Monday, December 31, 2018

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 10 Part 4

    Sumber: tvN




    Sun Ho kembali ke ruangannya dimana Hee Joo sudah menunggunya. Sun Ho menjelaskan kalau Jin Woo diluar jangkauan karena sekarang berada di bawah tanah. Jadi tak ada yang perlu dicemaskan, hanya bermain game.

    Tapi ekspresi Sun Ho tidak menunjukkan kalau ia tidak khawatir sekarang.



    Hee Joo: Dia bilang akan menemukan adikku jika selesaikan tugas.

    Sun Ho: Kau percaya itu? Kau sungguh percaya? Apa dia tampak normal bagimu? Kau lihat bagaimana dia di Granada. Kondisinya tak membaik. Sungguh memburuk. Kini dia ketagihan narkoba dan game. Tak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan perusahaan ini sudah menyerah kepadanya. Tak ada yang mengira dia akan kembali. Halusinasi Jin Woo.. tak ada kaitannya dengan lensa kontak, tapi dia terus katakan sebaliknya. Dia bilang masalahnya pada lensa dan gamenya. Daepyo perusahaan mengatakannya! Lalu, tiba-tiba saja, dia pergi mencari Se Joo. Dia akan dipecat, tapi dia pergi bermain game. 



    Sun Ho: Kau sungguh percaya yang dia katakan? Aku hanya bertanya karena ini menyiksaku juga. Jika yang dia katakan benar, perusahaan kami mungkin akan bangkrut. Jika yang dia katakan benar, artinya game yang adikmu ciptakan dan kami investasikan triliunan setahun terakhir adalah bencana. Aku ingin percaya dia salah. Jika benar, perusahaan kami akan bangkrut. Jika yang dia katakan benar, artinya.. Jin Woo dalam misi bunuh diri.

    Hee Joo: Apa maksudmu?

    Sun Ho: Aku memilih tak percaya. Jika percaya, perusahaan jatuh dan hidupku akan runtuh. Aku lebih suka berpikir temanku sudah gila. Kau mungkin ingin percaya padanya karena adikmu, tapi jangan. Kau harus cari adikmu. Perusahaan akan mendampingameu mulai sekarang. Aku janji kami akan berusaha, jadi, jangan percaya pada Jin Woo lagi. Tak ada yang bisa dilakukannya untukmu.



    Hee Joo: Apa itu tadi? Katamu dia ke sana untuk mati. Aku tak diberi tahu bahayanya. Ini hanya game. 

    Sun Hoo: Aku berusaha keras untuk tetap penuh harap dan positif. Aku tak bisa berpaling darinya. Si sialan itu... Dia pria yang hebat. Pintar, lucu, dan penuh semangat. Itulah yang membangun perusahaan ini. Sekarang tinggal abu. Kukira dia akan sembuh, tapi tidak. Mungkin itu sebabnya Jung Hoon juga berbohong. Dia sudah lama bersama Jin Woo hingga merasa kasihan kepadanya. Dia tak bisa lepas.

    Sun Ho menghubungi Jin Woo lagi, tapi tetap tidak diangkat. Ia kehilangan ksabaran sampai mau membanting ponselnya. Tapi ia menahannya karena Hee Joo.




    Lalu Jung Hoon menelfon. 

    "Halo? Kenapa kau tak menjawab telepon?!" Sun Ho akan marah, tapi yang bicara malah menggunakan bahasa spanyol. Sun Ho pun meminta bantuan Hee Joo untuk bicara karena ia gak ngerti.

    Dari ekspresi Hee Joo sih sepertinya kabar tidak baik.


    Jin Woo terus masuk ke dalam dan musuh yang muncul semakin banyak. 



    Sepertinya Jin Woo sampai di tengah-tengah bangunan, disana ia duduk untuk istirahat, tapi cuma sebentar karena ia kembali mendapat peringatan kalau musuhnya kembali muncul. 




    Kali ini musuhnya banyak banget, mengepung Jin Woo dari segala sisi. Jin Woo berusaha keras mengalahkan mereka semua, ia menggunakan dua senjata, Pedang Kesatria Baja Hitam dan Belati Matahari.  



    Beberapa serangannya berhasil, tapi ia kalah jumlah. Jin Woo terus melawan sampai ia mendapat pemberitahuan kalau sekutunya (Jung Hoon) terlihat.



    Jung Hoon melawan musuh-musuh menggantikan Jin Woo. Jin Woo lega melihat Jung Hoon, ia bisa tersenyum akhirnya karena ia mengira Jung Hoon sudah tewas.



    Tapi senyum Jin Woo lenyap saat melihat sosok Jung Hoon. Jung Hoon berubah menjadi KNP seperti Hyeong Seok. 



    Di Seoul. Hee Joo meminta penelfon untuk mengatakan semuanya. 

    "Aku menelepon dari Stasiun Granada. Aku ingin tahu apa kau yang mencari pemilik dari ponsel ini."

    "Tidak, aku menjawab dari Seoul. Apa?"

    "Pemilik ponsel ini sudah meninggal. Kami baru menemukannya di dekat stasiun."



    Jung Hoon ditemukan meninggal dengan mata terbuka seperti Hyeong Seok dan tangannya seolah memegang pedang.



    Jin Woo memanggil-manggil Jung Hoon tapi tidak ada tanggapan. Jung Hoon hanya fokus menyerang musuh-musuhnya. 



    Di punggung Jung Hoon tertancap beberapa anak panah. Jin Woo menangis. 


    Yang Ju yang mengamati mobitor sejak tadi heran karena sudah hampir selesai tapi mereka belum juga menelfon.  



    Seorang staf datang dengan buru-buru, mengabarkan kalau Jung Hoon ditemukan meninggal. 

    "Apa?"



    Sun Ho juga stress di ruangannya. Sekretarisnya masuk, memberitahu kalau ia sudah menghubungi kesutaan dan mereka akan menuju TKP.

    "Haruskah kuhubungi keluarga Sekretaris Seo Jung Hoon sekarang?"

    Sun Ho gak bisa berpikir sekarang. Ia meminta waktu lima menit pada Sekretarisnya. Sekretarisnya mengerti dan ia langsung keluar. 



    Sun Ho membaca kembali wasiat Jin Woo untuk mematikan server jika mereka ditemukan meninggal atau tidak bisa dihubungi. 

    Sekarang keputusan ada di tangan Sun Ho.



    Yang Ju masuk terburu-buru ke ruangan Sun Ho untuk mengonformasi apa yang terjadi pada Jung Hoon, apa kabar itu banar? 

    "Waktunya hampir habis, 'kan?" Tanya Sun Ho.

    "Apa?"

    "Tugas yang dilakukan Yoo Daepyo. Kapan akan berakhir?"

    "Dalam 30 menit."



    Sementara itu, Hee Joo buru-buru pulang, ia mencari kontak seseorang. Ia menemukannya di kotak yang terletak di kolong ranjangnya.

    Hee Joo mengabaikan Sang Beeom, Min Joo dan Nenek yang menyapanya.  

    Hee Joo menghubungi nomor itu, ia bicara bahasa spanyol.




     Jin Woo tidak sanggup bertarung, ia masih syok, jadi ia hanya memandangi Jung Woo yang terus mengalahkan musuh-musuh. 



    Setelah musuhnya gak ada lagi, Jung Hoon menghilang. Jin Woo diberi peringatan kalau sekutunya menghilang dan akan muncul kembali jika ia dalam bahaya.


    Nyanya Jin Woo tersisa 10%, keadaannya kritis, waktu tugasnya tnggal 30 menit lagi. Jin Woo berdiri dengan bantuan pedangnya. Ia berjalan dengan pedang sebagai tongkat.



    Tapi saat di lorong, ia bertemu musuh lagi. Jin Woo hanya bisa menghela nafas. Jin Woo menyerang, tapi ia juga diserang dampai tahap ia gak bisa bangun. 



    Jin Woo udah pasrah, ia gak punya lagi sisa tenaga. EMpat musuh dengan senjata kapak semakin mendekatinya. Jin Woo menutup matanya. 




    Tapi tiba-tiba ada cahaya. Jin Woo terperangah.

    Apakah karena Sun Ho mematikan servernya?

    0 komentar

    Post a Comment