Tuesday, December 4, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 13 Part 4

    Sumber: tvN


    Selanjutnya Jin Kang pergi ke rumah Moo Young, tapi Moo Young tidak ada di rumah. Jin Kang melihat ada yang baru di rumah Moo Young, robot itu.


    Tak beraoa lama kemudian Moo Young pulang. Ia melihat lampu rumahnya menyala.


    Moo Young masuk dan robotnya bisa jalan. Ia mengira Jin Kang memperbaikinya tapi Jin Kang mengaku hanya mengusap debu dan memutar pegasnya.

    "Dari mana robot itu?" Tanya Moo Young.

    "Kupungut di jalan. Di Haesan."

    "Di mana lengannya?"

    "Hilang. Sejak awal robotnya tidak berlengan. Mungkin itu alasan robotnya dibuang. Karena lengannya hilang. Aku akan mencuci tangan."

    "Begitu rupanya. Pantas robotnya dibuang."



    Jin Kang menanyakan dari mana Moo Young sampai tidak membalas pesannya. 

    "Ada tempat yang perlu kukunjungi sebentar."


    Ternyata Moo Young ada di bioskop juga dan ia menyaksikan Jin Kook yang kencan dengan So Jung dengan bantuan Jin Kang.



    Moo Young bengong memikirkannya sampai membiarkan air mengalir dan mengabaikan Jin Kang. Jin Kang sampai harus mematikan kerannya. 

    "Apa yang kamu lamunkan? Apa? Kamu memikirkan apa?" Tanya Jin Kang.

    "Kamu tetaplah kamu."

    "Apa?"





    "Apa pun yang terjadi, kamu.. tetaplah kamu bagiku."

    "Kamu bicara apa? Apa maksudmu?"

    "Bukan apa-apa. Hanya ingin kamu tahu."

    Moo Young sebenarnya sempat bingung sejak ia ingat Jin Kook sudah membunuh ayahnya, makanya ia banyak bengong, tapi ia tidak bisa menjauhi Jin Kang hanya karena Jin Kang ada hubungan dengan Jin Kook.



    So Jung merasa usaha Jin Kang sia-sia setelah melihat Jin Kook tetap bengong. 

    "Kamu tidak paham cerita filmnya, bukan?"

    "Apa? Apa maksudmu? Filmnya sangat lucu."

    "Tapi kamu tidak tertawa sedikit pun."

    "Benarkah? Kukira aku tertawa."

    "Boleh saja melamun. Kita mencari udara segar saja. Tidak apa-apa, jadi, silakan saja. Melamunlah sepuasmu."

    "Tadi pagi, dia datang ke rumahku."

    "Apa maksudmu?"

    "Setelah aku dan Jin Kang berangkat kerja, dia menyelinap ke rumah."

    "Itu tindak pidana."

    "Benar juga."

    "Ini tidak lucu. Lalu?"

    "Lalu apa? Aku hanya ingin menceritakannya."

    "Yang benar saja."



    Moo Young berpikir sambil menatap robot itu dan sekarang ungatannya semakin jelas. Jin Kook telah menembak ayahnya.

    Moo Young merasa pengap, ia langsung keluar.





    Se Ran mengundang Moo Young ke rumahnya. Ia mendapatkan pistol yang diminta Moo Young. 

    "Aku bisa melihat pistol berkat kamu. Bagaimana? Aku terkejut karena bentuknya lebih keren dari dugaanku. Pistol menarik karena berbahaya. Mirip seseorang, bukan?"

    Se Ran lalu menyuruh Moo Young duduk.



    Se Ran bertanya untuk apa pistol itu, Moo Young akan membunuh seseorang? Moo Young tidak menjawab, ia cuma mengantongi pistolnya. 

    Se Ran: Astaga. Jika kamu membunuh dengan pistol itu, aku juga bisa terseret kasus.

    Moo Young: Aku tidak akan menyebutkan namamu.

    Moo Young mengambil peluru yang ada di meja. 



    Se Ran: Tampaknya kamu serius akan membunuh. Kamu tidak penasaran alasanku mengambil risiko ini?

    Moo Young: Aku penasaran.

    Se Ran: Aku menginginkanmu. Aku ingin kamu berada di genggamanku sepenuhnya. Aku terpikat olehmu, Moo Young. "Jangan sampai tertangkap." Kamu ingat?





    Moo Young ingat, itulah kalimat yang dikatakan Moo Young pada Seung Ah tepat sebelum kecelakaan terjadi.

    Se Ran menjelaskan, "Aku mendengar kabar kecelakaan itu dan ingin tahu kejadiannya Kutonton video dari kotak hitam di mobil Seung Ah. Mulanya aku tidak paham alasanmu mengatakannya. Kuputar video itu sekitar 10 kali. Akhirnya aku mendengarnya. "Jangan sampai tertangkap". Aku begitu merinding mendengar itu. Ini menarik. Tidak kusangka ada orang sepertiku di dunia ini.

    Moo Young: Aku sepertimu?

    Se Ran: Sudah kukatakan. Kita mirip. Kita ibarat ranting yang berbeda dari dahan yang sama.

    Moo Young: Akan kupertimbangkan. Terima kasih pistolnya.



    Moo Young akan pergi tapi Se Ran menghentikannya, ia membuka poster itu, menanyakan siapa anak itu? 

    Se Ran: Aku bingung harus marah atau tidak. Anak ini ada kaitannya dengan pacarmu.

    Moo Young: Pacarku?

    Se Ran: Yoo Jin Kang-ssi. Itu alasanmu memintaku menyelidikinya, bukan? Karena kakak Jin Kang mencari anak ini.

    Moo Young: Detektif Yoo Jin Gook mencari anak ini?

    Se Ran: Ya. Kamu sungguh tidak tahu?


    Jin Kook menulis kode sandi tabungannya, tapi gak cuma satu, tabungannya ada banyak.



    Moo Young bingung, kenapa Jin Kook mencarinya? Se Ran gak ngerti, kok Moo Young?

    "Anak ini aku. Kang Sun Ho."

    "Ah.. Seharusnya katakan sejak awal. Kini nomornya berbeda, tapi pemilik nomor ini sampai Juni 1996 adalah Yoo Jin Gook. Nafsu makanku hilang mengetahuinya. Kukira kamu menyuruhku demi pacarmu."

    "Aku tidak tahu siapa nama ayahku. Konon dia bunuh diri di Gunung Mortar Geumah tahun 1993. Tapi kurasa itu tidak benar. Kurasa dia dibunuh."



    "Dia ayahmu, tapi kamu tidak tahu namanya. Kabarnya dia bunuh diri, tapi menurutmu dia dibunuh? Baiklah, akan kuselidiki. Tidak akan lama. Dari tatapanmu, sepertinya kamu menyadari kehebatanku. Ini sangat mudah bagiku."

    "Maka aku ingin minta bantuan lagi. Aku mencari keluargaku."

    "Keluargamu?"

    "Ibu dan adikku. Adikku mungkin dua atau tiga tahun lebih muda dariku. Yoon. Aku belum yakin, tapi mungkin namanya Kang Yoon."

    "Kang Yoon. Aku perlu mencari adikmu? Kenapa? Maksudku... Tentu saja kamu perlu mencari ibumu. Mungkin dia kaya. Tapi adikmu? Bukankah lebih baik tidak punya adik? Bukankah bagus dia hilang? Kenapa kamu mencarinya?"

    "Tapi aku ingin. Mungkin kita tidak semirip yang kamu sangka. Terima kasih sebelumnya."

    Moo Young langsung pergi.



    Jin Kang mengirim pesan pada So Jung. Sembari menunggu jawaban, Moo Young mengirim pesan, menanyakan kapan ia pulang.

    "Paling cepat pukul 22.00. Tapi mungkin aku akan selesai lewat tengah malam. Sampai jumpa besok pagi." Moo Young membaca pesan balasan Jin Kang sambil berjalan ke rumahnya.




    Moo Young mengisi pistolnya dengan peluru sampai penuh.


    Jin Kook berendam di pemandian umum.


    Saat Jin Kook pulang, Moo Young sudah menunggunya di dalam. Moo Young langsung menodongkan pistolnya.

    Mana Suaranya????

    1 komentar: