Sunday, January 27, 2019

Sinopsis Romance Is A Bonus Book Episode 1 Part 1

    Sumber: tvN




    Cha Eun Ho (Lee Jong Suk) datang ke acara pernikahan. Dari fotonya sih pernikahannya Kang Dan Yi (Lee Na Young).



    Eun Ho naik ke atas untuk menemui mempelai wanita, Kang Dan Yi. Dan Yi merasakan kedatangan seseorang, ia menoleh dan melihat Eun Ho. Eun Ho tersenyum tipis. 





    Dan Yi menunjukkan wajahnya pada Eun Ho, mereka saling menatap, tapi cuma sebentar karena tamu lain berdatangan, mencuri star Eun Ho untuk mendekati Dan Yi.

    Eun Ho berbisik, "Cantik!". Tapi Dan Yi tidak mendengarnya, Eun Ho tak ambil pusing, malah menyuruh melupakan saja jika tidak dengar.

    Eun Ho kembali turun dan Dan Yi sibuk foto-foto dengan para tamu.


    Eun Ho bertugas memainkan piano diacara ini. Ia pun segera menempati posisinya.



    MC mempersilahkan pengantin pria masuk, diringi musik ngebeat. 


    Saat MC mempersilahkan Pengantin wanita memasuki altar, Eun Ho menjalankan tugasnya, memainkan musik pengiring. 


    Tapi ada masalah, pengantin Wanita menghilang. MC yang diberiahu tak sengaja bicara di mic, jadi semua orang mendengar. 



    Pengantin Pria (Dong Min) langsung naik ke tempat pengantin wanita menunggu, tapi tidak ada siapapun disana. Eun Ho menyusul. Dong Min bertanya, apa ada yang EUn Ho tahu? Kemana Dan Yi pergi?

    "Coba pikirkan. Apa sesuatu terjadi.. Apa kalian bertengkar lagi?" Tanya Eun Ho.

    "Apa? Kami selalu bertengkar!"

    "Kenapa kalian bertengkar? Pasti ada alasannya! Noona tida mungkin--"

    "Aku tak tahu. AKu gak bisa berpikir. AKu tak tahu kenapa kami bertengkar. Hei! Kami bertengkar seminggu yang lalu. Aish.. Kami sudah baikan padahal!"

    Eun Ho turun tanpa menjawab apapun.




    Di bawah, ada dua orang siswa penggemar Eun Ho. Cha Eun Ho ini penulis buku yang terkenal. Mereka membawa buku Eun Ho dan meminta tanda tangan. 

    "Maaf, kalian salah orang." Jawab Eun Ho dingin.

    Keduanya yakin, mereka tidak salah orang, maka mereka pun mengejar Eun Ho. Tapi terlambat, Eun Ho melarikan diri dengan mobilnya.



    Di bawah, ada dua orang siswa penggemar Eun Ho. Cha Eun Ho ini penulis buku yang terkenal. Mereka membawa buku Eun Ho dan meminta tanda tangan. 

    "Maaf, kalian salah orang." Jawab Eun Ho dingin.

    Keduanya yakin, mereka tidak salah orang, maka mereka pun mengejar Eun Ho. Tapi terlambat, Eun Ho melarikan diri dengan mobilnya.



    Eun Ho langsung menoleh kebelakang dan Dan Yi bangkit untuk menunjukkan dirinya pada Eun Ho. Eun Ho gak bisa berkata-kata. Dan Yi menunjuk ke depan, Lampu Merah. Eun Ho terkejut, ia tidak siap, jadi ia harus mengerem mendadak dan meminggirkan mobil.



    Setelah mobil berhenti, Eun Ho kembali menoleh kebelakang. Eun Ho tak mengerti tindakan Dan Yi ini, terlebih Dan Yi yang bersembunyi di mobilnya.

    "Benar kan? Aku pasti sudah gila."

    "Masih bisa bercanda disaat seperti ini?"


    Ponsel Eun Ho berdering, dari Dong Min. Dan Yi yang melihatnya melarang Eun Ho mengangkat. Tapi Eun Ho tidak bisa mengabaikannya, jadinya mereka berebut ponsel.


    Jadinya tombol jawab tidak sengaja kepencet. Eun Ho mengkode Dan Yi untuk diam. Setelah terhubungung, Dong Min menyapa Eun Ho.  

    "Kau bersama Dan Yi, kan? AKu tahu kau sekarang bersamanya." Kata Dong Min selanjutnya.



    Ternyata sekarang Dong Min melihat CCTV yang menunjukkan kalau Dan Yi masuk ke mobil Eun Ho. 

    Dong Min: Kalian... Jangan bilang ini sama dengan yang aku pikirkan. Sesuatu seperti ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya, tapi..   



    Eun Ho: Tidak, Hyeong. Tidak, Sama sekali tidak. 

    Eun Ho menoleh pada Dan Yi, menyuruhnya mengatakan pada Dong Min kalau semua ini gak sesuai dengan pemikirannya, bahwa Dong Min hanya salah paham.

    Dan Yi: Dia bicara omong kosong.

    Dan Yi mengatakannya dengan pelan, jadi Eun Ho menjelaskannya pada Dong Min barangkali Dong Min tidak mendengar tadi. 

    EUn Ho: Noona jelas bilang tidak. 


    Dong Min: Jika tidak benar, maka kembalilah kesini dan bawa Dan Yi. 

    Dong Min mencoba membujuk Dan Yi, "Dan Yi-ah.. Aku tahu alau aku pecundang dan aku mengaku salah, tapi jangan lakukan ini, Dan Yi-ah. Ibumu pingsan saking terkejutnya. Kembalilah Dan Yi-ah." 



    Dan Yi hanya diam saja. Eun Ho menjawab, ia akan membawa Dan Yi kembali dalam 10 menit. 




    Mereka mampir ke toko sebelum kembali. Eun Ho membelikan Dan Yi minuman. Eun Ho bertanya, kenapa Dan Yi melakukannya? Dan Yi menjawab ia gugup.

    "Kita tidak harus kembali jika kau tidak ingin. Katakan padaku jika kau ingin ke tempat lain. Aku akan mengantarmu."

    "Aku tidak.. punya tempat tujuan." Dan Yi menyeka airmatanya.

    "Bagaimana kalau.. kita ke Bandara? Kau bisa asal naik pesawat. Kemanapun menuju, kau bisa tinggal disana beberapa bulab."

    "Kami harusnya bulan madu ke Spanyol. Padahal ibuku menyuruh kami ke Pulau Jeju saja karena kami bangkrut, tapi aku bersikeras. Semua perabot dan sebagainya untuk rumah baru kami, kami beli dengan pinjaman."

    "Kenapa kau menghawatirkan itu sekarang?"

    "Dia bilang ibuku pingsan. Belum lama sejak ayahku meninggal." 




    Dan Yi kembali menyeka airmatanya, lalu menghabiskan minuman yang dibelikan Eun Ho. Saat memberikan botol kosong pada Eun Ho, Dan Yi melihat mobil Eun Ho diderek. 




    Eun Ho panik, ia mengejar, tapi tidak kekejar. Eun Ho pun berbalik dan menatap Dan Yi sambil menghentakkan kaki. Dan Yi mengatupkan kedua tangan, Maaf! Eun Ho cemberut.



    Akhirnya mereka berlari sambil bergandengan tangan. Dan Yi memukuli Eun Ho karena kakinya sakit. 




    Veil-nya Dan Yi terbeng terbawa angin. Eun Ho mencoba mengejar tapi gak kekejar. Tapi tak apa, mereka malah tersenyum.



    Mereka melanjytkan pelariannya masih dengan bergandengan tangan.

    Narasi Dan Yi:

    "Jika aku bisa memutar balik waktu dan memilih satu hari untuk kembali, aku akan memilih saat itu. Saat kehidupan pernikahanku terasa sulit, aku selalu memikirkan saat itu. Saat itu, jika aku memilih untuk tidak kembali ke pesta pernikahanku.. Hari itu, jika aku pergi ke negara yang jauh seperti yang disarankan Eun Ho. Aku kan menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari sekarang."




    Saat ini, Dan Yi sedang melamar pekerjaan, ia menjelaskan iklan fenomenal yang ia hasilkan 7 tahun lalu. Tapi itu tujuh tahun lalu, sekarang Dan Yi hanya ibu rumah tangga biasa yang sedang mencari pekerjaan, jadi semua itu hanya masa lalu bagi pewawancara.


    Dan Yi harus berhenti dari pekerjaannya yang dulu karena harus mengurus anaknya yang sakit dan ia bercerai dari suaminya setahun lalu, jadi sekarang ia banyak bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia bekerja di Sauna dan kasir Supermarket.




    Di saat wawancara untuk lamaran pekerjaan berikutnya, Dan Yi kembali mengalami lecet di kaki karena harus berlari ke lokasi. Dan Yi bertanya pada wanita disebelahnya apa dia punya plaster, tapi wanita itu tidak punya.

    Nama Dan Yi dipanggil untuk masuk bersama dengan wanita disebelahnya, Seo Jeong In.



    Pewawancara: Hidup sebagai ibu rumahtangga sepenuhnya pasti membuat Anda Stress. Maksud saya, Anda pernah menjalani kehidupan sebagai wanita karir yang sukses, pasti melepaskan semua itu tidak mudah. Saya yakin Anda merasa semua orang bergerak maju kecuali Anda.

    Dan Yi: Saya yakin semua pengalaman saya bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan ini mencapai kesuksesan. 


    Jeong In menatap Dan Yi gelisah.



    Saat di toilet, Jeong In memberikan plaster yang tadi diminta Dan Yi sebelum wawancara. Ia tidak bisa memberikannya sebelum wawancara. Dan Yi menerimanya dan berterimakasih. 

    Jeong In: Dunia Kerja cukup kompetitif dengan orang usia 20-an, namun ada banyak orang seperti Ahjumma juga, sungguh menyebalkan.

    Jeong In langsung keluar. Dan Yi hanya bisa menggerutu dengan sikap kasar Jeong In itu.

    0 komentar

    Post a Comment