Monday, December 17, 2018

Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 6 Part 2

    Sumber: tvN




    Mereka masuk-masuk ke gang kecil. Hee Joo menanyakan tujuan mereka, apa Jin Woo tahu jalan ke sana? 

    "Ya." Jawab Jin Woo. 

    "Caranya? Kau tak punya GPS."

    Jin Woo tidak menjawabnya, ia fokus mengikuti panduan game. 




    Jin Woo menghentikan mobil, ia sampai di toko senjata, tapi tokonya tutup. Kata Hee Joo toko itu tutup jam 19:00. Hee Joo kenal orang-orang di lingkungan sana, semuanya saling kenal. 

    "Kau bisa hubungi pemiliknya?" Tanya Jin Woo. 

    "Mau beli barang antik?"

    "Ya, sekarang."

    "Tunggu sebentar."


    Hee Joo menelfon, tapi tidak ada jawaban. Hee Joo rasa orangnya tidak dengar karena sedang ada di bar.



    Jin Woo tidak punya waktu lagi, ia menggunakan tongkatnya untuk memukul pintu kacanya. Hee Joo terkejut, apa yang sedang Jin Woo lakukan ini? Ini bisa dianggap membobol.

    "Jelaskan kepada pemilik tokonya. Tak ada waktu."



    Jin Woo langsung masuk ke dalam. Ia disambut karakter game pemilik toko itu, katanya nama tokonya Armas, toko senjata terbaik di Granada. Oh ya.. orang itu tahu kalau Jin Woo sedang dikejar.





    Jin Woo bisa melihat semua senjata ada disana. Ia memilih Tombak Troubadour Serangan, Daya Tahan. Tapi levelnya terlalu rendah untuk membelinya, ia harus naik level atau menuntaskan misi untuk koin emas.


    Jin Woo memilih lagi, tapi lagi-lagi levelnya terlalu rendah. Pemilik toko berkomentar, "Hei, tahu dirilah. Kau harus pilih yang lebih murah."

    "Sialan..." Gumam Jin Woo. 


    Akhirnya Hee Joo bisa menghubungi pemilik toko. Hee Joo menjelaskan semuanya.



    Jin Woo akhirnya menemukan senjata yang sesuai dengan levelnya, belati angin. 

    Pemilik: Pilihan bagus. Ini akan berguna untuk pemula sepertimu.



    Tapi Jin Woo masih belum puas, ia terus mencari senjata yang bisa ia beli. Kali ini ia mendapat Bintang Ninja Peri X 3P. 

    Jin Woo latihan menggunakan Bintang Ninja itu, tapi ia tidak bisa langsung berhasil, butuh beberapa kali percobaan sampai membuat pemilik toko geleng-geleng.


    Pemilik toko yang asli akan datang. Hee Joo mengatakan kalau mereka akan menunggu. 



    Setelahnya Hee Joo masuk dan ia melihat Jin Woo sedang melempar tangan kosong. Ia tanya dong, sedang apa?

    "Aku sedang latihan."

    "Latihan apa?"

    "Melempar bintang ninja. Tapi aku belum mahir."


    Hee Joo keluar lagi, ia menghubungi Jung Hoon. 



    Jin Woo akhirnya bisa melempar tepat sasaran, ia pun tersenyum.



    Jin Woo mendengar suara lagu itu lagi, ia melihat ke luar dan ada Hyeong Seok sedang menunggunya.




    Hyoeng Seok masuk melalui pintu yang rusak tadi, ia bisa menembusnya. Jin Woo menggunakan senjata barunya, bintang ninja. Lemparan pertama gagal, tapi lemparan selanjutnya berhasil mengenai lengan Hyeong Seok. Lemparan ketiga mengenai dada. 

    Jin Woo akan melempar lagi, tapi ia sudah kehabisan bintang ninja. Selanjutnya, ia akan menggunakan pedang pembunuh. 


    Hee Joo meminta Jung Hoon datang kesana, ia akan mengirim lokasinya.



    Hee Joo mendengar suara gedoran dari dalam, ia akan masuk, tapi pemilik toko keburu datang dan memanggilnya. Pemilik toko bertanya apa yang terjadi. 



    Ternyata tadi suara Jin Woo menutup pintu. 




    Jin Woo menyembunyikan pedang pembunuhnya. Lalu ia membuka pintu perlahan, ia mengganti senjatanya, beti angin. 

    Jin Woo menunggu Hyeong Seok masuk dibalik pintu. Saat Hyeong Seok masuk, ia yang ada di belakang langsung menusuk Hyeong Seok dengan senjatanya. Hyeong Seok tersungkur. 




    Tapi senjata itu tidak bisa membunuh Hyeong Seok. Saat Hyeong Seok mendekat lagi, Jin Woo langsung mensuknya dengan pedang pembunuh. Ia berhasil. 



    Jin Woo menang, ia mendapatkan poin pengalaman Hyeong Seok, ia naik ke level 5.

    Hyeong Seok berhasil dibunuh Jin Woo untuk kedua kalinya. 

    "Aku membunuh Cha Hyeong Seok lagi. Ini pembunuhan kedua."




    Hee Joo masuk dan menemukan Jin Woo di ruangan itu. Hee Joo mengabari kalau pemiliknya sudah datang. 

    "Kau bilang ingin membeli sesuatu." Lanjut Hee Joo.

    "Kau boleh pilihkan untukku."

    "Aku?"

    "Kau boleh pilih apa saja."



    Sementara Hee Joo memilih satu barang, Jin Woo menunggu di dalam mobil. Hee Joo selesai dengan pemilik toko, ia langsung memasukkan barangnya ke dalam mobil.

    Hee Joo akan mengantar Jin Woo ke rumah sakit, tapi Jin Woo tidak mau.  harus mengantarmu ke rumah sakit.

    "Lalu mau ke mana?" Tanya Hee Joo. 

    "Entahlah. Aku tak mau mati. Tapi membunuh terasa buruk."




    Jin Woo melihat Hyeong Seok lagi di depan mobil.

    "Tak ada gunanya membunuh dia. Sial. Tak ada jalan keluar."

    Jin Woo lalu menyuruh Hee Joo mengemudi, ia merasa lebih aman di dalam mobil. 

    Jin Woo mulai mengantuk. 



    Saat berhenti di lampu merah, Hee Joo memeriksa suhu tubuh Jin Woo. Lalu ia menyelimuti Jin Woo dengan mantel yang tadi dibawakannya.



    Profesor Cha mendatangi bangku tempat ditemukanya mayat Hyeong Seok.

    Suara Konsulat: Cha Daepyonim ditemukan di bangku ini. Dia sedang duduk. Dia bertemu Yoo Jin Woo Daepyo di sini. Sidik jari Yoo Daepyonim ditemukan di leher dan kerah Cha Daepyonim. Ditambah lagi, hasil penyelidikan utama kami menunjukkan waktu kematian Cha Daepyonim selaras saat berpisah dengan Yoo Daepyonim.


    Profesor Cha mencocokkan dugaan kalau Jin Woo membunuh putranya dengan permintaan maaf Jin Woo kemarin. 

    Kilas Balik..



    Profesor Cha menemui Su Jin. Su Jin meminta maaf, harusnya ia menjaga Hyeong Seok lebih baik. 

    "Aku selalu mendapatimu minta maaf tiap kali kau bertemu denganku. Jika punya kesadaran untuk minta maaf, seharusnya kau tak melakukan ini sejak awal. Kenapa kau minta maaf setelah melakukan semua yang ingin kau lakukan? Saat kalian mengatakan akan menikah, kau bilang akan hidup untuk menebus semuanya. Tapi ke mana arahnya? Lihat bagaimana akhirnya. Satu tewas, dan satu lagi cacat seumur hidup. Putraku... Putraku satu-satunya kehilangan sahabatnya, perusahaannya, ayahnya, dan harga dirinya, lalu menjadi alkoholik dan berakhir tewas secara misterius di negara asing karenamu. Dan untuk Jin Woo... Ya, aku tahu bukan salahmu Hyeong Seok mati. Aku juga tahu bukan salahmu Jin Woo seperti itu. Tapi aku tak bisa menghiburmu. Aku tak merasa kasihan kepadamu. Tidak sedikit pun."



    Profesor Cha: Dan untuk Jin Woo... Keluarga Hyeong-seok yang menentukan apa mau melakukan autopsi mendetail. Dan hanya kita berdua keluarganya. Tapi ada kemungkinan hasilnya mengarah pada Jin Woo. Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin autopsi?

    Kilas Balik selesai..



    las Balik selesai..

    Sun Ho menemui Profesor Cha disana, ia tiba sejam yang lalu, ia segera datang setelah lihat Hyeong Seok dan Jin Woo.

    "Bagaimana Jin Woo?" Tanya Profesor Cha.

    "Aku hanya melihatnya tidur. Dia mengalami gangguan kecemasan. Jadi, mereka terus membiusnya."

    "Kau sudah makan?"

    "Belum."


    Profesor Cha menunjuk bangku itu setelah melangkah, "Rupanya di sana Hyeong-seok ditemukan."

    Mereka lalu pergi makan.

    0 komentar

    Post a Comment