Friday, November 9, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 10 Part 1

Sumber: tvN


Setelah Jin Kang pulang, Moo Young melamun.


Jin Kang masuk rumahnya dan rumah dalam keadaan petang. Jin Kook ada di kamarnya tapi lampunya dimatikan.


Jin Kang langsung masuk kamarnya, tapi ia tidak menyalakan lampu. 


Moo Young berbaring di luar sambil menatap bulan. Ia terus memikirkan kata-kata Jin Kang tadi.

"Aku berharap kamu bukan orang jahat. Aku takut karena tampaknya kamu terus menyimpang. Kamu akan menerima tawaran itu?"

"Tidak jika kamu melarang."

"Jangan menerimanya. Berjanjilah kamu akan menjadi orang baik."

"Ajari aku."

Moo Young berkaca-kaca mengulangi permintaannya, "Ajari aku.." 

Jin Kang menangguk senang.


Jin Kang bersiap pagi ini. Dan saat ia keluar, Jin Kook sudah menunggunya dengan mobil. Jin Kook lalu menyuruh Jin Kang masuk mobil. mereka masih canggung karena pertengkaran kemarin. 

Akhirnya mereka saling bicara karena Pendinginnya menyala.

"Tumben Kakak mengantarku ke kantor."

"Kamu suka atau tidak?"

"Aku suka."

"Kakak pasti sudah berangkat jika kamu terlambat sedikit saja. Yoo Jin Kang, kamu beruntung hari ini. Hari keberuntungan! Apa rencanamu hari Kamis depan?"

"Benar juga. Pekan depan sudah bulan November. Aku tidak sadar musim sudah berganti."

"Tidak apa-apa. Kakak bahkan tidak tahu ini tahun berapa. Ayo kita membuat gimbap? Apa itu terlalu merepotkan?"

"Boleh. Sudah lama tidak membuatnya Itu akan terasa seperti piknik."

"Begitukah?"

"Aku lupa. Belilah sepatu bot baru. Sepatu bot Kakak sudah usang."


Saat berhenti di depan kantor Jin Kang. Jin Kook akhirnya mengakui kalau ia agak keterlaluan semalam. 

"Kakak tahu kini kamu sudah dewasa. Karena itu, kakak percaya kamu bisa mengurus masalahmu dan kakak tidak akan mengomelimu. Oke?"

"Okay."


Moo Young mendapat pesan dari Sa Ran, yes or no? atas tawarannya. Dan Moo Young tanpa ragu menjawab No. Ia juga menghapus nomor Sa Ran dari daftar kontaknya.


Di kantor, mereka membahas soal Se Ran yang ternyata alumnus jurusan seni.

Jin Kang: Ya dan dari wawancaranya, dia tertarik dengan seni instalasi. Bahkan dia mengoleksi karya Kusama Yayoi. Jadi, sebaiknya gunakan grafika multidimensi daripada grafika satu dimensi.

So Yeon: Bagaimana dengan selera Kim Moo Young? Selera Direktur Jang juga penting, tapi Kim Moo Young yang akan mengelola pubnya. Jadi, sepatutnya kita mempertimbangkan seleranya.

Jin Kang: Kurasa dia menolak tawaran itu.

So yeon: Apa maksudmu?

Jin Kang: Kami berpapasan kemarin di dekat rumah. Kami bertemu di toko kelontong karena daerah rumah kami sama. Jadi, aku menanyainya. Katanya dia menolak tawarannya, kurasa begitu.



CEO Hwang: "Kamu rasa"? Jika kamu sudah bertanya, seharusnya jawabannya jelas. Dia masih mempertimbangkannya atau sudah memutuskan?

Jin Kang: Kurasa dia sudah memutuskan. Tidak. Dia bilang sudah memutuskan untuk menolaknya. Dengan sangat tegas.

CEO Hwang: Kamu tersenyum? Padahal ini kabar yang mencengangkan?

Jin Kang: Benarkah? Mungkin tidak. Aku pasti tersenyum karena terlalu kecewa.

So Yeon: Sudah kubilang gelagat Direktur Jin Kang aneh hari ini.

CEO Hwang: Benar. Dia bersenandung selama dua jam.

Jin Kang: Bersenandung? Aku?

CEO Hwang: "Ya, telah bermekaran"


Se Ran tak percaya Moo Young menolak tawarannya. Ia menanyakan pendapat Sekretaris Choi soal itu. 

"Sejujurnya, dia tidak sopan."

"Benar, bukan? Aku pasti terlalu baik kepadanya."


Lee Timjang melapor pada atasan, ia menghadap bersama Jin Kook.

Lee Timjang: Kami diperintahkan memindahkan Lim Yu Ri ke kejaksaan besok untuk perkara pembunuhan itu. Kami juga diminta menginvestigasi Kim Moo Young selama sepekan.

Atasan: Kenapa mereka berbelit-belit? Tangkap saja keduanya.

Lee Timjang: Kata mereka, bukti kami kurang untuk memastikan motifnya.

Atasan: Lee Kyung Chul. Tahukah kamu Opsir Yoo mengajukan mutasi ke tim patroli?

Lee Timjang: Benarkah?

Atasan: Yoo Jin Gook. Tahu alasan kalian berdua kupanggil kemari?

Jin Kook: Ya, aku tidak peduli ditempatkan di mana.

Atasan: Tinggal dua bulan sampai rotasi pegawai berikutnya. Bersyukurlah kalian melewati ini tanpa masalah dan jangan keras kepala.


Tim menyalahkan Jin Kook karena merahasiakan soal Yu Ri kepada mereka. Maka mereka tidak akan menangkap Moo Young dan disiarkan di TV.

Cho Rong: Itu.. karena aku gegabah. Opsir Yoo tidak tahu kita bergerak cepat.


Dua detektif akan memukul CHo Rong tapi Hwang Geon menghalangi mereka.

Hwang Geon: Biarkan saja. Cho Rong punya hubungan khusus dengan Opsir Yoo. Kamu tidak tahu dia berpacaran dengan adik Opsir Yoo?

Hwang Geon mendapat kabar baik. Tidak ada yang dihukum, mereka semua aman. Semuanya pun lega. 


Usai keluar dari ruangan atasan, Lee Timjang mengajak Jin Kook bicara, ia ingin mereka kembali ke hubungan mereka sebelum insiden ini. 

Lee Timjang: Entah kenapa kamu mencampuri kasus Jeong Mi Yeon, tapi sebelum ini hubungan kita baik. Seakan-akan kamu tidak pernah ada. Tetap jaga kedamaian di antara kita.


Cho Rong membuat dua cangkir teh, ia menawarkan pada Jin Kook. Jin Kook mengerti maksud Cho Rong, ia pun mengajak Cho Rong keluar.


Jin Kook mengembalikan daftar kontak Moo Young ada Cho Rong. Ia berterimakasih karena Cho Rong tidak melibatkan Jin Kang. 

"Aku tidak menyesal karena aku tahu itu tidak akan berhasil." Jawab Cho Rong. 

"Maaf karena tidak memberitahumu soal Kim Moo Young dan Lim Yu Ri."

"Ya, karena kamu mengacau di situ."

"Benar."

"Itu bukan masalah bagiku, tapi..."

"Tapi?"

"Lupakan. Pokoknya, aku senang kamu tidak dihukum."


Cho Rong bangkit tapi Jin Kook tiba-tiba memberinya uang. Cho Rong heran, apa maksudnya?

"Sepupuku memberikannya saat aku tinggal di Haesan. Dia menyuruhku membelikan Jin Kang camilan atau sesuatu. Belikan camilan untuknya. Belikan dia camilan lezat. Pergilah. Nanti aku kembali."

"Baik."


Cho Rong menerimanya dan melangkah, tapi ia tidak bisa bohong, ia kembali untuk mengembalikan uang itu. 

"Maaf, Manajer Yoo. Hubungan kami tidak berhasil. Sebaiknya aku memberitahumu. Aku juga tidak mau ada sesal. Maaf, kamu sudah mengenalkan kami, tapi malah berakhir gagal."

Jin Kook mengajak Cho Rong minum-minum, tapi Cho Rong menolaknya, lain kali saja. 


Jin Kang buru-buru keluar usai bekerja dan ia melihat Moo Young sudah menunggunya di depan.

Moo Young mengirim pesan, mengajak Jin Kang naik bis bareng.


Tapi tiba-tiba CEO Hwang dan So Yeon keluar, Moo Young pun bersembunyi. CEO Hwang menawari untuk mengantar Jin Kang sekalian ia akan pergi ke Hongdae.

Jin Kang: Tidak usah. Aku naik bus saja. Tidak perlu mengantarku, jalannya akan macet. Bus sangat cepat karena ada banyak jalur bus. Aku akan naik bus. Ayo gunakan kendaraan umum.


CEO Hwang menuju mobilnya, sementara Jin Kang dan So Yeon jalan bersama. So Yeon memutuskan untuk naik bis saja. Jin Kang langsung mengirim pesan pada Moo Young untuk mengabarinya.


Moo Young yang sudah menunggu di halte langsung berdiri menjauh. Tapi So Yeon berubah pikiran lagi, ia naik kereta saja. Mereka pun pamitan. Jin Kang kembali mengabari Moo Young.


Moo Young pun kembali duduk di halte. Ia di ujung kiri dan Jin Kang di ujung kanan.


Bis mereka datang, Moo Young naik duluan, lalu Jin Kang menyusul. Tapi di dalam bis, Moo Young mengamankan bangku untuk Jin Kang. 


Moo Young menunjukkan pesan Jin Kang, dimana Jin Kang salah mengetik, "Bu Lim baik bus".

"Apa maksudnya "baik bus"?" Tanya Moo Young.

"Bu Lim "naik" kereta bawah tanah."


So Jung dan Jin Kook jalan-jalan bersama. So Jung mengakui kalau ia paling suka musim ini, cuacanya seakan membantunya menyendiri, benar kan? Tapi yang diajak ngomong malah bengong. 

"Kamu bilang apa?" Tanya Jin Kook. 

"Apa? Kamu gelisah karena bulan November sebentar lagi?"

"Gelisah apa? November selalu datang setiap tahun."

"Lalu kenapa kamu merenung?"

"Tidak ada alasan. Jin Kang putus dengan Cho Rong."

"Sungguh?"

"Ya. Cho Rong bilang hubungan mereka tidak berhasil."

"Sayang sekali. Cho Rong tidak ada duanya."

"Benar sekali. Seandainya tahu, aku tidak akan berkata begitu pagi-pagi."

"Berkata apa?"

"Aku bilang ke Jin Kang aku percaya kepadanya dan tidak akan mengomelinya lagi."

"Bagus sekali. Kita bisa apa jika mereka memang tidak cocok? huh? Jangan hanya bicara dan bersabarlah. Tapi kenapa mereka berpisah?"

"Entahlah. Kurasa ini ada kaitannya dengan pemuda itu."

"Ah.. Kim Moo Young?"


Jin Kook tertarik, apa? Ada yang So Jung ketahui.

"Bukan begitu." Tapi tatapan So Jung menunjukkan kalau ia tahu sesuatu.


Jin Kang dan Moo Young makan bersama. Jin Kang menanyakan soal tawaran kerja di pub itu, Moo Young sudah menolaknya? 

"Menurutmu?" Moo Young balik nanya sambil tersenyum.

"Kamu menolaknya."


Jin Kang cerita, sebenarnya, CEO-nya berharap Moo Young menerima tawarannya. CEO pikir bisa memanfaatkan Moo Young sebagai koneksi.

Moo Young: Yah.. Jika aku bekerja di sana, mereka pasti akan memilih perusahaanmu. 

Jin Kang: Aku merasa bersalah.

Moo Young: Kenapa kamu ingin aku menolak tawaran itu? Di sana lebih keren dan menguntungkan. Kamu tidak tertarik dengan uang?

Jin Kang: Aku? Yang benar saja. Semua orang suka uang. Kamu harus menghasilkan banyak uang.

Moo Young: Begitu, ya.

Jin Kang: Aku suka uang, tapi tidak suka kamu dekat dengan mereka. Mereka tega melakukan apa saja.


Dan saatnya Jin Kang menagih janji Moo Young, katanya ia boleh bertanya apapun pada Moo Young. Ia akan menanyakan apa saja. Banyak sekali yang ingin ia tanyakan. Kelak, ia pasti akan menanyakannya. Tapi bukan sekarang. Ia selalu marah kepada Moo Young setiap mereka bertemu. Ia marah, menangis, dan khawatir. Bahkan ia bersumpah tidak mau melihat Moo Young lagi. Ia tidak pernah tersenyum di depan Moo Young.


Jin Kang: Jadi, pertama-tama, aku ingin tersenyum dahulu.

Moo Young: Jangan tersenyum.

Jin Kang: Kenapa?

Moo Young: Senyumanmu menakutkan. Makanlah.

Jin Kang: Baiklah.


Keduanya pulang bersama, tapi Jin Kang memilih jalan memutar. Moo Young tersenyum dan menuruti Jin Kang. Tapi Jin Kang tahu kalau Moo Young mengerti alasannya. Moo Young membenarkan. 

"Aku tidak mau mengganggu kakakku. Kamu tahu dia membencimu, bukan?"

"Ya." Moo Young jeda sebentar untuk menggenggam tangan Jin Kang, "Tapi aku menyukainya. Tunggu, aku ragu aku menyukainya, tapi dia menarik. Mengganggunya menyenangkan. Aku juga ingin sedikit ribut dengannya. Keduanya. Aku usil di dekatnya."

"Dia lucu sekali, bukan?"


Moo Young ingat sesuatu, Jin Kang pernah tersenyum Karenanya. Jin Kang bingung, apa?

"Kurasa aku akan tetap membencimu." Jawab Moo Young.

Kilas balik..


Saat Moo Young menantar Jin Kang pulang, Jin Kang menanyakan nama kucing Moo Young. Moo Young menjawab namanya Yoo Jin Kang.

"Aku bodoh menanyakannya. Kurasa aku akan tetap membencimu."

"Semoga berhasil."

Saat itulah Jin Kang tersenyum.

Kilas Balik selesai..


Moo Young: Kamu tersenyum tiga detik setelah mengatakannya.

Jin Kang: Kamu ingat? Benar juga. Bagaimana kucing itu? Kamu sudah mencarinya?

Moo Young: Ya, tapi aku tidak menemukannya. Tapi aku dapat pesan. Dia punya pacar, jadi, dia sibuk. Katanya aku tidak perlu menunggunya.

Jin Kang: Kurasa aku akan tetap membencimu.

Moo Young: Semoga berhasil.


Dan mereka kembali tersenyum.


Jin Kang melihat ada toko bunga. Ia mengajak Moo Young mampir. Jin Kang terihat menikmati semua bunga-bunga itu, ia tidak berhenti tersenyum dan Moo Young juga ikut tersenyum melihat Jin Kang.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap