Thursday, December 13, 2018

Sinopsis Encounter Episode 5 Part 4

    Sumber: tvN




    Jin Myung kembali dan ia terkejut melihat Soo Hyun ada di sana. Jin Myung mengenali siapa Soo Hyun. Jin Hyeok kemudian mengenalkan adiknya itu pada Soo Hyun.

    Dae Chan mengenalkan pada Jin Myung bahwa dua wanita itu adalah senior Jin Hyeok.

    Jin Myung: Berarti, Hyeong adalah pria ramyeon itu?

    Dae Chan: Apa maksudmu?

    Jin Hyeok dan Soo Hyun hanya saling pandang.

    Mi Jin: Dramatis sekali.



    Soo Hyun pulang bareng Mi Jin. Jin Hyeok dan Jin Myung mengantarnya ke luar.

    Setelah mobil jalan, Jin Myung langsung mendekati kakaknya, menanyakan apa yang terjadi dan memaksa Jin Hyeok memberitahunya. 




    Saat kembali masuk, Dae Chan juga menodongnya. 

    Dae Chan: Kenapa kamu tidak memberitahuku? Dia pelanggan yang berharga. Andai tahu, aku pasti memberinya mi gratis.

    Jin Myung: Aku tidak menyangka Hyeong adalah pria ramyeon itu.

    Dae Chan: Ada apa dengan ramyeon?

    Jin Hyeok: Pelankan suaramu. Ada pelangganmu.

    Jin Myeong akan menelfon ibu, tapi Jinn Hyeok melarangnya, nanti ibu akan cemas. Jin Myung malah semakin yakin ada hubungan spesial antara mereka, ia terus menggoda Jin Hyeok.



    Woo Seok menerima laporan mengenai Jin Hyeok. 

    "Saya tidak menemukan hal luar biasa. Keluarganya biasa saja dan tidak ada yang istimewa." Kata Sekretaris Kim dan langsung pergi.


    Woo Seok melihat foto Soo Hyun di ponselnya.

    Kilas Balik...



    Sepertinya ini pertemuan pertama mereka karena mereka masih sangat canggung satu sama lain.

    Soo Hyun: Sepertinya aku harus membuatmu menyukaiku, tapi aku tidak berbakat dalam hal semacam itu. Katakan saja dengan nyaman. Soal tipe wanita yang kamu sukai. Aku ingin tahu.

    Woo Seok: Aku tidak punya tipe khusus yang kusukai. Hari ini aku menemukan tipe idealku.

    Soo Hyun: Bisakah kamu menjelaskannya dengan lebih sederhana? Aku bukan orang bodoh, tapi aku tidak pandai dalam hal ini.

    Woo Seok: Inilah tipe wanita yang kusukai. Wanita seperti Cha Soo Hyun.

    Kilas Balik selesai..


    Woo Seok masih melamun.



    Mi Jin memperingati, Soo Hyun tidak akan bisa melindungi Jin Hyeok dari segalanya. Soo Hyun malah mempersulit Jin Hyeok padahal dia baru memulai.

    "Aku tahu. Aku berusaha kabur, tapi hanya berputar-putar. Aku serasa berdiri di labirin."

    "Semua orang di sekitarmu adalah musuh, termasuk ibumu. Kuharap kamu akan berhenti."

    "Ini sangat memusingkan, Mi Jin-ah."

    "Karena musuh?"

    "Karena waktu."

    "Apa maksudmu?"


    "Andai aku.. merasakan ini saat kita masih muda, aku pasti sangat senang. Tapi sekarang, di usia ini, seluruh dunia tahu aku bercerai.. dan aku sangat frustrasi karena pilihan waktu yang buruk."

    "Kamu sungguh menyukai dia."

    "Entahlah, tapi aku terus.. ingin lebih mengenal dia."

    "Pilihan waktu yang sungguh kacau."

    "Terima kasih telah mengatakan itu."

    "Kamu akan melanjutkannya?"

    "Hidupku tidak akan mengizinkannya. Aku pandai menahan diri."

    "Aku tidak bisa membayangkan yang kamu alami saat ini."


    Ibu menelfon Soo Hyun untuk mengonfirmasi kebhongan Soo Hyun. Ibu sudah menelfon kantor sekretaris dan mereka bilang Soo Hyun tidak dalam perjalanan bisnis. Soo Hyun mengajak ibu bicara besok, sekarang ia sedang menyetir, lalu Soo Hyun menutup telfon.



    Mi Jin: Aku tidak akan bertahan sehari pun sebagai Cha Soo Hyun.

    Soo Hyun: Jika kita terus bertahan, waktu pasti berlalu.



    Saat akan memarkir mobil, Soo Hyun melihat ibu sudah menunggu. Ia menghala nafas kesal, ia pun memutar balik mobilnya, ia sama sekali gak mau ketemu ibunya. 



    Jin Hyeok menatap foto-foto di dinding dan ia tiba=tiba teringat perjalanan singkatnya bersama Soo Hyun di Sokcho. 



    Soo Hyun meratapi nasibnya. Ia berusaha keras menahan tangisnya dan itu terus membuatnya memikirkan Jin Hyeok. Soo Hyun menangis.


    Jin Hyeok juga terus memikirkan Soo Hyun di kamarnya. Jin Hyeok langsung menyambar mantelnya dan keluar. 



    Soo Hyun kembali untuk melihat lukisan itu.



    Tiba-tiba Jin Hyeok datang, kebetulan banget nih, padahal mereka gak janjian. Jin Hyeok langsung tersenyum lebar.




    Jin Hyeok turun dari sepedanya dan mengarahkan lampu sepeda ke lukiasn itu, lalu ia berdiri di samping Soo Hyun. 

    "Bisakah kamu melihat lukisan ini dalam gelap?"

    "Kim Jin Hyeok-ssi."

    "Kita bertemu lagi di bawah Jalan Tol Naebu. Apa yang harus kita katakan soal alasan kita bertemu lagi?"

    "Kamu.. memergokiku. Berada di sini selarut ini. Aku biasa pandai menahan diri, tapi di sinilah aku."


    Jin Hyeok: Aku membaca ini di buku. Tertarik kepada seseorang adalah pertarungan antara kepastian dan keraguan menyukai seseorang. Kepastian dan keraguan itu bercampur seperti arus. Saat keraguan sirna dan hanya tersisa kepastian, saat itulah cinta dimulai. 

    Soo Hyun: Pertarungan...



    Jin Hyeok: Daepyonim.. Bagaimana jika kita.. meninggalkan perasaan kepastian dan keraguan ini untuk saling bertarung dan mencari tahu apakah kita.. saling menyukai?




    Soo Hyun tidak menjawabnya, ia malah mengalihkan pandangan, tidak bisa menatap Jin Hyeok. 

    Jin Hyeok memutar tubuh Soo Hyun untuk menatapnya. 

    "Bagaimana jika kita menganggap.. berada pada tahap sebelum berpacaran dan berjumpa lagi di sini?"

    Soo Hyun perlu berpikir beberada saat sebelum menjawab, "Baiklah. Mari menganggap.. kita pada tahap sebelum berpacaran."



    Jin Hyeok pun tersenyum lebar mendengarnya.




    Lukisan itu berubah menjadi layar flashback pertemuan mereka.


    Epilog




    Soo Hyun terus mengendarai mobilnya sambil menangis, ia berputar-putar. Ia tidak sadar kalau BBM nya habis. Ia pun harus memanggil layanan pengisian BBM untuk membawakannya BBM.

    "Aku pandai menahan diri. Aku pandai melakukannya." Soo Hyun menguatkan diri, tapi airmatanya tetep merembes.

    Petugas datang membawakan BBM. Soo Hyun pun mengusap airmatanya.

    2 komentar: