Sunday, January 27, 2019

Sinopsis Romance Is A Bonus Book Episode 1 Part 3

    Sumber: tvN



    Eun Ho sedang bekerja, ia memeriksa tulisan orang. Saat akan mencetak dokumen, printernya tidak bekerja.


    Eun Ho melihat ke bawah meja, ternyata colokan printer lepas. Eun Ho kembali menggerutui Ahjumma IRT-nya. 

    "Aku mengatakan kepadanya untuk tidak mendekati meja ku. Aku tidak bisa memaafkan ini. Aku akan memecatnya meskipun Dan Yi Noona yang merekomendasikannya."


    Saat Printer kembali bekerja yang tercetak pertama adalah resume Dan Yi. Eun Ho heran, ia akan menghubungi Dan Yi tapi gak jadi karena ini sudah jam 2 pagi. 

    "Kenapa dia tiba-tiba berusaha mendapatkan pekerjaan?" Tanya Eun Ho pada dirinya sendiri.


    Sementara itu, Dan Yi gak bisa tidur karena menghawatirkan putrinya. Ia menunggu balasan dari Jae Hui.

    Jae Hui: Ibu.. aku mengirimimu pesan teks karena ibu mungkin tertidur. Rupanya, aku menderita enteritis. Dokter mengatakan itu bukan masalah serius. Aku hanya harus disuntik dan aku bisa pulang besok. Aku akan menelepon begitu aku keluar.

    Dan Yi pun lega dan bisa tidur nyenyak.


    Namun paginya, Dan Yi bangun kesingan padahal ia ada wawancara kerja. 

    Dan Yi bergegas, namun ia dikagetkan dengan suara pecahan kaca yang sangat keras.


    Ternyata rumah itu akan dirobohkan. 



    Dan Yi keluar untuk memeriksa, Pak Mandor melihatnya dan ia segera menyuruh anak buahnya berhenti. Dan Yi dimarahi karena ada disana padahal rumah itu sudah disegel.

    "Bagaimana kau bisa masuk? kau tidak bisa begitu saja memasuki rumah orang lain seperti itu."

    Dan Yi hanya bisa minta maaf dan ia minta waktu sebentar untuk mengambil barang-barangnya yang masih ada di dalam.



    Dan Yi mengemasi barang-barangnya, tak lupa ia membawa tanaman bawangnya.


    Para Pekerja heran melihat Dan Yi yang bisa hidu di bangunan tanpa listrik dan air.


    Dan Yi meninggalkan barangnnya di halte sementara ia di toilet.

    Dan Yi terpaksa berganti pakaian di toilet umum. Dan ia berlatih sebentar untuk menjawab pertanyaan nanti yang mungkin diajukan padanya.


    Saat kembali ke halte, Dan Yi mengecek lecet di kakinya yang ternyata belum sembuh, ia butuh plaster. Sialnya, saat bis datang semua penumpang berebutan naik sampai mereka menendang sepatu Dan Yi sampai ke jalan aspal. 



    Dan Yi berusaha mengambil sepatunya, tapi sepatunya tergilas roda bis dan terlempar ke tengah.  



    Dan Yi turun ke jalan untuk mengambilnya, tapi ia malah kena marah pengendara mobil karena muncul tiba-tiba. Dan Yi hanya bisa minta maaf, ia pun menepi lagi.


    Dan Yi masih melihat sepatunya tepat di tengah jalan, di garis pemisah rute. Ia mau kesana tapi terhalang bis, namun saat bisnya jalan, sepatunya hilang.


    Dan Yi pun kembali duduk di halte, ia menghubungi perusahaan yang mengadakan wawancara.

    "Halo, Saya Kang Dan Yi. Saya ada wawancara di perusahaan Anda hari ini. Tapi Saya rasa saya tidak bisa datang hari ini. Jadi.. apakah memungkinkan saya bisa pergi besok."

    Sepertinya pihak perusahaan tidak mengijinkan. Dan Yi meminta penundaan waktu satu jam, tapi tetap tidak bisa.


    "Anda benar. Saya tahu Anda tidak peduli dengan situasi pribadi saya. Bukannya saya tidak bisa. Saya memilih untuk tidak melakukannya. Saya harus mengambil tiga jalur kereta bawah tanah yang berbeda dan bagaimanapun juga tidak akan mudah untuk kesana.. Selain itu, saya ragu Anda bahkan akan mempekerjakan saya. Baik. Terserah! Saya akan mencari pekerjaan lain. Saya memilih untuk tidak datang."


    Sebenarnya Dan Yi sangat sedih dengan apa yang menimpanya ini, ia bahkan tidak bisa menahan tangisnya. Setelah menutup telfon, ia mengangis sangat keras, menyita perhatian. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa mengendalikan tangisnya.



    Dan Yi mampir ke toserba untuk membali payung dan saat akan membayar di kasir, Jae Hui mengiriminya pesan.  


    "Ibu, aku sudah boleh keluar RS. Akan aku kirimkan tagihan RS-nya. Jadi kirimkan uangnya."

    Membacanya membuat Dan Yi harus berhemat lagi, ia tidak jadi membeli payungnya.



    Di luar masih hujan. Dan Yi melihat kebawah, ia tidak bisa lari dengan satu sepatu, akhinya ia membuang sepatunya di tong sampah.


    Dan Yi berlari menembus hujan tanpa alas kaki.


    Ia menuju rumah Eun Ho, tapi sandinya sudah diubah, ia gak bisa masuk.



    Dan Yi menghubungi Eun Ho, tapi Eun Ho menolak panggilannya.




    Eun Ho menemui kekasihnya. Kekasihnya mengaku kalau ia pergi kencan buta dan akan segera menikah.

    "kau pasti sibuk mengingat ini baru tiga minggu. Pria seperti apa dia?"

    "Apakah itu yang harus kau katakan?"

    "Ini pertanyaan penting karena kau akan menikah dengannya."

    "Apakah kau yakin kita ini sedang berkencan? Apa kau bahkan pernah mencintaiku?"

    "kau tahu bagaimana aku. Aku bukan tipe yang memberi jalan bagi orang lain. Pernikahan? tidak cocok untukku."



    Wanita itu menggenggam gelas airnya. Eun Ho tahu apa yang akan dilakukannya, ia menahannya. Eun Ho melepas mantelnya, meletakkannya di kursi sebelah. 

    "Sekarang lakukan seperti yang kau inginkan."

    Wanita itu menyiram air ke wajah Eun Ho. Tapi ia belum puas, ia juga menyiram air ke mantel Eun Ho. 

    "Kau-- Aku akan memakai ini ke rumah ini!"

    "kau tidak tahu cinta. Kau bahkan tidak percaya itu ada. Bajingan."

    Wanita itu langsung pergi.




    Dan Yi membeli soju, semua menatapnya aneh, menganggapnya gelandangan.



    Eun Ho memeriksa ponselnya, ada 5 panggilan tak terjawab dari Dan Yi. Eun Ho menghela nafas.



    "Dan Yi Noona adalah alasannya.. aku tidak percaya pada cinta."




    Dan Yi berhenti di depan toko baju pengantin. Ia meletakkanbarang-barangnya di bangku.





    Dan Yi ingat pesta pernikahannya. Setelah pelarian itu, Dan Yi kembali.




    Eun Ho juga kembali melakukan tugasnya untuk mengiringi acara pemberkatan dengan bermain piano.

    Eun Ho berbisik, "Kau baik-baik saja?"

    Dan Yi menjawabnya dengan tersenyum.


    Dan Yi sekarang hanya menatap gaun itu sambil minum soju.



    Eun Ho menelfon akhirnya. Dan Yi awalnya mau marah, tapi ia berhasil menahannya.

    "Di mana kau? kau mengubah kode sandi pintumu."

    "Sudah kubilang aku akan dan aku akan memecat pembantu rumah tangga."

    "Kenapa kau tidak mengangkatnya?"

    "Aku sibuk dicampakkan."

    "Mengapa? Dia orang yang aneh. Bukankah dia yang meninggalkan bra-nya?"



    Eun Ho: Dia bilang aku tidak tahu cinta.

    Dan Yi: Memang benar bahwa pria tidak tahu apa-apa tentang cinta. Aku ragu kau berbeda.

    Eun Ho: Ini semua karena kau.

    Dan Yi: Mengapa? Apa yang pernah ku lakukan padamu?

    Eun Ho: Tidak ada yang perlu kau ketahui. Oh ya.. Apa kau datang ke rumahku kemarin? Aku melihat resumemu. Kenapa tiba-tiba mencari pekerjaan?

    Dan Yi: Sudah berakhir sekarang, tidak ada yang akan mempekerjakan seseorang yang berusaha untuk kembali berkaris setelah istirahat. Hidup ini... sudah hancur. Aku benar-benar merasakan hal itu. Aku tidak diinginkan dan aku tidak punya tempat yang dituju. Akun ku akan kosong setelah aku mengirim semuanya pada Jae Hui.

    Eun Ho: Bukannya bisnis Dong Min Hyung sudah pulih. Di mana kau sekarang?



    Dan Yi: aku.. di ujung hidupku. Aku tidak punya tempat tujuan. Jadi pria berikutnya yang aku temui,  tidak peduli siapa dia, aku hanya akan mengikutinya. Malam ini, aku akan--


    Dan Yi: aku.. di ujung hidupku. Aku tidak punya tempat tujuan. Jadi pria berikutnya yang aku temui,  tidak peduli siapa dia, aku hanya akan mengikutinya. Malam ini, aku akan--

    0 komentar

    Post a Comment