Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 12 Part 2

Sumber: tvN



Kembali saat Yu Ra mendatangi Profesor Cha. Yu Ra mnegatakan kala Hyeong Seok mengunjunginya beberapa kali. 

"Suatu kali, dia datang dan menangis. Aku belikan minuman karena kasihan."



Hyeong Seok menemui Yu Ra karena menyagka Su Jin dan Jin WOo bertemu kemarin. Tapi Yu Ra membantahnya karena Jin Woo bersama teman-temannya kemarin. 

"Kau yakin?"



"Kami terjebak pernikahan tanpa cinta, tapi aku tahu banyak."



Yu Ra: Cha Daepyonim. Kenapa hidup seperti itu? Kecemasanmu pasti membuatmu menderita. Menyerahlah, sepertiku. Kenapa kau terobsesi dengannya? 

Hyeong Seok hanya menyeringai.



Yu Ra menegaskan pada Profesor Cha, " Lagi pula, dia menikahi wanita yang berselingkuh. Kurasa dia cemas istrinya akan melakukan hal yang sama. Dia sering meneleponku, menanyakan Jin Woo ada dimana. Dia tak bisa terbuka pada orang lain karena egonya. Dia curiga dan mabuk tiap hari. Harus kukatakan, hidup yang sengsara."

"Kenapa kau mengatakannya sekarang?"

"Anda lihat, aku tahu Anda tak menyukaiku, tapi kurasa Anda lebih membenci menantumu. Saat itu, kukatakan dia salah. Tapi siapa tahu? Kecurigaannya mungkin saja benar. Yang coba kukatakan adalah, aku tak peduli lagi. Tak peduli kebenarannya."



Lalu kembali saat Profesor Cha bicara dengan Su Jin mengenai petisi itu. Su Jin menegaskan, membahas kematian Hyeong Seok sekarang takkan membantu keluarga mereka.

Profesor Cha tersenyum, "Kau.. mencemaskan keluarga kita? Kenapa kau tampak mencemaskan Jin-woo?"

Profesor Cha menyruruh Su Jin duduk, mereka harus bicara.



Profesor Cha: Kau pelacur. Kau bertingkah seakan cerdas dan suci. Tapi apa bedanya kau dengan pelacur? Berhentilah bertingkah sok elegan di tempat yang bukan untukmu. Menyerahlah. Jika tak tahu cara menyerah, aku akan mengajarimu.


Saat ini, Su Jin melihat berita mengenai Hyeong Seok dan Jin Woo, dimana media mencurigai (walau tidak diucapkan secara gamblang) kalau Jin Woo adalah pembunuh Hyeong Seok. Su Jin menanangis.


"Presdir perusahaan investasi besar akan diinterogasi polisi besok karena dicurigai membunuh Presdir perusahaan saingan. Ini kasus langka dan mengejutkan. >Publik menyebutnya kasus O.J. Simpson versi Korea. Dan banyak orang penasaran apa dia bisa membuktikan dirinya tak bersalah satu tahun setelah pembunuhan."


Hee Joo bicara di telfon, "Sungguh? Kukira baru-baru ini kau memberitahuku dapat E-mail dari Se Joo. Ah.. Kau dapat musim semi lalu? Baiklah. Jika mendengar kabar soal adikku, tolong beri tahu aku."


Ternyata Hee Joo menghubungi semua teman-teman Se Joo untuk melacak keberadaan Se Joo, tapi sejauh ini nihil. 


Hee Joo akan mlulai bekerja, tapi nenek tiba-tiba memanggilnya. 

"Kenapa?"

"Kemari dan lihatlah!"




Nenek dan Min Joo tak sengaja melihat berita mengenai Jin Woo, makanya mereka panik. 

Nenek: Dia akan diinterogasi polisi. Apa yang terjadi? Dia berbuat salah?

Hee Joo: Tidak.

Nenek: Lalu kenapa dia masuk berita? Mereka terus mengatakan dia akan diselidiki. Bagaimana jika dia sungguh membunuh orang?

Hee Joo: Dia tak membunuh. Dia hanya ditanyai. Dia tak melakukan apa pun. Semua bisa diinterogasi. Tak ada yang serius. Mereka terus membicarakannya karena Yoo Jin Woo terkenal dan mereka ingin rating.


Hee Joo langsung mematikan TV, melarang mereka nonton berita tak masuk akal itu dan langsung kembali ke bengkelnya. Nenek dan Min Joo agak bingung dengan reaksi berlebihan Hee Joo itu.



Min Joo tiba-tiba membuka pintu ruangan bengkel.

"Eonni, kita harus apa? Bagaimana jika Ahjussi dipenjara?"

Hee Joo langsung memebnataknya, "Dia tak akan..."

Min Joo terkejut, ia langsung menutup pintu dan menjauh.




Hee Joo melanjutkan pekerjaanya dan Jin WOo menghubunginya. 

"Kau sedang apa?" Tanya Jin Woo. 

"Aku bekerja di rumah."

"Sudah makan malam?"

"Belum."

"Kalau begitu keluarlah."

"Kau tak sibuk? Kau akan.. diinterogasi besok."

"Aku tak sibuk. Aku ingin kau berdandan."

"Apa? Kenapa?"

"Karena ini kencan."




Maka Hee Joo pun memakai pakaian terbaiknya dan juga dandan pastinya.



Hee Joo sudah turun, tapi kembali naik lagi, ada yang kurang soalnya. Ia memakai anting-anting.



Di luar, Sang Beom melihat Hee Joo keluar, ia bertanya, tapi Hee Joo tidak mendengarnya.



Sang Beom masuk ke dalam, nenek menyurhnya duduk karena makan malam hampir siap. Sang Beom menanyakan tujuan Hee Joo. Nenek mengatakan kalau Hee Joo keluar untuk makan malam.

"Hei, kau melihat berita?" Tanya nenek. 

"Tentang Yoo Jin Woo?"

"Apa yang akan dilakukannya?"

"Dia seharusnya diselidiki jika berbuat salah."

"Aku yakin dia tak bersalah. Bagaimana jika dia dijebak?"

"Polisi tidak bodoh. Pasti ada alasan dia diselidiki."

"Entah kenapa dia harus melalui banyak cobaan. Sekretarisnya bahkan meninggal. Kau juga kenal, 'kan? Astaga, dia masih muda. Aku tak percaya dia mati begitu cepat. Dia bahkan disingkirkandari perusahaannya sendiri. Tak ada yang beres semenjak dia terluka di hostel kami. Aku sangat cemas, hingga tiap kali ke gereja, aku mendoakannya berharap kakinya sembuh."



Sang Beom marah karena nenek sangat mencemaskan Jin Woo. Nenek gak ngerti, kenapa? Sang Beom membentak lagi, kenapa mendoakannya segala?! Kenapa mencemaskannya?!



Hee Joo menemui Jin Woo di seberang jalan, tapi saat Hee Joo mendekat, Jin Woo malah terdiam. 

"Apa ini?" Tanya Jin Woo.

"Apa?"

"Apa yang menggantung di telingamu?"

"Kau memintaku berdandan."

"Kau lebih cantik memakai yang polos. Aku menyesal memintamu dandan. Masuklah."



Hee Joo menghela nafas, ia kecewa sepertinya. Tapi Jin Woo hanya menggoda, karena ia tersenyum saat Hee Joo berjalan masuk ke mobil.



Setelah Hee Joo masuk, Jin WOo bertanya, mau makan apa? Ada yang Hee Joo inginkan? Tapi Hee Joo cemberut, tidak menjawab. 

"Boleh aku memilih?" Tanya Jin Woo lagi, Hee Joo tetap diam. 

"Kau marah?" Tanya Jin Woo lagi.




Hee Joo akhirnya bicara sambil menatap Jin Woo dan menunjuk anting-antingnya, "Kau yang memberikanku anting-anting. Ini hadiah ulang tahunku. Aku memakainya untukmu dan hanya itu yang kau katakan?"

"Terlihat cantik saat aku membelinya. Lepaskan. Kita tukar saja."

"Kenapa? Belikan saja yang lain. Kau pelit untuk ukuran pria kaya."

Jin Woo puas menggoda Hee Joo sampai marah begitu.

Hee Joo: Aku menyukainya. Aku suka anting-anting ini. Yang terpenting aku suka. Aku tak pakai untuk membuat orang senang.

Jin Woo: Baik, aku akan belikan lagi.

Hee Joo: Aku tak butuh.

Jin Woo: Kenapa?

Hee Joo: Karena aku kesal.

Jin Woo: Baiklah. Aku jadi bisa berhemat.



Mendengarnya, Hee Joo tambah cemberut. Tapi Jin Woo ketawa lebarrrr.

*Ahjussi sarangheyo...*

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 12 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: