Sunday, January 6, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 11 Part 3

    Sumber: tvN



    Kembali saat Jin WOo dirawat di rumah sakit setahun yang lalu.


    Jung Hoon menangis saat menunggui Jin Woo. Jin Woo bertanya, apa ia akan mati? Jung Hoon tentu saja menjawab tidak.

    "Lalu kenapa kau menangis?"

    "Tidak, aku tak menangis." Elak Jung Hoon.



    Kemudian setelah Jin Woo sadar dari pingsannya saat pertama kali diserang Hyeong Seok di rumah sakit, Jin Woo juga mendapati Jung Hoon menangis.

    "Kau menyukaiku?"

    "Apa?"

    "Kenapa kau terus menangis? Mulai terasa aneh."

    "Aku punya pacar."

    "Kalau terus begini, mundur dan pulang saja."

    "Jika kau sungguh ingin aku mundur,  akan kulakukan."

    "Kalau begitu mundur dan pulanglah. Itu saja."




    Tapi Jung Hoon tak mau mendengar Jin Woo karena ia percaya Jin Woo akan sembuh, Jin Woo pasti akan membaik. Ia tidak cemas sama sekali.

    "Kau benar seorang pria? Kau menangis seperti bayi besar. Itu memalukan."

    Masih dengan terus menangis, Jung Hoon mengelaknya, "Ini bukan air mata."



    Semua itu hanya tingal kenangan karena sekarang Jung Hoon sudah tidak ada di dunia ini dan Jin Woo menghabiskan hari-harinya dengan minum-minum.



    Hari ini Hee Joo berkunjung ke rumah Jin Woo bersama Yang Ju. Yang Ju masuk duluan, Hee joo menunggu di depan pintu.



    Yang Ju masih memanggil Jin Woo dengan sebutan Daepyonim. 

    "Aku bukan Daepyo lagi. Bagaimana bisa kemari?"

    "Tim sekretaris memberi kartu. Direktur Park... Park Daepyonim. Dia tak bisa menghubungimu, jadi, mengirimku kemari. Ah.. Jung Hee Joo-ssi juga di sini."



    Yang Ju keluar lagi untuk menjemput Hee Joo. Ia mengatakan kalau Jin Woo sudah bangun, jadi bisa ditemui. Yang Ju lalu ijin ke toilet.



    Hee Joo tersandung oleh beberapa botol minuman yang tercecer di lantai, ia pun merapikannya. Tepat saat itu Jin Woo keluar dari kamarnya dan bertanya, apa Hee Joo menemukan sesuatu? 



    "Kapan kau kembali?" Tanya Jin Woo lagi.

    "Pagi ini. Aku mampir ke rumah."

    "Kau menemukan sesuatu soal Se Joo?"

    "Belum ada. Aku masih memeriksa banyak hal dan menemui teman-temannya. Aku bahkan ke Barcelona. Direktur Park sangat membantu dengan izinkan cabang membantu. Kini aku hanya bisa menunggu."





    Yang Ju keluar dari kamar mandi, ia mengajak makan siang di luar karena ia sudah mendapat ijin dari Sun Ho. 

    Jin Woo: Aku tak mau.

    Hee Joo: Harus. Aku juga belum makan, jadi, aku lapar.

    Jin Woo: Kalian duluan saja.

    Yang Ju: Kami berdua?

    Jin Woo: Kau tak perlu datang. Pasti kau lelah. Kau istirahatlah. 

    Dan Jin Woo kembali masuk ke kamarnya. 



    Hee Joo menyuruh Yang Ju pergi duluan padahal mereka jalan keluar bersama. Hee Joo tetap di dalam, ia menutup pintunya.



    Hee Joo mengetuk pintu kamar Jin Woo, "Boleh aku masuk?" Dan tanpa menunggu jawaban, Hee Joo tetap membuka pintu.

    "Hari ini ulang tahunku. Aku tak makan sup rumput laut Nenek dan menemuimu pada ulang tahunku. Setidaknya traktir aku."

    Hee Joo mengambil botol minuman dari tangan Jin Woo dan meletakkannya d meja, ia menyuruh Jin Woo mengganti pakaian, ia akan menunggu di luar.



    Saat Hee Joo diambang pintu siap keluar, Jin Woo bertanya.

    "Kita ini apa? Ulang tahun dirayakan dengan orang tersayang. Kau pacarku atau apa? Apa kita pacaran? Apa aku kebetulan melamarmu? Kurasa tidak. Aku tak ingat apa pun. Apa kau terbawa ide gila Min Joo?"

    "Terkadang kau kejam. Apa kita harus pacaran? Tak bisa rayakan ulang tahunku saja?"

    "Selamat ulang tahun. Aku tahu kau mencemaskanku. Aku bersyukur untuk itu, tapi aku sedang tak ingin. Kutraktir lain kali. Sampai jumpa."



    Jin Woo malah menarik selimut, i siap untuk tidur kembli.

    Hee Joo: Kau pun rusak ulang tahunku tahun lalu. Kau tak tahu, ya? Aku sedang bersama teman-temanku, tapi kau juga merusaknya.

    Jin Woo: Sungguh?

    Hee Joo: Ya. Kau bilang akan pergi, jadi, aku lari ke stasiun. Pasti kau tak tahu.

    Jin Woo: Tidak.

    Hee Joo: Aku mau bilang selamat tinggal tapi tak bisa. Keretanya sudah pergi.

    Jin Woo: Aku paham.

    Hee Joo: Kau tak tahu.

    Jin Woo: Bagaimana bisa?

    Hee Joo: Jadi hari ini...

    Jin Woo: Itu sebabnya seharusnya tak kurusak lagi. Bersenang-senanglah. Aku ingin tidur.



    Hee Joo pun keluar saat Jin Woo berbaring dan Jin Woo menutup matanya.

    0 komentar

    Post a Comment