Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 11 Part 4

Sumber: tvN



Malamnya, Jin Woo terbangun, ia mengecek ponsel, ada delapan panggilan tak terjawab, tapi ia mengabaikannya.

Jin Woo mengambil tongkatnya dan mendengar suara di luar. 



Jin Woo pun keluar da endapati Hee Joo sedang nonton TV.

Hee Joo senang karena Jin Woo bangun, ia sudah bosan melihat TV sendirian. Jin Woo heran, Hee Joo tidak pergi tadi?



"Aku menunggumu bangun." Jawab Hee Joo. 

"Berjam-jam?"

"Ulang tahunku belum usai, jadi, ayo makan malam. Aku masih kelaparan. Aku menyesal meninggalkanmu tahun lalu untuk datang ke ulang tahunku. Karena itu aku tinggal hari ini. Jika aku harus nikmati ulang tahun dengan pacar, aku bisa jadi pacarmu. Tidak sulit. Jujur saja, aku bisa lebih baik. Menurutmu begitu?" 



Hee Joo tersenyum lebar setelah mengatakannya. 



Akhirnya Jin Woo mau diajak makan di luar. Hee Joo menyiapkan semuanya, tapi Jin Woo hanya menatapnya saja. Akhirnya Hee Joo bertanya, kenapa Jin Woo menatapnya begitu?



Lalu makanan mereka datang, Jin Woo bisa menghindar dari pertanyaan itu, ia mulai makan. 



Hee Joo menyuruh Jin Woo mengatakan sesuatu, ia tahu mereka datang kesana untuk makan, tapi Jin Woo tidak boleh mendiamkannya begini. Tapi Jin Woo tetap sibuk dengan makannya. 



"Aku akan segera pulang. Aku lupa waktu. Tidurlah, aku tak akan lama." Kata Hee Joo di telfon. 

Jin Woo tanya, itu telfon dari rumah? Hee Joo mengiyakan, telfon dari neneknya. 



"Sudah larut, sebaiknya kau pulang." Kata Jin Woo lalu menyuruh Hee Joo naik ke mobilnya. Tapi Hee Joo menolak, ia naik taksi saja.



Hee Joo melanjutkan, "Daripada bolak-balik, sebaiknya aku naik taksi."

"Aku pacar seharimu, ingat? Pacarku tak bisa naik taksi larut malam. Masuklah." Jawab Jin Woo, bahkan ia membukakan pintu mobil untuk Hee Joo. He Joo pun menurut.




Di dalam mobil, Jin Woo tetap diam, Hee Joo kembali menyurhnya mengatakan sesuatu. 

"Bisa katakan sesuatu? Kau sangat diam semalaman seakan aku memaksamu pergi. Kau membuatku merasa bersalah. Aku mengatakannya untuk menyeretmu makan. Kita bisa lupakan saja."

"Soal apa?"

"Kau tak perlu jadi pacarku."

"Kau mendikte hubungan ini? Aku diputuskan hanya dalam satu jam?"

"Aku tak bermaksud begitu."

"Aku bingung. Kau tak bisa berkata begitu setelah mempermainkan hatiku."

"Hati siapa? Hatimu, Daepyonim?"

"Aku bukan Daepyo lagi."



Sun Ho menghubungi Hee Joo, bertanya apa kebetulan Hee Joo tahu dimana Jin Woo? Soalnya Yang Ju bilang Hee Joo tetap di rumahnya tadi.

Hee Joo mengatakan kalau Jin Woo sedang bersamanya sekarang. Su Ho meminta disambungkan dengan Jin Woo.



Tapi Jin Woo tidak mau bicara, ia menyuruh Hee Joo menyampaikan kalau ponselnya tertnggal, nanti ia akan telfon balik. Sun Ho memaksa, katanya penting. 




Mereka berhenti sebentar. Jin Woo menghubungi Sun Ho melalui ponsel Hee Joo. 

"Kenapa meneleponku?" Tanya Jin Woo. 

"Kini kau tak mau jawab teleponku?"

"Apa maumu?"

"Kurasa kau perlu ke luar negeri secepatnya."



Profesor Cha akan mengajukan petisi untuk membuka kembali kasus Hyeong Seok. Dan sekarang foto Hyeong Seok dan dirinya menggantikan foto dirinya bersama Jin Woo dan Sun Ho.



Su Jin datang, menanyakan maksud Ayah mertuanya untuk membuka kembali kasus kematian suaminya. 

"Itu bukan ideku. Perusahaannya yang membuat petisi."

"Kejadiannya tahun lalu. Kenapa menutupnya jika..."

"Kubilang itu bukan perbuatanku. Itu perbuatan dewan direksi. Semenjak kematiannya, mereka mencurigai ada kejanggalan. Situasi mengindikasikan kematian tak wajar."

"Ya, ini sudah mencurigakan sejak awal, tapi Andalah yang menutupinya. Anda memaksaku menutupi, kenapa kini..."

"Ya, dahulu aku menutupinya. Karena punya alasan untuk melindungi Jin Woo. Alasan itu kini tak ada."



Kembali pada percakapan Jin Woo dan Sun Ho di telfon.

Sun Ho: Aku juga baru tahu. Profesor Cha tak berdiskusi denganku juga. Beritanya akan segera rilis dan investigasi sudah dimulai. Kau akan jadi orang pertama yang ditanyai polisi karena terakhir bertemu dia. Saat tanya-jawab dimulai, kau akan dihancurkan. Mungkin segera berubah jadi interogasi denganmu sebagai tersangka. Jika investigasi pembunuhan, kau mungkin targetnya. Profesor Cha... mengincarmu.



Su Jin mengerti sekarang, jadi mengusir Jin Woo dari perusahaan bukan akhir melainkan awal. Profesor Cha memecatnya agar dapat mengincarnya.

"Aku juga terluka, tapi aku merelakan Jin Woo. Waktunya tepat." Jawab Profesor Cha.

Jin Woo: Jadi, kini kau memintaku ke luar negeri? Kau ingin aku kabur lagi?



Sun Ho: Jika kabar tersebar kau diselidiki untuk pembunuhan, reputasimu takkan bisa pulih. Salah atau tidak. Orang akan percaya kau membunuhnya jika diselidiki.

Jin Woo: Orang sudah percaya aku pelakunya.

Sun Ho: Rumor dan penyelidikan polisi tak sama. Kau kira mereka minta penyelidikan tanpa bukti? Mereka pasti punya sesuatu. Kau tahu apa rencana mereka setahun terakhir?

Jin Woo: Jika kau cemas, artinya kau juga berpikir aku membunuhnya.

Sun Ho: Karena yakin kau bukan pelakunya, aku memberitahumu.

Jin Woo: Jika percaya, kau takkan mendesakku pergi. Kau putuskan tak percaya, 'kan? Lebih mudah dipercaya dan lebih aman untuk perusahaan.

Sun Ho: Kuharap kau tak merusak dirimu lebih dari ini.

Jin Woo: Aku sudah terlalu banyak merusak diriku. Apa bisa lebih lagi?

Sun Ho: Aku cemas ini bukan akhirnya, Berengsek. Menurutmu apa akhirnya? Satu hal lagi yang membuatku cemas. Perlu kuberi tahu? Kurasa Profesor Cha akan menyingkirkan Su Jiin-ssi.



Profesor Cha menyuruh Su Jin duduk, tapi Su Jin kembali membahas soal rencana Profesor Cha.

"Membahas kematiannya sekarang takkan membantu keluarga kita."

"Kau mencemaskan keluarga kita? Kenapa kau tampak mencemaskan Jin Woo? Duduk. Ayo bicara."


Sun Ho: Aku yakin dia ingin merampas warisan Hyeong Seok. Tapi aku sungguh cemas dia memakainya untuk menjatuhkanmu. Baru saja Profesor bertemu dengan Yu Ra-ssi.



Kilas Balik saat Yu Ra mendatangi Profesor Cha dalah keadaan mabuk dan ingin mengatakan sesuatu yang lucu.

"Putramu yang mati. Dia mengunjungiku beberapa kali tahun lalu."

"Sungguh?"

"Suatu kali, dia datang dan menangis. Aku belikan minuman karena kasihan."


Sun Ho: Kenapa mereka bertemu? Siapa yang dibicarakan?

"Setelah gagal dengan tugas, kesudahannya tak terbendung hingga tak bisa kutangani."



Jin Woo menoleh menatap Hee Joo di dalam mobil.



Sun Ho: Pergilah besok jika bisa sebelum media menemukanmu dan polisi memberi surat perintah. Jin Woo-ya. Aku sungguh... tak ingin melihat nama temanku di berita sebagai tersangka pembunuhan temanku yang lain. Inikah sebab kita dirikan perusahaan? Sejauh ini... Satu dari kita tewas. Satu disingkirkan, karena itu aku kini Presdir. Kau pikir aku senang sekarang?

Sun Ho berhenti sebentar, "Akan kubuat seolah kau tak kabur. Kau hanya pergi untuk perawatan. Aku coba membujuknya lagi saat kau pergi. Kita butuh waktu. Tinggalkan Korea saat aku bertindak. Ini saran terakhirku untukmu."


Jin Woo ingat peringatan Su Jin soal Profesor Cha. 

"Aku terkejut masih belum terpuruk. Aku masih terjatuh. Entah seberapa dalam aku akan jatuh."



Tiba-tiba hujan turun. 





Hee Joo khawatir, ia menghampiri Jin Woo sambil membawa payung. 

Hee Joo: Jangan diam saja saat hujan.

"Aku sudah berusaha keras, tapi tak ada yang berubah sejak tahun lalu."



Hee Joo bertanya, apa terjadi sesuatu? Apa buruk? 

"Dia memintaku pergi lagi." Jawab Jin Woo.

"Pergi? Ke mana? Kenapa? Kau mau ke mana lagi? Ada apa?"

"Apa aku pernah cerita.. tentang keluargaku?"

"Tidak."




Jin Woo: Orang tuaku meninggal saat aku masih kecil. Aku tak punya saudara. Aku juga tak punya istri atau anak. Teman yang sudah kuanggap saudara meninggal sebagai musuhku. Sekretarisku.. yang kuanggap saudara tewas. Pria yang kuanggap ayah berbalik melawanku. Perusahaan yang kudirikan.. menelantarkanku juga. Aku sungguh tak punya siapa pun. Sebelum semua ini, semua mengikuti dan memercayaiku, tapi kini tak ada yang percaya. Mereka mau aku menerima salah satunya. Bahwa aku gila atau aku membunuhnya. Tapi aku tak bisa.. karena keduanya tidak benar. Dia memintaku pergi, tapi aku tak mau. Pergi berarti aku menerimanya. 



Jin Woo: Jika ada satu orang yang masih percaya kepadaku... aku tak akan pergi. Kau masih percaya kepadaku? Maukah kau berkata.. masih percaya kepadaku?

Hee Joo: Aku percaya kepadamu. Sudah kubilang aku percaya. Aku akan percaya.

Jin Woo: Buktikan. Buktikan bahwa kau percaya kepadaku.

Hee Joo: Bagaimana membuktikannya?

Jin Woo: Kau tak tahu.. cara membuktikannya?


Jin Woo tiba-tiba mencium Hee Joo. 



"Tak ada peningkatan dari tahun lalu. Aku masih prajurit pecundang menyedihkan. Aku jatuh lebih cepat. Namun tak seperti tahun lalu, aku tidak pergi. Dan Hee Joo bersamaku."



Hee Joo menikmatinya sampai ia membuang payungnya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 11 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: