Sunday, January 6, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 11 Part 2

    Sumber: tvN


    Keluar dari kamar mayat, Sun Ho menyuruh semuanya mencari Jin Woo sebelum hal lain terjadi. 



    Orang yang mengurus semuanya di Granada menjelaskan pada Sun Ho penyebab Jung Hoon meninggal.


    "Dokter duga pendarahan otak adalah penyebab utama kematiannya. Kurasa kepalanya terbentur saat terjatuh."

    "Kudengar dia tak pakai lensa kontak. Itu benar?"

    "Dia tak memakai lensa kontak saat ditemukan. Tanpa lensa kontak, dan lokasi dia ditemukan tak sama dengan saat keluar. Syukurnya dia tampaknya tak meninggal saat bermain game. Sepertinya ini murni kecelakaan. Kami tak tahu kenapa dia bisa di sana."



    Sun Ho mendapat telfon dari Direktur Pusat Data di Seoul, mengabari bahwa Jin Woo menyuruh mereka menyalakan Server game-nya lagi, ia harus bagaimana?

    "Kapan Jin Woo menelepon?" Tanya Sun Ho. 

    "Beberapa menit lalu."

    "Dari mana dia menelepon?"

    "Aku tak yakin. Dia hanya menyuruh menyalakan segera. Pertama, aku harus lapor ke Pak Han..."

    "Biarkan saja."

    "Jadi, matikan saja?"

    "Ya, kami masih mencari masalahnya."

    "Baik, Pak."

    "Segera beri tahu jika Jin Woo telepon lagi. Juga, tanya dia menelepon dari mana."



    Tiba-tiba Jin Woo muncul dan marah karena servernya belum juga dinyalakan.

    Sun Ho mendengar suara teriakan itu, ia mengonfirmasi, siapa? Jin Woo kah? 

    "Ya, dia di sini sekarang." Jawab Direktur.



    Profesor Cha mendengarkan penjelasan dari tim hhli.

    "Kami mencari hal tak biasa dalam seluruh proses dan logaritma data tapi tak menemukan apa pun. Tak ada yang rusak atau eror. Kami juga tak menemukan kebuntuan dalam sistem. Sama halnya dengan DB. Tak ada kueri lambat atau terkunci. Sederhananya, tak ada masalah dengan ini sama sekali. Bahkan di lensa, kami tak temukan cacat dalam program dan sistem. Dan tak ada catatan modifikasi game dari klien."

    "Seratus penguji yang berpartisipasi masuk tiap hari tiga bulan terakhir, tapi tak ada yang melaporkan eror kecuali Daepyonim."

    "Lalu kenapa kita harus mematikan server? Apa dasarnya?" Tanya Profesor Cha

    "Direktur Park ingin periksa untuk memastikan dan mencari eror sekecil apa pun. Saat Daepyonim kembali, dia dan Direktur Park bisa memutuskannya."



    Seseorang datang, mengabari kalau Jin Woo sekarang ada di kantor, baru saja kembali dari Granada.




    Jin Woo membentak Tim data, menyuruh mereka segera menyalkan servernya.

    Direktur: Direktur Park minta dimatikan atas perintah perusahaan. 

    Jin Woo: Siapa yang harus kau patuhi? Aku Presdirnya.

    Direktur: Ya, Pak.

    Sun Ho yang masih tersambung dengan telfon mendengar seuanya, ia meminta disambungkan dengan Jin Woo. 



    Setelah Jin Woo mengatakan halo, Sun Ho bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Jin Woo mengatakan kalau tim data menolak perintahnya untuk menyalakan server.

    "Kau tak apa? Aku ingin tahu kau ke mana. Kapan kau kembali ke Seoul? Kenapa kau ke sana?"

    "Aku harus naik level."

    "Apa?"

    "Aku harus naik level, tapi kau matikan servernya."

    "Bicara apa kau? Aku mematikannya karena kau minta. Kau bahkan kirim surat wasiat."



    Jin Woo: Kubilang itu setelah tugas selesai.

    Sun Ho: Ya, aku mematikannya karena tugas selesai. Kau gagal. Mau aku berbuat apa?

    Jin Woo: Aku belum selesai. Aku tidak gagal.

    Sun Ho: Apa?

    Jin Woo: Tugas belum selesai. Masih bisa melakukannya.



    "Aku tidak gagal. Aku pergi ke ujung penjara. Aku hanya tak menemukan Se Joo."


    Jin Woo menemukan kunci emas disana yang hanya bisa digunakan level 100 keatas.



    Jin Woo: Dia tak ada, tapi meninggalkan benda. Tapi harus level 100, jadi, aku perlu naik level. Aku belum kalah. Aku tak bisa selesaikan tugas, tapi ini mungkin petunjuk.

    Sun Ho: Kau... Kau sungguh sudah gila. Aku tak ingin percaya. Tapi kau sungguh sudah gila.

    Jin Woo: Aku tidak gila.

    Sun Ho: Dengarkan aku. Jung Hoon tewas. Dia mengikutimu dan mati. Aku baru melihat jasadnya! Tapi kau lari dan kini membicarakan tugas? Kenapa penting sekali menyelesaikan tugas, Bedebah? Kau sudah gila?



    Jin Woo: Aku harus tuntaskan karena dia tewas! Jika aku berhenti, kematiannya akan percuma.

    Sun Ho: Tak ada yang melihat tugasnya atau buktikan itu nyata. Tapi kau memintaku menunggu dan berkata akan buktikan. Ini tak masuk akal, tapi aku setia menunggu. Aku matikan server seperti maumu. Tapi lihat yang terjadi. Kau tak bisa buktikan apa pun. Kau pikir KNP yang membunuh Jung Hoon? au salah. Jung Hoon tersandung dan mati karena pendarahan otak. Itu kata dokter. Mungkin dia terjatuh saat bermain game. Hanya itu cacat gamenya. Melegakan tak ada masalah dengan gamenya. Tapi apa kali ini? Apa lagi yang harus diselesaikan?!! >Kau juga bilang bisa menemukan Se Joo. Tapi kau gagal, jadi, sudah berakhir. Kau baru membuktikan semua hanya khayalanmu!! Menyerah dan terimalah.

    Jin Woo: Aku tak bisa terima dan aku takkan menyerah. Aku belum selesai.

    Sun Ho: Dengar baik-baik. Aku tak lagi memihakmu. Kau hanya orang gila. Hanya itu masalahnya. Kau hanya kecanduan game. Akhirnya kau hancurkan perusahaan.



    Jin Woo berteriak menyuruh servernya dinyalakan tapi Sun Ho melarangnya. Dan Direktur Tim Data lebih mendengarkan Sun Ho, ia tidak menyalakan servernya.

    Sun Ho: Kau tak boleh membuat keputusan lagi. Kau terlalu berbahaya. Sambungkan ke staf.




    Jin Woo meletakkan ponselnya, tidak lagi memerdulikan Sun Ho. Ia menyuruh Staf minggir, sepertinya ai mau menyalakan servernya sendiri. 


    Sementara itu, Profesor Cha dan yang lain berjalan menuju Ruangan Tim data.



    Saat Profesor Cha masuk, Jin Woo membuat keributan, sepertinya ia memukul DIrektur Tim Data.

    Profesro Cha bertanya apa yang terjadi, Staf menjelaskan kalau Jin Woo menyuruh mereka menyalakan server, tapi mereka menolak lalu Jin Woo mulai mengamuk dan tiba-tiba pingsan. Ia rasa Jin Woo sakit.



    Profesro Cha memerintahan untuk memanggil dokter. Lalu meminta mereka meninggalkannya dan Jin Woo berdua, ada yang perlu mereka bicarakan.



    Profesor Cha membangunkan Jin Woo. Jin Woo terbangun dengan dua kali panggilan lembut. Tapi kemudian Profesor Cha menamparnya dengan keras, dua kali, jadi iangat saat Profesor Cha menampar Hyeong Seok.



    Profesor Cha: Aku percaya dan menunggumu, dan ini yang kudapat? Kau tahu yang kau buktikan dengan datang kemari? Kau buktikan kau gila. Kau hanya buktikan pada dunia kau sungguh gila. Tak ada yang melindungimu sekarang. Aku tak mengakui putraku, menelantarkan menantuku, dan memilihmu. Dan ini yang kudapat? Pengkhianatan macam apa ini?




    Profesor Cha: Kau marah? Aku yang marah. Hidupku gagal total. Kalian semua bergiliran menghancurkan hidupku. Aku mau kau berhenti memerintah karyawan. Tak ada yang akan mendengarmu lagi. Kau akan dipecat, jadi, takkan ada yang patuh. Ingat ini. Kau yang khianati kepercayaan kami. Kau pengkhianatnya.



    Jin Woo ingat saat Profesor mengusir Hyeong Soek dulu, sama persis seperti sekarang ini, perkataannya pun sama persis. 



    "Kau pengkhianatnya." Tutup Profesor Cha lalu keluar.


    Di luar, Profesor Cha menyuruh staf untuk membawa Jin Woo ke ruangannya. 



    Sun Ho menghubungi Profesor Cha.

    "Ini aku, Prof. Jin Woo..."

    "Bukankah sudah kubilang.. itu hanya buang-buang waktu? Mari kumpulkan dewan. Lebih baik kau di sana karena kau selalu setia. Akan berat bagimu memutuskan, jadi, tetap di sana. Kami akan putuskan sendiri."


    Sun Ho terdiam.


    Profesor Cha dibiarkan jalan sendiri.



    Tewasnya Jung Hoon menjadi berita besar di Korea dan nama Jin Woo dilibatkan kedalamnya. Juga berita soal pencopotan Jin Woo dari jabatan Presdir J One.


    Su Jin melihat berita itu, ia mngepalkan tangan. 



    Profesor Cha membacakan keputusan dalam rapat Dewan.

    "Setelah kecelakaan, dia menjalani terapi fisik di Amerika selama 8 bulan. Selama proses, dia diberikan Zyprexa dan Invega. Namun sudah dikonfirmasi bahwa kondisinya memburuk. Dia dapat dosis dua kali lebih banyak, tapi tak membaik. Karena itu, tiga bulan lalu, dia sukarela menolak perawatan dan kembali ke Korea. Dia tak dapat perawatan atau pengobatan selama beberapa bulan, yang memperburuk gejala khayalannya dan membuatnya kehilangan kemampuan bersosialisasi. Jadi, dokternya menyatakan dia harus segera dirawat di rumah sakit. Karena alasan tersebut, aku menilai bahwa Yoo Jin Woo Daepyo tak lagi mampu menjadi pemimpin di perusahaan ini yang melibatkan pembuatan keputusan penting. Sebagai ketua dewan, dengan menyesal kukatakan aku mengajukan Direktur Yoo Jin Woo dicopot."

    Lalu semuanya melakukan vooting dan mendapatkan hasil permintaan pencopotan Yoo Jin Woo Daepyonim telah disepakati. 


    Sun Ho ditunjuk sebagai pengganti Jin Woo menjabat Presdir J One.

    0 komentar

    Post a Comment