Thursday, December 6, 2018

Sinopsis Encounter Episode 3 Part 3

    Sumber: tvN


    Sekretaris Nam dan Jin Hyeok sampai di hotel, tapi manajer mengatakan kalau Soo Hyun sedang keluar, berjalan-jalan. Sekretaris Nam meminta Jin Hyeok yang menunggu dusana, ia ada kerjaan dengan temannya. 





    Jin Hyeok pergi jalan-jalan ke pantai, ia mengeluarkan kameranya dan mulai memotret.




    Dibelakangnya jalanlah Soo Hyun, jadi Soo Hyun yang melihat Jin Hyeok duluan dan memanggilnya.

    Soo Hyun bertanya sedang apa Jin Hyeok disana. Jin Hyeon mengatakan ia sedang dalam perjalanan bisnis bersama Sekretaris Nam. Jin Hyeok terus tersenyum setelah melihat Soo Hyun.




    Soo Hyun mengerti kalau artikel itu pasti mengejutkan Jin Hyeok. Tapi yang paling mengejutkan untuk Jin Hyeok adalah komentar kejam tentang Soo Hyun.

    "Itu normal bagiku. Maaf karena tidak mengatakan apa pun. Aku bahkan tidak bisa menelepon karena kamu akan kesal jika kabar tersiar."

    "Aku tidak terganggu oleh itu, jadi, jangan khawatir."

    Mereka saling tersenyum.



    Jin Hyeok menunjukkan foto Soo Hyun yang sudah ia cetak. Jin Hyeok mengeluarkan rayuan, ia merasa gugup karena Soo Hyun terlihat lebih cantik secara langsung. Soo Hyun juga mengakui kalau fotonya itu bagus.

    Jin Hyuk juga memberikan bukunya untuk Soo Hyun, ia meminta Soo Hyun membacanya jika punya waktu. Itu adalah buku puisi yang Jin Hyeok sukai.

    Bagian favouritnya adalah puisi yang berjudul "Kerinduan".

    Soo Hyun: Kamu tampak seperti seorang pencinta sastra. Kamu suka novel serta puisi.

    Jin Hyeok: Aku harus menghabiskan banyak waktu sendirian saat masih kecil. Teman-temanku akan pulang untuk makan malam, tapi orang tuaku akan sibuk di toko. Bermain gim ketangkasan juga membosankan. Jadi, aku pergi ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu. Begitulah cara...

    Jin Hyeok mengakhiri ceritanya dengan senyuman. Soo Hyun juga tersenyum.




    Lalu Sekretaris Nam menghubungi Soo Hyun, mengabari kalau ia tidak bisa kembali sekarang. Soo Hyun mengerti. 

    "Apa dia terlambat?" Tanya Jin Hyeok setelah Soo Hyun menutup telfon.

    "Ya, ada beberapa hal untuk diselesaikan dengan temannya."

    "Kalau begitu, mari kita pergi berkendara?"

    "Apa?"

    "Pengap rasanya tinggal di hotel, terutama ketika kamu berada di Sokcho."

    "Aku di sini untuk urusan bisnis."

    "Sekretaris Nam memberitahuku. Yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu Seniman Jang, jadi, carilah udara segar selagi kamu berada di sana. Aku ingin naik mobil mewah itu lagi."

    Soo Hyun pun setuju.



    Dalam perjalanan, Soo Hyun minta ijin untuk membuka jendela. Jin Hyeok merasa aneh, kan mobil Soo Hyun sendiri, jadi Soo Hyun dapat melakukan apa pun yang diinginkan, tidak perlu minta ijin segala.

    Jin Hyeok membukanya tapi dengan syarat, "Di luar dingin, jadi, aku akan membiarkannya terbuka sebentar. Jika kamu flu saat segala sesuatunya berantakan, obatnya tidak akan bekerja."

    Soo Hyun tersenyum, "Kamu tampaknya punya cara khusus untuk mengatakan sesuatu. Mungkin karena kamu banyak membaca."

    "Anggap saja aku sangat sensitif."




    Jin Hyeok mengajak Soo Hyun mencari kafe yang menjual roti dan kopi yang lezat.

    "Aku pikir itu enak karena kita berada di Kuba." Jawab Soo Hyun setelah tersenyum. 

    "Itu tidak masuk akal." Jin Hyeok balas tersenyum.

    Dan Soo Hyun menikmati perjalanan mereka.




    Jin Hyeok singgah untuk membeli kudapan. Katanya saat berada di Provinsi Gangwon, harus minum kopi dengan tteok kentang.

    "Ayahku suka tteok kentang." Kata Soo Hyun.

    "Benarkah? Ayahku juga menyukainya. Sepertinya kita cocok dalam banyak hal."

    "Bukankah agak berlebihan untuk mengatakan kita cocok hanya karena beberapa tteok?"

    "Kalau begitu.. Aku akan tarik ucapanku. Apa kamu tidak menyukainya?"

    "Kali terakhirku memakannya adalah saat aku masih SD."



    Jin Hyeok membuka bungkusnya dan menyuruh Soo Hyun mencobanya. Soo Hyun menggigitnya, sekarang ia mengerti kenapa ayahnya sangat menyukainya,  tidak tahu ini saat masih muda, tapi rasanya cukup enak.

    Jin Hyeok pun memakannya juga. Ia merasakannya tapi tidak tahu tepatnya bagaimana menggambarkannya. 

    "Apa ini kali pertamamu mencobanya?" Tanya Soo Hyun. 

    "Ya."

    "Tapi kamu membuatnya terdengar sudah mengenal makanannya."

    "Sungguh? Maksudku, Provinsi Gangwon terkenal dengan ini."

    "Tapi kamu bilang ayahmu menyukainya."




    Tiba-tiba Jin Hyeok mengatakan kalau hari ini hari pertama Jin Hyeok. Soo Hyun kaget dong, hari pertama Jin Hyeok bersama siapa?

    "Hari pertamaku.. dengan tteok kentang ini." Jin Hyeok ketawa. "Ini sangat enak."



    Soo Hyun sudah berpikiran jauh tadi, ia jadi salah tingkah dan menyamarkannya dengan menanyakan Sekretaris Nam.

    Jin Hyeok pun menanyakan mengenai hubungan mereka karena tampaknya Soo Hyun sangat akrab dengan Sekretaris Nam.

    "Sekretaris Nam dahulu bekerja sebagai reporter dengan ayahku di stasiun penyiaran. Dia adalah orang yang paling bisa dipercaya ayahku. Dan bagiku, dia seperti teman."

    Jin Hyeok mengangguk-angguk mengerti.





    Nyatanya, Sekretaris Nam tidak bertemu temannya, ia malah tidur di restoran setelah makan dan pemilik restoran harus membangunkannya.

    Sekretaris Nam membayar lebih karena tidak enak sudah tidur disana.



    Sekretaris Nam menelfon Soo Hyun, menanyakan dimana Soo Hyun. 

    "Astaga, akhirnya aku selesai mengurus urusanku. Apa kamu menikmati... Maksudku, kamu pasti sudah menunggu lama. Apa kamu di hotel sekarang?"

    "Aku berada di restoran sashimi di tepi laut."

    "Restoran sashimi di tepi laut?"

    "Aku bisa melihatmu."

    "Kamu bisa melihatku?"





    Sekretaris Nam menoleh dan ternyata Soo Hyun jalan menuju ke arahnya bersama Jin Hyeok.

    Soo Hyun sepertinya tahu kalau Sekretaris Nam bohong soal bertemu dengan temannya. Jin Hyeok bertanya, apa Sekretaris Nam sudah makan?

    Sekretaris Nam: Perutku akan meledak.. aku tidak punya selera makan.

    Soo Hyun: Kamu pasti sudah makan banyak melihat kamu tidak berselera makan.

    Sekretaris Nam: Maksudku, kita ada di laut. Aku boleh makan makanan yang enak.

    Soo Hyun: Aku lapar, Ahjussi.

    Sekretaris Nam: Restoran itu membuat sup ikan pedas terbaik.

    Sekretaris Nam ketawa dan keduanya ikut ketawa.




    Woo Seok mengagumi sebuah gaun, ia ingin membelinya tapi kata manajer toko gaun itu sudah dipesan orang lain.

    Untuk menyogok manajer itu, Woo Seok membelikan beberapa pakaian. AKhirnya Manajer memberikan gaun itu untuk Woo Seok.



    Woo Seok memasukkan gaunnya ke dalam mobil. Ia mau menghubungi Soo Hyun tapi gak jadi. AKhirnya ia menelfon Sekretaris Jang. 



    Tahu apa maksud Woo Seok menghubunginya, Sekretaris Jang langsung mengatakan kalau Soo Hyun tidak ada di Seoul sekarang. 

    "Apa dia sedang dalam perjalanan bisnis?"

    "Aku tidak yakin apa itu penjelasan yang tepat. Lukisan yang seharusnya kami terima untuk hotel di Sokcho tiba-tiba dibatalkan. Jadi, dia mengintai studio Seniman Jang. Menurut firasatku ibumu ada hubungannya dengan ini. Jika tidak, aku minta maaf."

    "Di mana dia sekarang?"

    "Karena dia, mungkin menunggu dengan linglung di hotel yang belum dibuka."

    Woo Seok merasa bersalah.


    Sekretaris Nam mengajak Soo Hyun main di pasir pantai seperti saat Soo Hyun kecil dulu. Soo Hyun diam saja. Sekretaris Nam tahu Soo Hyun sedang menghawatirkan orang-orang, ia pun menenangkan. 

    "Tidak apa-apa. Tidak ada yang tertarik pada kita."

    Soo Hyun setuju, tapi kemudian Sekretaris Nam mengatakan kalau lututnya sakit akhir-akhir ini. Soo Hyun pun mengajak kembali ke hotel. Tapi Jin Hyeok mengacungkan tangan, mengajak Soo Hyun main bersamanya. 

    Jin Hyeok: Aku dikenal sebagai ekskavator dari Hongjae-dong.

    Itu membuat Soo Hyun dan Sekretaris Nam ketawa.



    Soo Hyun dan Jin Seok duel. Senyuman tak lepas dari wajah mereka. 




    Sekretaris Nam mengawasi sambil menelfin Ayahnya Soo Hyun. 

    "Bagaimana kabar Soo Hyun?" Tanya Ayah.

    "Dia bertahan."

    "Kamu harus menghiburnya. Dahulu tiap kali menangis, dia lebih mencarimu daripada aku."




    Jin Hyeok memenangkan pertarungan mereka. Soo Hyun tidak terima, ia mengajak main satu kali lagi. Jin Seokpun setuju.


    Sekretaris Nam: Sepertinya aku bukan lagi orang yang menghiburnya setiap kali dia menangis. Aku merasa lega.



    Jin Hyeok menang lagi, ia memaksa Soo Hyun masuk ke air karena kalah, tapi Soo Hyun kembali mengajak main satu ronde lagi.



    Jin Myung awalnya berkata akan belajar di Restiran Dae Chan, tapi nyatanya malah malas-malasan. 

    Jin Myung: Aku mengamati situasi di sini. Kamu butuh hidangan pelengkap. Siput tidaklah cukup.

    Dae Chan: Lupakan saja. Cuci piringnya.

    Jin Myng: Aku mengurus dapur di militer.

    Dae Chan: Semua orang memulai dari sana. 

    Jin Myung: Kebiasaan itu harus dihentikan.

    Dae Chan: Keluar.

    Jin Myung: Aku akan melakukannya.



    Saat akan bekerja, Hye In datang memanggil Jin Myung. Jin Myung sangat senang melihat Hye In.

    "Kamu sudah dibebastugaskan?"

    "Tentu saja. Kudengar kamu bekerja bersama kakakku. Dia tidak menyampaikan informasi penting ini?"

    "Benar. Di mana Jin Hyuk?"

    "Dia dalam perjalanan bisnis. Kalian yakin bekerja di perusahaan yang sama?"

    "Ini akhir pekan. Perjalanan bisnis apa?"

    "Ini mencurigakan. Apa dia punya kekasih?"


    Dae Chan ketawa, memangnya siapa? Buku di perpustakaan? 

    Hye In: Oppa tidak tahu ke mana Jin Hyeok?

    Dae Chan: Ya. Dia sudah dewasa. Siapa yang peduli tempat tujuannya? Hye In, kamu mau bir?

    Hye In menolaknya, ia hanya mampir jadi mau langsung pergi.



    Dae Chan menyesalkan Hye In yang langsung pergi padahal sudah jauh-jauh kesana.

    Jin Myung: Jika tidak mau minum-minum, seharusnya dia mentraktirku. Dia menjadi makin cantik.

    Dae Chan: Keluar.

    Jin Myung: Aku akan bekerja.


    Sebenarnya, Hye In langsung pulang karena tidak ada Jin Hyeok disana, ia terus kepikiran Jin Hyeok.

    0 komentar

    Post a Comment