Wednesday, December 5, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 14 Part 2

    Sumber: tvN


    Jin Kang pagi-pagi pergi olahraga ke tempat biasa untuk bertemu Moo Young, tapi disana tidak ada Moo Young. Moo Young baru mengirim pesan kalau ia tidak olahraga hari ini.

    Jin Kang lalu menelfon, tapi Moo Young tidak mengangkatnya.




    Moo Young ternyata menunggu di depan kantor Dokter Yang, semalaman. Dokter Yang lalu mengajak Moo Young masuk dan memberinya kopi hangat.

    Moo Young: Jadi, ini alasanmu tidak mencariku? Menggelikan. Kukira ayahku polisi, ternyata pembunuh. Terlebih, istrinya menjadi korban.

    Dokter Yang: Minumlah. Itu urusan ayahmu. Itu sesuatu yang terkubur dalam benakmu dan tidak berkaitan denganmu.

    Moo Young: Aku muak. Mungkin itu tidak berkaitan denganku, tapi kenapa rasanya itu menjelaskan diriku? Itukah penyebab kondisiku sekarang ini?




    Jin Kang mendatangi rumah Moo Young, memanggil-manggil, tapi tidak ada jawaban. Jin Kang akan membuk pintu dengan kunci tapi pintunya tidak dikunci ternyata. Ia pun masuk.

    Jin Kang membawa foto yang sudah dicetaknya. Saat mencari lokasi untuk meletakkan foto itu, Jin Kang menemukan gambar yang sudah diremas Moo Young, ia tampak heran.




    Moo Young: Ayahku pembunuh. Cocok sekali dengan tabiatku. Seseorang pernah bilang.. aku bukan manusia. Dia bilang aku iblis. Tapi dia benar.

    Dokter Yang: Maksudmu, hasrat membunuh itu tabiat bawaan? Bagaimana kesanku bagimu? Kita memiliki kesamaan. Ayahku juga pembunuh. Anak yang dikisahkan di bab pertama bukuku, anak pembunuh itu adalah aku. Jadi, dahulu aku tidak mampu mencegahmu. Kukira itu kesempatan terakhir yang bisa kuberikan kepadamu. Kini aku menyesal. Itu salah. Setelah beranjak 40 tahun, aku sadar bahwa masalah ayahku adalah masalahnya sendiri. Moo Young-ah. Bukan masa lalu yang menjadikanmu seperti ini. Kondisimu saat ini.. mencerminkan dirimu yang sekarang. Jangan tersakiti dengan hal yang tidak terkait denganmu.

    Moo Young: Mana mungkin. Aku tidak bisa disakiti.

    Dokter Yang: Siapa pun sasaran kemarahanmu, akhirnya kemarahanmu hanya akan menyakitimu. Menyakitimu.. dan orang yang kamu sayangi.



    Sekretaris Choi menemui Lee Timjang, ia memberikan kartu namanya. Sekretaris Choi menanyakan masa lalu Lee Timjang yang pernah bekerja di Kepolisian Haesan pada musim gugur tahun 1993.



    Sekretaris Choi mendapatkan rekaman dan ia memberikannya pada Se Ran. Se Ran menyuruh Sekretaris Choi menghubungi Moo Young.




    Moo Young pulang dan melihat Jin Kang sudah ada di rumahnya, ia memaksakan senyum. Jin Kang bertanya habis darimana. Moo Young mengatakan habis menemui Dokter Yang sebentar.

    Moo Young: Aku lapar. Aku akan memasak ramyeon. Kamu mau?

    Jin Kang mengangguk. Moo Young pun merebus air.


    Jin Kang tanya lagi, ada masalah kan? Moo Young membantahnya, tidak ada, sungguh, tidak ada masalah. Moo Young malah balik bertanya, ia merasa Jin Kang yang mengalami sesuatu, ada apa?



    Jin Kang menunjukkan gambar itu, tapi Moo Young malah membuangnya ke tempat sampah. Jin Kang terkejut, kenapa dibuang? 

    "Semuanya palsu. Cerita bodoh itu hanya karanganku."

    "Palsu bagaimana? Gambar anak-anak tidak mungkin berbohong."

    "Kecuali gambar buatanku."

    "Kim Moo Young."

    "Aku ingin menceritakan semuanya. Sungguh. Tapi tidak sekarang."

    Jin Kang mengerti, ia pun tidak memaksa dan mereka memasak ramyeon bersama.



    Moo Young tidak tahan untuk mengatakannya. Ia cerita soal ayahnya yang adalah seorang pembunuh, bahkan tiga orang korbannya. Moo Young lalu menyuruh Jin Kang keluar, ia ingin sendiri. 

    "Kamu tidak ingin kutemani?" Tanya Jin Kang.

    "Tidak sekarang."


    Sebelum keluar, Jin Kang mengambil gambar Moo Young, ia yang akan menyimpannya. Moo Young tidak menjawab. Jin Kang pun keluar.

    Tapi Jin Kang tidak pulang, ia duduk di tangga rumah Moo Young sambil memandangi gambar itu. Jin Kang menangis. 



    Lee Timjang berpapasan dengan Jin Kook, ia hendak mengatakan sesuatu tapi tidak jadi. Ia cuma berpesan agar Jin Kook tidak terlambat untuk menghadiri rapat.

    "Baik." Jawab Jin Kook.



    Moo Young menemui Se Ran dengan wajah murungnya. 

    Se Ran: Kamu terlihat murung. Sepertinya kamu batal menggunakan pistol itu.


    Moo Young diam saja. Se Ran memberikan USB itu, menyuruh Moo Young mendengarkannya, nanti Moo Young akan tahu. Bukan hal baru sih. Polisi termuda di Kepolisian Haesan saat itu kini menjadi detektif di Kepolisian Wonyoung. Namanya Lee Kyung Chul. Dia komandan tim Jin Gook.



    Moo Young ingat, saat di Haesan dulu, ia bertemu dengan Lee Timjang dan menanyakan dimana ayahnya. Lee Timjang gak ngerti, siapa ayah Jin Kook? Jin Kook lalu menunjukkan bekas luka bakarnya.

    Lee Timjang: Omong-omong... Siapa nama ayahmu? Pulanglah. Nama ayahmu saja tidak tahu. Cepat pulang. Di sini tidak ada orang seperti itu.



    Moo Young tersenyum, Se Ran heran, kenapa? Moo Young berkata ia kenal dengan Lee Timjang. Ia akan mendengarkan rekamannya, lalu ia pamit.



    Se Ran bertanya, perlukah ia membereskan Jin Kook? Moo Young yang akan pergi berbalik lagi. Se Ran tanya lagi, bukankah Moo Young meminta pistol untuk membunuhnya?

    Se Ran: Jika kamu bimbang karena dia kakak pacarmu, aku bisa bantu membereskannya.

    Moo Young: Jika kamu macam-macam dengannya, tidak akan kubiarkan. Kamu bilang kita mirip. Jadi, kamu pasti tahu aku benci orang yang mencampuri permainanku.

    Se Ran: Tentu saja aku tahu.


    Sampai rumahnya Moo Young langsung mendengarkan rekaman Lee Timjang.

    "Sejujurnya, aku kesal. Kang Soon Goo memang pasti akan dihukum mati. Aku jengkel hingga masih mengingat istri Kang Soon Goo, Lee Mi Young, yang dia bunuh, dan korban lain, Han Jong Soo dan Park Jung Hye. Aku masih ingat nama mereka..."

    Moo Young memutar kembali saat Lee Timjang mengatakan nama Ibunya, Lee Mi Young.


    Lee Timjang: Aku muak dan lelah menghadapi Yoo Jin Gook. Kenapa dia mengacaukan hidupnya karena kasus itu? Dia hanya tidak sengaja membunuh. Jelas itu bentuk pembelaan diri. Kami semua berusaha mencegahnya saat itu. Kami bilang gunung itu berbahaya dan kami akan segera tiba, sebaiknya menyergap bersama. Tapi dia ke lokasi sendirian karena situasinya tampak serius.


    "Itu percuma. Saat dia tiba, Lee Mi Young dan para pelapor, Park Jung Hye dan Han Jong Soo, sudah tewas."





    "Lalu dia menemukan pelaku, Kang Soon Goo yang memegang senjata. Kamu tahu apa senjatanya? Kapak. Darah menetes dari kapaknya. Kami diperintahkan untuk menutupi kasus itu, tapi Opsir Yoo menolak. Tim kami bercerai-berai. Dalam situasi itu, dia malah mencari anak pembunuh itu berbulan-bulan seperti orang gila. Astaga."

    Moo Young mengirim pesan pada Jin Kook, menyuruhnya keluar.

    0 komentar

    Post a Comment