Friday, December 7, 2018

Sinopsis Encounter Episode 4 Part 2

    Sumber: tvN



    Hye In datang ke restoran+rumah Dae Chan. Jin Myung menyambutnya hangat tapi Dae Chan malah kesal, apa tempatnya itu ruang santai? Apa mereka meremehkannya?

    Hye In bertanya pada Jin Myung, kenapa Dae Chan itu? Sesuatu terjadi? Jin Myung menggeleng.




    Dae Chan: Jin Hyuk menggedor pagarku di tengah malam dan meminta untuk membawa trukku. Jin Myung adalah pegawai yang bekerja semaunya. Aku makin menua karena mereka.

    Hye In: Jin Hyuk meminta trukmu di malam hari? Kenapa?

    Jin Myung: Entahlah. Dia pergi ke mana?

    Dae Chan: Itu mencurigakan. Jika seorang pria bertindak mendadak seperti itu di malam hari, kemungkinannya hanya masalah orang tua atau wanita.

    Jin Myung: Tidak terjadi apa pun kepada Ibu dan Ayah.

    Dae Chan: Kalau begitu, itu masalah wanita.

    Jin Myung: Jika untuk wanita, seharusnya dia tidak membawa truk itu. Seharusnya dia menyewa mobil yang bagus.

    Dae Chan: Apa salahnya dengan trukku?

    Jin Myung: Itu sama sekali tidak romantis.

    Dae Chan: Romantis? Kamu bicara melantur. Itu hanya untuk pamer.

    Hye In menanyakan di mana Jin Hyuk sekarang? Jin Myung menjawab, kakaknya tidur nyenyak di dalam.



    Hye In membuka pintu kamar dan melihat Jin Hyeok tidur nyenyak. Ia khawatir, ada apa dengan Jin Hyeok? 


    Soo Hyun pulang ke rumahnya yang sepi. Ia terus kepikiran Jin Hyeok yang datang karena merindukannya.

    Soo Hyun membawa hadiah dari Woo Seok. Ia menelfon Sekretaris Jang sambil menatap hadiah itu, ia meminta bantuan.



    Sekretaris Jang mengemabalikan hadiah itu pada Woo Seok sesuai permintaan Soo Hyun. 

    "Daepyonim harus mengembalikannya kepada Bapak secara pribadi, tapi dia terlambat."

    "Sebentar lagi dia berulang tahun, bukan? Apa berlebihan jika mantan suaminya memberinya hadiah?"

    "Mungkin dia tidak nyaman Bapak jauh-jauh datang ke Sokcho."

    "He he.. Jadi, kamu sendiri yang mengantarnya ke sini? Kamu punya banyak tugas sebagai sekretaris."

    "Anggap saja aku datang sebagai teman."

    "Kalau kamu temannya, berikan dia saran. Keadaan cukup buruk karena semua gosip itu. Kurasa dia harus lebih berhati-hati."



    Sekretaris Jang menanyakan maksud perkataan Woo Seok itu pada Soo Hyun. Kenapa Soo Hyun harus hati-hati? Apa Soo Hyun bertemu lagi dengannya?

    "Kamu tidak perlu cemas."

    "Wah.. Aku tidak mengerti dengan duniamu, tapi kamu tidak merasa insiden foto Seniman Jang adalah peringatan? Kamu tahu sedang berurusan dengan orang seperti apa."

    "Meski tidak terjadi apa pun, apa menurutmu mereka akan puas dan tidak mengusikku?"



    Di kantor, Jin Hyeok menjahili Hye In, ia mengagetkan Hye In. 

    Jin Hyeok: Kudengar kamu ke toko Dae Chan kemarin.

    Hye In: Kamu benar-benar tidur nyenyak. Kenapa tidak tidur di rumahmu?

    Jin Hyeok: Aku punya alasan tertentu.

    Hye In: Alasan apa? Apa kamu punya pekerjaan paruh waktu?

    Jin Hyeok: Untuk apa aku bekerja paruh waktu kalau punya pekerjaan hebat ini?

    Hye In: Kamu senang bekerja denganku? 

    Jin Hyeok: Tidak.



    Han Gil memberi minta ijin manajer Kim untuk memberikan ucapan selamat ulant tahun untuk Soo Hyun di buletin kantor. 

    "Cha Daepyonim tidak menyukai itu." Jawab Manajer Kim.



    Jin Hyeok langsung berpikir mendengar kalau ulangtahun Soo Hyun sebentar lagi. Hye In memperhatikan reaksi Jin Hyeok itu.

    Han Gil: Semua orang kaya mendapat kado mewah saat ulang tahun, bukan?

    Manajer Kim: Dia juga tidak menyukai itu.

    Han Gil: Aku tahu Ibu akrab dengannya, tapi siapa tahu? Dia mungkin suka hadiah mewah.

    Manajer Kim: Daepyonim sendiri adalah orang yang mewah.



    Saat sedang berduaan, Han Gil memberitahu Jin Hyeok soal Manajer Kim. Manajer Kim memang terlihat luar biasa di luar, tapi jangan sampai terjbak, dia serius soal pekerjaan. Kalau melakukan kesalahan, dia akan membuat Jin Hyeok menyesal. Soo Hyun sendiri yang merekrutnya. Jin Hyeok bisa menganggapnya anggota asli.

    Jin Hyeok: Pak Park, apa kita akan adakan acara untuk ulang tahun Cha Daepyonim?

    Han Gil: Kamu tidak dengar ucapan Bu Kim? Dia tidak suka hal semacam itu.

    Jin Hyeok: Tapi kenapa Bapak ingat ulang tahun Daepyonim?

    Han Gil: Karena hari ulang tahun kami sama. Tahun ini jatuh pada hari Sabtu. Jangan berikan kado untukku. Karena jatuhnya hari Sabtu, kamu boleh beri aku kado hari Jumat, tapi jangan, aku tidak suka itu. Aku tidak memakai kosmetik pria. Aku memakai kosmetik ibuku karena kulitku sensitif. Kulitku kering.



    "Astaga. Apa sebenarnya masalahmu? Kamu tahu seperti apa situasi Soo Hyun sekarang. Bagaimana kalau ada yang memotretnya lagi? Bagaimana kalau sudah terjadi?"

    "Astaga, kami selalu berada di hotel. Siapa yang mau memotret kalau aku bersamanya?"

    "Mungkin ada rumor bahwa dia putramu."

    "Tidak ada rumor apa pun, jangan cemas."

    "Astaga. Mungkin saja terjadi hal buruk."

    "Jujur saja, aku malah berharap sesuatu terjadi. Lihat saja wajah Soo Hyun. Ekspresi wajahnya lebih polos dibandingkan boneka. Hotel yang dikelolanya ini, apa artinya? Dia harus bahagia lebih dahulu. Lebih baik dia berhenti dan beternak dengan pria yang dicintainya."

    "Bapak memang berbahaya."



    Sekretaris Nam menegaskan sekali lagi, Soo Hyun tersenyum ceria, ia belum pernah melihat dia tertawa seperti itu sejak SMP.

    Sekretaris Jang: Kalau orang yang dikencani Soo Hyun mirip seperti seseorang dari Taegyeong, aku akan turun tangan membantunya, tapi dia hanya pekerja baru dan tidak cukup baik untuknya.

    Sekretaris Nam: Kalau kamu terus bersikap pemilih, kamu tidak akan menikah.

    Sekretaris Jang: Ahjussi!



    Soo Hyun dan Seniman Jang bertemu. Seniman Jang menanyakan kenapa harus lukisannya? 

    "Aku tidak bisa menerimanya karena ada maksud di baliknya."

    "Kamu bahkan tidak begitu menginginkannya, tapi selama ini kamu terus menekanku?"

    "Aku sangat menginginkannya. Karena itulah waktuku di Sokcho tidak sia-sia. Sama seperti keinginan yang kurasakan, aku hanya akan memikul beban berat kalau menerimanya."

    "Ada orang yang tidak bisa kamu kalahkan. Sekeras apa pun kamu melawan orang yang tidak bisa kamu kalahkan, kamu hanya akan menghabiskan tenaga."

    "Terima kasih atas saranmu."




    Di rumah keluarga Jin Hyeok sedang nonton acara gosip yang menampilkan skandal Soo Hyun. Jin Myung berkata baju cowoknya sama persis dengan bajunya Jin Hyeok. Ibu membenarkan karena ibu yang beli baju itu untuk Jin Hyeok. 

    Jin Myung: Apa Kakak pernah bertemu dengan presdir perusahaan Kakak?



    Jin Hyeok: Apa? Ya, di kantor.

    Jin Myung: Bagaimana? Apa dia cantik? 

    Jin Hyeok: Ya.

    Jin Myung: Dia benar-benar mengatakannya. Pasti dia sangat cantik.

    Ibu: Lalu kenapa? Ibu kasihan padanya. Memang kenapa kalau dia kaya? Pasti melelahkan sekali untuknya. Wanita harus hidup berbahagia dengan suaminya dan anak-anaknya layaknya orang biasa. Ketenaran tidak ada gunanya, benar, bukan, Sayang?

    Ayah mengangguk.

    Jin Hyeok: Zaman sekarang siapa yang berpikir seperti itu, Bu? Dia berbakat dan penuh karisma.

    Jin Myung: Ibu mencemaskan hal yang tidak perlu. Tidak perlu mencemaskan selebritas dan orang kaya. Aku rela melakukan apa pun demi mengencani wanita seperti itu.

    Ibu: Tidak. Ibu tidak suka wanita kompeten atau yang punya sejarah sedih. Benar, bukan, Sayang?

    Kali ini ayah mulai kesal. 

    Jin Myung: Tapi orang itu.. tampak tidak asing. Dia mirip.. Dae Chan, bukan?

    Ayah: Benar.

    Ibu: Jadi, kamu tahu caranya menjawab pertanyaan. Kamu tidak menjawabku sama sekali.



    Sekretaris Nam akan membawakan belanjaan Manajer Kim, tapi Manajer Kim menolaknya.

    "Bukankah Oppa akan pindah? Aku melihatmu di kantor dan area dekat sini."

    "Sadarlah, kamu pindah ke sini setelah aku."

    "Kamu tahu suamiku yang memilih area ini. Sebenarnya area ini kenapa? Benar, bukan? Ada energi negatif di sini. Mungkin karena itulah suamiku berselingkuh."

    "Apa hasilnya sudah ada?"

    "Belum."

    "Lalu kenapa kamu sudah berpikir seperti itu? Kamu selalu saja mengada-ada."



    "Kamu tahu firasatku tajam. Saat baru masuk kuliah. Saat kakakku meninggal. Aku merasa ada yang aneh, aku minta kamu mencarinya sambil menangis. Kamu ingat?"

    "Kenapa kamu membahas soal itu?"

    "Oppa, bagaimana kalau itu benar?"

    "Kalau ternyata benar, akan kuhabisi suamimu."

    "Jangan. Bagaimana aku hidup tanpa suamiku padahal aku tidak punya kakak lagi?"

    "Dasar..."





    Ibu Woo Seok mendapat foto-foto Jin Hyeok bersama Soo Hyun. Juga ada foto Jin Hyeok bersama Hye In di kantor. Ibu bertanya, apa Hye In pacarnya Jin Hyeok.

    "Sepertinya bukan. Dia pegawai di Donghwa Hotel dan teman lamanya." Jawab orang yang memawakan foto itu. Ibu tampak berpikir.



    Jin Hyeok ke mall untuk mencari hadiah ulangtahun Soo Hyun. Ia berhenti saat melihat lipstick.



    Saatnya pulang lantor. Jin Hyeok memberikan hadiah untuk Han Gil. Oh.. ternyata mau beli hadiah untuk Han Gil tohh, tak kirain untuk Soo Hyun. 

    "Kenapa tidak berikan dari tadi? Aku seharian cemas menunggunya!"

    "Akan lebih bermakna kalau kamu tidak menantikannya.

    "Aku terharu, Jin Hyuk. Kenapa kamu bisa tahu aku berulang tahun?"

    Semuanya langsung mengucapkan selamat ulang tahun untuk Han Gil.


    Jin Hyeok dan Hye In menunggu bis bersama. Hye In membahs soal Han Gil, lucu ya orangnya?

    "Ya, suasana kantor menjadi ceria karena dia."

    "Dia kekanak-kanakan."

    Jin Hyeok ketwa.



    Hye In mendapat telfon dari nomor yang tidak dikenal. Orang yang menelfon mengajak Hye In ketemuan. Saat Hye In bertanya siapa, orang itu menjawab ini tentang Jin Hyeok.

    Hye In langsung pergi kesana. Tapi ia gak bilang sama Jin Hyeok.



    Soo Hyun melihat Jin Hyeok menunggu di halte. Tapi ia melewatinya begitu saja. 


    Tapi Soo Hyun tidak bisa fokus menyetir karena memikirkan Jin Hyuk sampai ia terlibat kecelakaan kecil.

    Saat Soo Hyun menoleh kebelakang, tiba-tiba ada mobil menyeberang di depannya. Soo Hyun mengerem mendadak dan ia ditabrak dari belakang karena sama-sama kaget juga.

    Soo Hyun: Astaga. Aku sangat kacau.


    Orang yang menabrak kesal pada Soo Hyun karena mengerem mendadak. Soo Hyun cuma bisa minta maaf. Jin Hyeok yang melihatnya berlari menuju Soo Hyun. 


    Jin Hyeok meminta maaf mewakili Soo Hyun, ia menjelaskan kalau ia rekannya Soo Hyun.

    Jin Hyeok akan mengganti semua biaya perbaikan mobil Ahjussi itu, ia memberikan kartu namanya. AHjussi itu setuju karena membaca kantor Jin Hyeok.



    Jin Hyeok lalu beralih pada Soo Hyun, oasti Soo Hyun terkejut kan? 

    "Aku hanya agak terkejut."

    "Mau ke dokter?"

    "Tidak, aku baik-baik saja."

    "Di mana Sekretaris Nam?"

    "Aku bekerja hingga larut malam di kantor."

    "Mari kuantar pulang."

    "Sudah kubilang aku baik-baik saja!"

    "Daepyonim. Sepertinya Ibu butuh bantuan."



    Soo Hyun: Dengar, Kim Jin Hyuk-ssi. Jangan bicara sembarangan padahal kamu tidak mengenalku.



    Tapi Jin Hyeok malah menarik tangan Soo Hyun. 

    Jin Hyeok: Izinkan aku menambahkan satu hal lagi.

    Jin Hyeok memaksa Soo Hyun masuk ke dalam mobil. 

    Jin Hyeok: Aku lebih suka melihat Ibu pulang dengan selamat. Ibu boleh marah padaku nanti. Malam ini, Ibu akan menuruti perintahku. Tidurlah selagi aku mengantar Ibu pulang.




    Jin Hyeok mengendorkan dasinya dan itu sukses membuat Soo Hyun ketawa. 

    "Dasi itu unik sekali." Kata Soo Hyun.

    "Lucu, bukan? Dasi ini membuat Ibu tertawa, jadi, ini patut dipuji."

    Keduanya tersenyum.

    0 komentar

    Post a Comment