Sunday, January 20, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 15 Part 3

    Sumber: tvN


    Dokter Choi membawa Jin Woo dengan mobilnya sambil memutar berita di Radio soal u Jin.

    "Lee Su Jin dipindahkan ke IGD segera, tapi kini dia dalam kondisi kritis. Lee Su Jin, istri mendiang Cha Hyeong Seok Daepyo, adalah dokter anak. Dia juga istri pertama Yoo Jin Woo Daepyo, mantan Presdir J One. Dia bercerai dari Yoo Jin Woo Daepyo pada tahun 2014 dan menikahi Cha Hyeong Seok Daepyo di tahun itu. Mereka memiliki putra..."



    Jin Woo sadar, ia taya apa itu? Dokter Choi segera mematikannya. 

    "Apa kata berita.. soal Su Jin?" Tanya Jin Woo lemah dengan mata masih tertutup. 

    "Ah.. Dia mencoba bunuh diri dengan overdosis."

    "Dia sudah mati?"

    "Belum. Tapi tampaknya kondisinya kritis. Omong-omong, apa yang terjadi? Telepon itu mengejutkanku."


    Jin Woo tidak menjawabnya, ia jadi ingat pesan terahir Su Jin tadi. Tapi Jin Woo menutup matanya lagi, kembali pingsan.



    Saat bangun selanjutnya, Jin WOo melihat Dokter Choi dan Profesor Cha berbincang. 

    Dokter Choi: Aku tak melihat ada cedera luar.

    Profesor Choi: Bagaimana kau berhubungan dengannya?

    Dokter Choi: Aku ditelepon nomor tak dikenal siang ini. Dia pemilik restoran. Dia memintaku datang, jadi, aku segera ke sana.

    Profesor Cha: Bagaimana dia saat kau temukan?

    Setelah Dokter Choi pulang, kita ditunjukkan apa yang terjadi sebelum rofesor Cha kembali ke Seoul.



    Sun Ho memutuskan menutup server, jadi Profesor Cha aman kembali ke Seoul. Dalam perjalanan, Profesor Cha menanyakan keberadaan Jin Woo, tapi Sun Ho juga tidak tahu. 

    "Dia menghilang." Kata Sun Ho.

    "Dia menghilang?" Profesor Cha terkejut. 

    "Ponselnya dimatikan, dan dia keluar dari game. Aku tak tahu dia ke mana."


    Profesor Cha mengunjungi Su Jin terlebih dahulu. Dokter yang menangani Su Jin menjelaskan kalau Su Jin beruntung cepat ditemukan oleh para perawat. 



    Profesor Cha menemui Pengacara, bertanya apa Pengacara menemukan wasiat atau sesuatu yang berhubngan dengan itu. 

    "Tidak, tak ada wasiat. Tapi tampaknya dia mengirim pesan pada Yoo Daepyo sebelum overdosis."

    "Apa katanya?"

    "Polisi menyita ponselnya, jadi, kami tak yakin."


    Profesor Cha ingat bagaimana ia mengatai Su Jin kemaren.

    Profesor Cha: Kau pelacur. Kau bertingkah seakan cerdas dan suci. Tapi apa bedanya kau dengan pelacur? Berhentilah bertingkah sok elegan di tempat yang bukan untukmu. Menyerahlah. Jika tak tahu cara menyerah, aku akan mengajarimu.


    Juga ingat yang dikatakan Jin WOo saat menemuinya di kampus.

    Jin Woo: Anda mungkin sudah siapkan semua, mengira tak ada yang bisa kubuktikan pada polisi. Aku bisa buktikan dengan mudah aku korban game ini. Namun, hasilnya mungkin J One bangkrut.


    Lalu kata-kata Sun Ho, "Kudengar Jin Woo kabur. Dari polisi. Dia akan ditangkap. Saat dia ditangkap, apa rencana Anda?"


    Juga ancaman Yu Ra. "Aku pulang dengan tangan kosong, jadi kurasa kau mengira aku bodoh. Tapi jika kau terus memancingku, akan kukatakan pada polisi kau memaksaku memberi kesaksian palsu dan perbuatanmu untuk mencuri aset menantumu."


    Pada akhirnya Profesor Cha menyimpulkan kalau ia yang harus bertanggung jawab.



    Sampai harapan baru muncul saat Dokter Choi menelfon mengabari masalah Jin Woo. Profesor Cha langsung datang kesana.



    Jin Woo akhirnya bangun, ia heran melihat Profesor Cha ada disana, bukankah ia sudah memperingatkan kalau Seoul berbahaya? 

    "Kudengar servernya dimatikan." Kata Profesor Cha. 

    "Bukan berarti kita aman."

    "Kalau begitu, kau akan melindungiku jika diperlukan. Aku ragu kau akan membiarkanku mati."

    "Bagaimana Su Jin? Bagaimana keadaannya?"

    "Dia mungkin tak minum cukup pil agar mati. Dia selalu ragu-ragu. Dia menghabiskan hidupnya di antara pilihan. Kurasa dia juga seperti itu saat menghadapi maut. Bagaimana denganmu? Semua menantimu menyelesaikan tugas, kenapa kau ada di sini?"

    "Sudah selesai."

    "Tapi?"

    "Masalah baru muncul."

    "Masalah apa?"



    "Masalah buruk. Sesuatu yang akan memengaruhi hidup kita."

    "Apa maksudmu?"

    "Sudah kukatakan. Kita akan selamat dan mati bersama. Kita sekutu. Karena itulah aku tak bisa memutuskan. Haruskah mati bersamamu atau selamat."

    "Aku tak mengerti yang kau bicarakan."

    "Kurasa kita berdua masalahnya. Di kenyataan dan di dalam game. Kita seperti kekutu di dalam game yang membuat masalah. Agar semua kembali normal, kita harus dihilangkan."

    "Maksudmu.. kau tak bisa perbaiki ini."

    "Anda harus mengendalikannya dulu. Kukira Anda akan mengatasi kasus investigasi ulangnya, tapi kasusnya malah melebar."

    "Itu karena Yu Ra. Bukan aku."

    "Anda bekerja sama dengannya walau tahu wanita seperti apa dia. Anda bukannya tak tahu, jadi, jangan pura-pura menjadi korban."

    "Apa yang harus kulakukan untuk memperbaiki ini?"



    "Buat konferensi pers. Aku tak bisa biarkan Su Jin mati seperti ini. Semuanya dusta karanganmu. Kau sangat benci dia hingga ingin mencuri aset menantumu. Mengakulah saat konferensi pers dan hentikan investigasinya. Jika tidak, aku yang akan temui polisi. Konferensi pers lebih terhormat daripada ditahan dan diinterogasi polisi. Tulis semua dengan tanganmu. Ada baiknya kita di hotel. Kita konferensi pers di sini. Jika sudah selesai, akan kuhubungi mereka. Duduklah. Duduk!"

    Jin Woo megambil buku dan boloin untuk Profesor Cha. 



    Setelah Profesor Cha duduk, Jin Woo melemparkan buku itu ke meja.

    Jin Woo: Mulailah menulis. Anda akan perbaiki semua sebelum Su Jin mati.

    Profesor Cha: Aku merasa hancur. Kenapa... kita berakhir seperti ini?

    Jin Woo: Salah siapa itu?




    Profesor Cha tidak menjawab, ia paham maksud Jin Woo. Ia pun mulai menulis.

    Tapi Profesor Chaberhenti, ia minta ijin untuk menelfon. Jin Woo menebak, mau berkonsultasi denganpengacara?

    "Hidupku akan hancur, jadi, aku harus berhati-hati."



    Profesor Cha masuk toilet, ia mengunci pintu, ia berpikir, lalu ia menghubungi Direktur Oh yang ada di Kantor saat ini.

    "Ingat yang kukatakan tadi?" Tanya Profesor Cha.



    Sementara itu, Jin Woo memikirkan Emma/Fatima dan kunci surga itu. Ia mengerti sepertinya kalau tujuan Fatima adalah untuk mereset game dengan membunuhnya. 



    Jin Woo jadi ingat janjinya pada Hee Joo kalau ia akan segera kembali besok pagi-pagi sekali, soalnya semua akan segera berakhir.



    Jin Woo memanggil Profesor Cha karena lama sekali di toiletnya.



     Ia akan membuka pintu, tapi terkunci.


    Dan tiba-tiba Jin Woo masuk kedalam game. 

    0 komentar

    Post a Comment