Sunday, January 6, 2019

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 11 Part 1

    Sumber: tvN



    Ternyata Hee Joo mencari nomor pengurus Istana Alhambra, namanya Diego. Ia meminta tolong untuk mencari seseorang yang masuk ke penjara bawah tanah. 

    "Siapa? Kenapa ada yang ke sana?" Tanya Diego.

    "Akan kujelaskan nanti. Tolong segera ke sana. Dia bisa mati jika tidak cepat."

    Diego bersedia dan Hee Joo lega.




    Sementara itu, Jin Woo sudah tidak sanggup melawan lagi, ia sudah pasrah, tapi tiba-tiba ada cahaya. 


    Jin Woo mendapat peringatan kalau cahaya dari sumber lain tidak diperbolehkan, ia harus menghalaunya untuk melanjutkan game.

    Sumber cahaya itu dari dua orang panjaga yang dimintai tolong Hee Joo. Semuanya kembali seperti semula, Jin Woo tidak bisa melanjutkan tugasnya, tugasnya tertunda.

    Jin Woo diajak ngomong oleh petugas, tapi ia diam saja.


    Hee Joo mendapat telfon dari Diego yang mengabarkan kalau mereka sudah menemukan Jin Woo. Hee Joo sampai menangis mendengarnya, ia lega sekali.



    Nenek iseng masuk ke kamar Hee Joo dan terkejut melihat Hee Joo menangis. Nenek mendekat sambil bertanya kenapa Hee Joo menangis. Hee Joo bilang tidak apa-apa. Nenek pun hanya memeluk Hee Joo untuk menenangkannya.

    "Hee Joo mengeluarkanku dari penjara bawah tanah. Teleponnya menyelamatkanku."




    Oh.. ternyata yang datang menyelamatkan Jin Woo tiga orang dan orang yang tidak membawa senter bertanya dengan bahasa Spanyol, Jin Woo orang Korea kan? Kenal Hee Joo?

    "Namun kesempatan Hee Joo bertemu adiknya lagi sirna."



    Petugas yang membawa senter menarik tangan Jin Woo untuk membawanya keluar, tapi Jin Woo menarik tangannya, ia berjalan keluar sendiri, tidak merespon para petugas itu.


    Sun Ho terus kepikiran wasiat Jin Woo, ia terus melihat jam untuk menunggu Jin Woo selesai bermain. 


    Hee Joo menghubungi SUn Ho memberi kabar mengenai Jin Woo yang sudah keluar dari penjara.



    Jin Woo terus berjalan dan ia sampai pada bangku ditemukannya jenazah Hyeong Seok. Dalam perjalanan kesana, Jin Woo sesekali dihadang musuh (Prajurit berpedang), tapi JiN Woo berhasil membunuh mereka dengan sekali tebas.



    Jin Woo terus berjalan melewati bangku itu begitu saja, ia menuju Rumah Sakit. Disana lagi-lagi ia diserang, beberapa anak panah terjun menuju dirinya tapi Jin Woo gak memerdulikannya, ia terus saja jalan.



    Yang dipedulikan Jin Woo hanya musuh yang tiba-tiba datang dari depan, jadi mau tak mau ia harus menebasnya untuk bertahan.



    Usai mendapat kabar dari Hee Joo, Sun Ho memerintah untuk mematikan server di semua titik, termasuk Granada dan Seoul.



    Para pemain pun bingung karena musuh merek tiba-tiba menghilang beserta senjata dan koin yang sudah mereka dapatkan. 



    Termasuk di Grabada, musuh-musuh Jin Woo pun menghilang beserta senjata yang dieganginya.



    Tim data berhasil memutus semua servernya. Sun Ho mengatakan server akan teta mati sampai cacat diperbaiki.

    "Ada cacat dalam gimnya?" Tanya ketua Tim, tapi Sun Ho diam saja, malah keluar ruangan.




    Jin Woo yang tadinya bisa jalan dengan tegak sekarang mendadak gak bisa lagi, bahkan ia butuh pegangan. Seorang perawat menghampiri, apa Jin Woo butuh bantuan? Jin Woo menggeleng. 




    Jin Woo mendapatkan tongkat, ia kembali harus berjalan memakai tongkat. Seseorang petugas polisi menghampirinya.

    "Kau yang memanggilku, 'kan? Mencari seseorang di stasiun kereta." kata orang itu.




    Jin Woo di bawa ke ruang mayat, ditunjukkan jenazah Jung Hoon. Jelas Jin Woo menangis., ia mencengkeram erat selimut yang menutupi tubuh Jung Hoon.


    Sun Ho bersama Hee Joo datang ke rumah sakit di Granada, mereka semua berpakaian serba hitam. Hee Joo memimpin jalan. 



    Sun Ho menyadari tempat itu, rumah sakit itu adalah tempat dirawatnya Jin Woo tahun lalu. Hee Joo membenarkan.

    "Aku mau kemari untuk hal baik. Tiap kali mengunjungi Granada, selalu untuk hal buruk." Sesal Sun Ho.



    Ibunya Jung Hoon sudah ada di depan kamar mayat dan beliau menangis sejadi-jadinya. Ia sudah memerintahkan Jung Hoon untuk mengundurkan diri, tapi Jung Hoon tidak mengindahkannya dan berakhir seperti sekarang.




    Sun Ho menemui ibunya Jung Hoon. Ibu Jung Hoon menuduh Jin WOo yang sudah mmebunuh putranya. 

    "Dia menyeret putraku kemari dan membunuhnya! Dia seharusnya menikah bulan depan. Kenapa dia harus membawanya kemari? Apa yang dia coba lakukan di sini?"




    Ibu tidak sendiri, ia bersama ayah dan dua orang gadis. Ayah meminta ibu untuk berhenti. 

    Ibu: Ini bukan kecelakaan. Kuberi tahu, putraku dibunuh. Presdirmu membunuh putraku. Apa yang akan kau lakukan soal ini? Kembalikan putraku.

    Sun Ho hanya bisa meminta maaf, ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi, tak bisa jelaskan apa pun.

    Ibu: Dia membunuh putraku. Kenapa bedebah itu tak kemari? Keluar! Suruh dia keluar! Keluar. Sebaiknya kau keluar! Kembalikan putraku.

    Pihak keluarga lalu membawa Ibu yang sudah tidak terkendali menjauh dari sana.



    Sun Ho bertanya keberadaan Jin Woo pada orang yang lebih dulu ada di Granada. Orang itu mengatakan kalau Jin Woo menghilang. 

    "Apa? Kau bilang dia diinfus."

    "Ya, tapi dia hilang saat aku kembali ke kamarnya. Semua sedang mencarinya."

    "Kapan dia pergi?"

    "Pagi ini. Sudah empat jam berlalu."


    Hee Joo jelas mendengar itu dan ia tampak khawatir.



    Sun Ho mau melihat Jung Hoon dulu sebelum mengurus soal Jin Woo. Namun sebelum itu, ia menoleh pada Hee Joo, melarangnya ikut masuk.



    Hee Joo masuk ke kamar Jin Woo, tapi Jin Woo tidak ada disana. Jin Woo bahkan melepaskan pakaian pasiennya. Hee Joo pun keluar lagi.

    Sambi mnghubungi Jin Woo, Hee Joo jalan keluar. Tapi Jin Woo tidak mengangkat telfonnya.


    Hee Joo mendatangi kafe Alkazaba, tapi Jin Woo tidak ada disana. 



    Hee Joo lalu menuju taman ditemukannya Hyeong Seok, tapi tidak ada Jin Woo juga disana.




    Hee Joo kembali menghubungi Jin Woo dan kembali tidak ada jawaban. Hee Joo pun mengirim pesan.

    "Di mana kau? Aku di Granada. Aku mencemaskanmu. Tolong telepon aku. Aku merindukanmu."

    Sebelum mengirimkannya, airmata Hee Joo menetes di layar. 



    Beberapa detik kemudian Jin Woo menghubungi Hee Joo. Hee Joo langusng berdiri dari duduknya, "Halo? Kau di mana? Kau tak apa? Di mana kau?"

    "Kenapa jauh-jauh kemari?"

    "Aku tanya kau di mana."

    "Sudah kubilang tetap di rumah. Kau berharap bisa bertemu adikmu? Maka kau membuang waktu. Aku tak bisa menemukan Se Joo dan Jung Hoon tewas. Aku tak bisa menuntaskan tugas. Skenario terburuknya terwujud. Tak bisa lebih buruk lagi."



    "Aku menelepon... Aku menelepon Alhambra dan meminta mereka mencarimu.. Aku cemas kau mungkin mati juga... Kini aku akan mencari Se Joo. Lagi pula dia adikku. Tolong berhentilah. Istirahatlah. Tolong... Tolong berhentilah."

    Tapi Jin Woo diam saja, Hee Joo memanggil karena takut Jin Woo tidak mendengarkannya.

    Jin Woo: Ini belum berakhir. Belum berakhir bagiku. Permainan ini.. belum berakhir.

    Hee Joo: Di mana kau? Aku akan menemuimu.

    Tapi Jin Woo menutup telfon.


    Jin Woo menghubungi seseorang.

    0 komentar

    Post a Comment