Sunday, January 27, 2019

Sinopsis Romance Is A Bonus Book Episode 1 Part 2

    Sumber: tvN



    Saat Dan Yi sedang memakai plaster di kakinya yang lecet, pewawancara tadi masuk. Dan Yi agak kaget juga, ia mengatakan kalau kakinya lecet.

    "Saya sudah banyak mewawancarai wanita yang mencoba kembali berkarir. Mencari pekerjaan pasti melelahkan."

    Dan Yi mengambilkan tisu untuk pewawancara itu sambil menjawab tidak mudah mencari pekerjaan. 

    "Jawaban terakhir Anda cukup berkesan. 11 tahun pengalaman Anda sebagai ibu rumah tangga akan membantu perusahaan? Bagaimana tepatnya Anda dapat membantu perusahaan?"

    "Itu.. Seperti yang Anda lihat di resume saya, saya dulu--"

    "Tidak, saya bertanya tentang Anda di masa sekarang. Anda lihat, industri ini.. telah banyak berubah."




    Pewawancara itu melempar sembarang tisu yang sudah ia gunakan, dan ia berkata dengan penuh penekanan.

    "Jangan dengan bangganya mengatakan kembali untuk berkarir. Kembali ke tempat kerja tidak seperti pergi piknik."

    "Sebentar. Saya berusaha keras untuk--"

    "Aku tersinggung. Apakah kau tahu apa yang harus aku lakukan untuk mempertahankan pekerjaanku? Beraninya kau muncul di sini mencoba mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untukku?"

    Pewawancara itu langsung keluar.



    Eun Ho mengakhiri kuliah tentang Romantisisme dan fiksi Gotik di akhir abad ke-19. Semua mahasiswa siap keluar tapi Eun Ho mengingatkan bahwa ia selalu memeri hadiah ketika mereka menyelesaikan setiap bab, semuanya mengeluh.

    "Pelajari tentang apa yang kalian pelajari di bab ini. Aku ingin masing-masing kelompok untuk memilih literatur, menganalisisnya, dan mendiskusikannya."


    Mereka kira hanya itu tugasnya tapi Eun Ho menambahi lagi untuk tugas  individu, yaitu menulis esai tentang pembagian antara genre dan sastra murni.

    Tambah kecewa deh tuh mahasiswa. Apalagi saat Eun Ho mengumumkan minggu depan akan dilaksanakan quiz.

    Mahasiswa: Itu terlalu banyak Pak!

    Eun Ho: Apa? Aku terlalu tampan? Aku tahu.


    Usai dari kelas, Eun Ho dikejar-kejar dua mahasiswi, mereka membawakan makanan. Eun Ho menerimanya sambil jalan.

    Lalu datang satu mahasiswi lagi, menyodorkan novel karyanya, berharap Eun Ho mau memeriksanya, 

    Eun Ho: Perusahaanku akan mengadakan kontes untuk penulis yang baru muncul. Kau harus mengikuti kontes.



    Eun Ho melangkah mendahului mereka, tapi mereka menanyakan sesuatu yang membuat Eun Ho berhenti.

    "Apa Anda sudah punya pacar?"

    "Ya, aku akan bertemu keluarganya besok. Kami akan segera menikah." Jawab Eun Ho.

    Semuanya syok.


    Dan Yi membersihkan rumah, mulai dari ngepel, ngelap-ngelap dan merapikan semuanya.



    Saat membersihkan rak buku, ia tersenyum melihat buku yang ditulis Eun Ho, ia membersihkannya dengan baik lalu mengembalikan ke tempatnya.

    Dan Yi juga mengelap foto anak laki-laki dan perempuan dengan teliti.



    Saat menjemur pakaian Dan Yi menemukan bra warna merah menyala. Ia bergumam kalau ukurannya berbeda dari yang terakhir kali, ia jelas tahu kalau pemilik rumah berkencan dengan wanita lan lagi.


    Eun Ho mendapat pesan dari Dan Yi. 

    "Pengurus rumah tanggamu memberitahuku bahwa kau terus membawa gadis-gadis yang berbeda ke rumah. Menikah jika kau telah menemukan gadis yang layak. Berhentilah gonta-ganti pacar."



    Eun Ho kesal, ia langsung menghubungi Dan Yi. Eun Ho meminta Dan Yi mencarikan pengurus rumah yang baru. Dan Yi gak ngerti alasannya, ia merasa pekerjaan pengurus rumah yang sekarang baik dan makanan yang ia masak sesuai selera Eun Ho.

    "Aku tidak suka kalau dia berbicara tentangku. Dia memberitahumu segalanya."

    "Begitu? Kapan kau mulai berkencan dengan gadis yang meninggalkan bra merah itu?"

    "Dia bahkan memberitahumu warnanya? Aku memaksa bertahan karena Noona yang merekomendasikannya, tapi dia aneh. Juga, aku pikir dia hanya bekerja setengah hari."

    Eun Ho memutus telfon setelahnya.


    Dan Yi menggerutu kalau Eun Ho sangat rewel. Dan Yi bicsra sendiri kalau Eun Ho tak bisa memecatnya, ia tidak punya tempat untuk pergi.


    Dan Yi mengambil gaji yang sealu Eun Ho tinggalkan di kulkas, ia sangat membutuhkan penghasilan dari Eun Ho. 


    Dan Yi mendapat telfon dari Akademi Internasional Putrinya, Jae Hui. Mereka memberitahu Dan Yi kalau Jae Hui memutuskan tinggal disana satu semester lagi, maka dari itu perlu ada administrasi yang diurus,

    "Kami akan membutuhkan surat kerja Anda dan pernyataan bank yang menunjukkan bahwa Anda memiliki lebih dari sepuluh juta won di akun Anda."

    Dan Yi kebingungan, tapi ia jelas tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.



    Selanjutnya, Dan Yi membujuk Eun Ho untuk terus mempekerjakan Ahjumma yang ia rekomendasikan (dirinya), Dan Yi gak bisa bilang kalau ia yang bekerja di rumah Eun Ho, ia butuh identitas orang lain. 

    "Tidak bisakah kau mempertahankan Ahjumma itu? ku sudah memperingatkannya."


    Eun Ho membalas saat Dan Yi sedang mandi.

    "Aku akan mengubah kode akses pintu. Jangan mengirimnya ke tempatku lagi. Noona uruslah dia."


    "Ahjumma itu aneh. Ku pikir dia bahkan mandi di rumahku."




    "Handuk yang belum pernah aku gunakan digantung di rak pengeringan, dan sampoku habis begitu cepat."



    Dan Yi juga menggunakan laptop Eun Ho dan ia merusaknya pula. Eun Ho langsung tahu saat ia menggunakannya.


    "Aku bukan idiot. Sekali, bahkan laptop ku menyala."




    "Aku tidak ingin mengatakan ini,  tapi aku bahkan kehabisan beras dengan cepat. Aku yakin dia makan makanan di rumahku."



    Dan Yi menggerutu setelah membaca semua pesan itu.

    "Apa yang salah dengan makan sedikit makanan saat bekerja? Bedebah itu. Aku bahkan tidak makan banyak."

    Oh ya.. Dan Yi menyembunyikan pakaiannya di kardus, lalu menutupinya dengan kain.



    Nama Perusahaan Eun Ho adalah PENERBITAN GYEOROO. Hari ini seseorang menempelkan pengumuman di pintu yang berisi jadwal rapat eksekutif, jam 10 pagi.


    Seorang Direktur Datang, wanita itu memenggilnya Direktur Ko. Direktur Ko membalas sapaan wanita itu, ia memanggilnya Manajer Song. Direktur Ko menyuruh Manajer Song melepas pengumuman itu, toh semuanya juga akan terlambat.

    "Belum ada yang datang, kan?"

    PENYIHIR KEDUA

    Manajer Song mengangguk. 


    Setelah Direktur Ko masuk, Manajer Song melepas pengumuman yang baru dipasangnya.

    SONG HAE RIN, MANAJER ASISTEN DARI TIM EDITORIAL. PSANGAT CEKATAN.


    Kedua yang datang adalah Eun Ho.


    KETUA EDITOR GYEOROO, CHA EUN HO
    PROFESOR LITERATUR SASTRA DI UNIVERSITAS HANGUK 
    PEMBAWA ACARA PODCAST POPULER
    EYE CANDY


    Yang ketiga adalah seorang pria. Dia jalan sambil bicara di telfon dengan seorang penulis. Sepertinya penulis itu akan menuarah tapi pria itu terus memaksanya menulis.

    Namanya Bong Ji Hong.



    Yang terakhir adalah Seo Yeong A, Kepala Tim Pemasaran. Dia berkari masuk dan setelah melihat Manajer Dong ia memberikan kunci mobilnya.

    "Manajer Song! aku meninggalkan sepatu ku di mobil. Maaf, bisakah kau mengambilkan?"

    Manajer Song langsung bergerak.




    Seo Yeong A lega karena Presdir Kim belum datang saat ia sampai di ruang meeteng. Yeong A menjelaskan alasannya telat sambil make up-an.

    "Anakku sakit pagi ini. Kau diberkati karena tidak manikah. Suamiku orang asing, dan anakku adalah beban. Rumah dan tempat kerjaku berantakan. Aku tidak punya kehidupan pribadi."


    Selanjutnya Yeong A menggerutui Presdir Kim karena terlalu sering mengajak mereka meeteng padahal tidak ada yang perlu dibicarakan tanpa ia tahu kalau Presdir Kim ada dibawah meja dan jelas mendengar semua ucapannya. 

    KIM JAE MIN PRESDIR GYEOROO

    Yeong A: Dan sepertinya dia tidak pernah mendengarkan kita. Dia membuat semua keputusan sendiri. Dia hanya seorang diktator. Aku tidak mengerti mengapa dia mengadakan begitu banyak meeteng eksekutif. Dia selalu mengatakan kita masih harus menempuh jalan panjang. Aku muak dengannya mengatakan itu.


    Presdir Kim menunggu sampai Yeong A selesai baru ia mengeluarkan suara. Presdir Kim menyinggung soal yeong A yang kembali terlambat. 

    Yeong A ketawa canggung, "Anda disini toh!". Lalu Yeong A menatap Eun Ho, protes karena Eun Ho haya dam saja saat ia mengoceh, tapi Eun Ho hanya membalasnya dengan senyum. 


    Presdir Kim mencatat siapa yang terlambat tiap kali meeteng eksekutif dalam sebuah tebel.



    Sambil menyeka ingsunya, Presdir Kim mengatakan kata-kata andalannya, bahwa mereka masih harus menempuh jalan panjang. Pertama dimulai dengan mendiskusikan perekrutmen karyawan baru. 

    Setelah membaca laporannya, Presdir Kim menoleh pada Yeong A (Seo Timjang), bertanya, apa Seo Timjang yang membuatnya? 

    Seo Timjang: Ya, Saya sudah membahas semuanya dengan Timjang SDM. Apa yang salah?



    Direktur Ko (Ko Isa): Beberapa perubahan perlu dilakukan. Pertama-tama, tidak ada batasan umur. 

    Seo Timjang: Menangnya kenapa? 

    Ko Isa: Apakah benar-benar perlu mencantumkannya?

    Direktur Bong: Aku tahu banyak perusahaan sekarang tidak mematuhi Diskriminasi Usia dalam UU Ketenagakerjaan. Tapi kami membuat buku. Bukankah itu memalukan?

    Presdir Kim: Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau kita melakukan ini? Kita akan menerima semua lulusan bahkan mereka yang akan lulus pada Agustus, 2019. Tetapi ketika kita menyaring resume mereka, kita akan mengeliminasi mereka yang telah lulus selama lebih dari dua tahun. Bahagia sekarang? Kita berpegang teguh pada hukum.

    Direktur Bong: Ini sangat memalukan.

    Seo Timjang: Lalu bagaimana dengan "tidak diperlukan gelar?"

    Presdir Kim: "Tidak diperlukan gelar" adalah omong kosong. Orang yang belajar dengan baik lebih baik dalam pekerjaannya.

    Ko Isa: Anda benar. Mereka yang belajar dengan baik terbukti bahwa mereka memenuhi kualifikasi standar seperti kesabaran, ketulusan hati, gairah, dan sebagainya.



    Presdir Kim: Namun, kita adalah orang-orang yang membuat buku. Jika kita terlalu kalkulatif, kita akan berakhir kehilangan keberuntungan kita. Karena itu, mari kita berpegang teguh pada hukum untuk setidaknya satu kriteria. Oke, mari kita lihat. Tim Dukungan Tugas. Tidak ada batasan usia. Tidak ada batasan latar belakang akademis. Mereka mempekerjakan lulusan sekolah menengah. Lalu kita bisa menyewa satu.

    Eun Ho: Tapi mereka pekerja kontrak.

    Presdir Kim: Begitu? Mendapatkan pekerjaan itu sulit akhir-akhir ini.

    Eun Ho: Tapi meskipun begitu--

    Presdir Kim: Cukup. Selanjutnya, mari kita lihat laporan penjualan bulan lalu. Kita masih harus menempuh jalan panjang.


    Dan terbukti, Presdir Kim tidak mau mendengarkan anak buahnya, ia membuat keputusan sendiri.



    Dan Yi pulang ke rumah yang sudah disegel. Ia bahkan rela meloncati pagar. Ia melemparkan tas dan sepatunya dulu baru naik melewati pagar.



    Bahkan disana Dan Yi menggantung baju gantinya. 




    Di rumah itu gak ada listrik ataupun air, Dan Yi menggunakan senter sebagai penerangan. 

    Dan Yi menoroti jendela besar di ruang utama, ingatannya kembali ke masa lalu. Dan Yi tersenyum.




    Jadi dulu rumah itu dalah rumahnya bersama Dong Min dan Jae Hui. Jadi mereka baru pindah kesana. Dan Yi senang karena jendelanya besar jadi sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah. 


    Dong Min mendorong sepeda Jae Hui di dalam rumah, Dan Yi melarang mereka main sepeda di dalam karena akan merusak lantai. 



    Dan Yi pun membujuk Jae Hui untuk main sepeda di luar saja jika cuaca sudah agak hangat. Jae Hui menggeleng. 

    Dong Min punya solusi, mereka bisa menghapus jejak ban sepeda, jangan khawatir. 

    Dan Yi: Kita bekerja sangat keras untuk membeli rumah ini. Aku lebih suka kau merusak wajahku.

    Dan Dan Yi menggentikan Dong Min mengepel lantai.




    Dan Yi hidup hemat banget, bahkan ia menanam bawang agar tidak perlu membeli. 

    Dong Min: Itu bahkan tidak semahal itu. Kenapa kau tidak membelinya saja?

    Dong Yi: Bawang hijau sangat mahal akhir-akhir ini. Jika kita menanam yang seperti ini, kita bisa memakannya sepanjang musim dingin.

    Dong Min: Jae Hui-ya.. Ibumu bisa membeli gedung dengan semua tabungannya.





    Tapi semua kebahagiann itu tiba-tiba hilang. 

    Suatu hari, Dan Yi menangis di depan Dong Min, memohon agar mereka bisa memulai lagi dari awal. 

    Dan Yi: Kita menikah karena kami saling mencintai. Pikirkan tentang Jae Hui. Aku minta maaf untuk semuanya. Aku tahu aku mengatakan beberapa hal jahat padamu, tetapi itu karena aku juga kesal karena bisnismu bangkrut. Aku minta maaf  aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Aku baik-baik saja walaupun kita kehilangan rumah. Aku baik-baik saja dengan segalanya. Mari kita pergi ke rumah ayahmu di pedesaan dan memulai lagi ...


    Dong Min: Pergi ke sana dan lakukan apa? Apa yang akan kau lakukan disana? Gali lubang untuk mencari makanan?

    Dan Yi: Lalu apa kau pikir kau bisa menyelesaikan semuanya dengan selingkuh? Apa itu sebabnya kau selingkuh?



    Dong Min kesal dengan ucapan Dan Yi itu, ia bersikeras keluar. Dan Yi menahannya, ia janji tidak akan mengungkitnya lagi, jadi jangan pergi.



    Tapi Dong Min tetap pergi. Dan Yi hanya bisa mengangisinya.


    Dan Yi: Jangan menangis. Dan Yi-ah. Suamimu tidak akan kembali. Walaupun kau menangis semaumu, tapi dia tetap tidak akan kembali. Kau harus mandiri mulai sekarang.


    Dan Yi membuka buku tabungannya, cuma ada 8 juta di rekeningnya. Ia pun mengirim pesan untuk Jae Hui.

    Jae Hui-ya.. Ini ibu. Ibu mendapat telepon dari akademi. Dan Ibu minta maaf untuk memberitahumu bahwa keuangan ibu sedang tidak baik. Ibu masih belum menemukan tempat tinggal, dan ibu masih belum punya pekerjaan. Jadi...

    Dan Yi menunggu balasan Jae Hui, lama.. sampai akhirnya Jae Hui menelfon.



    Jae Hui menangis karena perutnya sangat sakit. Dan Yi khawatir, kalau sakit kenapa gak ke rumah sakit?

    "Tagihan rumah sakit di sini tidak ditanggung oleh asuransi, jadi akan menghabiskan banyak uang."

    "Tetap saja, kamu harusnya pergi ke rumah sakit. Panggil gurumu dan pergi ke rumah sakit."

    "Ibu.."

    "Jae Hui-ya.. Ibu punya uang. Ibu punya cukup untukmu  pergi ke rumah sakit. Pergilah ke rumah sakit, dan kau boleh melanjutkan belajar di sana. Ibu akan membiarkanmu melakukan semua yang kau inginkan. Kau membuat ibu merasa kesal. Kenapa tidak pergi ke rumah sakit?!"

    Dan Yi kesal pada dirinya sendiri. 

    0 komentar

    Post a Comment