Tuesday, December 4, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 13 Part 3

    Sumber: tvN




    Moo Young berayun dengan kakinya sambil memikirkan tentang Jin Kook. Lalu datanglah Jin Kang.

    Jin Kang mengayuh sepedanya dengan kencang untuk bertemu Moo Young sampai ia ngos-ngosan. 



    Moo Young cerita kalau ia pergi ke rumah lamanyaa, rumah yang ia dan keluarganya tinggali saat kecil. Jin Kang penasaran, di mana? Bagaimana Moo Young menemukannya?

    "Kebetulan ketemu di tempat yang kulalui. Lokasinya di hutan."

    "Hutan?"

    "Ya, tempatnya bagaikan lukisan. Itu bohong."

    "Apa?"

    "Itu bohong. Rumah itu tidak ada. Aku hanya berandai-andai ada rumah seperti itu di perjalanan."

    Jin Kang langsung memukul Moo Young, ia kesal, soalnya tadi ia telanjur senang karena mengira itu benar.

    Moo Young: Apakah bagus jika aku menemukan rumahku?

    Jin Kang: Tentu saja. Itu kediamanmu bersama keluargamu. Terkadang saat bepergian, ada hal tidak terduga yang kamu ingat, bukan?

    Moo Young: Benar.

    Dan yang ingat adalah pembunuh ayahnya, Jin Kook.


    Jin Kang lalu bertanya, apa Moo Young sudah menyapa ayahnya? Moo Young mengangguk. 

    Moo Young turun dari ayunan, ia mencaritahu mengenai Jin Kook pada Jin Kang, ia menanyakan kapan Jin Kook dipindahkan dari Haesan ke Seoul. 

    "Oh.. Musim panas saat aku berusia tujuh tahun."

    "Musim panas tahun 1996, ya?" Sambar Moo Young.

    "Cepat sekali."

    "Kenapa pindah?"

    "Entahlah, sepertinya karena aku. Aku tidak bisa beradaptasi di TK dan ibuku meninggal musim semi tahun itu. Mungkin kami pindah karena itu. Tapi Kenapa tiba-tiba kamu menanyakannya?"

    "Jadwal kerja polisi dibagi menjadi empat sif, bukan?"

    "Ya, rotasi mingguan. Banyak polisi yang bertugas saat hari libur, tapi kakakku tidak bersedia. Dia tetap libur."

    "Kapan hari liburnya?"

    "Dia libur setiap tanggal 4, 8, dan 12 bulan ini. Dia libur setiap tanggal kelipatan empat."

    "Berarti hari ini adalah hari liburnya?"

    "Kenapa tiba-tiba kamu penasaran soal itu?"

    "Bukankah sudah kukatakan?"

    "Aku ingin menjadi polisi saat masih kecil. Jadi, aku tertarik dengan kehidupan polisi."

    "Begitu, ya. Pantas kamu menduga ayahmu juga polisi."

    "Ya."


    Jin Kook keluar bersama Jin Kang untuk pergi ke kantor. Jin Kook heran tadi Jin Kang mendadak pagi-pagi olahraga, ia kira kemana tadi. 

    "Aku akan berolahraga setiap hari sebelum cuacanya makin dingin. Kenapa? Kakak juga ingin berolahraga?"

    "Tidak."



    Ternyata Moo Young sudah mengincar sejak tadi. Saat mereka pergi, Moo Young memanjat pagar untuk masuk ke dalam rumah. Moo Young ingat sandi rumahnya saat mengantar Jin Kang dulu.



    Di dalam, ia melihat foto Jin Kang bersama Jin Kook. Tapi ia tidak begitu menghiraukannya.


    Jin Kang ketiduran di mobil. Saat berhenti di lampu merah, Jin Kook teriangat sesuatu, ia pun membangunkan Jin Kang. Jin Kook menyuruh Jin Kang turun dan melanjutkan perjalanannya nai bis.

    Jin Kook lalu memutar arah, ia kembali.



    Moo Young masuk ke kamar Jin Kook, ia menggeledah lemari dan ia menemukan kotak itu di atas lemari, ia pun membukanya. Moo Young menemukan poster itu.


    Di kompor ada masakan dan hampir gosong karena belum dimatikan. Moo Young keluar untuk mematikannya. 



    Jin Kook kembali karena ingat belum mematikan kompornya. Dan ia berpapasan dengan Moo Young.


    Jin Kook buru-buru masuk, tapi kompornya sudah mati dan pancinya ada di tempat cuci piring.



    Jin Kook lalu masuk kamarnya, ia melihat kotak rahasianya ada dibawah dan posternya hilang. 



    Moo Young membawa poster itu. 



    Moo Young mendatangi kantor Se Ran tapi Se Ran tidak mau bertemu dengan Moo Young. Sekretaris Choi mengatakan kalau Se Ran lagi sibuk. 

    "Aku akan kembali lain kali. Kamu tahu nomorku, bukan? Hubungi aku setelah tanggalnya ditetapkan."

    Ternyata Se Ran cuma mau memberi Moo Young pelajaran karena Moo Young lancang. Sekretais Choi mengatakan Se Ran ada waktunya 2 jam lagi.




    Moo Young menunggu selama itu. Sebetulnya Se Ran juga gak ada kerjaan tapi ia pura0pura sibuk saat Moo Young masuk.

    Se Ran tanya kenapa Moo Young menemuinya. Moo Young mau minta bantuan.

    "Minta tolong? Soal apa?"

    "Aku butuh pistol. Bisa siapkan?"

    "Pistol? Pistol. Aku bertanya-tanya selama dua jam tentang alasanmu menemuiku. Mungkin kamu kesulitan menghadapi investigasi jaksa. Atau mungkin kamu menyesal menolak tawaranku. Ternyata karena pistol? Jadi, kamu butuh alasan semacam itu untuk menemuiku. Sayangnya, itu sangat sulit. Apa imbalan dari permintaan sulit itu?"

    "Apa saja."

    Se Ran tersenyum mendengarnya.



    Moo Young lalu memberikan poster yang diambilnya dari Jin Kook. Ia ingin Se Ran mencaritahu tentang anak di poster itu. 

    "Aku ingin tahu tentang anak itu. Identitas pembuat poster dan alasan mereka mencarinya. Juga seperti apa orang tua anak itu."

    "Kang Sun Ho". Siapa dia?"



    Jin Kang makan bareng dengan So Jung. Jin Kang menanyakan pandangan So Jung terhadap kakaknya. So Jung balik nanya apa maksud Jin Kang itu?

    "Maksudku sebagai calon pacar. Bagaimana pendapatmu?"

    "Pacar? Pacar? Yang benar saja. Yang benar saja. "Pacar"? Menggelikan."

    "Begitukah? Menggelikan, ya? Kurasa kamu benar. Kamu terlalu baik untuknya."

    "Apa maksudmu? Aku janda. Dan Jin Gook itu sangat baik..."

    Jin Kang tersenyum mendengarnya. 



    Selanjutnya Jin Kang mengajak So Jung nonton. Tapi ia juga memanggil kakakya. Jin Kang lalu pura-pura meninggalkan barangnya di kantor. 

    So Jung: Adikmu terlalu blak-blakan. Ayo.

    0 komentar

    Post a Comment