Wednesday, December 5, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 14 Part 1

    Sumber: tvN




    Moo Young menodong Jin Kook degan pistolnya. 

    "Sepertinya kamu tahu siapa aku." Ucap Moo Young.

    "Ya. Kang Su Ho."

    "Menarik. Itukah alasanmu membenciku? Kamu menyebutku iblis dan pembunuh."

    "Kamu benar-benar akan menembak? Jika ya, lakukan di luar, jangan di sini."




    Saat Jin Kook berbalik, Moo Young melepaskan tempakan kearah pot. Jin Kook berhenti, tanpa berbalik ia menegaskan kata-katanya, "Kubilang, jangan di sini."

    "Bagaimana rasanya mendengar suara tembakan? Berkat itu, ingatan yang telah kulupakan pulih. Bagaimana denganmu?"

    "Jika kamu menduga aku membunuh ayahmu, benar. Aku membunuhnya. Aku membunuh Kang Soon Goo."

    "Ah.. Ternyata itu namanya."

    "Aku.. menembaknya."

    "Kenapa?"

    "Itu tidak sengaja."

    "Itu bukan jawaban. Kenapa?"



    Moo Young membalik tubuh Jin Kook untuk menghadapnya, ia mengarahkan pistol ke dada Jin Kook. Ia memaksa Jin Kook mengatakan alasannya, jika tidak sengaja, katakan kenapa, bagaimana, dan apa kesilapan Jin Kook hingga membunuh ayahnya.

    Tapi Jin Kook hanya diam saja. Moo Young menjelaskan, hari ini, ia mengetahui nama ayahnya. Bahkan aku mengetahuinya dari Jin Kook, pembunuh ayahnya.

    Moo Young: Jika kamu begitu yakin menyebutku iblis atau pembunuh, pasti ada alasan bagus. Sebelum kamu datang, hidupku bahagia. Aku masih ingat. Rumah kami sederhana di gunung, tapi aku bahagia. Tapi kamu merusak semuanya. Masa kecilku. Rumahku. Keluargaku. Kamu menginjak-injak semuanya.

    Jin Kook: Kamu benar.

    Moo Young: Lalu kenapa? Katakan alasannya.

    Jin Kook: Jika menembakku, kamu benar-benar akan menjadi pembunuh. Jangan menjadi pembunuh karena aku.

    Moo Young: Mengejutkan. Aku tidak boleh membunuh demi kebaikanku? Jangan berlagak mengkhawatirkanku.

    Jin Kook: Tembaklah jika itu maumu. Tapi sebelumnya, berjanjilah akan satu hal. Jangan sampai.. Jin Kang melihatnya.

    Moo Young: Orang sepertimu paling memuakkan.



    Moo Young mengganti sasarannya, sekarang ia mengarahkan pistol ke kepala Jin Kook. Jin Kook memejamkan mata, ia sudah siap ditembak. 

    Tapi kemudian terdengar suara bel pintu.


    Ternyata So Jung yang datang. Jin Kook bertanya, siapa? So Jung mengatakan siapa dirinya. So Jung heran, kenapa Jin Kook tidak membukakan puntu?




    Berapa saat kemudian pintunya terbuka. So Jung protes karena lama sekali dibukanya, tapi ia berhenti saat melihat Moo Young keluar dibelakang Jin Kook. 

    So Jung khawatir, ada apa? Jin Kook tidak mengjawabnya, ia mengajak So Jung masuk.


    Moo Young jalan dengan cepat sambil sesekali menengok kebelakang.



    Di dalam, So Jung mencium bau bubuk mesiu. Ia yakin itu dari senjata api. Lalu ia melihat pot yang rusak karena tembakan. So Jung teriak.

    "Jangan biarkan dia mengendalikanmu. Lihatlah akibatnya!"

    Jin Kook malah tidak menjawab.


    Jin Kang dan yang lain pergi makan bareng.



    Moo Young pulang ke rumahnya. Ia menggumamkan nama ayah yang baru diketahuinya. Lalu ia mengambil gambarnya, ia letakkan di depan robot itu. Ia terus memandangnya sampai pesan Se Ran masuk.



    Se Ran mengirim foto potongan koran. 

    'Tragedi Akibat Seorang Fanatik'
    Pria mengamuk kepada istrinya yang menganut agama palsu. Dia membunuh 3 orang, termasuk istrinya, lalu bunuh diri. Pelaku pembunuhan sadis yang terjadi. Di Gunung Mortar Geumah adalah Kang, 32 tahun.

    Moo Young syok mengetahui kalau ayahnya adalah seorang pembunuh. Tapi ia tetap membaca beritanya sampai habis.



    Menurut Kepolisian Haesan, istrinya mengikuti sekte. Dua tahun lalu, meninggalkan suami, dan membawa anak-anaknya. Lalu suaminya mengetahui lokasi persembunyian istrinya. Dia dendam kepada istrinya dan mencekiknya. Lalu membunuh sesama penganut sekte yang menelepon polisi.

    Moo Young: Dia membunuh Ibu.

    Moo Young meremas gambarnya. Perasaannya campur aduk.



    Moo Young terus berjalan sampai nafasnya ngos-ngosan dan ia tiidak sanggup jalan lagi. 

    0 komentar

    Post a Comment