Thursday, December 6, 2018

Sinopsis Encounter Episode 3 Part 1

    Sumber: tvN


    Di kantornya, Soo Hyun mengingat pertemuannya dengan Ibunya Woo Seok saat akan bercerai.

    Kilas Balik..




    Ibu harap gadis baru yang dikencani Woo Seok tahun ini berperilaku baik seperti Soo Hyun. Ibu meyakinkan Soo Hyun, sungguh tidak berubah pikiran? Soo Hyun mengiyakan.

    "Kalian menikah di tengah sorotan, dan kini bercerai. Hal yang kamu mau sebagai tunjangan hanya hotel yang hampir bangkrut. Ibu senang mendengarnya, tapi itu juga terlihat aneh. Kedengarannya kamu seperti berkata akan memutus hubungan dengan kami."

    "Kotraknya menyatakan aku harus menghadiri semua acara keluarga yang Ibu minta. Jadi, pernyataan seperti itu tidak akan ada gunanya. Itu kesalahpahaman."

    "Kalau begitu, ibu bersyukur. Ibu yakin kamu sudah teliti membaca kontraknya. Apa ada pertanyaan?"

    "Aku ingin tahu apa maksud Ibu dengan "jika terjadi kemalangan" dalam Pasal 3, Ayat 4."

    "Persis seperti tulisannya. Artinya kamu harus jaga martabatmu bahkan setelah bercerai dan tidak boleh melakukan apa pun yang bisa merusak reputasi keluarga. Kamu mengerti?"

    Soo Hyun menandatangani kontraknya.


    =Episode 3=



    Ibunya Woo Seok mendatangi Soo Hyun. Sekretaris Jang bertanya, mau teh yang  biasa? Ibu mengatakan ingin air dingin karena amarah membakar isi hatinya.

    Sekretaris Jang tampak khawatir pada Soo Hyun, tapi Soo Hyun mengisyaratkan ia baik-baik saja dengan matanya. Sekretaris Jang mengerti, ia pun keluar.



    IBu menyinggung pasal perjanjian mereka. Pasal 3 Ayat 4, mengenai kejadian malang tersebut?

    Ibu: kejadian malang tersebut. Omong kosong apa... Dahulu kamu anggota keluarga kami. Jadi, berani sekali kamu terlibat dalam skandal seperti itu dengan pria muda di dalamnya? Aku berusaha keras berbicara dengan baik, tapi itu tidak mudah. Kamu paham apa yang sudah kamu lakukan?

    Soo Hyun: Ini bukan kejadian malang. Aku berutang terhadapnya dan kami makan bersama.




    Ibu langsung mengeluarkan resume Jin Hyeok beserta foto-fotonya, ada foto bersama Soo Hyun juga di area peristirahatan.

    Soo Hyun mulai gemetar tapi ia menegaskan kalau ia tidak pernah melakukan hal yang memalukan.

    Ibu: Fakta bahwa Cha Soo Hyun, menantu dari Taegyeong, terlibat dalam gosip penuh skandal seperti itu sudah merupakan hal yang memalukan.

    Soo Hyun: Aku bukan lagi anggota keluarga Taegyeong. Ibu tidak punya alasan untuk bersikap seperti ini.

    Ibu: Aku berpikir kenapa kamu bersikap begitu kekanak-kanakan, tapi kurasa itu karena kamu salah mengerti. Kalian mungkin bercerai, tapi jangan salah berpikir hal itu memutus hubungan keluarga kita. Ibu yakin kamu lebih tahu daripada ibu, bagaimana ayahmu berhasil menjadi seperti saat ini. Kamu akan tetap menjadi anggota Taegyeong, bahkan setelah tiada. Begitu menginjakkan kaki ke keluarga kami, kamu akan selamanya menjadi keluarga kami. Ingatlah itu. Jangan bertingkah.



    Saat akan pergi ibu menduga Soo Hyun mempekerjakan Jin Hyeok karena penampilannya dan menyuruh Soo HYun untuk memecat Jin Hyeok segera. Soo Hyun mau protes, tapi ibu nggeloyor keluar.



    Ibu: "Pasal 3, Ayat 4. Jika terjadi hal buruk apa pun, Cha Soo Hyun akan kehilangan segala haknya". Pikirkan baik-baik apa saja yang termasuk dalam hak tersebut.


    Soo Hyun langsung lemas.




    Hye In meminta Ji Hyeok keuar, ia membicarakan soal skandal Soo Hyun, ia tahu pria itu adalah Jin Hyeok. Jin Hyeok tidak mengelaknya. Hye In bisa menebak karena Jin Hyeok sering mengenakan pakaian itu.

    "Aku sangat penasaran. Apa sebenarnya hubunganmu dengan Daepyonim?" Tanya Hye In.

    "Aku tidak sengaja bertemu dengannya di Kuba."

    "Kamu bertemu dengannya di sana?"

    "Aku sedikit membantunya. Seseorang mencuri semua barangnya, jadi, dia tidak punya uang. Selain itu, dahulu aku tidak tahu akan bekerja di Hotel Donghwa. Itu saja."

    "Tapi aku masih belum mengerti. Itu tidak menjelaskan kenapa kalian akhirnya makan ramyeon bersama di area peristirahatan itu."

    "Kisahnya panjang untuk dijelaskan. Semua terjadi dengan begitu alami. Semua yang kamu baca di artikel berita itu salah."

    "Kalau begitu, kenapa kamu terlihat sangat khawatir?"

    "Karena aku memang khawatir."

    "Siapa yang kamu khawatirkan? Dirimu sendiri?" 



    Jin Hyeok menggeleng, bukan dirinya, tapi Daepyonim, ia ingin tahu apakah Soo Hyun baik-baik saja. Hye In membentaknya, seumur hidup Doo Hyun, dia terus dalam sorotan, jadi, dia akan melupakannya. 

    "Dia akan baik-baik saja. Kamu harus khawatirkan dirimu sendiri. Kamulah yang akan stres begitu semua tahu siapa kamu sebenarnya." Tegas Hye In.

    Jin Hyeok langsung mengajak Hye In tos, teman memang yang terbaik.


    Soo Hyun kembali melamun di kamarnya. Ada telfon masuk, tapi ia hanya melihat siapa yang menelfon tanpa mengangkatnya.


    Ternyata yang menelfon adalah ibunya. Ibu sudah menunggu di depan rumah Soo Hyun dan ia sangat kesal karena Soo Hyun berani menghindarinya talfon setelah membuat masalah besr.



    Ibu Woo Seok melihat artikel soal Soo Hyun, ia lalu menelfon kepala editornya. 

    "Kepala Editor, ini aku. Terima kasih untuk artikelnya. Untung saja aku menyerahkan penulisannya ke reporter sejati. Ternyata hasilnya lebih menarik dari yang kurencanakan. Berkat kamu, aku juga bisa melakukan tugasku dengan baik. Kami akan terus membeli ruang iklan di koranmu. Ini bukan apa-apa. Kita hanya saling membantu. Mari berbincang lagi lain kali."

    Sesorang mengetuk pintu jadi ibu menyudahi pembicaraannya di telfon.



    Yang datang adalah pegawai Donghwa Hotel. Ibu menanyakan bagaimana kondisi Hotel sekarang.

    "Daepyonim belum membuat pernyataan untuk menjelaskan kondisinya. Para staf berpikir itu hanya gosip. Dia memperlakukan staf dengan baik dan akrab dengan mereka, jadi, itu tidak menyebabkan gangguan apa pun. Dia juga memenangi penawaran untuk membangun cabang di Kuba. Posisi Daepyonim tidak akan goyah hanya karena sebuah artikel. Menurutmu, dia akan mudah meninggalkan posisinya?"

    "Aku harus siapkan semua satu per satu agar dia berhenti. Dia gadis yang pintar, jadi, aku tahu dia tidak akan bersikap keras kepala. Sudah saatnya dia beristirahat. Dia harus berada di rumah dan membantu mendukung Woo Suk. Bukan ide bagus jika dia terlalu lama bekerja di luar. Ini tidak akan lama, Direktur Choi. Aku yakin kamu cocok untuk mengurus Hotel Donghwa."

    "Aku sangat tersanjung."


    Jin Hyeok membaca komentar-komentar warganet soal artikel Soo Hyun dan dirinya, ia menghela nafas karena mereka semuanya kejam.



    Jin Hyeok sudah mencetak foto Soo Hyun dan ia memandanginya.  



    Sekarang sudah jam 11 lewat, tapi baik Soo Hyun maupun Jin Hyeok masih belum tidur.



    Ibu menerobsos masuk ke ruangan Soo Hyun, Sekretaris Jang tidak bisa menghalanginya, jadi Soo Hyun terpaksa menemui ibunya.

    Ibu: Menurutmu, mengabaikan teleponku dan mengunci pintu akan membantu? Menutup mata tidak akan membuatnya hilang.

    Soo Hyun: Ibu bisa saja bersikap seolah tidak terjadi apa pun. Kenapa Ibu datang kemari?

    Ibu: Ini terlalu besar untuk bersikap seolah tidak terjadi apa pun. Aku menjadi muak karena sering mengulang perkataan. Dia hanya seorang kenalan.

    Ibu: Ibu sudah mengurus semuanya.

    Kilas Balik..



    Ibu menemui ibunya Woo Seok sebelum datang menemui Soo Hyun. Ibu Soo Hyun meminta sesuatu sepertinya.

    Ibu Woo Seok: Semua akan baik-baik saja?

    Ibu Soo Hyun: Soo Hyun tidak berhak berkata semua aman atau tidak. Dialah yang membuat kekacauan ini. Dia harus berterima kasih karena kamu membantu membereskannya.

    Ibu Woo Seok: Kalau begitu, aku akan buat pria bernama Kim Jin Hyeok itu menjadi penguntit.

    Kilas Balik selesai..



    Soo Hyun marah, Apa ibunya itu monster? Jin Hyeok itu baik hati dan tulus. Kenapa Ibu membuatnya menjadi penguntit? Apakah ibu monster?

    "Kamulah yang monster, bukan ibu. Jika mengelola bisnisnya dengan baik, ibu mertuamu akan menerimamu kembali. Kenapa kamu membuat kekacauan ini?"

    "Menerima siapa? Kenapa Ibu..."

    "Ibu mohon, hiduplah dengan tenang. Kenapa kamu melakukan ini, selagi kita bicara soal kalian akan kembali bersama?"

    "Siapa yang akan kembali bersama?"

    "Ibu sudah berbincang dengan ibu mertuamu, jadi, temuilah suamimu dan minta maaf padanya. Tidak penting seberapa baiknya dia. Dia pasti sangat tersinggung."

    Soo Hyun malas membantah, ia sampai tidak bisa berkata apa-apa, ia memilih  brsiri menjauh.




    Ibu menganggap Soo Hyun mengerti lalu pamit. Soo Hyun menegaskan, sekali saja cukup. Ia dijual dengan tangan Ibu sendiri. Sekali saja cukup. Tidak akan ia lakukan lagi.

    "Kamu tidak memikirkan ayahmu? Dia harus mengakhiri kariernya sebagai delegasi partai. Kamu tidak kasihan pada ayahmu? Impiannya adalah masuk Rumah Biru."

    "Tidak, itu impian Ibu. Rumah Biru.. bukan tempat yang bisa sembarang dimasuki sesuai keinginan."

    "Kamu harus diizinkan masuk. Ibu akan membantunya masuk, jadi, berhenti membuat masalah dan siapkan dirimu untuk kembali bersama suamimu. Dia tidak bisa masuk Rumah Biru tanpa Taegyeong."

    Ibu langsung keluar.


    Soo Hyun meminum obatnya lagi.


    Jin Hyeok dihubungi oleh Han Gil sat menuju kantor, masalah pekerjaan. 

    Jin Hyeok: Ya, aku melihat hasil editannya. Aku akan segera laporkan padamu begitu masuk.



    Jin Hyeok berhenti di depan gedung, ia menghitung lantai menuju lantai Daepyo yang ada di lantai 11. Setelah yakin disana tempatnya, ia mengatakan pesannya untuk Soo Hyun.

    "Daepyonim, jangan baca semua komentar itu. Cerialah."


    Soo Hyun datang menemui Woo Seok, ia menolak saat Woo Seok akan menuangkan wine karena ia harus menyetir. Ia tidak mengajak Sekretars Nam karena belakangan terus pulang larut.

    "Sayang sekali. Kamu tidak bisa minum." Tanggapan Woo Seok.



    Soo Hyun pun menanyakan alasan Woo Seok ingin menemuinya. Woo Seok menemukan ini menarik, ia merasaSoo Hyun lebih tenar dari artis sampai muncul di mesin pencarian selama dua hari.

    "Terima kasih. Pertama, ini soal ibumu. Dia ingin memecat pegawai baru yang bekerja keras untuk masuk. Dia tidak melakukan kesalahan. Selain itu, dia akan membuatnya terdengar seperti penguntitku. Tolong hentikan ibumu."

    "Kamu pasti ketakutan. Sudah lama sekali sejak kulihat wajahmu seperti ini. Dan hal kedua?"

    "Kenapa kamu tidak menikah?"

    "Itu sungguh tiba-tiba."

    "Aku sudah menyingkir, karena kamu bilang tidak bisa berpisah dengannya dan akan menikah. Kenapa kamu masih melajang?"

    "Apa kamu merasa terganggu.. jika aku masih sendiri?"



    Bukan itu alasan Soo Hyun. Ia tidak peduli Woo Seok lajang atau sudah punya pacar. Ia hanya tidak ingin mendengar soal mereka harus rujuk.

    Woo Seok menyadari, kali ini Soo Hyun benar-benar kesal. 



    Soo Hyun: Jangan bicara seolah kamu tahu semua hal tentangku. Memangnya apa yang kamu tahu?

    Woo Seok: Entahlah. Aku tidak tahu seberapa eksentriknya kamu. Aku tidak menyangka kamu berkencan dan makan ramyeon di area istirahat.

    Soo Hyun: Jaga ucapanmu.

    Woo Seok: Baiklah. Aku akan berusaha mengurus permintaan pertamamu. Dia tidak bersalah. Dia berusaha mendapatkan pekerjaan itu. Tapi ada syaratnya. Tidak ada hubungan khusus antara kalian, bukan?  Soal permintaan keduamu, aku tidak tahu harus menjawab apa.

    Soo Hyun: Itu hidupmu sendiri.

    Woo Seok: Soo Hyun-ah. Kapan kamu dan aku pernah menjalani kehidupan yang bisa kita sebut kehidupan kita sendiri?

    Soo Hyun: Jika Ibu meminta kita rujuk, katakan yang sebenarnya. Ini sama sekali tidak masuk akal. Kupercayakan padamu.


    Soo Hyun pergi. Woo Seok tersenyum sambil bergumam, "Kapan aku bisa jadi pria yang masuk akal bagimu? Jika kuberi tahu Ibu bagaimana perasaanku, keadaanmu akan lebih sulit."

    1 komentar:

    1. Lanjut part 2 dan seterusnya ya........semangattt 💪💪💪

      ReplyDelete