Sunday, December 16, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 30 Part 2

    Sumber: KBS2




    Da Il mendatangi kamar tempat Jung Dae dan Mr. Han dirawat. Da Il bicara dengan Mr. Han yang belum sadarkan diri. 

    "Kamu tidak boleh berbaring seperti ini. Kamu harus segera pulih dan mulai mengoceh seperti dahulu. Aku menyukai sisi itu dari dirimu. Terima kasih.. karena selalu mendampingiku.



    Mr. Han merasakan sentuhan Da Il. Ia tahu itu adalah Da Il walau matanya belum terbuka.

    Mr. Han: Aku.. sangat berterima kasih. Berkatmu, aku menjadi orang yang bisa membantu orang lain.. sama seperti.. yang diinginkan oleh istriku.

    Dan Mr. Han kembali tidak sadar.



    Da Il lalu beralih pada Jung Dae. 

    "Cepatlah sadar.. dan datangi Yeo Wool."




    Da Il melihat Sunbae berjaga di luar. Ia fokus melihat pistol Sunbae. 

    "Agar Yeo Wool bisa melindungi dirinya, dia membutuhkan pistol." Gumam Da Il.

    Dan saat ia menoleh, tiba-tiba Sunbae dengan suka rela memberikan pistolnya. Da Il heran, apa sekarang ia mampu mengendalikan orang?

    Kilas Balik selesai...



    Sunwoo Hye yang ada di tubuh Yeo Wool menyuruh Da Il minggir dan Da Il melakukannya. 




    Sunwoo Hye kembali ke kamar Da Il, sekarang jam 1 kurang 15 menit. Chae Won takut karena Sunwoo Hye membawa pisau. 

    "Jangan cemas. Belum waktunya."

    "Yeo Wool, aku tahu kamu ada di sana. Kamu bisa mendengarku?"

    "Jung Yeo Wool sudah tidak ada di sini."

    "Jung Yeo Wool."

    "Kubilang Jung Yeo Wool sudah tidak ada di sini."


    Hye siap menusuk Chae Won, untungnya Da Il datang tepat waktu, ia menodongkan pistol sambil meminta Hye untuk diam dan letakkan pisaunya. 

    Hye menurut, ia menjatuhkan pisaunya ke lantai. 

    "Bagaimanapun, kamu tidak bisa membunuhku." Yakin SUnwoo Hye.

    "idak. Aku akan membunuhmu. Jika aku membunuhmu sekarang, kamu akan terjebak di tubuh itu."

    "Kamu tidak bisa membunuh Yeo Wool."


    "Kamu bukan Yeo Wool. Kamu hanya roh jahat. Kamu membunuh banyak orang dan akan membunuh lebih banyak."

    "Tapi jika kamu membunuh Yeo Wool, dia akan kehilangan roh dan tubuhnya. Apa itu tidak masalah?"

    "Itu akan lebih baik daripada melihatmu membunuh orang dengan tubuhnya."

    "Aku bisa kabur sebelum dia mati. Lalu aku akan memakai orang lain untuk kembali membunuh orang. Tidak. Aku akan membunuh lebih banyak orang."

    "Berhentilah bercanda. Aku tahu kamu tidak bisa asal merasuki orang. Hanya rohmu yang akan tersisa dan kamu.. akan segera menghilang."



    Da Il melepaskan tembakan saat jam menunjukkan pukul 1 kurang lima menit. Tapi tembakannya tidak ia arahkan pada tubuh Yeo Wool, melainkan lampu yang persis ada di samping Yeo Wool. Tapi itu berhasil memancing Sunwoo Hye keluar dari tubuh Yeo Wool. 

    Hye sadar ia sudah tertipu, ia akan masuk ke tubuh Yeo Wool lagi, tapi Da Il segera menjauhkan tubuh Yeo Wool dari Hye. 



    Hye masuk ke tubuh Chae Won, tapi mereka tidak cocok. Baik Hye dan Chae Won sama-sama terpental. 

    Sunwoo Hye kesakitan, Chae Won juga. Chae Won menyuruh Da Il bergegas, tidak ada waktu lagi, ia menyuruh Da Il cepat pamitan dengan Yeo Wool. 




    Yeo Wool membuka matanya. Da Il menyuruhnya cepat keluar dari sana. 

    Yeo Wool panik, "Apa yang akan kamu lakukan? Jangan lakukan itu."

    "Jung Yeo Wool. Cepat pergi. Tunggu Chae Won di luar."



    Da Il terpaksa mengendalikan Yeo Wool. Yeo Wool pun keluar karena kendali Da Il. Tapi Da Il menyusulnya, ia memeluk Yeo Wool sebentar lalu mendorongnya keluar.


    Saat Yeo Wool sadar, Da Il menutup pintu dan menguncinya. 



    Da Il menatap Sunwoo Hye: Berhentilah membenci. Berhentilah membenci ayahmu, ibumu, dan dirimu sendiri.

    Chae Won: Sekaranglah saatnya. Kerja bagus.


    Da Il lalu memeluk Sunwoo Hye: Beristirahatlah dengan tenang.

    Da Il dan Sunwoo Hye menghilang. Da Il membawa SUnwoo Hye masuk ke tubuhnya.



    Selanjutnya Chae Won melakukan tugasnya ia mencabut alat bantu nafas Da Il. 

    "Selamat tinggal, Da Il."

    Beberapa detik kemudian Da Il mengalami syok, detak jantungnya berhenti. Chae Won menangis.



    Yeo Wool diluar histeris meminta dibukakan pintu.

    "Jangan! Lee Da Il-ssi. Buka pintunya!

    6 komentar: