Sunday, January 13, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 13 Part 2

    Sumber: tvN


    Hee Joo mendapat pemberitahuan, 

    KAU BERTEMU KARAKTER BARU
    GITARIS, EMMA, 27 TAHUN



    Hee Joo berkaca-kaca melihatnya, ia butuh beberapa saat untuk menyapanya. 

    "Halo.. Halo, Emma."



    Emma menghentikan permainannya dan menatap Hee Joo. Emma tersenyum. 


    "Kita masih punya peluang. Jika server dinyalakan... dan tugas bisa kulanjutkan. Masalahnya... Aku tak mati saat itu karena beruntung, tapi akankah aku selamat kali ini?"




    Loncat lagi saat server sudah dinyalakan atas perintah Profesor Cha. Jin Woo mengajari Profesor Cha untuk bertahan hidup.

    "Jangan berada di sebelahku. Segera tinggalkan Seoul. Segera hapus akunmu. ahkan jika kau takut, jangan matikan servernya karena aku harus meneruskan tugasku. Hingga tugasku selesai dan dapat solusi, jangan ditutup. Hingga saat itu, tak ada yang boleh bermain. Mulai sekarang, hanya aku yang akan bermain. Pemain yang kuizinkan dan aku saja. Kecuali ingin bangkrut, Anda harus ikuti instruksiku. Pastikan Anda beri tahu Sun Ho Hyung."



    Saat itu, Profesor Cha bisa melihat Hyeong Seok. Ia memanggil, tapi Hyeong Seok malah akan menyerangnya. 




    Profesor Cha pasrah, lalu Jin Woo membantunya dengan menembak Hyeong Seok.




    Hyeong Seok mati di depan Profesor Cha, lalu menghilang. 



    Musuh-musuh lain bermunculan, mulai menyerang, Jin Woo menembakinya satu per satu. Profesor Cha ketakutan. 



    Jin Woo: Hubungi asistenmu dan minta dia parkir di depan gedung. Aku akan melindungimu hingga masuk mobil dan pergi dari sini.

    Jin Woo maju mendekat sambil menembaki musuh-musuh, lalu mengambilkan ponsel Profesor Cha. 

    "Telepon sekarang jika Anda ingin hidup."

    Profesro Cha bengong.  Musuh bermunculan tambah banyak.





    Profesor Cha mengikuti perintah Jin Woo, ia memanggil asistennya untuk menjemput. 

    Profesor Cha ketakutan banget. Saat di lift, Jin WOo berpesan pada asisten, "Masuk jalan tol dan tinggalkan Seoul."

    "Ya?" Asistennya tidak mengerti. 

    "Bawa ke vilanya di Pyeongchang. Kau tahu lokasinya?"

    "Ya."

    "Jangan berhenti di mana pun."

    "Baik."



    Profesor Cha hanya diam. Asisten bertanya, baik-baik saja? Perlu dibantu? Profesor Cha tidak menjawab.

    Dengan tangan gemetar, Profesor Cha melepas lensanya dan memasukkannya ke saku.




    Di luar, Profesor Cha heran karena ia masih bisa melihat semua musuh walau sudah melepas lensanya. Asisten bingung karena Profesor Cha diam tiba-tiba dan ketakutan tanpa sebab.



    Profesor Cha melindungi diri dengan tangan, ia berpindah-pindah saat musuh akan menyerag, tapi Jin Woo menepati janjinya, ia membantu Profesor Cha menghabisi musuh-musuh itu. 



    Tapi Jin Woo kecolongan, Profesor Cha berhasil di seran saat akan masuk mobil. Asisten tambah bingung karena Profesor Cha mengerang kesakitan tanpa sebab. 

    "Ada apa? Apa?"

    Profesor Cha biuru-buru masuk mobil dan menyuruh asistennya segera berangkat. 



    Jin Woo berhasil, mobil Profesor Cha berhasil keluar gedung kampus. Asisten menawari untuk pergi ke Dokter, tapi Profesor Cha melarangnya berhenti sebelum mereka sampai di tujuan.

    Profesor Cha terus memegangi lengannya yang terluka sayatan pedang.




    Jin Woo sudah menghabisi semua msuh di luar dan di dalam kelas, ia berjalan keluar dengan dua senjata.



    Mobil Profesor Cha memasuki tol. Darah di lengan Profesor Cha masih mengalir disertai desis kesakitan dari mulutnya. Asistennya tetap bingung. Oh ya.. level Profesor Cha naik satu, jadi level 2 sekarang.

    Profesor Cha memikirkan kata-kata Jin Woo tadi.



    Jin Woo: Mulai kini, kau dan aku akan berbagi takdir yang sama karena kita sekutu. Kita akan mati dan selamat bersama. Terus bersamaku hingga akhir.



    Profesor Cha bisa lega karena sekarang sudah berada di luar Seoul, game ditangguhkan, semua kembali seperti semula. Ia memerintahkan  asistennya untuk berhenti di lokasi pemberhentian.



    Profesor Cha menelfon kantor untuk menyuruh menghaus akunnya. Direktur minta ijin untuk mematikan servernya lagi, tapi Profesor Cha melarangnya.

    "Biarkan saja! Aku akan bicara dengan Park Daepyo. Jadi biarkan saja."

    "Baik. Ya, Prof."

    Kilas Balik..





    Profesor Cha mendengar penjelasan Sun Ho.

    "Semuanya hanya khayalan Jin Woo. Dia memberi tahu KNP mulai menyerangnya di Granada. Dan kakinya sudah sembuh. Saat kuperiksa kamera CCTV di Granada..."

    "Dia timpang?"

    "Ya. Dia mungkin tenggelam dalam game hingga mengelabui otaknya. Karena itu dia mengira sakit saat ditusuk dengan pisau dan dikira kakinya tak apa-apa. Jin Woo... jelas tak normal."



    Sekarang, setelah menyaksikan dan mengalami sendiri Profesor Cha mulai percaya. Sebelum ia diberi ponsel oleh Jin Woo, ia bertanya.

    "Bagaimana... Bagaimana ini mungkin?"

    "Aku juga menanyakan hal yang sama tiap hari setahun terakhir." Jawab Jin Woo.


    Profesor Cha pusing memikirkannya.


    Yu Ra menjalani syuting iklan. 

    Saat istirahat, ia mengeluhkan kalau proses syutingnya mengganggu sekali, ia kesal.


    Di ruang make up, Manajernya menyaksikan berita mengenai Jin Woo yang mangkir dari panggilan polisi.

    Yu Ra: Apa? Trik apa yang dia mainkan?

    Manajer: Dia mungkin takut dan tak datang.


    Ternyata Su Jin juga dipanggil dan memberitahukan datang sesuai jadwal. Su Jin datang sebagai saksi.



    Di ruang interigasi, Pengacara Su Jin datang, mengabari kalau Jin Woo tidak hadir. 

    "Kenapa tiba-tiba?" Tanya Su Jin. 

    "Entahlah. Aku akan cari tahu. Anda tak perlu bertemu dengannya hari ini."

    Pengacara pun keluar lagi.

    0 komentar

    Post a Comment