Saturday, January 26, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 16 Part 3

    Sumber: tvN




    Sebelumnya Se Joo menceritakan semuanya, bahwa Jin Woo kemungkinan sudah mati di tangan Emma jika Jin Woo juga merupakan Kekutu. 

    "Apa?" Hee Joo tak percaya.

    "Emma membunuhnya dengan Kunci Surga."

    "Apa maksudmu? Dia membunuhnya?"

    "Begitulah kuprogram gamenya. Tiap kali Emma melihat kekutu, kubuat dia menusuk jantung dan membunuh."



    Sebelumnya Se Joo menceritakan semuanya, bahwa Jin Woo kemungkinan sudah mati di tangan Emma jika Jin Woo juga merupakan Kekutu. 

    "Apa?" Hee Joo tak percaya.

    "Emma membunuhnya dengan Kunci Surga."

    "Apa maksudmu? Dia membunuhnya?"

    "Begitulah kuprogram gamenya. Tiap kali Emma melihat kekutu, kubuat dia menusuk jantung dan membunuh."


    Hee Joo terus menangis.


    Hee Joo terus menangis.



    Sang Beom langsung membawanya pulang, nenek dan Min Joo khawatir.


    Hee Joo terbangun dengan jarum infus tertancap di lengannya. Ia langsung mencabutnyadan berdiri.



    Hee Joo kembali ke Gereja.




    Menatap lantai yang sama, menyentuhnya, lalu menangis tersedu.





    Berikutnya, Hee Joo selalu kesana setiap hari, menatap lantai yang sama, duduk di salah satu bangku, lalu berdoa.


    Sun Ho juga masih terus mengirim e-mail untuk Jin Woo

    "Jin Woo-ya. Ini aku. Apa kabarmu? Aku merindukanmu."

    Tapi Jin Woo belum juga membawa e-mailnya.


    Sampai musim berganti, Hee Joo tetap pergi ke Gereja.


    Yu Ra menggelar Konferensi pers mengenai pernikahannya.

    "Saat itu aku sangat tertekan dan hanya merasa kesakitan. Dia datang dan memberiku kekuatan. Aku sungguh bersyukur. Aku hanya ingin bahagia sekarang. Mohon dukung kami karena kami berusaha yang terbaik."




    Go Yu Ra-ssi bahkan menunjukkan air mata selama wawancara. Dia melalui cukup banyak hal tahun lalu. Tahun lalu dia dituntut atas pernyataan palsu yang diberikannya kepada polisi mengenai mantan suaminya. Setelah persidangan panjang, dia dinyatakan bersalah. Hasilnya adalah dia mundur dari dunia hiburan. September lalu, dia juga tertangkap karena berkendara mabuk.


    Namun, dimulai dengan pernikahannya hari ini, dia akan memulai lembaran baru bersama seorang Pebisnis Korea-Amerika berusia 60-an tahun.





    Yu Ra membaca artikel mengenai suaminya dan ia memarahi manajernya karena mereka tahu usia suaminya.

    "Bagaimana orang bisa tahu dia punya dua anak? Mereka tahu usianya!"

    "Bagaimana kuhentikan mereka menerbitkan beritanya?"

    "Kubilang hentikan mereka. Mereka sudah mengkritik bahwa aku menikah karena dia kaya."

    "Lalu kenapa kau menikahinya? Kenapa marah jika itu benar?"


    Yu Ra frustasi dengan jawaban Manajernya itu, ia sampai membuang buket bunganya.




    Su Jin mewarisi semua kekayaan Profesor Cha, tapi ia menyumbangkan semuanya untuk pendidikan.

    "Sudah setahun sejak mertuaku tiba-tiba meninggal. Hari ini, aku sungguh bersyukur Universitas Hanguk memberikanku kesempatan untuk mendonasikan warisan mertuaku pada tempat dia menghabiskan hidupnya untuk belajar. Aku ingat ayah mertuaku selalu menekankan prinsip dan kebenaran. Terlebih lagi, dia sungguh menghargai prinsipnya. Jika dia masih hidup, aku yakin dia akan bangga pada yayasan ini. Sepanjang hidupnya, dia terus memelihara prinsipnya, dan kita harus berusaha meneruskan perjuangannya."


    Usai upacara pendonasian, Su Jin dan Sun Ho bicara berdua. Sun Ho menanyakan soal Putra Su Jin karena mendengar Su Jin mendonasikan semua warisan Profesor Cha.

    "Aku tak ingin meninggalkannya sepeser pun uang ayahnya. Omong-omong, bagaimana kabarnya?"

    "Siapa? Maksudmu Jin Woo?"

    "Ya."

    "Aku tak tahu."



    Su Jin tak percaya, ia yakin Jin Woo pasti menghubungi Sun Ho.

    "Aku masih memeriksa ponselku tiap pagi dan menunggu balasannya."

    "Kau sungguh tak tahu kabarnya? Katanya dia ke luar negeri."

    "Aku berharap itulah yang dilakukannya. Itu lebih baik daripada alternatifnya."

    "Apa itu?"

    "Aku khawatir dia mungkin dihapus dari dunia ini. Begitu saja."

    0 komentar

    Post a Comment