Wednesday, December 5, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 14 Part 3

    Sumber: tvN


    Moo Young menunggu Jin Kook tepat di depan pintu gerbang, tapi saat Jin Kook keluar Moo Young mulai melangkah.

    "Kim Moo Young."

    "Kamu bilang jangan di sini."

    Jin Kook pun mengikuti Moo Young.




    Moo Young menunjukkan poster itu, ia tanya, kenapa Jin Kook mencarinya? 

    "Karena aku membunuh ayahmu dan kamu menghilang."

    "Lantas kenapa kamu mencariku? Seperti orang lain, kamu bisa bilang dia pantas mati. Lagi pula dia memang akan dihukum mati. Kamu bisa saja bilang dia kurang beruntung."

    "Bagaimana kamu tahu?"

    "Jangan menatapku seperti itu. Tidak bisakah kamu lebih terbuka seperti orang lain?"

    "Aku.. seperti orang lain. Menurutku itu tidak adil. Aku tidak paham kenapa ini terjadi. Dia bertindak, aku hanya berusaha membela diri. Tapi.. walaupun.. Kang Soon Goo bertindak lebih dahulu... Aku baru sadar setelahnya. Kamu ada di situ."



    Jin Kook: Kang Soon Goo.. tidak bermaksud menyerangku. Dia ingin menyembunyikan senjatanya di punggungnya. Dia tidak ingin kamu melihatnya. Lalu aku mendengar.. Raunganmu yang pilu itu terus terngiang. Walau kucoba meyakini itu tidak adil, aku tidak bisa lupa bahwa aku membunuh manusia. Maaf.

    Moo Young: Tetap saja, andaikan kamu tidak melakukan itu. Karena kamu mencariku, kukira ayahku polisi. Tidak kusangka kamulah yang kuingat saat aku merindukan ayahku dan berusaha mengingat. Aku benci itu. Aku tidak menembakmu, tapi bukan berarti kumaafkan. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.

    Moo Young meninggalkan Jin Kook.



    Moo Young meninggalkan Jin Kook.

    Jin Kook memungut poster yang Moo Young tinggalkan, ia memanggil Moo Young, Moo Young berhenti tapi tidak berbalik. 

    Jin Kook: Ayahmu berada di Kuil Bongrin. Di Aula Utama Kuil Bongrin. Peringatan kematiannya.. tanggal 18 September kalender bulan dan 1 November kalender matahari.



    Moo Young lanjut jalan lagi. Ia sekarang tahu alasan Jin Kook selalu mengajak Jin Kang pergi ke kuil setiap tanggal 1 November.


    Jin Kang mau mengirim pesan pada Moo Young, tapi ia menahannya.



    Jin Kook pulang dan menyuruhnya segera tidur. Jin Kang menurut, ia pun berjalan ke kamar. Saat itu Jin Kook memberitahu kalau ia akan ke Haesan besok untuk melayat ibu. 

    "Mau kutemani?" Tanya Jin Kang.

    "Tidak perlu. Itu hari Minggu. Istirahatlah di rumah."

    "Kakak juga ingin menyendiri?"

    "Apa?"

    "Bukan apa-apa. Selamat malam."

    "Selamat malam."


    Saat akan berangkat esoknya, So Jung menelfon. So Jung memaksa Jin Kook untuk mengubah kata sandi rumahnya.

    "Nanti saja." Jawab Jin Kook.

    "Jangan ditunda. Ubah sekarang. Perlukah kugantikan?"

    "Tidak, hari ini aku akan pergi."

    "Mau ke mana?"


    Jin Kang pergi olahraga tapi Moo Young tidak ada disana.

    Moo Young menunggu di halte, melamun.




    Tenyata Jin Kook ditemani So Jung.

    So Jung: Lucu sekali. Bagi orang dewasa pun, ibu adalah orang pertama yang terlintas saat kita kesulitan.

    Jin Kook: Benar sekali. Beberapa hari ini, aku sering memikirkan Ibu. Masalahnya, dahulu aku nakal sekali. Anak-anak kadang tidak patuh walau dipukul, bukan? Dahulu ibuku terpaksa memukulku berkali-kali.

    So Jung: Bisa kubayangkan.

    Jin Kook: Benar, bukan? Mungkin karena dia sudah terbiasa, dia tetap memukulku saat aku berumur 20 tahun. Setelah aku mulai bekerja di kepolisian pun, pagi harinya, punggungku ditepuk dan aku diminta hati-hati di jalan. Saat aku pulang, punggungku ditepuk karena lupa menaruh kaus kaki di mesin cuci. Tapi.. dia tidak pernah memukulku lagi setelah insiden itu.



    Jin Kook: Dia begitu khawatir ada hal buruk yang menimpaku... Dia menjadi sangat berhati-hati. Padahal dia sehat, tapi belum genap tiga tahun sejak itu, dia wafat. Semalam aku berbaring dan berharap ibuku menepuk punggungku dengan keras lagi sambil berkata, "Anak nakal". "Benahi dirimu".



    Moo Young pergi ke Kuil Bongrin. Ia mencari nama ayahnya. Dan saat ia menemukan nama ayah dan ibunya ia menangis.


    Jin Kang juga menangis saat melihat poster anak hilang. Ia teringat Moo Young ynag bersyukur kalau ia tidak buang tapi hilang karena ada yang mencarinya.



    Saat perjalanan kembali, Moo Young menerima pesan dari Jin Kang.

    "Aku mencintaimu".

    Moo Young tidak bisa menahan tangisnya.



    Jin Kang menunggu Moo Young di jalan menunu rumahnya. Moo Young bertanya, apa Jin Kang yakin mau bersama orang sepertinya?

    "Tentu saja." Jin Kang menjawab dengan yakin. 

    "Aku ingin terlahir kembali."


    Jin Lang langsung memeluk Moo Young. Moo Young melepaskan tangisnya.

    0 komentar

    Post a Comment