Friday, November 23, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 12 Part 1

    Sumber: tvN


    Moo Young kesakitan karena ditusuk pisau oleh Jin Kook, tapi Jin Kook malah meninggalkan Moo Young. 


    Jin Kook melihat mobil ambulan dan mobil polisi ke arah Moo Young berada, ia menyembunyikan pisaunya dan tiba-tiba ia terjatuh ketakutan.


    Jin Kang yang khawatir menelfon Moo Young tapi Moo Young tidak membawa ponselnya.


    Jin Kang lalu keluar untuk mencari Moo Young, ia mendatangi toko yang didatangi Moo Young, tapi penjaga bilang Moo Young sudah pergi, sekitar 50 menit lalu.


    Jin Kang melewati empat Moo Young roboh namun disana hanya meninggalkan bercak darah. Jin Kang tidak menyadarinya.


    Moo Young mendatangi Dokter Yang. Dokter Yang yang kaget dengan kondisi Moo Young akan menelfon ambulan, tapi Moo Young melarangnya dengan sisa tenaganya.


    Sampai di rumah, Jin Kook mencuci tangannya yang terkena darahnya Moo Young.


    Jin Kang melaporkan hilangnya Moo Young pada polisi. Polisi meminta Jin Kang menunggu di rumah saja karena tidak ada nama Kim Moo Young di data korban hari ini.

    "Tapi aku dengar suara sirene di dekat Wonyoung 1-dong." Bantah Jin Kang.

    "Maksud Anda itu? Ada pemabuk yang menyerang sopir taksi. Begitulah kejadiannya."


    Jin Kook menulis surat pengunduran diri. Tapi saat Jin Kang pulang, ia menyembunyikannya.


    Jin Kang menyapa kakaknya lalu langsung masuk ke kamarnya.


    Jin Kang putus asa memikirkan dimana Moo Young saat ini.


    Dokter Yang merawat Moo Young. Melihat bekas luka Moo Young, Dokter Yang kembali ingat anak di pancingan itu. Anak itu juga memiliki bekas luka yang sama.


    Dokter Yang tak sengaja melihat foto Jin Kang dan Jin Kook di dompet Moo Young.


    Jin Kook menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Lee Timjang. Ia mengakui Insiden di dekat Persimpangan Wonyoung kemarin adalah ulahnya.

    Geon mengatakan kalau tersangkanya sudah ada, dia dibekuk di TKP. Entah kenapa sopir taksi menjadi sasaran kekerasan.


    Jin Kook mengatakan ini soal kasus lain. Pukul 21.30 di depan penyeberangan di Persimpangan Wonyoung, ia menusuk seseorang dengan pisau.

    Lee Timjang menyuruh Tim memeriksa laporan yang masuk kemarin. Tapi tidak ada kasus yang dimaksud Jin Kook itu.


    Cho Rong melapor pada So Jung. So Jung menanyakan dimana Jin Kook sekarang. Cho ROng gak tahu soalnya tidak ada di kantor.

    "Perlukah aku menyelidikinya?" Tanya Cho Rong.

    "Tidak perlu. Akan kutanyakan kepada Manajer Yoo dahulu."


    So Jung akhirnya menemukan Jin Kook. Ia langsung menanyakan kebenaran berita yang ia dengar. Jin Kook membenarkan, ia menusuk Moo Young dengan pisau.

    "Kamu sudah gila? Kamu polisi. Bisa-bisanya... Bisa-bisanya kamu menusuk orang lain?"

    "Tidak ada cara lain."

    "Apa maksudmu? Kamu gila. Mana bisa itu menjadi solusi? Astaga. Sungguh, bisa-bisanya kamu... Kamu tahu sikapmu ini gila, bukan?"


    Jin Kang ijin pulang cepat karena sakit. CEO Hwang tentu saja mnegijinkan pulang.


    Tapi Jin Kang gak pulang, ia mendatangi tempat kerja Moo Young. Tapi Moo Young juga enggak masuk kerja, malah rekan Moo Young meminta Jin Kang menghubungi mereka jika menemukan Moo Youg.


    Jin Kang menghubungi So Jung, mengatakan kalau Moo Young tiba-tiba menghilang semalam. So Jung yang ada di ruangan CCTV melihat Moo Young tergeletak di pinggir jalan.


    Moo Young masih belum sadarkan diri. 


    Jin Kang mendatangi rumah Moo Young dan semuanya masih sama seperti saat ia meninggalkannya kemarin malam.

    Suara So Jung: Kamu pasti sangat terkejut. Tapi aku tidak dengar ada insiden apa pun. Tenang dan bersabarlah. Akan kuselidiki.


    Moo Young akhirnya siuman, ia bertanya pukul berapa sekarang. Dokter Yang menjawab pukul 22 malam. 


    Moo Young meminjam polsel Dokter Yang untuk menghubungi Jin Kang. Jin Kang hampir menangis mendengar suara Moo Young.

    "Apa yang terjadi?" Tanya Jin Kang.

    "Maaf. Kamu pasti khawatir. Maaf. Aku ada di rumah teman. Kami sudah lama tidak bertemu, jadi..."

    "Di rumah teman? Pikirmu aku percaya? Ponselmu juga di sini. Kamu bilang akan beli pembuka botol."

    "Aku tahu ini aneh, tapi sungguh tidak masalah. Nanti kujelaskan."

    "Jelaskan. Apa yang terjadi? Kamu terluka lagi?"

    "Tidak. Aku meneleponmu karena kupikir kamu cemas. Aku tidak terluka. Jangan khawatir."

    "Ada apa? Apa yang terjadi? Beri tahu aku."

    "Memang sulit dipahami, tapi ini urusan sepele. Sudah lama aku tidak bertemu dengan kawanku. Kami ingin melepas rindu."

    "Ini terlalu berat bagiku. Terlalu berat."


    Jin Kang langsung menutup telfon. Dan ternyata sedaritadi Dokter Yang mendengar percakapan mereka dari balik pintu.


    Moo Young memaksa berdiri, ia mau menyusul Jin Kang, tapi Dokter Yang melarangnya.

    "Sudah 20 tahun aku tidak menjahit kulit manusia. Lukamu bisa terbuka jika banyak bergerak. Merebahlah. Tinggallah di sini sampai kuizinkan pergi. Jika tidak, aku terpaksa menghubungi 911. Aku tahu kamu terlibat kasus pidana. Jika tidak ada kasus itu, aku sudah melarikanmu ke rumah sakit."


    Dokter Yang menanyakan bagaimana kejadiannya sampai Moo Young tertusuk pisau. Ada kaitannya dengan kasus itu? Kasus yang melibatkan Moo Young dan Yu Ri.

    "Tidak." Jawab Moo Young.

    "Lantas?"

    "Aku kemari karena enggan membahasnya. Tapi Bagaimana kamu tahu kasus itu?"

    "Aku bertemu dengan detektif itu saat menjenguk Yu Ri. Bagaimana kalian saling kenal?"

    "Bisa dikatakan, berkat kamu. Detektif siapa?"

    "Detektif Yoo Jin Gook."

    "Ah.."

    "Kenapa? Ada apa dengannya?"

    "Menurutku.. ini lucu."

    "Kamu mengenalnya secara pribadi?"

    "Sedikit. Aku dan dia... Bagaimana, ya? Kami bukan kawan ataupun lawan."

    0 komentar

    Post a Comment