Wednesday, November 14, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 11 Part 3

    Sumber: tvN


    Jin Kang pulang, tapi rumah dalam keadaan gelap, ia akan mengetuk pintu kamar kakaknya tapi gak jadi. Sebenarnya, Jin Kook juga udah tidur sih.


    Esoknya, Jin Kook terbangun, ia langsung menuju kamar Jin Kang seperti biasanya.

    Tapi ternyata Jin Kang barusan dari luar, katanya habis membeli susu di toko. Jin Kang lalu menawarkan sarapan roti dan kakaknya mau.


    Mereka pun akhirnya duduk berdua di meja makan karena roti. Jin Kang meminta maaf soal kemarin. 

    "Kakak mengerti. Kakak tidak bodoh." Kata Jin Kook.

    "Beri aku waktu. Aku dan Moo Young akan berusaha agar Kakak menyukai dia. Beri kami waktu dan biar kami buktikan."

    Jin Kook langsung meninggalkan meja makan tanpa bicara. Ia juga langusng berangkat kerja tanpa pamit.


    Jin Kook curhat pada So Jung kalau Jin Kang tampaknya tidak bisa dihentikan. So Jung heran, kenapa? Bukannya mereka sudah baikan? Jin Kang sudah minta maaf 'kan? 

    "Sudah. Tapi dia tidak akan mau berpisah."

    "Ini gawat. Ah.. Lupakan. Bukan apa-apa."

    "Ada apa? Cepat katakan."

    "Kamu yakin Jin Kang tidak tahu apa-apa?"

    "Apa maksudmu?"

    "Tentang pengadopsiannya saat dia kecil. Tentang dia bukan adik kandungmu. Dia tampak kuyu dan mencemaskanmu. Dia bilang dia tidak seharusnya menyusahkanmu. Sepertinya dia tahu sesuatu."


    Jin Kook langsung pergi menemui Yu Ri. Jin Kook tanya, apa Yu Ri masih ingat ucapannya sendiri sebelumnya?

    "Tentang apa?" Yu Ri balik nanya.

    "Kamu pernah mengatakan ini, "Adikmu dan Kim Moo Young mengaku sebagai yatim piatu. Mereka seperti saling tergila-gila sejak itu". Aku penasaran apa yang mereka bahas. Apa maksudnya yatim piatu?"

    "Katamu orang tuamu sudah tiada."

    "Ya, lalu?"

    "Katanya, dia punya kakak perempuan yang pindah saat dia kecil. Jadi, kalian hanya tinggal berdua. Kamu dan adikmu."

    "Benar."

    "Hanya itu yang kudengar. Kenapa? Ada yang aneh?"

    "Tidak, kamu benar. Semua ucapanmu benar. Aku penasaran kenapa dia mengaku yatim piatu."

    "Kamu memang menjengkelkan. Itu tujuanmu kemari? Bukan untuk menjengukku?"

    "Tidak. Tentu saja tujuanku adalah menjengukmu. Sidangmu sebentar lagi dan aku ingin tahu kabarmu."

    "Kamu tidak pandai berbohong."

    "Ketahuan ya? Aigoo.. Senang melihatmu. Tampaknya kondisimu lebih baik dari dugaanku."

    "Ya. Tapi waktu terasa begitu lama. Apa Moo Young berpacaran dengan adikmu?"

    "Mereka tidak berpacaran. Aku tidak akan setuju."

    "Pikirmu adikmu akan berhenti walau kamu menentang? Adikmu tidak akan bisa mengakhirinya. Kecuali Moo Young yang mengakhirinya. Wanita yang menyukai Moo Young sulit melepaskan dia."


    Jin Kang mengajak Moo Young ke pusat perbelanjaan.

    Jin Kang: Kamu bilang punya uang, dan bisa membelanjakan 2.000 dolar. Benar?

    Moo Young: Apa rencanamu?

    Jin Kang: Menurutmu apa? Aku akan menghabiskannya.

    Moo Young: Kamu mau membeli apa?

    Jin Kang: Cangkir, microwave, mesin cuci, penanak nasi, mangkuk nasi, mangkuk sup, panci, wajan, piring, talenan, pisau. Dan sebagainya. Kurasa 2.000 dolar tidak cukup. Kamu punya 3.000 dolar?

    Moo Young hanya tersenyum.


    Dokter Yang datang untuk mengunjungi Yu Ri tapi tidak bisa karena Yu Ri sudah dikunjungi seseorang. Tahanan yang akan sidang hanya boleh dikunjungi satu orang per hari.


    Di luar, Dokter Yang melihat Jin Kook,  keduanya ke tempat sepi untuk bicara.

    "Ada perlu apa kemari?" Tanya Jin Kook. 

    "Pikiranku kalut mendengar kabar ini. Aku dihubungi oleh ibunya Yu Ri. Yu Ri tidak mau pengacara dan ibunya memintaku menemui Yu Ri. Aku datang di waktu yang salah. Aku tidak tahu kamu masih menyelidikinya."

    "Aku tidak menyelidiki, tapi menanyakan hal pribadi. Kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Perkara komplotannya juga dilimpahkan kemarin."

    "Ah.. Orang yang membantu merusak barang bukti? Apa hubungan dia dengan Yu Ri?"

    "Ah.. Kim Moo Young? Tampaknya Yu Ri jatuh hati kepadanya."

    "Kamu bilang Kim Moo Young?"

    "Ya."

    "Berapa usianya? 30 tahun, kelahiran 1989."

    "Ah.. Dia seperti orang yang pernah kukenal."

    "Kamu mengenalnya?"

    "Tapi aku tidak yakin. Aku ada urusan. Aku permisi. Terima kasih sudah mau bicara. Sampai jumpa."


    Moo Young memprotes Jin Kang karena membeli semua barang yang baginya tidak penting. 

    "Aku hanya membeli kebutuhan yang mendesak. Sisanya akan kubeli di internet."

    Moo Young akan ke kasir tapi Jin Kang bilang masih ada satu lantai lagi. Mereka membeli alat elektronik di atas dan kebutuhan lain di sini. Tinggal membeli makanan di lantai bawah.

    "Makanan?"

    "Ya. Beras, ramyeon, kimchi, telur, gochujang, doenjang, kecap, minyak zaitun, dan sebagainya."

    "Makan di luar saja."

    "Kapan pesta rumah barunya? Microwave dan mesin cuci akan dikirim dua hari lagi. Nanti saja? Mau memasak makanan enak apa?"

    "Pesta rumah baru? Makanan enak? Kamu pasti tidak tahu, tapi itu bukan kebiasaanku."


    Jin Kang terus jalan sampai ia menemukan boneka imut. Jin Kang mengambilnya, ia tidak peduli walau Moo Young gak setuju. Moo Young hanya bisa menghela nafas saat Jin Kang memasukkannya ke troli.


    Sampai di rumah, Dokter Yang melihat berita soal penangkapan Moo Young. Ia jadi ingat anak itu.


    Ingat gak waktu episode pertama, Dokter Yang diwawancara, nah disana ditampilkan foto masa muda Dokter Yan saat sednag memancing, dimana ada seorang anak yang ikut ke foto. Anak itu adalah Moo Young.


    Moo Young menerogoh saku baju boneka lucu itu, disana ia menemukan foto Jin Kang saat kecil. Ia tersenyum melihatnya. 

    Kilas Balik..


    Ternyata Jin Kang yang memasukkannya kesana.

    "Kamu sedang apa? Tidak merapikannya?" Tanya Moo Young.

    "Lihatlah."

    "Ambilkan pisau."

    "Hei, ini permintaanmu."

    "Apa yang kuminta?"

    "Sesuatu yang sangat manis. Ini permintaanmu."


    Moo Young pun memeriksanya, ia melihat foto itu tapi berkata kalau Jin Kang tidak begitu manis. Jin kang merajuk, ia mengambil kembali fotonya.

    "Kamu sudah memberikannya." Kata Moo Young sambil mengambil kembali foto itu. 

    "Boleh kusimpan ini?" Tanya Moo Young.

    "Ya. Itu cetakan salinan digital. Yang asli ada di rumahku. Ini untukmu agar kamu makin dekat dengan kakakku. Fotoku dan dia."

    Kilas Balik selesai..


    Moo Young terus memperhatikan foto itu dan ia tiba-tiba ingat sesuatu. Saat ia terus berjalan, ia berheti untuk melihat sebuah bangunan. Bangunan itu adalah Rumah Sakit Haesan.


    Ternyata foto Jin Kang dan Jin Kook diambil di depan RS itu juga. Moo Young terlihat sedang berpikir.

    0 komentar

    Post a Comment