Saturday, December 15, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 29 Part 1

    Sumber: KBS2




    Setelah Da Il membawa Sunwoo Hye keluar. Chae Won mengurus Mr. Han. Ia menyuruh Yeo Wool mengambilkan handuk, sementara Chae Wo menekan luka Mr. Han. 

    Setelah memberikan handuknya, Yeo Wool menghubungi ambulan. Chae Won menenangkan Yeo Wool. Mr. Han akan selamat jika bertahan hingga ambulans datang.




    Di luar, Da Il berusaha membuat Sunwoo Hye bunuh diri, tapi polisi mendadak datang. Sunwo Hye mempengaruhi semua polisi hingga mengarahkan pistolnya pada Jung Dae.



    Yeo Wool tidak bisa mendengarkan Chae WOn untuk tetap diam di dalam. Ia berjalan keluar dengan mantap sambil memegang pisaunya.


    "Saat masih kecil, aku dan Yi Rang bangun dari tidur siang dan mendapati orang tua kami tidak ada. Aku tidak bisa menangis. Aku berpikir aku harus melindungi Yi Rang mulai saat itu."

    Kilas Balik..




    Yeo Wool mengurus Yi Rang dengan baik sampai waktu mereka tidur. 


    Yi Rang terbangun mencari ibu. Yeo Wool memeluknya untuk menenangkannya.


    "Saat melihat aku melihat Ayah sedang membuka pintu, aku akhirnya menangis."

    Kilas Balik selesai..


    "Saat ini rasanya persis seperti malam itu. Terjadi hal yang menakutkan dan tidak bisa dipahami. Serta... Ada orang-orang yang harus kulindungi."





    Yeo Wool memakai alat pendengarannya. Ia masih berpegang teguh pada kata-kata Sunwoo Hye kecil kalau hanya ia yang bisa membunuh Sunwoo Hye.

    Yeo Wool menyuruh Hye berhenti, ia mengancam akan bunuh diri. 

    "Jika aku mati di sini, kamu tidak akan bisa melakukan apa pun."

    Da Il dan Jung Dae khawatir, tapi Yeo Wool melarang mereka mendekat, juga.. jangan melakukan apa pun.

    Da Il: Jangan, Yeo Wool.

    Yeo Wool menyuruh Hye membebaskan semu orang, maka ia akan pergi bersama Hye.



    Hye mendekati Yeo Wool, "Tembak dia jika dia melakukan hal aneh. Jika Detektif Park bergerak selangkah saja, tembak dia juga. Letakkan senjata kalian setelah kami masuk ke rumah."

    JunG Dae bergerak, "Jangan!"

    Semua orang bersiap menembaknya.



    Da Il menggunakan kekuatannya untuk menerbangkan semua pistol yang mengarah pada Jung Dae.



    Da Il merasakan muntah darah, tapi saat ia melihat tangannya, tidak ada darah yang keluar.




    Satu pistol tertembak saat jatuh dan mengenai Jung Dae. Semua mendengar suara tembakan itu. Hye puas dan mengajak Yeo Wool masuk rumah.




    Jung Dae tersungkur. Da Il mendekatinya. Dalam hati, Jung Dae menyesal karena dulu ia tidak percaya sama Yeo Wool. 

    Jung Dae akhirnya menutup mata.



    Pimpinan memberi arahan untuk anggota yang tersisa, "Tangkap tersangka apa pun yang terjadi. Jatuhkan dia ke tanah, lalu tutupi wajahnya dahulu. Jangan mendengarkan dia atau menjawab dia."

    Kemudian mereka bergerak. 

    Melihat semuanya mendekat, Da Il lalu masuk rumah. Pimpinan mengurus Jung Dae.



    Yeo Wool mengajak Hye masuk ke kamar Da Il. Chae Won mencoba menghentikannya, tapi Yeo Wool mengisyaratkan kalau ia baik-baik saja.



    Da Il datang, tapi ia terlambat. Yeo Wool menutup pintu.



    Chae Won menanyakan suara apa tadi. Da Il menjawab kalau Jung Dae tertembak. Chae Won langsung keluar.

    "Bagaimana dengan Pak Han?" Tanya Da Il.

    "Kami sudah memberinya pertolongan pertama. Dia harus dibawa ke rumah sakit."


    Da Il membuka pintu dengan sandi yang biasa tapi sandinya sudah diubah oleh Yeo Wool. Ia mencoba mendobrak, tapi ia malah terpental. 




    Chae Won menangis melihat Jung Dae. Lalu ia memberitahu petugas kalau masih ada satu pasien lagi di dalam. 

    Sunbae akan masuk ke dalam, ia dendam sama Sunwoo Hye. Tapi Chae WOn menahannya, Sunbae harus menjaga Jung Dae. SUnbae pun menurut. 



    Pimpinan menanyakan kondisi di dalam. Chae Won melarang siapapun masuk ke dalam karena mereka akan dalam terancam.


    Da Il memukul pintu menggunakan palu, tapi ia kembali terpental sebeum palunya mengenai pintu. Seperti ada sesuatu yang melindungi pintu itu.




    Yeo Wool bicara dari dalam, memanggil Da Il. Da Il menjawab ia ada diluar,

    "Kamu baik-baik saja?" Tanya Da Il panik.

    "Jangan berusaha membuka pintu. Aku tidak akan pergi."

    "Yeo Wool-ah, aku menepati janjiku. Aku selalu kembali kepadamu. Kamu juga harus menepati janjimu. Kamu bertanya apa yang ingin kulakukan jika hidup. Aku belum menjawab pertanyaan itu. Kamu bilang akan melakukan semua keinginanku. Kamu harus menepati janji itu."

    "Maaf. Sepertinya.. aku tidak akan bisa menepati janji itu."

    "Apa maksudmu?"

    "Orang-orang terus kehilangan nyawa. Sunwoo Hye bilang dia akan membunuh semua orang yang menyayangimu. Orang-orang itu.. juga orang yang kamu sayangi. Kamu harus.. melindungi mereka. Sebagai gantinya, aku akan melindungimu."

    "Tidak bisa. Lagi pula, aku akan mati. Jangan lakukan itu untukku. Kamu tidak boleh melakukan itu untukku. Tunggulah sebentar. Tidak akan lama."

    "Tapi kamu masih hidup. Jika masih ada setidaknya 0,1 persen harapan, jangan menyerah."

    "Jangan menyerah juga, Yeo Wool. Mari mencari cara lain."

    "Aku tidak ingin lagi.. melihat siapa pun terluka.. atau mati. Maaf. Semoga kamu bisa melewati ini walau mungkin menyakitkan dan sulit. Selamat tinggal, Lee Da Il-ssi."

    "Yeo Wool. Yeo Wool-ah!"

    Dan Yeo Wool tidak menyahut lagi.



    Selanjutnya, Yeo Wool mendekati Sunwoo Hye. 

    Hye: Aku tidak mengerti. Kenapa kalian berdua begitu gigih?

    Yeo Wool: Pasti menyenangkan jika ada seseorang yang berusaha melindungimu. Satu orang saja sudah cukup. Aku mengatakan ini bukan karena mengasihanimu. Aku hanya membicarakan kemungkinan kamu menjalani.. kehidupan yang berbeda.

    Yeo Wool memegang pisaunya dengan erat.

    Kilas Balik..



    0 komentar

    Post a Comment