Saturday, November 10, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 10 Part 3

Sumber: tvN


Saat sampai di rumah, Jin Kang langsung disuapi kimbab oleh Jin Kook. 

Jin Kook: Dahulu saat aku membuat gimbap, kamu suka memakan ujungnya. Kamu duduk di depan talenan dan makan dengan rakus. Kamu gembira sekali karena itu.

Jin Kang: Ujung gimbap itu kesukaanku.

Jin Kook: Tidurlah. Kita bisa berangkat siang. Kenapa? Kamu mau makan sebelum tidur? Kamu lapar, bukan?

Jin Kang: Oppa. Kurasa aku tidak bisa ikut ke kuil.

Jin Kook: Kenapa? Kamu sibuk bekerja?

Jin Kang: Aku sibuk bekerja dan ada presentasi persaingan pekan depan. Sebenarnya ini sangat penting. Aku sudah memberi tahu CEO tidak bisa ikut hari ini. Tapi sepertinya aku harus ikut.


Ternyata Jin Kang pergi dengan Moo Young. Ia cerita kalau ia lancar sekali bohongnya tadi, pasti ketularan Moo Young. Moo Young merasa bersalah. Jin Kang tertawa, ia hanya bercanda kok, ia menyuruh Moo Young memakan kimbabnya sambil mengelus kepala Moo Young, Jangan berbohong lagi. Ya?

"Kamu mengejekku."

Jin Kang tidak menjawabnya, malah menyuapi Moo Young lagi, "Enak, Bukan?"

"Sangat enak. Gimbap-nya layak jual."

"Oppa selalu membuatkan gimbap untuk piknik di musim semi dan hari olahraga di musim gugur."

"Tapi kenapa hari ini? Kenapa kamu ke kuil tanggal 1 November?"

"Benar juga. Kenapa kami selalu pergi pada tanggal itu? Kami melakukannya sejak tinggal di Haesan. Tidak kupikirkan karena aku masih kecil. Tapi aku menyukainya. Itu seperti acara tahunan untukku dan Kakak. Saat kecil, aku lebih menantikan tanggal 1 November daripada tamasya sekolah."


Jin Kook sampai di kuil sendirian.


Moo Young menelfon seseorang di stasiun.

Jin Kang menelfon So Jung, meminta So Jung menemani kakaknya ke kuil. 

"Terima kasih banyak Eonni. Gantikan aku menemani kakakku. Ya?"


Moo Young menelfon seseorang di stasiun.

Jin Kang menelfon So Jung, meminta So Jung menemani kakaknya ke kuil. 

"Terima kasih banyak Eonni. Gantikan aku menemani kakakku. Ya?"


Tapi keterangan Jin Kang itu berbeda dari keterangan Jin Kook yang mengaku tidak kenal polisi dari Haesan.


Hwang Geon memberitahu yang lain kalau interogasi Moo Young ditunda besok karena Moo Young ke luar kota, tepatnya ke Haesan dan ia sudah berangkat. Mereka menanyakan kemana Jin Kook. CHo Rong mengatakan kalau Jin Kook ada urusan.

Hwang Geon: Urusan? Aku lupa. Dia selalu bermalas-malasan.

Mereka lalu membahas soal Jin Kook yang mengajukan mutasi dan menanyakan sebenarnya ada masalah apa Jin Kook dengan Lee Timjang. 

Hwang Geon: Tersangka mereka tewas saat mereka mengejarnya. Dia penjahat keji dan Opsir Yoo mengejarnya sendirian. Tapi pelakunya jatuh ke jurang, lalu meninggal.

Cho ROng: Dia jatuh? Jadi, dia jatuh hingga tewas atau itu bunuh diri?

Hwang Geon: Entah dia salah langkah lalu jatuh atau bunuh diri karena tersudut, bagaimana bisa mengejar penjahat jika mereka takut?

Detektif: Walau begitu, dia dihukum berat, bukan?

Hwang Geon: Tidak sama sekali. Kala itu, banyak sekali penjahat keji. Jadi, publik tidak keberatan dan tidak ada kendala.

Detektf: Lalu kenapa? 

Hwang Geon: Itu alasannya Komandan menganggap Opsir Yoo menyedihkan. Kalian tahu orang yang suka mengasihani diri sendiri? Kurasa Opsir Yoo merajuk tentang itu. Saat itulah tim mereka bubar dan semua anggota berpisah.

Cho Rong: Tapi dia menyaksikan seseorang tewas di depannya. Aku mengerti kenapa dia trauma.

Hwang Geon: Hei, saat itu, hukuman mati sering dijatuhkan. Walau tidak jatuh pun, dia pasti akan dieksekusi. Bagaimanapun juga, dia akan mati.


So Jung datang saat Jin Kook sedang beribadah. So Jung lalu ikut duduk disamping Jin Kook dan ikut berdoa.


Jin Kook mengajak So Jung makan kimbab buatannya. So Jung memuji rasanya, dan ia sudah 17 tahun tidak makan gimbap buatan Jin Kook.

"17 tahun?" Tanya Jin Kook. 

"Ayolah, kamu tidak ingat? Karena kamu bertugas, aku pernah menggantikanmu datang ke hari olahraga Jin Kang."

"Benar juga, Jin Kang kelas 5 SD saat itu."

"Kamu ingat? Ya."

"Ya."

"Anak SD itu kini sudah dewasa. Bahkan dia mengatur kencan untuk kakaknya. Astaga."

"Makanlah."

"Ya, terima kasih."


So Jung menebak, Jin Kang tidak tahu alasan Jin Kook mengajaknya kemari setiap tahun, ya?

"Tentu tidak. Dan dia tidak boleh tahu."

"Pria itu sungguh beruntung. Berkatmu, dia bisa melihat putrinya tumbuh setiap tahun."

"Andaikan dia berpikir begitu. Tapi aku kemari karena sekadar ingin. Setahun sekali, aku bisa bertamasya dengan Jin Kang dan mengunjungi kuil membuatku tenang."


Moo Young mengajak Jin Kang ke panti asuhan tempatnya dibesarkan. Mereka tersenyum sepanjang jalan menuju kesana.


Saat sampai, mereka tersenyum melihat anak-anak bermain. Tapi tiba-tiba lonceng berbunyi, semua anak masuk ke gereja.


Disana mereka bernyanyi. Moo Young dan Jin Kang melihatnya dari belakang.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap