dari sana.




    Anggota keluarga Tae yang lain adalah Tae Yoo Ra yang merupakan seorang pengacara. 

    Ia kesal karena anak buahnya menjadikan pelaku agar klien mereka tak bersalah. 

    "Aku bisa apa kalau sudah pasti dia akan diputus bersalah?"

    "Kapan aku bilang bajingan itu diputus tak bersalah?"

    "Lalu kenapa Anda terima kasusnya?"

    "Mulai hari ini, kita tak melanjutkan kasusnya."



    Bawahannya masih ngeyel, kalau berhenti sekarang, artinya klien mereka akan celaka. 

    "Jangan-jangan, disengaja?" Duga bawahan. 

    "Ini kejahatan seksual kali ketiga bajingan itu. Dan tak pernah dihukum."

    "Anda akan bagaimana?"

    "Aku akan tanggung jawab, berhenti dibahas."

    Semua pun diam.

    0 komentar

    Post a Comment