Friday, November 23, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 12 Part 4

    Sumber: tvN


    Moo Young: Kukira kamu ingin putus.

    Jin Kang: Aku bilang akan berpisah denganmu kepada Kakak. Aku berbohong. Aku bilang tidak akan menemuimu lagi. Aku memang berniat berpisah denganmu jika sanggup. Tapi sia-sia saja. Jika kamu bilang tidak membenciku, aku tidak akan pergi.

    Moo Young: Jangan pergi meski aku membencimu.

    Jin Kang: Kamu membenciku?

    Moo Young: Pokoknya jangan pergi. Walau aku bilang aku membencimu, itu bohong.

    Jin Kang: Kenapa kamu berbohong?

    Moo Young: Aku tidak akan bohong. Tidak akan. Aku sungguh tidak akan bohong.

    Jin Kang: Tapi.. kini kita harus berkencan diam-diam. Aku tidak tega melihat kakakku terpuruk.

    Moo Young: Aku yakin.. rahasia ini akan terjaga.

    Jin Kang: Aku juga.


    Jin Kook menunjukkan poster pencarian Moo Young kecil pada Dokter Yang. Dokter Yang ingat sekarang bahwa Jin Kook adalah polisi saat itu.

    Kilas Balik..


    Sesaat setelah Moo Young pergi, Jin Kook datang ke rumah sakit untuk mencari Moo Young. Dokter Yang sempat bertabrakan dengan Jin Kook dan mendengar saat Jin Kook bertanya pada seseorang.

    Kilas Balik selesai..

    Dokter Yang: Musim gugur tahun 1993, aku juga berada di Rumah Sakit Haesan. Aku dokter magang tahun pertama di IGD.


    Moo Young lupa kalau mereka sedang backstreet, ia akan mengantar Jin Kang pulang. Jin Kang mengingatkannya dan berkata akan mengirim pesan nanti pada Moo Young kalau ia sudah sampai.

    Moo Young: Ah.. Aku akan berhenti kerja untuk sementara, aku masih perlu diinvestigasi. Ada yang perlu kutelusuri juga. Kurasa Dokter Yang tahu tentangku. Tentang masa laluku. Tapi dia bungkam.


    Jin Kang heran, kenapa begitu? Moo Young juga tidak mengerti tapi ia menebak kalau masa lalunya terlalu sura, untuk diceritakan. 

    "Apa maksudmu?"

    "Bagaimana jika.. masa laluku begitu buruk hingga sebaiknya aku tidak tahu?"

    "Masa lalu yang begitu buruk hingga sebaiknya kamu tidak tahu?"

    "Sudahlah, jangan memikirkan itu. Jangan khawatir. Jangan khawatir."


    Moo Young langsung memeluk Jin Kang. 

    Moo Young: Ini masalahku. Kamu tidak perlu memikirkannya.

    Jin Kang: Jika masa lalumu begitu buruk hingga sebaiknya kamu tidak tahu, jangan mencari tahunya. Ikutilah kata hatimu.

    Moo Young: Mungkin ada yang tidak kuketahui soal diriku.

    Jin Kang: Tidak apa-apa. Aku akan tetap berpegangan erat pada hatimu. Sebagai gantinya, berjanjilah kamu tidak akan menghilang lagi tanpa kabar. Jangan lupa selalu membawa ponsel. Dan jangan pernah terluka lagi.

    Moo Young: Aku janji.

    Jin Kang: Sudah malam. Aku harus pulang sebelum Kakak. Sampai jumpa.


    Jin Kang sedang bersih-bersih saat Jin Kook pulang. Jin Kook langsung masuk kamarnya dan mengembalikan poster itu ke kotak semula, ia meletakkannya di atas lemari.


    Moo Young kembali menemui Dokter Yang besoknya, ia memaksa Dokter Yang untuk mengatakan tentang masa lalunya yang Dokter Yang ketahui. 

    "Ayahku dibunuh, ya? Ditembak?"

    "Tidak. Ini bukan film."

    "Sejak beberapa waktu lalu, mimpiku sering berulang. Mimpi tentang ayahku yang ditembak dengan pistol. Aku berasumsi itu masa laluku. Berkat kamu, aku cukup siap. Katakanlah. Ayahku dibunuh, bukan?"

    "Bukan, ayahmu.. bunuh diri. Tepatnya, dia jatuh dan meninggal di gunung. Tapi orang-orang menyebutnya bunuh diri."

    "Kenapa dia bunuh diri?"

    "Entahlah. Jika ada di posisiku, apa kamu akan menyerah?"

    "Aku tidak pernah menyerah jika sudah memutuskan sesuatu."


    Moo Young terus memikirkannya walau sudah nai bis.

    Suara DOkter Yang: Yang jelas, aku tidak pernah tahu adanya tembakan. Hanya sedikit yang kutahu. Aku mendengar dari gosip para perawat bahwa kamu anak seorang pria yang bunuh diri di Gunung Geumah.

    Moo Young langsung mencari dimana lokasi Gunung Geumah di internet. Saat itu Jin Kang mengirim pesan, 

    "Kamu sudah bangun? Nanti kamu akan menyerahkan surat pengunduran diri?"

    "Ya, aku sedang di jalan pulang usai menemui Dokter Yang. Aku akan mengambil barang-barang untuk dikembalikan ke kantor."


    Jin kook tiba-tiba mengetuk pintu kamar Jin Kang. Jin Kang pun cepat-cepat menyembunyikan ponselnya. Kakaknya cuma mau pamit ternyata dan tidak bisa mengantar Jin Kang karena macet.


    Jin Kang meneruskan Chattingan dengan Moo Young, "Kamu menemuinya? Dia bilang apa?"

    "Aku belum yakin. Nanti kuberi tahu. Omong-omong, kamu tahu siapa namaku?"

    "Namamu?"

    "Ya, nama asliku."

    "Ini membuatku gugup. Siapa namamu?"

    "Sun Ho. Kang Sun Ho."


    Jin Kook melamunkan pembicaraannya dengan dokter Yang, ia bertanya apa Moo Young adalah Sun Ho dan Dokter Yang membenarkan. 


    Moo Young tak sengaja melihat Jin Kook. Ia memberikan senyumannya.

    0 komentar

    Post a Comment